
happy reading
hari semakin sore namun jualan naya hanya sedikit yang laku atau dibeli pembeli dengan semangat naya terus mengayo sepeda butut yang ia punya untuk mengelilingi kampung nya.
Dari kejauhan naya melihat segerombolan ibu - ibu ia tersenyum lalu mendekat ke arah ibu - ibu tersebut.
"Assalamualaikum buk" salam naya dengan tersenyum kepada ibu - ibu warga kampung.
"waalaikumsalam" jawab nya.
"ibu mau beli sayuran ga, kebetulan naya lagi jualan sayurnya masih seger kok" ucap naya kepada warga tersebut.
"boleh nak sini kami liat ada sayur apa aja" ucap ibu tersebut.
"banyak bu ada bayam, daun pepaya, pakis terong..." ucap naya melihatkan jualannya.
"ini berapa nak naya" ucap ibu tersebut menunjukan sayur pakis.
"murah bu 5000 aja" ucap naya setelah beberapa menit ibu - ibu tersebut memilih sayuran tiba - tiba ada yang bertanya kepada naya..
"nak naya, ga capek apa pagi kerja sore jualan" tanya ibu - ibu.
dengan tersenyum naya menjawab " ngga bu, kalau udah biasa ga akan terasa capeknya"
"ouh hebat ya kamu naya masih muda tapi sudah giat, oh iya katanya kamu sudah bersuami kenapa suami kamu ga ikut kesini" ucaonya tiba - tiba.
deg
"yaallah pertanyaan ini lagi, aku harus jawab apa" batin naya binggung untuk menjawab pertanyaannya.
Naya hanya menanggapi dengan tersenyum seoalah mengerti naya tak mau jawab akhirnya ibu ibu warga tersebut diam tak bertanya lagi.
"berapa neng punya ibu" tanya ibu tersebut.
"8000 ribu aja bu" jawab naya lalu ibu tersebut membayar dan kembali pulang.
"yaudah kalau gitu ibu pamit nak, semuanya saya pamit pulang takut suami saya pulang duluan " ujarnya lalu meninggalkan naya dengan ibu - ibu yang lain.
"iya bu makasih sudah belanja" ujar naya ramah.
Akhirnya jualan naya laris manis walaupun tak semuanya habis namun naya tetap bersyukur akan rezeki yang ia terima.
"udah sore mungkin Kenzho udah pulang mengaji" gumam naya lalu pergi menuju tempat dimana Kenzho mengaji, saat sudah sampai naya melihat anak nya sedang mengobrol dengan seorang pemuda di halaman depan masjid.
"Assalamualaikum " salam naya kepada anak dan pemuda tersebut setelah menghampiri mereka.
"waalaikumsalam nda" jawab kenzho lalu mencium tangan bundanya.
"waalaikumsalam" jawab pemuda tersebut menoleh ke arah naya.
"dia" batin naya kaget siapa yang ia lihat ternyata orang yang hampir aja menabrak dirinya.
"kenzho udah selesai mengaji nya nak?" tanya Naya kepada kenzho.
"iya nda ken udah celesai mengajinya, ini usatd ken ma" jawab kenzho girang.
"oh iya terima kasih " ucap naya.
__ADS_1
"tak perlu berterima kasih bu sudah sewajarnya saya mengajarkan anak - anak suapaya bisa baca alquran " jawab Ustad Dzikir.
"yaudah kalau begitu ustad pamit ya kenzho, bu .."
"naya" potong naya seakan mengerti maksud ustad kenzho tadi.
"oh iya maaf bu naya saya sering lupa" ujar ustad tersebut
"iya ga apa - apa pak ustad"
"kalau begitu saya pamit dulu bu karna ada urusan" pamit ustad dzikir kepada kenzho dan naya.
setelah kepergian ustad dzikir naya dan kenzho langsung pulang ke rumah.
"bunda jualan nda habis" tanya kenzho di perjalanan.
"alhamdullilah nak, jualan bunda ga habis tapi uang hasil penjualan cukup untuk kita" jelas Naya.
"holee beli empe ya nda" ujar Kenzho lalu naya pergi menuru warung sayuran lengkap untuk membeli tempe sesuai janjinya waktu itu.
Sebelum pulang ke rumah naya menyempatkan diri pergi ke warung sayuran untuk membeli tempe sama beras untuk kebutuhannya besok. walaupun hari ini dagangan nya ga habis tapi naya tetap bersyukur setidaknya dirinya sudah mulai kembali sehat.
Naya menyadari akan perubahan dirinya namun dia tak menyadar jika sekarang dirinya berbadan dua, perubahan yang lebih terlihat itu ***** makan naya kian bertambah apalagi sekarang berat badannya sudah menaik.
Perutnya yang sedikit buncit itu bukan suatu hal yang pasti bagi naya karna dirinya mengira bahwa ***** bertamba sehingga membuat perutnya sedikit buncit.
Apalagi perutnya tidak terlihat jelas karna baju yang naya gunakan baju longgar yang sudah lusuh, naya menggunakan baju baju waktu dia hamil kenzho karna baju naya sudah banyak rusak atau robek.
dengan sedikit menahan rasa sakit naya tetap mengayokan sepedanya demi dagangannya agar habis dan alhamdullilah walaupun tak habis ia masih bisa membeli beras untuk besok.
***
Ya kevin saat ini mengalami sindrom couvade yang terus saja mengeluarkan semua isi yang ada di perutnya.
"hoek...hoek... hoek" muntah kevin di wastafel dapur.
saat dirinya keluar dari kamar karna haus ia pergi ke dapur namun dirinya mengalami muntah - muntah.
"hoek.. hoek.."
"astagfirullah" ucap Kevin sambil memegang perutnya.
"hoek...hoek"
kini tenaganya sudah habis terkuras bolak balik memuntahkan isi perut.
"hoek.."
"astaga kevin kamu kenapa nak" panik rania melihat anaknya muntah - muntah tak berdaya.
"ga tau ma" jawab kevin lemah..
"hoek... hoek" muntahnya lagi.
"kamu duduk di meja dulu, mama ambil baskom aja biar kamu ga susah " ujar rania memapah kevin duduk di meja sarapan dan langsung mengambil baskom.
"hoek...hoek... hoek" muntahnya lagi namun hanya cairan yang keluar dari mulut kevin.
__ADS_1
"kamu abis makan apa nak sampai - sampai muntah seperti ini" ujar rania sambil memijat tekuk leher kevin.
"ga makan apa - apa ma" jawab Kevin lemah.
"KEYSA"
"keysa udah pulang ma... hoek ...hoek" ujar kevin lalu kembali muntah. rania hanya mengangguk
"KEYSA" teriak rania memanggil anak bungsunya.
"KEYSA" teriak rania yang sudah beberapa kali memanggil hingga panggilan terakhir keysa menjawab.
"iya ma kenapa" jawab keysa tak lama kemudian dengan suara khas baru bangun.
"Astagfirullah kakak" ucap keysa setelah sadar dan melihat kakaknya sekarang dihadapannya sangat memprihatinkan.
bagaimana tidak rambut berantakan kumis panjang seperti tidak terawat.
"mama kenapa kakak ma" khawatir keysa lalu mendekat ke arah kevin hingga keysa memeluknya dengan erat.
"kakak kenapa bisa seperti ini kak" ujar keysa berkaca - kaca.
"kakak ga papa sasa" jawab kevin berusaha tersenyum sambil memanggil nama kecil adiknya.
"hiks.. hiks.. maafin sasa kak, sasa ga ada saat kaka seperti ini" ujar keysa menangis.
"husttt, sekarang sasa ada untuk kakak jadi jangan nangis lagi ya sa" ujar kevin.
"hoekk...hoek..hoek" muntah kevin.
Seakan tidak kuat lagi akhirnya kevin pingsan tak sadarkan diri hingga membuat mama dan adiknya histeris.
"kevin" teriak Rania lalu mendekat kearah kevin dan langsung memeluknya.
"kaka"
"bangun vin mama ga kuat nak liat kamu seperti ini hiks..hiks" lirih rania.
"sa kamu telpon rumah sakit suruh datang ke sini" perintah Rania kepada keysa.
"sebentar ma" dengan cepat Keysa langsung menghubungi pihak rumah sakit.
"kevin bangun sayang, mama ga mau kamu seperti ini nak hiks..hiks..hiks" lirih rania memeluk anaknya dengan erat.
"mama ga mau kehilangan lagi nak hiks, hiks kamu harus kuat " sambungnya.
"ma sebentar lagi ambulance akan datang kesini" ucap Keysa.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Ambulance datang dan langsung membawa Kevin pergi.
"kamu jaga rumah sa biar mama yang nemenin kakak kamu, kamu urus keyro ya" ucap rania lalu pergi bersama ambulance yang menghantarkan kevin ke rumah sakit.
...........
Next part ya
maaf jika karya author bertele - tele tapi kalau langsung di ending cerita nya malah aneh ga ada jalan cerita.
__ADS_1
thanks you yang udaj support karya author 🤗
sampai jumpah di part berikutnya