
๐happy reading๐
Pagi ini naya tak kesawah karna kondisi tubuhnya sedang tidak baik, hari ini dia ingin istirahat dirumah saja.
sedari pagi naya belum sama sekali melakukan tugasnya di rumah namun keringat dingin selalu membasahi wajahnya yang putih.
"nda napa kelingat" tanya kenzho melihat keringat bundanya sedari tadi.
"ngga apa- apa nak, bunda cuman kecapekan " ujar naya dengan suara lemah.
"bunda ga mau bikin kenzho khawatir sayang" batin naya.
Keadaan naya sekarang lagi drop tubuhnya yang lemas karna tak ada tenaga sama sekali membuat ia harus stay at home.
"bentar ya nak, bunda buatkan sarapan" ujar naya lalu mengumpulkan tenaganya dan langsung ke dapur untuk membuatkan sarapan pagi ini.
dengan langkah yang kecil dan pelan - pelan menuju dapur naya langsung membuatkan sarapan untuk anaknya.
"astaga air habis" ujarnya saat air tak ada di dalam baskom.
terpaksa naya harus menggerek air sumur yang ada di dekat atau samping rumahnya. bdengan sekuat tenaga Naya berusaha mengambil air tersebut dan tanpa tak sadar naya membuat perutnya tertekan sehingga menimbulkan rasa sakit.
"auuhh" sakit naya memegang perutnya.
"ya aallah kuatkan lah hamba" doa Naya mengelus perutnya.
setelah mengambil air naya langsung kembali memasak untuk sarapan dirinya dan kenzho.
Hari ini naya tak bekerja namun dirinya merasa rugi jika tidak bekerja " bagaimana dengan kehidupan kenzho jika bundanya ga kerja" lirih naya yang tak mau tidak kerja.
"apa aku harus kerja" mikir naya...
"ya aku harus kerja demi kenzho" lanjutnya lalu menyiapkan sarapan untuk anaknya.
๐ค๐ค
saat ini naya berada di sawah tempat di mana ia kerja, dia tak boleh egois jika dirinya tak kerja mau makan dari mana untuk anaknya nanti.
"ken duduk sini aja ya nak, bunda kerja bentar nanti kalau selesai bunda kesini lagi" ujar Naya kepada Kenzho.
"nda ken ikut ketempat unda aja ya, ken au antu nda kelja" ujar Kenzho yang ingin ikut bundanya turun ke sawah.
"jangan nak, nanti kenzho capek loh terus kecebur disawah gimana ?" jawab naya tak mau anaknya ikut dirinya kerja.
"ndak papa nda, ken akut ntal bunda capek, nda kan lagi cakit ken ga mau bunda kenapa - napa" lirih kenzho yang bersih kekeh ikut bundanya turun ke sawah.
"bunda ga sakit sayang, liat bunda sehatkan" bohong Naya.
"ken ikut nda" ucap kenzho dan akhirnya naya mengangguk membiarkan kenzho ikut turun ke sawah dari pada melihat anaknya sedih.
"holeee, maacih unda" girang kenzho lalu turun mengikuti bundanya ke sawah.
"ken hati- hati ya nak, apa mau bunda gendong" ujar naya melihat anaknya sedikit kesusahan.
__ADS_1
"nda papa bun ken kuat" jawab kenzho lalu melanjutkan perjalanan hingga sampai lah dirinya ke sawah tempat dimana naya kerja.
"kamu disini aja, biar bunda yang kerja" ujar naya lalu melakukan pekerjaannya.
Kenzho melihat bagaimana susahnya naya mencari uang untuk kehidupannya terkadang kenzho menangis melihat bundanya seperti itu.
muka pucat namun naya bersih keras untuk kerja, kenzho takut terjadi apa - apa dengan bundanya.
hari semakin sore yang menandakan bahwa Naya harus pulang karna waktunya kenzho untuk mengaji.
Dengan muka yang di banjiri keringat naya menyudahi pekerjaannya dan melihat kenzho yang duduk di pinggir sawa sambil melihat dirinya.
Naya tersenyum melihat itu dan langsung mendekat ke arah kenzho "ken capek ga" tanya naya kepada kenzho.
"ken ga capek nda, ken cenang aja bica duduk cini" ujar kenzho yang menggeleng.
"yaudah bunda siap - siap dulu ya untuk pulang" ujar Naya lalu membereskan barang bawakannya.
Setelah beberapa menit akhinya naya selesai membereskan barang bawaannya dan mereka langsung kembali ke rumah.
Sesampainya di rumah naya langsung bersiap - siap menghantarkan kenzho mengaji.
"kenzho mandi dulu ya sebelum mengaji" ucap Naya, kenzho hanya mengangguk.
"bentar bunda ambilkan air di sumur ya, biar kenzho ga susah lagi mandinya" ucap naya lalu pergi mengambil air di sumur untuk kenzho mandi.
naya menggerek air lalu mengangkat nya dan di letakan di kamar mandi agar anaknya tak susah untuk mandi.
Sumur milik tetangganya, naya sudah meminta izin kepada tetangganya untuk mengambil air di sumur ini hingga naya merasa lega.
setelah selesai naya langsung memanggil kenzho untuk mandi " kenzho" teriak naya.
"ken" panggil naya.
"iya nda bental lagi ken andi" jawab kenzho.
"ini airnya udah bunda ambilkan, sekarang ken mandi " ujar Naya.m
"iya nda nih celesai" ucap kenzho yang datang menemui naya lalu mandi.
"ken yang rajin mengajinya biar jadi anak yang pinter" ujad naya.
"yaudah sekarnag ken pakai baju nanti bunda yang anter" ujar naya.
"siap bunda" jawab kenzho lalu kembali ke kamar dan memakai baju untuk mengaji.
Baju sederhana yang Kenzho gunakan itu adalah pemberian orang atau tetangga naya karna baju tersebut sudah tidak di pakai lagi oleh anaknya.
5 menit kemudian akhirnya kenzho keluar dengan pakaian rapi lalu mengajak bundanya untuk pergi menghantar dirinya mengaji.
"nda ken au nda antel ya" ujar kenzho.
"iya nak bunda anter, sekalian bunda mau ke rumah pak Rt" ujar naya.
__ADS_1
"yaudah nda ken sah siap" jawab kenzho dan akhirnya mereka pergi menuju dimana temoat kenzho mengaji.
Sepanjang jalan ken selalu berceloteh dengan gembira entah apa yang di ceritakan kenzho kepada naya, naya hanya menyaut merespon dengan seadanya.
sesampainya di pengajian ternyata pak ustad belum datang dan akhirnya naya dan kenzho duduk dimana ada kursi yang disediakan.
"kenzho kenapa ga main sama teman yang lain nak" ujar naya saat melihat anak seumuran kenzho bermain sana sini.
kenzho hanya menggeleng.
"ga papa sayang bunda disini kok nungguin kenzho, kalau kenzho mau main, main aja itu banyak temennya" ujar naya namun kenzho tetap menggeleng.
" kenzho kenapa nak" ujar naya melihat ada guratan kesedihan di mata anaknya.
"ken ga papa nda, ken ga au ain, ken au nemenin nda aja" jawab ken langsung memeluk bundanya.
"yaudah kalau ken ga mau main" ujar naya kepada Kenzho.
"kamu kenapa nak, apa yang kamu tutupi sari bunda" batin naya yang heran tingkah anaknya.
"maafin ken nda ken dak au nda tau kalau ken nda punya temen, ken da auu ntal nda cedih temen ken ngantain ken nda uyang ayah"
(maafin ken bunda ken ga mau bunda tau kalau ken ga punya teman, ken ga mau buat bunda sedih kalau teman ken mengejek ken ga punya ayah) batin kenzho.
Setelah beberapa menit akhirnya pak ustad datang lalu menghampiri kenzho dan bundanya.
"assalamualaikum " ucap ustad.
"waalaikumsalam ustad" ucap kenzho dan naya bersamaan.
"maaf ya ken kalau ustad telat datangnya" ucap ustad.
"ga papa ustad kan ken olangnya sabal" ujar kenzho dengan gemesnya.
" yaudah sekarang kita masuk aja ya, mari bu" ucap uatad yang pamitan ke pada naya.
"assalamualaikum" pamit ustad mengucap salam. ustad ga mau lama - lama berhadapan dengan naya karna jika berada di dekat naya ada guratan aneh di dalam dirinya.
"aduh kenapa saya jadi begini" batin ustad Kenzho.
"waalaikumsalam" jawab naya lalu pergi meninggalkan langgar tempat dimana kenzho mengaji.
next part .....
insyaallah Author bakalan rajin up ya kembali seperti semula..
jujur sekarang level author menurun karna author jarang up, tapi itu ga papa karna author seneng aja gitu untuk menulis tapi sering down juga, ngerasa kalau novel yang author buat ga sesuai ekspektasi kalian misal bertele - tele dll.
Author baca semua komentar kalian tapi banyak yang dukung juga, terima kasih ya buat yang selalu semangatin author.๐๐๐๐
๐Bantu author follow ig ini ya : aliyhana
see you next part
__ADS_1