JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 49


__ADS_3

Next part ya hehe :)


📌📌 Happy reading 📌📌


pagi - pagi sekali Naya dan kenzho pergi meninggalkan rumah kevin dengan bermodalkan seadanya. naya hanya mempunyai uang sedikit dan itu cukup untuk ongkosnya pulang ke kampung.


Naya sekarang berada di terminal bus ia akan pergi meninggalkan kota yang begitu banyak kenangan, dulu ia datang dengan sendiri kini ia akan pulang berdua bersama anaknya, Entahlah apa yang akan mereka katakan tentang naya dan anaknya.


Jam 7 pagi naya menunggu bis tersebut hingga jam 8 busnya baru ada.


"ken ken makan dulu ya, kampung bunda masih jauh loh" uvap naya sambil membawa nasi uduk yang mereka beli tadi.


"iya nda" balas kenzho lalu memakan nasi yang bundanya belikan tadi.


"unda ga mamam" ujae kenzho yang cadel.


dengan tersenyum naya menjawab " bunda ga lapar nak, kamu makan aja ya habisin biar cepat gede" ujar Naya.


"bunda ga papa ga makan asalkan kamu ga kelaparan nak" sambung naya di dalam batin.


Kenzho memakan nasi dengan sangat lahap naya hanya bisa tersenyum melihat itu baginya biarkan dia lapar asal jangan anaknya, kini sekarang naya harus menjadi tulang punggung untuk keluarga kecilnya, naya harus bersemangat mencari rezeki untuk anaknya.


Setelah kenzho selesai makan nasi uduk ia segera menaiki bus dimana ia akan memulai pergi meninggalkan kota kenangan.


"Selamat tinggal mas" lirih naya sembari memandang Jendela.


"selamat tinggal kota, kali ini aku akan pergi jauh sejauh mana engkau menyuruhku pergi" sambung naya di dalam batin.


"bismillah nak kita akan membuka lembaran baru hanya kita berdua disana nanti" ucap naya melihat ke arah anaknya yang heran akan naik mobil.


Untuk pertama kalinya naya mengajak Kenzho menaiki mobil jadi maklumlah yaw bocah tersebut kayak aneh liatnya.


"ndaa liat tita dalan" ( nda lihat kita jalan) ucap Kenzho sembari menunjuk arah jalan.


"nak bahkan ayahmu aja yang banyak sekali mobil belum pernah mengajakmu" batin naya mengingat dimana Kenzho menangis ingin naik mobil namun tidak dibolehi oleh Kevin.


🖤flsbck🖤


Saat dua orang anak sedang bermain bola dihalaman depan di dekat gerasi mobil, dengan sangat gembira tak disangka ada seorang pemuda yang begitu tampan menghampiri mereka dengan wajah yang menawan bahkan senyum tipis melihat dua orang bocah sedang bermain bola.


"Boy" panggil pemuda tersebut. Keyro yang mengerti akan panggilan langsung menoleh begitu juga kenzho.


Ya dua orang anak yang sedang bermain tersebut adalah keyro dan kenzho mereka bahkan seperti adik dan kakak yang saling menyayangi namun kasih sayang yang mereka dapatkan sangat berbeda begitu juga takdir mereka.


Jika keyro dikelilingi orang yang begitu menyayanginya namun tidak dengan kenzho yang hanya mendapatkan kasih sayang seorang ibu tidak dengan ayah kandungnya bahkan neneknya.


mereka diperlakukan beda namun keyro tak pernah sedikit pun untuk menjauhi kenzho yang tak punya apa - apa.


"papa" jawab keyro langsung berlari menghampiri kevin.


"jangan berlari boy nanti jatuh" teriak kevin saat keyro berlari dengan kencang menghampiri dirinya.


"papa" teriak keyro yang menghiraukan teriakan kevin lalu menghampirinya.


Kenzho yang melihat itu semua tak berani ikut gabung dengan keyro ataupun kevin, Kenzho hanya tersenyum gembira melihat keyro memeluk ayahnya. kenzho menginginkan itu semua namun ia tak mau bunda nya bersedih.


bundanya selalu berkata jika ayah sedang mencari uang yang banyak untuk dirinya kelak. namun rasa rindu seorang anak kepada ayah semakin bertambah semakin mengebuh jika boleh kenzho berkata dirinya ingin bertemu ayah, dirinya rindu, dirinya tak perlu uang namun dirinya hanya butuh ayah yang selalu mendampingi dirinya.


"papa na mana" ucap keyro yang cadel melihat penampilan kevin yang sudah rapi dengan pakaian casual.


"papa mau ajak keyro main, kita ke mall ya" ucap Kevin menggendong anaknya.


"mau pa hole hole" ujar keyro yang gembira saat kevin mengajak keluar untuk bermain.

__ADS_1


Kenzho yang melihat itupun langsung berkaca - kaca melihat keyro yang sedang di gendong ayahnya.


"nda ken au kayak keylo" batin Kenzho matanya sudah berkaca - kaca.


"yah ken angen" sambungnya hingga tetesan air mata itu jatuh, segera kenzho mengelapnya dengan tangannya takut bundanya melihat.


tanpa disangka Naya mengintip kejadian tersebut sedari tadi ia bahkan menangis dalam diam ia tak berani menemui anaknya, "ken maafin bunda nak, bunda ga sanggup liat kamu menderita seperti ini, bunda ga sanggup nak hiks...hikss... ya tuhan kuatkan lah anak hamba jangan lemahkan ia biar hamba saja yang menderita jangan kenzho ya allah hiks..hikss.. " batin naya yang berdoa, ibu mana yang tidak merasakan sakit saat melihat anaknya haus akan kasih sayang ayah namun ayahnya sendiri tak mau mengakuinya.


"ken kamu harus semangat nak, bunda yakin kamu bisa" semangat naya kepada kenzho melalui batin.


"boy kita pergi sekarang ya nanti kesorean" ucap kevin tersenyum kapada anak semata wayangnya.


"ken cini" ucap keylo lalu kenzho mendekat kearah kevin dan keyro.


kenzho pun mendekat ke arah kevin dengan perasaan bahagia tanpa disangka ia tersandung.


"auhh" sakit kenzho ternyata siku tangannya terkena batu. namun tak menjadi halangannya ia langsung segera berdiri mendekat ke arah kevin.


"apa kak keylo" ujar kenzho setelah sudah berada di depannya.


"ken ga papa" tanya keyro dibalas gelengan oleh kenzho yang artinya tidak apa - apa.


"pa oleh ajak Ken? " tanya keyro menoleh kearah kevin yang ingin mengajak Kenzho bermain bersamanya. namun dibalas gelengan oleh kevin.


"ga usah kita berdua aja" tolak kevin dengan datar yang tak ingin mengajak kenzho.


"tapi pa" ujar Keyro.


"boy kita berdua aja ya nak, papa mau main sama kamu loh, lagian juga dia habis terjatuh itu tangannya berdarah nanti ngerepotin loh" tolak Kevin dengan halus yang tak ingin mengajak Kenzho bersamanya.


" iya kan?" tanya kevin dengan menatap tajam arah kenzho.


kenzho yang ditatap tajam seperti itu langsung mengiyakan " i..ya uan" jawabnya terbata - bata.


"yaudah boy ayo kita pergi sekarang" sambung kevin lalu pergi meninggalkan kenzho sendirian.


setelah pandangan kevin dan keyro tak lagi terlihat naya langsung menghampiri anaknya.


"nak" panggil Naya memeluk anaknya.


"sakit ya?, kita obatin ya" sambung naya.


"nda unda, nda cakit" jawabnya berkaca - kaca.


"hiks..hiks..hiks" tangis kenzho pecah.


"kita obatin ya" ucap naya namun kenzho menggeleng tidak mau.


"kenapa" tanya naya. namun tetap saja kenzho menggeleng ia tidak mau bundanya tahu jika ia menangisi kevin, ia ingin ikut pergi, ingin merasakan jalan - jalan.


"yaudah kita masuk aja ya, nanti sore kita jalan - jalan ke taman depan ya" bujuk Naya kepada kenzho.


"benelan nda, holeee holee" teriak kenzho yang gembira saat mengetahui bundanya mengajak ke taman nanti sore.


"sekarang kita obatin ya sikunya " ucap naya lalu menggendong anaknya pergi mengobati luka.


Luka yang tak seberapa dibanding dengan perlakuan Kevin kepada mereka berdua.


🖤 *f**lsbck off* 🖤


"selamat tinggal yang telah banyak memberikan kami luka, semoga kau bahagia disana maaf sudah menjadi beban selama ini " batin naya.


"nda maci ama ga, ken mo bobok" ucap kenzho yang sudah menahan ngantuk dan membuyarkan lamunan Naya.

__ADS_1


"ehh iya ken, kamu tidur aja nanti bunda bangunin kalau udah sampe" ucap Naya lalu tak lama kemudian Kenzho tertidur nyenyak.


Waktu menunjukan pukul 5 sore akhirnya mereka sampai di terminal kampung naya butuh waktu 1 jam lagi untuk menuju rumah naya karna rumah naya sangat jauh dari kota atau bisa di sebut dengan desa pedalaman.


"ken bangun kita udah sampe" ucap naya lalu mencium wajah kenzho.


"nda ken ndak auu cium cium" ucap nya dengan suara khas baru bangun.


"bangun kita udah sampe di tempat bunda" ucap Naya.


"hole hole" ucapnya gembira lalu mereka turun dari bis untuk mencari angkot ke desanya.


"nda ini na Sampe" tanya kenzho saat sudah turun namun yang ia lihat hanya mobil yang lalu lalang.


" belum nak, kita cari mobil lagi ya setelah itu kita sampe " ujar nya.


"ooo" gumam Kenzho.


"nah itu mobil nya ayo kita naik mobil itu, bentar lagi kita sampai" ujar Naya lalu menaiki mobil terkhusus ke desanya.


Setelah sekian lama di perjalanan akhirnya Naya dan kenzho sampai di lorong rumahnya, naya masih butuh jalan kaki sekitar 75 KM.


"maaf nak ya kalau rumah bunda ga sebagus rumah keyro" ujar Naya.


"ndak apa - apa nda " ujar kenzho tersenyum.


"makasih ya udah mengertiin keadaan bunda" Ujar naya kepada anaknya.


"makasih nak bunda bangga punya kamu, kamu harus dewasa sebelum umurnya semoga kamu sukses nak kelak, bunda akan berjuang semampu bunda untuk kehidupan kita, bunda janji akan mencukupi kebutuhan kamu nak, bunda akan berusaha supaya kamu ga kekurangan " batin naya melihat kenzho yang semangat tanpa mengeluh sama sekali.


Sesampainya mereka di depan halaman rumah Naya, rumah yang sudah tak terawat sudah 2 tahun lebih ia meninggalkannya untuk mengubah nasib namun takdir berkata lain.


Dulu ia datang ke kota metro merantau dengan status yang bisa dikatakan masih sendiri namun kini ia pulang dengan status yang berbeda.


Status yang bisa dikatakan tidak jelas keadaannya ia mempunyai suami secara agama namun secara negara ia masih single.


"Nak ini lah rumah bunda, rumah peninggalan nenek sama kakek, bunda hanya punya rumah ini untuk tempat tinggal kita" ucap naya lalu masuk ke dalam Rumah yang sudah lama tak di rawat.


"iya nda lumanya enak cegel" ucap Kenzho yang memang udara disini dingin.


"yaudah sekarang kamu duduk aja ya, ken kan capek bunda bersih - bersih tempat tidur kita besok kita bersihin lagi kan udah malam " ucap Naya lalu membersihkan kamar yang dulu ia tempati, tidak ada yang berubah hanya debu yang bertaburan disana.


Rumah gubuk bambh yang ia tinggal selama itu tanpa dirawat membuat hati naya hancur seketika bukan maksud nya untuk tidak merawat rumah peninggalan orang tua nya namun kondisi yang membuatnya meninggalkan itu tersebut.


setelah selesai naya menyuruh anak nya untuk tidur di tempat yang telah ia bersihkan, setelah anaknya tidur naya membersihkan rumahnya agar besok tidak susah lagi.


Sekitar pukul 10 malam akhirnya Tugas naya selesai kini ia merebahkan diri untuk istirahat sejenak mengingat kondisi perjalanan yang sudah menguras seharian.


yang naya pikirkan sekarang bagaimana mencukupi kebutuhan nya kedepan agar anaknya tidak merasa serba kekurangan.


Mulai besok ia harus bekerja untuk mencukupi kebutuhannya uang nya saat ini hanya sedikit tidak banyak sekitar 200 ribu lagi, dengan modal segitu iya harus memanfaatkannya.


............


...makasih yang sudah nanyain author hehe...


maaf author lagi banyak kerjaan makanya author jarang up😭


...makasih banyak ya yang udah komen, like, terus vote buat cerita author yang pertama ini, kalian bikin author semangat lagi 😂😂😂🌹🍁...


...thank you buat yang udah baca...


...next bakalan up...

__ADS_1


__ADS_2