JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 71


__ADS_3

happy reading ♥️


Hari semakin sore kevin kesal akan perjalanan menuju desa yang akan ia tujuh karna dirinya sudah tidak sabar bertemu dengan anak dan istrinya.


membayangkan dirinya bertemu dengan anak yang selama ini ia perlakukan buruk membuat kevin menciut seketika.


"bagaimana kalau maaf ku ga diterima apa aku sanggup harus pisah lagi dengan mereka" batin kevin.


lama termenung sembari melihat pemandangan desa, kevin akui disini lebih nyaman di kota udara yang segar padahal hari semakin sore membuat dirinya menikmati cuacanya.


kevin lupa mengabari adiknya bahwa dirinya ada urusan pergi ke luar kota.


"astaga sasa belum dikabarin nanti cari - cari lagi" ucap Kevin.


lalu merogoh kantong celana untuk mengambil handphone menghubungi sasa.


"astagafirullah sinyal" kesal kevin saat tau di sini tidak ada sinyal.


"Kenapa bos" tanya anak buahnya saat melihat kevin kesal.


"ga ada sinyal" ucap kevin seadanya.


"ahh sial bagaimana aku menghubungi mereka" Sambung kevin dengan kesal.


"bos sebentar lagi kita sampe sesuai dengan arahan yang di terima" ucap anak buah Kevin.


Kevin hanya tersenyum menanggapinya.


Setelah beberapa jam dan ternyata hari sudah semakin malam akhirnya Kevin sampai di depan halaman rumah Naya.


"kenapa stop" ujar kevin yang heran.


"Anu bos a..." ucap anak buah kevin dengan kaku karna pasti bosnya ini tidak percaya jika berada di depan halaman rumah istrinya.


"Apa" ucap kevin mulai datar.


"kita udah sampe di depan halaman rumah nyonya" Ucapnya dengan satu tarikan nafas.


deg


Kevin langsung menengok kiri kanan namun hanya ada satu rumah yang berada di sekitarnya.


Sekarang Mata nya fokus akan satu rumah di dimana ia yakin pasti di dalam rumah itu terdapat anak dan istrinya.


"apa kau yakin ini rumah nya" tanya Kevin memastikannya lagi.


"iya tuan menurut informasi yang dikirim ini alamatnya dan memang ini rumah nyonya sedari dulu" jawab anak buahnya seadanya.


"ku yakin pasti mereka sudah tertidur saat ini" ucap kevin melihat sekarang sudah malam sekali dan hampir menunjukan pukul dini hari.


"disini tidak ada hotel tuan karna ini perkampungan" ujar anak buah nya kepada Kevin agar tau kemana arah dirinya selanjut ini.


"yasudah lebih baik kito tidur di mobil aja tapi jangan di depan rumah ini takut ketahuan" ucap kevin lalu memindahkan mobil tersebut sedikit lebih jauh di banding tadi.


Mereka berdua akhirnya tidur di mobil sampai menunggu hari besok.


Dalam hati kevin dirinya sudah tidak sabar lagi melihat istri dan anaknya.


Lama kelamaan akhirnya mereka tidur di dalam mobil.


Demi kenzho dan naya kevin sudah mati matian berjuang menemuinya di kampung ini, kampung yang jauh dari kota, kampung plosok yang sudah memberikan istri dan anaknya tempat tinggal selama ini.


****


Hari sudah memasuki suara adzan yang menandakan bahwa adzan subuh sudah berkumandang.


Naya yang tiduran di samping kenzho pun langsung bangun untuk mengambil air wudhu.

__ADS_1


Dengan sedikit susah naya berdiri lalu ke dapur untuk mengambil air wudhu.


Setelah selesai naya melakukan sholat subuh dirinya tidak tidur kembali tetapi berberes - beres di rumah karna pagi ini rencananya naya mau ke sawah.


"abang" panggil Naya pelan.


"abang ken" panggil naya selagi lagi.


Mendengar suara bundanya yang memanggil kenzho pun terbangun.


"haommm"


"apa nda ken tidur" ucap kenzho yang belum sadar.


"Sudah siang loh katanya mau ikut bunda ke sawah" ujar naya. Kenzho langsung bangun dan terduduk .


"iya bund ken mau ikut" ucap kenzho.


"yaudah sekarang kenzho mandi, bunda udah siapin juga nasi goreng kesukaan ken" ucap naya.


dengan semangat kenzho langsung berlari menuju wc dan mandi kemudian setelah selesai dia kembali ke dapur untuk sarapan.


"udah nak" tanya naya.


"udah bunda" jawab kenzho.


"yaudah sekarang kita ke sawah ya" ucap naya. kenzho hanya mengangguk.


Pagi - pagi Naya dan kenzho sudah pergi ke sawah.


diperjalanan


"nda kenapa kita pagi - pagi" ucap kenzho yang heran tidak seperti biasanya.


"iya nak soalnya siang nanti rencana bunda mau ke pasar" ujar Naya.


"owh ken ikut ya nda" ujar kenzho.


udara pagi ini sangat sejuk pemandangan - pemandangan desa yang masih tertutup oleh kabut pun semakin membuat desa ini terlihat segar.


banyak warga warga yang lalu lalang yang berkeliaran karna memang warga disini pagi - pagi sudah memulai aktivitasnya.


Sama seperti naya yang melakukan aktivitasnya di sawah karna disawah lah mata pencarian uang naya dan keluarganya.


****


dimobil kevin.


"tuan bangun tuan" ucap anak buah kevin yang sudah bangun namun melihat bosnya itu belum bangun.


"hmm" gumam kevin lalu terbangun dan langsung melihat arah - arah sekitar.


"astagfirullah sudah pagi" sambungnya lalu tersadar dari tidurnya.


"tuan apa kita tidak sebaiknya mencari makan terlenih dahulu lihat lah tuan sedari kemarin belum makan sama sekali" ucap anak buah kevin.


"ryan kamu aja cari makan, saya tidak lapar bagi saya ini tak seberapa dengan perjuangan naya menghidupi anak ku" jawab kevin dengan tatapan kosong.


"tapi tuan..."


"kamu pergilah cari makan, rencana nya pagi ini saya mau kerumah naya" ujar kevin lalu ryan mengangguk.


"baik tua"


Kevin langsung turun dari mobil dan melihat kesekitar ternyata disini sudah banyak orang beraktivitas, dengan langkah yang sedikit cool kevin langsung menuju rumah naya.


"Assalamualaikum" salam kevin saat sudah berada di depan pintu halaman rumah naya.

__ADS_1


TOK...TOK..TOK..


namun tak ada jawaban sama sekali.


"Kenzho" panggil kevin menyebut anaknya.


"nay" lagi lagi tak ada sahutan.


"ada apa ya nak, kamu mencari naya" ucap nenek tua yang kebetulan lewat depan rumah naya.


"iya nek, ini naya nya kemana ya" tanya kevin dengan ramah.


"biasa nya nak naya itu pagi - pagi pergi kesawah"


"kalau boleh tau ngapain ya nek naya nya ke sawah" tanya kenzho lagi.


"nak naya otu kerja di sawah, tiap pagi biasanya sudah di sawah, nenek kasihan padanya semenjak kepulangannya ke kampung ini dia diguncing oleh warga warga sini karna membawa seorang anak namun tidak dengan suaminya" cerita nenek tersebut.


hati kevin langsung sakit mendengarnya dirinya tak menyangka kalau naya akan mendapatkan cobaan seberat ini.


"banyak yang menghujatnya sampai sekarang karna tak mempunyai suami" sambung nenek tersebut.


kevin tidak mau lagi mendengar kisah naya yang membuat nya sakit hati.


"terima kasih nek, kalau boleh tau letak sawahnya dimana ya" tanya kevin.


"di ujung perempatan sana nanti belok ke kanan" jelas nenek tersebut.


"oh iya kamu ada apa ya nak mencari naya" tanya nenek tersebut yang heran.


"saya suaminya nek" jawab kevin dengan jujur.


nenek tersebut langsung kaget ternyata naya mempunyai suami dan rasa syukur itu pun terucap, dirinya tidak tega melihat naya yang sedang mengandung itu harus menerima tekanan dari warga karna tak mempunyai suami.


"nnk hanya pesan sama kamu nak, jangan sia - siain nak naya dia sudah terlalu banyak beban dan menderita sedari dulu, nenek kasihan padanya" nasihat nenek tersebut. kevin hanya mengangguk kemudian pamit untuk ke sawah.


Diperjalanan banyak sekali yang memandangnya dan bertanya tanya namun lagi lagi kevin hanya mode cuek karna banyak gadis gadis desa menatap nya dengan tatapan memuja.


setelah mengikuti arah yang diberikan akhirnya kevin sampai disawah, banyak yang bekerja di sawah ini sehingga kevin sedikit kesusahan dimana keberadaan naya.


"pak izin tanya" ucap kevin kepada seorang bapak - bapak yang bekerja disawah.


"iya nak" jawab bapak tersebut lalu binggung melihat kevin.


"pak kalau boleh tau yang namanya naya itu bekerja di bagian mana ya pak" tanya nya sedikit sopan.


"oh nak naya itu diujung sana pak mungkin kalau dari sini kurang lebih 10 menit" jelas nya.


" baiklah pak terima kasih" ujar kevin lalu melanjutkan pencariannya.


sudah 10 menitan mencari akhirnya kevin melihat ada seorang anak kecik yang membantu ibunya di sawah.


untuk memastikannya lagi kevin pun mendekat dan benar itu anaknya.


"anakku" gumam kevin tanpa sadar meneteskan air mata melihat itu memnag benar anak dan istrinya namun membelakangi kevin.


Dengan jelas kevin bisa melihat dua orang yang ia sayangi ini sedang bekerja demi sesuap nasi sedangkan dirinya hidup dengan kemewahan.


Seakan keluh mulut ini mengucap namun lagi lagi hati kevin menjerit melihat keadaan istrinya.


"nay" panggil kevin saat sudah di belakang naya.


Naya yang merasa ada yang memanggil pun langsung menoleh ke belakang.


Deg....


****

__ADS_1


next part.....


thank you yang sudah sabar menanti up author 🙏


__ADS_2