
📌📌 happy reading 📌📌
Edo membawa kevin kemana tempat yang semestinya atau bisa disebut menuntaskan hasratnya, Edo yang melihat itupun kasihan kepada kevin.
"panas,, gue ga tahan pengen nuntasin nya bro" ucap kevin melemah.
"sabar gue akan bawa lo kemana tempat lo semestinya" ucap Edo lalu membawa mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah yang bak istana.
"ahhhhhh" teriak kevin.
"sabar bro, lo kayak udah bertahun - tahun aja gak nganu" canda Edo.
"gue ga tahan lagi bro" ucap kevin melemah.
"sebentar lagi kita sampai lo diam aja" ucap Edo.
Dengan kecepatan yang super edo mengendari mobil bak ke setanan agar cepat sampai.
Setelah menempuh jarak kurang lebih 20 menit akhirnya Edo sampai di perkarangan rumah megang.
"doo to,,long gue" lirih Kevin yang sedari tadi menahan.
"lo turun sekarang gue tau apa yang harus gue lakukan" ucap Edo lalu membawa Kevin turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Ting..Tung...
"kemana sih naya" ujar Edo yang kesal sudah berapa kali memencet bel rumah namun tak ada jawaban.
Ting ... tung...
**
*Pov naya*
Waktu sudah menunjukan pukul malam namun tak ada datupun dari rania atau kevin memberi kabar bagaimana keadaan Keyro.
saat ini naya tak tidur sama sekali yang ia pikirkan bagaimana kondisi keyro sedangkan kenzho sudah terlelap sedari tadi ia begitu khawatir dengan saudaranya walaupun keyro bukan lahir dari rahim Naya tapi ia begitu menyayanginya.
"nak semoga kamu ga apa - apa" ucap naya mondar - mandir kepikiran.
"kenzho kamu ga salah nak, bunda yang salah bunda yang lalai jaga kalian" ucap naya menghampiri kenzho yang tertidur dengan pulas beralaskan kasurnya sedari bayi.
ya sampai saat ini ruangan dimana ia tertidur bahkan jadi saksi bisu perjuangannya selama ini masih tetap sama, dimana tak ada kasur untuk alas tidur kecuali kenzho ia masih beralas kasur, kasur bayi yang dulu ia miliki.
"semoga kamu menjadi orang yang sukses nak, bunda berharap kamu bisa menjadi orang yang berguna, buktikan sama ayahmu nak kita bisa hidup tanpa mereka" ucap naya dengan lirih.
"bunda ke dapur dulu ya sayang kamu tidur yang nyenyak nak" pamit naya kepada kenzho walaupun kenzho tertidur baginya ia harus memberi tahu.
Saat menuju jalan ke arah dapur naya tak sengaja mendengar suara bel rumah berbunyi, dengan cepat naya langsung menghampiri dan membukanya, betapa kagetnya naya saat ia membuka pintu ada orang yang selama ini ia tunggu, ya siapa lagi kalau bukan Kevin tapi kenapa naya merasa ada yang aneh dengan kevin.
" Nay" panggil Edo membuyarkan lamunan Naya.
"ya, kak edo" ucap naya.
"tuan kenapa" sambung naya melihat kevin yang aneh.
"Nay,,, gue kesini mau menghantar kevin pulang,,, " ucap Edo.
"lo tolongin gue bawa kevin ke kamarnya" sambung Edo lalu masuk ke dalam Rumah dan membawa kevin ke Kamarnya sambil memapah.
"do tolong gue" lirih kevin dengan begitu sengsara menahan hasratnya.
"sabar bro bentar lagi" ucap Edo namun Naya tak mengerti apa - pun yang di bicarakan edo dan naya.
"Nay gue pamit, lo jagain kevin gue mohon bantu dia" ucap Edo lalu meninggalkan Kevin dan naya di kamarnya Kevin.
__ADS_1
"mari kak nanti saya antar" ucap naya mau menghantar Edo.
"ga usah gue bisa sendiri nay" jawab Edo meninggalkan kamar tersebut.
saat naya mau pergi dari kamar kevin tiba - tiba kevin menarik tangan Naya lalu menghempaskannya ke tubuhnya.
"lepaskan saya tuan" ucap naya.
"tolong aku nay" ucap kevin dengan suara parau tanpa babibu kevin langsung mencium bibir naya.
"stop tuan saya ga mau" teriak naya berusaha melepaskan tangan kevin namun tak bisa karna tangan kevin yang begitu besar.
kevin sama sekali tak mendengarkan ucapan Naya yang saat ini harus ia lakukan adalah bagaimana hasrat ini terpenuhi, melihat tingkah naya yang ingin memberontak tanpa sadar membuat kevin kasar terhadap naya.
"turuti perintah saya hah" teriak kevin lalu melepaskan baju yang ia kenakan.
"lepaskan baju mu sekarang juga" ucap kevin dengan membentak naya hanya menggeleng - geleng tidak mau.
"jangan tuan, saya tidak mau" lirih naya memeluk tubuhnya.
"kalau kamu ga mau baiklah saya yang akan melakukan itu semua" ucap kevin dengan memaksa melepaskan baju naya namun naya hanya menggeleng - geleng sambil melindungi tubuhnya.
Kevin langsung menggendong naya seperti menggendong beras lalu menarik celana naya hingga terlepas.
"nay" gumam kevin yang terperangah melihat jenjang mulus kaki naya.
"jangan tuan " ucap naya mengampit kakinya agar ****** ******** tak lepas.
"jangan membuat saya kasar" ucap kevin dengan tajam lalu melepaskan dengan satu tangan ****** ***** Naya. tak begitu susah melepaskan ****** ***** naya karna ****** ***** yang naya gunakan itu celana sewaktu ia hamil dan otomatis celana tersebut melebar dan naya hanya memberi karet di sisi celana.
Setelah selesai melepaskan ****** ***** naya, kevin langsung membawa naya ke tempat tidur dan melepaskan baju naya.
"jangan tuan" lirih naya namun tak di dengarkan oleh Kevin.
Naya hanya bisa terpaksa apa yang di lakukan Kevin saat ini tenaga nya lebih kuat dibanding dirinya.
"ahhh tuan saya mohon hentikan" lirih naya.
Namun tetap saja kevin menuangkan hasrat nya terhadap Naya hingga tanpa sadar kevin mengeluarkan sperm* nya dengan banyak kepada Naya hingga membuat naya tak sadarkan diri karna kelakuan kevin yang begitu ganas tanpa memikirkan naya.
"yaallah hamba mohon lindungi hamba mu ini" doa naya sebelum pingsan.
Kejadian dimana membuat naya bisa terjerumus dengan kevin kini terulang kembali walaupun dalam status mereka hanya menikah siri saat ini.
Naya trauma akan perbuatan kevin saat ini ia sudah melawan namun tenaganya tak sebanding dengan kevin yang lebih kuat.
kevin melakukannya berkali - kali hingga membuat naya tak sadarkan diri, waktu sudah menunjukan pukul 2 pagi kevin langsung menyudahi perbuatannya lalu mencium kening naya dengan lembut.
"terima kasih sayang, maaf kan aku yang tak pantas jadi suamimu" ucap kevin lalu tidur memeluk naya.
Kevin tak sadar bahwa ada seorang anak yang sedang tidur sendirian tanpa ditemani orang tua ya kenzho saat ini sedang tidur sendiri di kamar belakang.
***
Hingga pukul 4 pagi naya bangun dengan sekujur badan terasa sakit semua.
"ahh," sakit naya saat bangun tidur.
Naya melihat sekeliling kamar ya ini bukan tempatnya " ini dimana" gumam naya sembari mengingat kejadian semalam.
Saat naya mengingat semua itu tanpa terasa air mata jatuh mengingat kejadian pahit tersebut terulang kembali.
"kamu jahat mas, kamu memperlakukan aku sebagaimana binatang kamu jadikan aku sebagai pemuas ***** mu hiks,, hiks,, hiks maafkan aku mas aku ga kuat lagi, kamu jahat mas hiks ,, hiks ,," lirih naya lalu bangun dari kasur menuju kamarnya.
"auhh" sakit naya saat daerah intinya perih.
__ADS_1
"bahkan bayanganmu saat itu masih teringat mas hiks" sambungnya lalu dengan berusaha naya berjalan ke arah kamar dimana anak berada.
dengan pelan - pelan naya berjalan hingga sampai ke kamarnya. naya langsung menangis melihat anaknya tidur sendirian.
"maafin bunda nak sudah bikin kamu tidur sendiri" ucap naya.
"bunda sholat subuh dulu ya sayang" ucap naya mencium kening kenzho yang tertidur pulas.
Naya tak pernah lupa akan kewajibannya terhadap tuhan setelah selesai sholat naya berdoa " ya allah hamba mohoj berilah petunjukmu, apakah jalan yang hamba ambil ini benar atau salah, hamba tidak mau egois terhadap anak hamba ya allah, hanya ia yang hamba punya saat ini hiks,,, hiks,,, hamba tak tau harus apa hiks..." doa naya kepada tuhan disetiap doanya.
setelah sholat subuh naya mendekat kearah anaknya " ken bangun nak sudah subuh" ucap naya membangunkan kenzho.
"sayang" panggil naya sembari mencium muka kenzho.
"unda da mau cium telus" ucap kenzho dengan cadel namun matanya masih menutup.
"ken bangun ya sekarang udah subuh loh" ucap naya mengganggu kenzho yang tertidur dengan menciumi pipi kenzho.
"ia unda ni ken angun" jawab kenzho lalu bangun dari tidurnya.
"ken cuci muka dulu ada yang ingin bunda katakan" ucap Naya lalu kenzho mencuci mukanya.
"unda ken dah cuci uka" ucap kenzho menghampiri naya.
"sini nak, bunda mau bicara sama ken" ujar naya lalu mengelus rambut anaknya.
"ken mau ga ikut bunda pergi dari sini" ucap naya berkaca - kaca kepada anaknya.
"mau nda, na kemana" tanya kenzho.
"kita pulang ke kampung tempat bunda aja ya nak, temeni bunda" ucap naya jujur ini berat bagi naya namun ia harus melakukannya ia sudah tak mampu lagi menahan sabar itu.
"api nda kak kelo" ucap kenzho.
dengan tersenyum naya menjawab " kak keyro akan baik - baik saja nak kan disini ada papa nya " ucap naya sungguh ia perih mengatakan itu semua.
melihat bundanya yang menangis lalu kenzho memeluk naya dan berkata " ia nda ken au pelgi cama unda" ujar kenzho.
"maafin bunda ya nak yang sudah egois hiks,,, hiks" ujar naya memeluk kenzho sambil menangis.
"sekarang ken beres - beres ya kita pergi pagi ini juga" ucap naya lalu kenzho mengangguk.
sekitar 30 menitan akhirnya naya dan kenzho sudah selesai membereskan baju nya.
"semoga kamu bahagia mas tanpa kami, maaf kami sudah menjadi beban mu selama ini" ucap naya dalam hati lalu meletakan selembar kertas di meja kamarnya.
"yaudah ken harus semangat ya, kita pergi pagi biar cepet sampe ke kampung halaman bunda" ucap Naya lalu pergi meninggalkan rumah yang penuh kenangan tersebut.
Naya sudah membulatkan tekat nya untuk pergi meninggalkan rumah kevin.
"maaf kan bunda ken yang sudah memisahkan kamu sama ayahmu nak, bunda terpaksa bunda ga mau nanti kamu benci sama ayahmu, biarkan kita mengalah nak kuatkan tekat mu agar bisa membuat ayahmu bangga suatu saat nanti, bunda ga sanggup lagi hiks,,, bunda ga mau kamu mengetahui perlakuan ayahmu kepada bunda selama ini" batin naya menangis.
Langkah demi langkah kini pandangan rumah tersebut mulai pudar kini naya sudah pergi meninggalkan rumah kevin yang begitu banyak kenangan rumah dimana ia berjuang sendiri melahirkan Kenzho, rumah dimana ia di perlakukan melebihi pembantu, rumah dimana ia disiksa kini naya harus meninggalkan semua itu.
naya akan memulai kehidupan barunya bersama anaknya di kampung, ya naya akan pulang ke kampung halaman dimana rumah kedua orang tuannya biarkan semua orang berkata apa tentangnya.
"kita akan memulai kehidupan baru nak, bunda akan berjuang untuk mu agar kamu bisa menjadi orang sukses" ucap naya.
............
...makasih yang sudah nanyain author hehe...
maaf author lagi banyak kerjaan makanya author jarang up😭
...makasih banyak ya yang udah komen, like, terus vote buat cerita author yang pertama ini, kalian bikin author semangat lagi 😂😂😂🌹🍁...
__ADS_1
...thank you buat yang udah baca...
...next bakalan up...