
Next part....
Sudah satu bulan berlalu kini naya duduk termenung di halaman rumah sebelum menjemput kenzho mengaji.
kehidupan naya masih sama namun sekarang mengalami kenaikan gaji, hingga untuk kebutuhannya lebih dari cukup.
Lama termenung memikirkan omongan orang dikampung ini dirinya di hujat karna dituduh menggoda suami orang dan lebih menyakitkan lagi anaknya pun di bawa - bawa.
"naya kamu harus sabar, semangat naya" ujar naya menyemangati dirinya.
perubahan badan naya sangat signifikat dirinya juga merasa perutnya semakin buncit namun banyak yang mengatakan bahwa dirunya hamil tapi naya tak percaya itu.
"apa benar aku hamil" ujar naya mengelus perutnya.
"aku takut jika diriku tidak hamil namun penyakit yang ganas" batin naya sedih.
"yaallah jika ini penyakit hamba mohon kepada mu tolong sembuhkan " doa naya.
"Nak jika memang kamu hadir di tengah - tengah bunda sama abangmu, kami nerima sayang dengan senang hati" lirih naya mengusap perutnya.
"astaga kenzho" ucap naya tiba - tiba lalu menutup pintu dan pergi ke masjid menjemput kenzho mengaji.
Naya berjalan dengan tergesah - segah sehingga membuat bagian bawah perutnya sakit.
"auhhh" lirih naya memegang perutnya.
"semangat naya kamu ga boleh lemah" sambungnya lalu kembali berjalan dengan pelan - pelan.
selama sebulan ini naya kembali berjualan sayur bahkan gue keliling walaupun warga kampung terus merumpikan dirinya namun naya bodoh amat anggap saja masuk kuping kiri keluar kuping kanan.
Dirinya ingin mampir ke warung sekalian mengambil titipan kue dan membeli sesuatu untuk memastikan dirinya.
sesampai di masjid naya melihat kenzho dimarahi oleh ibu - ibu.
"kenzho" gumam naya lalu mendekat.
"Assalamualaikum, ada apa ini buk" tanya naya kepada perempuan yang memarahi Kenzho.
"ini anak ibu" ujar perempuan tersebut.
"iya bu, emang kenapa anak saya" jawab naya.
"tolong ya bu anak nya di jaga, punya anak kayak preman aja, nih anak saya luka karna di dorong oleh anak ibu" sarkas perempuan tersebut.
Naya yang kaget pun langsung menyamai tinggi Kenzho yang sedang menunduk setengah menangis.
"anak bunda coba liat bunda, kenzho kenapa nak" ujar naya dengan lembut.
"hiks..hiks" kenzho menangis di hadapan bundanya dengan spontan naya langsung memeluk anaknya.
__ADS_1
"coba bunda ingin tau jawaban kenzho" ujar naya
"kenzho kenapa dorong teman nya nak" ujae naya, kenzho menggeleng yang artinya dirinya tak mendorong.
"coba cerita sama bunda" sabar naya menghadapi anak kecil.
"adi velo ngatain ken nda, dia bilang ken anak halam tak punya ayah, ken punya ayah nda, ayah ken kelja kan meleka ga pelcaya malahb dolong - dolong ken, ken menghindar bial ga jatoh, telus velo yang jagoh nda" cerita kenzho sambil menangis tersenduh - senduh.
deg
"ya allah nak, kamu semenderita ini ternyata, maafkan bunda nak" batin naya sakit saat anaknya dikatain seperta tadi.
dengan mengusap air mata kenzho naya langsung menghadap orang tua yang memarahi anaknya tadi.
"ibu dengar sendiri kan bagaimana, bukan anak saya yang salah tapi anak ibu yang mengatainnya terlebih dahulu" ujar naya datar.
"lah emang betul kan anakmu ga punya ayah, anak kamu itu anak haram hah, ini lagi kok bisa ga ada suami tapi hamil dasar perempuan murahan" ucap ibu tersebut dengan sarkas.
"Harusnya kamu itu di usir dari sini bukan nya malah kelayapan apa lagi tinggal di desa ini, kamu itu jadi perempuan ga ada malunya apa, suami ga ada tapi hamil katakan anak siapa itu hah! jangan kau kotorin kampung kami ini" sambungnya.
"maaf bu, ibu boleh mengatain saya yang jelek - jelak tapi jangan anak saya, anak ibu sudah terbukti salah tapi ibu malah memarahi putra saya" balas Naya dengan memejamkan matanya.
"kamu harus kuat nay, kamu ga boleh lemah" batin Naya ingin menangis mendengar perkataan ibu tersebut namun ia harus kuat ia tak boleh lemah agar orang tak selalu mengejek nya.
"anak haram aja di belahin dasar perempuan murahan cih" ucap ibu tersebut dengan membuang ludah kesamping.
Mendengar suara keributan akhirnya pak ustad langsung keluar dan menemui mereka.
"ini pak ustad anak perempuan murahan ini sudah mencelakai anak saya lihat anak saya terluka" aduh ibu tersebut kepada ustad.
"astagfirullahhalazim" gumam ustad mendengar perkataan ibu vero yang tak pantas dilontarkan.
"ibu ga boleh begitu, ga baik bu coba kita bicarakan dengan kepala dingin biar bisa merendamkan emosi yang saat ini dikuasai buk" ujar ustad menengah masalah.
"perempuan itu pantas pak ustad, mana mungkin ga ada suami tapi hamil, perempuan apa coba, dasar perusak di kampung , kampung ini tercemar gara - gara dia, saya ga nyangka saya kira polos ternyata luar biasa, udah bangga - bangga ke kota pulang - pulang bawa anak, dan ini lagi hamil pula" ucap ibu vero yang tak menyukai Naya.
"yasudah pak ustad saya mau pulang, mau berobat dia mana mampu berobatin anak saya, dasae ga anak ga ibu sama - sama Kotor" ucap ibu vero lalu meninggalkan ustad dan naya di halaman masjid.
setelah kepergian ibu vero pak ustad pun langsung membalik kan arah badannya menghadap naya.
"nda" lirih kenzho.
"udah kenzho jangan menangis, kamu ga perlu dengerin omongan mamanya vero ya yang penting kamu harus jadi anak sholeh" ucap Ustad, kenzho hanya mengangguk sembari menangis.
"sini nak, ken jangan sedih bunda ga papa " ujar naya memeluk anaknya.
"maaf ustad sudah membuat keributan di depan pengajian" ujar naya yang tak enak dengan ustad.
"iya bundanya Kenzho" jawab ustad.
__ADS_1
"yaudah kalau begitu saya pamit pulang ustad" pamit naya lalu meninggalkan ustad sendirian.
"kasihan sekali kamu harus menerima cobaan seberat ini naya" batin ustad.
"astagfirullah saya lupa " ujar ustad lalu masuk ke dalam masjid.
Di perjalanan
"kenzho jangan dengerin omongan bundanya vero ya nak" ujar naya di jalan.
"iya nda" jawab kenzho dengan lemas..
"oh iya kita mampir ke warung bentar ya sekalian ambil titipan" ujar naya lalu pergi ke toko dimana ia menitip kue disana sekalian untuk membeli tespeck.
sesampainya di warung naya langsung menghampiri pemilik toko " assalamualaikum ibu" salam naya.
"oh neng naya bentar ya ibu ambilin uangnya" ujarnya kemudian mengambil uang.
"ini nak alhamdullilah kue nya habis " ujar pemilik toko.
"alhamdullilah, terima kasih ibu " ujar naya.
"oh iya bu naya mau tanya disini ibu jual tespeck ga" sambungnya.
"oalah neng di warung ibu mana ada jualan seperti itu, emang untuk apa neng kok nanyain alat itu" ujar pemilik toko penasaran...
"ga papa bu" jawab naya tersenyum..
"mending neng beli di puskesmas aja tapi jam segini udah tutup besok buka neng jam 8 " ucap Pemilik toko.
"iya bu terima kasih ya infonya" jawab naya.
"mari bu assalamualaikum" pamit naya pulang.
"waalaikumsalam" jawabnya.
"kok neng naya mau beli tespeck ya, atau jangan - jangan..." sambung pemilik toko..
"astagfirullah ini blm pasti mungkin saja itu gosip"
lama termenung memikirkan naya akhirnya pemilik toko masuk kembali ke toko dan melakukan aktifitasnya yang tertunda....
****
jangan lupa follow ig Aliyhana
spesial give away
3 paket yaw random aku pilihnya pakai spin jadi biar adil
__ADS_1
stay tuned di ig ya
semoga beruntung...