
Happy reading.....
"maafin aku nay" sambungnya...
naya melepaskan tangannya dari genggaman tangan kevin dia membuang arah muka, dia tidak mau melihat kevin seperti itu...
"nay" panggil kevin dengan lemah...
"saya sudah memaafkan kesalahan tuan, tuan ga usah merada bersalah mungkin sudah jalannya saya di perlakukan seperti itu" ucap naya tanpa melihat kevin.
lagi - lagi kevin tak bisa menjawab perkataan naya karna apa yang dikatakan naya .
"maaf" hanya itu yang dapat kevin katakan.
"tuan, saya bukan bermaksud mengusir tuan tapi disini bukan lah tempat tuan, tuan ga pantas ada di sini " usir naya secara halus.
Kevin menggeleng
"ga nay aku ga papa" ucap Kevin.
"nda unda" panggil kenzho dari dapur.
"iya nak" jawab Naya lalu mencoba berdiri sendiri untuk melihat anaknya yang ada di dapur.
Saat tiba - tiba naya mau berdiri namun tenaganya sudah tidak kuat lagi, naya hampir jatuh kalau tidak Kevin dengan cepat menahan naya.
"astagfirullah" ucap naya memejamkan mata.
"ya allah nay kamu hati - hati udah duduk aja biar aku yang liat kenzho, kalau terjadi apa - apa tadi gimana, aku ga mau kamu kenapa - napa nay" oceh Kevin tiada henti.
naya yang mendengar itu pun merasa senang karna ada yang memeperhatikannya.
"iya tuan terima kasih" jawab naya seadanya.
"yaudah kalau gitu aku ke dapur dulu" ucap Kevin lalu pergi ke dapur naya dimana anaknya sedang mandi.
pandangan pertama kali yang kevin lihat saat di dapur adalah bagaimana bisa naya bertahan di desa ini dengan rumah yang bisa dikatakan jauh dari kata layak.
"Sehebat ini nay kamu menghadapi kehidupan" gumam Kevin.
"kenzho" panggil Kevin.
kenzho yang mendengar suara kevin pun langsung menjawab dan kevin langsung ke sumber suara.
"ada apa nak" ujar kevin sambil masuk ke dalam kamar mandi.
"ga papa tuan ken cuman mau minta ambilin air soalnya udah abis" jawab kenzho menunduk.
kevin yang mendengar itupun kaget bagaimana bisa seorang wanita hamil besar harus mengambil air di sumur.
"biarkan saya aja nak, kasihan bundamu harus ambil air berat - berat" ucap kevin lalu mengambil air di dalam sumur.
__ADS_1
Kenzho hanya mengangguk tanpa berani menjawab.
Krek..krek...krekk
bunyi suara timbah air yang kevin geret menandakan bahwa kevin sedikit ngos ngosan mengambil air.
Tidak terbayangkan bagaimana Naya bisa setiap hari mengambil air di dalam sumur yang lumayan kering ini.
membayangkan itu semua membuat kevin mengeri seketika.
"aku janji akan bahagiain kamu nay, walaupun nyawaku jadi taruhannya aku siap nay, aku ga mau liat kamu menderita lagi seperti ini" batin kevin.
Setelah selesai kevin langsung memandikan Kenzho.
"tuan apa tuan tidak mau mandi soalnya baju tuan kotor oleh kenzho tadi" ujar kenzho menunduk.
Kevin yang baru sadar baju nya kotor karna lumpur pun lalu tersenyum.
"ga apa apa kok, papa ehh maksudnya saya nanti di bersihkan" ujar kevin kaku menyebut dirinya dengan sebutan papa.
kenzho yang masih kecil pun hanya mengangguk.
selesai Kenzho mandi kevin langsung kembali ke ruang tengah dan disana tidak ada naya, dia bingung kemana naya.
mencari naya ke depan halaman rumah sampai kembali ke kamar pun tidak ada naya lalu kemana naya itulah dalam benak kevin.
kenzho yang baru selesai berbaju pun heran melihat kevin yang sedari tadi seperti mencari seseorang....
"bunda mu kemana kenapa ga ada di rumah" tanya kevin balik dengan panik.
"huhh biasa bunda kalau ga ada itu ke walung tuan" jawab kenzho.
"syukurlah" jawab kevin dengan legah lalu ia heran kenapa naya pergi ke warung.
"emang bundamu ngapain di warung" tanya kevin dengan seksama.
"kalau jam sepelti ini bunda beli belas untuk makan" jawab kenzho.
Sungguh jawaban kenzho membuat dirinya ingin pergi ke laut saat ini, jawaban yang membuat hati seorang kevin bak dihantam oleh batu.
"yaudah kamu tau nak dimana tempatnya?" tanya kevin ingin menyusul naya takut terjadi apa - apa.
kenzho mengangguk
Akhirnya mereka berdua pun pergi ke warung dimana tempat naya biasa membeli beras , sepanjang jalan banyak yang memperhatikan mereka berdua apalagi penampilan kevin yang masih memakai pakaian kantor.
"ehh bu itu siapa ya dengan kenzho"
"ga tau saya juga baru pertama kali liat dia"
"atau jangan jangan anak itu buat masalah sama orang kaya itu"
__ADS_1
"dasar anak haram bisa nya nyusahin aja" sambungnya.
"hus ga boleh ngomong begitu kita liat aja nanti bikin masalah apa tu si jal*ng kampung"
kevin yang mendengar itupun langsung mengepal kedua tangan ia tidak terima jika istrinya di hujat seperti itu...
"kalau saja dia laki - laki sudah ku habisin, berani - beraninya mereka menghujat istriku" batin kevin marah.
"tuan" ujar kenzho...
Kevin langsung menoleh dan langsung tersenyum kembali dia tidak mau membuat anaknya ketakutan.
"jangan dengeli ya tuan omongan ibu - ibu, bunda ken ga sepelti itu bunda olangnya baik ga pelnah benci sama olang" ujar kenzho yang membela bundanya, takut tuannya nanti marah sama bundanya akibat omongan warga.
"iya nak, bunda kenzho itu bunda yang paling baik bunda kenzho ga seperti itu " jawab kevin dengan mengelus kepala anaknya.
"jangan sedih, kalau begitu kenzho mau ga saya gendong" hibur Kevin karna melihat kenzho yang sedih akan bicaraan warga tadi.
Kenzho yang mendengar itupun kaget dan langsung menatap Kevin " tidak apa - apa tuan kalau tuan menggendong ken?" tanya kenzho untuk memastikan.
"ga papa boy saya kan kuat" ujar kevin dengan memperagakan otot yang kuat lalu kenzho mengangguk.
"ya allah gini ya rasanya punya ayah ken mau ketemu ayah ya allah ken janji ga akan nakal ken akan jagain bunda sama adek nantinya" doa kenzho di dalam hati.
"ken halus sabal anggap aja tuan ini ayah ken jadi ken harus senang hali ini" sambungnya menyemangati dirinya sendiri.
sepanjang jalan kenzho dan kevin selalu bergurau seperti ayah dan anak dan moment itu banyak yang bertanya - tanya siapa yang sedang bersama kenzho.
Kevin cuek dengan orang orang yang melihat dirinya seakan tidak ada orang.
sesampainya di warung kevin melihat dua orang satu di antaranya sedang marah - marah, kevin pun mendekat namun sebelumnya dia menyuruh kenzho untuk tidak bersuara karna kevin ingin mendengar apa yang di bicarakan.
"kamu ini naya hutang kamu itu sudah menumpuk ini lagi baru bayar setengah tapi mau hutangi lagi lama - lama saya bisa rugi hutangi kamu!" marah ibu tersebut.
"iya bu nanti saya usahain melunasi hutang saya" jawab naya dengan menunduk.
"alah kamu itu janji terus tapi ga pernah di tepatin"
"baiklah kali ini aja saya hutangi kamu tapi liat kalau besok - besok kamu mau hutang lagi saya ga akan hutangi lagi" sarkas ibu tersebut lalu
"makanya kalau jadi orang itu yang baik bukan orang ga bener kayak gini susah sendirikan, hamil tapi ga ada suami, heran orang pulang dari kota pulang ke kampung pasti ga bener bentah bawa anak atau pun hamil" sambung ibu itu terbawa emosi.
"untung laki saya ga kecentol sama kamu kalo laki saya ikut ikutan saya cincang kau, persetan dengan kamu hamil sekarang" kesal ibu tersebut.
Sedari tadi kevin selalu nahan amarah namun kali ini dirinya tak bisa diam jika istrinya di caci sekian rupa.
dengan cepat kevin langsung mendekat dan berkata..." Berapa semua hutangnya" ujar kevin dengan lantang.
...*****...
next part 🙏
__ADS_1