
Happy reading.....
Hari semakin berlalu begitu juga dengan bulan sudah satu bulan ini Naya merasakan firasat kurang enak namun selalu di hiraukannya.
dan sudah satu bulan juga naya mengalami kedekatan antara Leon sang pemuda yang selalu membantu naya.
Terkadang naya menolak akan bantuan leon namun dengan jurus dan orang yang keras kepala leon berhasil membujuknya.
kehamilan naya yang sudah memasuki usia 8 bulan lebih itu artinya tidak lama lagi naya akan berjumpa dengan calon anaknya.
"kita harus kuat ya sayang, bunda sama abang janji akan jagain kamu nanti" ujar naya mengelus perutnya.
"doain bunda ya nak, semoga selalu sehat dan bunda bisa ketemu kamu nanti" sambungnya.
Sembari duduk di karpet dan selonjoran karna kaki naya semakin hari semakin bengkak dan itu membuatnya kesusahan untuk beraktifitas.
"nda...nda" panggil Kenzho dari belakang dapur.
"Iya nak, sebentar" jawab naya saat mendengar teriakan kenzho.
dengan pelan - pelan Naya berdiri karna perutnya yang besar membuatnya susah untuk berdiri.
"huh huh" nafas naya terengah - engah.
"sebentar ya nak, bunda berdiri dulu" sambung naya lalu berusaha berdiri.
Dengan hati - hati naya berdiri sembari mengelus pinggangnya lalu berjalan ke arah dapur.
"iya nak kenapa" ujar naya saat menghampiri kenzho yang sedang mandi di kamar mandi.
"nda, ndak ada air" ujar Kenzho.
naya yang melihat itu menghela nafas dan langsung mendekat ke arag kenzho mengambil air di sumur.
"sebentar ya nak bunda ambilkan air dulu" ujar naya lalu menggeret air di dalam sumur.
Air yang semakin dalam karna musim kemarau menbuat naya kesusahan apalagi dengan kondisi hamil besar seperti ini.
"huh huh huh"
"auhh" ujar naya sedikit kesakitan di bagian perut.
Dengan penuh kesabaran tanpa mengeluh akhirnya air yang naya ambil terisi penuh.
"ken" panggil naya....
"ya nda" jawab kenzho.
"ken mandi sini aja ya nak, ini airnya udah bunda isi" ucap naya yang menyuruh kenzho mandi diluar dekat sumur karna saat ini naya tidak sanggup untuk membawa Ember yang berisikan air penuh, apalagi mengingat kondisi dirinya yang sedang hamil Tua.
"siap bunda" jawab kenzho dengan teriak.
__ADS_1
Setelah drama mandi terjadi waktu nya naya pergi ke sawah untuk bekerja, walaupun dengan kondisi hamil seperti sekarang naya harus lebih giat mencari uang untuk biaya persalinannya.
"abang udah siap belum" teriak Naya yang sudah menunggu kenzho sedari tadi.
"bentar lagi nda ini ken lagi pake sendal" ujar kenzho lalu berlari ke depan halaman rumah dimana bundanya menunggu.
"unda hali ini kita ga usah ke sawah" ucap kenzho tiba - tiba.
mendengar ucapan kenzho membuat naya mengkerutkan dahinya seolah - olah kenapa anaknya berbicara seperti itu.
"emang kenapa nak" jawab Naya mengelus rambut anaknya,
"bunda kayak nya capek banget ken ga tega liat bunda kelja, ken kasihan liat bunda, bunda udah capek bawa adek ken telus kelja" ucap kenzho yang tiba - tiba membuat naya tersenyum.
"yaampun nak bunda terharu mendengar ucapanmu, bunda ga papa nak yang penting nanti kalian berkecukupan nantinya" batin naya tersenyum perih.
Naya hanya tersenyum menanggapi ucapan Kenzho.
"kalau bunda capek nanti bunda iztirahat nak " jawab naya.
"yaudah sekerang mumpung masih pagi kita berangkat aja ya nanti kesiangan " sambung naya lalu dengan pelan - pelan dirinya pergi menuju sawah.
diperjalanpun kadang naya melihat warga yang kurang begitu senang dengannya sampai.
"buk liat ada orang ga tau malu, udah tau hamil ga jelas masih aja tinggal di kampung kita" ujar nya yang sengaja dibesar - besarkan agar naya mendengar.
"iya tuh buk, semenjak kedatangan dia disini kampung kita jadi ga bener" jawab ibu - ibu satu - satunya.
"Kenzho" panggil seseorang.
Mendengar ada yang memanggil nama anak nya dengan spontan Naya menoleh ke arah sumber suara, dan ternyata...
"paman" jawab kenzho dengan gembira karna sudah hampir satu minggu ini dirinya tidak bertemu dengan paman leon.
"hey boy" sapa leon dan langsung disalim oleh kenzho.
"paman kemana aja" ujar kenzho menampilkan raut wajah sedih.
"pamat habis dari eeee suatu tempat ya, pamat lagi ada kerjaan" ujar leon sedikit kaku.
"Assalamualaikum Nay" ujar leon menyapa Naya.
"Waalaikumsalam " jawab Naya tersenyum Ramah.
"Mau kemana" tanya Leon...
"ohh ini mau ke Sawah Mas" jawab Naya menunduk sedikit menyangga perut nya.
leon yang melihat itupun sedikit mengilu bagaimana Kondisi Naya saat ini, perut yang semakin membesar.
"yaallah kasihan sekali dirimu nay, kamu harus berjuang mati matian demi keluargamu" batin Leon.
__ADS_1
"Eh liat buk ada drama keluarga ga bener tuh, caper banget sih jadi orang" sindir ibu ibu yang sedari tadi memperhatikan leon dan naya.
"astagfirullah" gumam leon kaget akan mendengarkan ucapan ibu tersebut.
"yaudah mas, naya berangkat dulu ya assalamualaikum" ujar naya ingin cepat - cepat pergi karna sudah tak tahan lagi akan gosipan warga tentang dirinya.
"waalaikumsalam" jawab leon lemah.
"ayo nak kita pergi" ujar naya kepada Kenzho.
Kenzho hanya mengangguk
"daa paman" ucao Kenzho sambil melambaikan tangan.
"daa"
Dengan berjalan pelan - pelan sambil memegang perut naya tetap semangat menjalani aktifitasnya sebagai buruh.
sesampainya di sawah dimana sudah menjadi aktifitasnya sehari - hari naya langsung turun ke sawah sembari pelan- pelan.
"bunda pelan - pelan ya" ucap kenzho.
"iya nak, bunda ga papa ko, adeknya aman" jawab naya gembira, kalau disawah naya selalu menahan perutnya dengan kain lalu diikatkan kebelakang karna jika tidak dia selalu merasa ngilu untuk bergerak.
"bismillah ya Allah hamba meminta berkah mu untuk keluarga hamba aamiin" Batin Naya Berdoa.
****
hari semakin sore namun belum ada tanda tanda untuk pulang ke rumah karna cuaca hari ini kurang mendukung sehingga Hujan lebat turun dari siang tadi....
"abang" panggil naya...
"iya nda" jawab kenzho lalu mendekat ke bundanya.
"sini nak peluk bunda, kamu kedinginan kan" ucap naya kasihan kepada kenzho karna harus menahan dinginnya cuaca.
Kenzho menggeleng sembari tersenyum
" ngga nda ken kan kuat apalagi ken mau jadi abang" ucap kenzho gembira seakan - akan perkataan bundanya salah.
"maafin ken nda, ken nda mau bunda cedih" batin kenzho tersenyum ke arah bundanya.
"makasih yaallah engkau telah memberiku seorang anak yang pengertian kepada hamba" batin naya.
" sini nak bunda peluk" ucap naya memeluk Kenzho sembari menumpahkan rasa sayangnya.
Kenzho sangat pengertian bagaimana kondisi naya saat ini, bagaimana dirinya dan bundanya di ejek karna tak mempunyai Ayah tapi kenzho tetap tegar dihadapan naya tanpa mau membuat bundanya stress kepikiran apalagi bundanya kini tengah mengandung calon adiknya.
***
Maaf author baru up karna author lagi pelatihan saat ini dan baru bisa megang hp🙏
__ADS_1