JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 75


__ADS_3

♥️happy reading...♥️


Hari semakin malam namun malam ini terasa beda dimana Ada kevin di dekat mereka.


kini naya termenung dikamar memikirkan bagaimana dirinya kedepan apakah ia harus terima tawaran dari kevin untuk bersama kembali atau harus seperti ini di desa.


"apa bunda harun turunkan ego nak" batin Naya.


"bunda sayang sama kalian bunda ga mau kalian ga ngerasain kasih sayang ayah nak" sambungnya.


Naya harus memikirkan perasaan Anak nya bagaimana kehidupan anaknya nanti di tambah lagi dirinya sedang hamil dan akan mempunyai baby apakah cukup dengan kehidupannya sekarang ini yang hanya mengandalkan buruh tani.


"aku tidak tau tuan apa respon keluarga kalau kita kembali, aku gak mau nanti apa yang aku rasain bakalan dirasain ke anak ku juga" naya bingung dengan pemikirannya sendiri.


Dengan kebingungan tersebut naya lalu melakukan sholat tahajud untuk meminta petunjuk.


saat dirinya keluar dari kamar dan melihat kevin belum tidur di karpet yang sudah di kasih oleh naya.


"mau kemana nay" tanya kevin saat melihat naya keluar dari kamar.


"ini tuan saya mau ambil wudhu" jawab naya lalu permisi ke dapur.


"saya permisi tuan" lanjutnya.


"iya hati - hati" jawab Kevin.


lalu naya kedapur mengambil air wudhu sekalian ke kamar mandi karna akhir - akhir ini dirinya suka sering buang air kecil, dan itu membuatnya mudah kecapekan karna kondisi perut yang semakin kencang.


setelah selesai naya langsung kembali ke kamar dan meminta petunjuk kepada Allah tentang masalah yang ia hadapi.


dirinya tidak boleh egois yang hanya mementingkan perasaannya sendiri tanpa memikirkan perasaan anaknya.


"ya allah semua nya hamba serahkan kepada dirimu jika itu yang terbaik hamba ikhlas ya allah, Hamba ridho menerima nya hiks...hikss..hiks" doa naya di dalam sujudnya.


setelah selesai melakukan sholat tahajud naya kembali tertidur di samping anaknya sembari melihat wajah anaknya.


"bunda akan berusaha bikin kamu bahagia nak... CUP..." ujar naya lalu menciup kening anaknya


****


pagi hari


Kevin semalaman tidak bisa tidur karna obat nyamuk dirinya tidak bisa menghirup asap seperti itu dan itu membuat dirinya merasa sesak.


saat Naya bangun dan keluar kamar dan melihat kevin yang sepertinya kecapekan dirinya langsung ke dapur dan mempersiapkan sarapan pagi untuk mereka nanti.


waktu menunjukan pukul 8 pagi namun belum ada tanda - tanda bahwa kevin bangun.


"nda" panggil Kenzho.


"iya nak" jawab naya.


"kok tuan belum bangun nda ya" ujar kenzho bingung.

__ADS_1


"ga papa nak mungkin tuan lagi capek kita jangan ganggu ya" jawab Naya.


kenzho mengangguk..


"yasudah ken sarapan duluan aja ya" ujar Naya.


"iya nda, nda nanti kita jadikan pelgi ke pasal" tanya kenzho karna bundanya hari ini janji mau ke pasar.


"iya nanti kita ke pasar, sekarang ken makan yang banyak biar ga capek waktu di pasar" lirih Naya dengan tersenyum.


Rencananya hari ini naya akan pergi ke pasar untuk membeli beberapa baju anak nya nanti, alhamdullilah hari ini dia gajian dan sekalian dirinya kepasar takut jika sudah mendekati hari hari kelahiran dirinya tak sanggup lagi ke pasar.


Naya tidak tau perkiraan tanggal berapa dirinya melahirkan namun kini kandungannya sudah memasuki bulan ke 9 dan itu artinya sebentar lagi, maklum naya tak pernah untuk cek kandungan apalagi di desa yang belum secanggih ini.


Kenzho selesai makan namun Kevin belum bangun dan naya langsung pergi keluar ketempat bapak yang mempunyai lahan untuk mengambil gaji dan pergi kepasar.


di pasar


"bunda" panggil Ken.


"itu bagus bun bajunya" tunjuk kenzho baju bayi yang tergantung warna biru muda.


"iya nak coba kita ke sana ya" ujar Naya lalu mendekati penjual baju bayi.


"berapa buk baju bayi ini?" tanya naya pada penjual.


"murah neng cuman 50 Ribu" jawab sang penjual.


"ini bagus bun uat adek" ujar kenzho namun naya diam memikirkan jika satu baju 50 Ribu uangnya tak sebanyak itu.


"ambilah 45 ribu neng pelaris buat ibu" ucap sang penjual.


Naya tersenyum dirinya menginginkan baju tersebut namun naya harus ingat kalau dirinya tak boleh boros karna harus memikirkan biaya persalinan.


"yaudah bu lain kali aja ya bu nanti kalau saya punya uang saya kesini kembali" ujar naya sopan lalu pergi meninggalkan sang penjual.


"nda kenapa nda ambil baju tadi kan lucu" tanya kenzho.


"uang bunda ga cukup nak, kita cari yang lebih murah aja ya" jawab naya tersenyum dan kembali melanjutkan mencari baju untuk sang calon bayi yang di kandungannya.


Sudah Dua jam Naya keliling di pasar akhirnya mereka pulang, Naya seperti kecapekan dibuatnya hari ini berkeliling mencari baju bayi.


"nak bunda cari kamar bandi dulu ya bunda mau pipis bentar" ujar naya seperti menahan.


"tadi kan udah nda kenapa cekalang pipis lagi" tanya kenzho yang heran.


"ga tau nak mungkin cuaca nya dingin, kamu tunggu disini sebentar ya bang ntar bunda balik kesini lagi" ucap naya lalu mencari Wc umum.


ntah sudah berapa kali ia ke Wc pasar untung ada jika tidak entah bagaimana naya harus menahan untuk buang air kecilnya ini.


setelah beberapa menit kemudian akhirnya naya selesai dan langsung menghampiri kenzho.


"yaudah sekarang kita pulang bang ga enak kalau terlalu lama kasihan tuan kevin di rumah sendirian" ujar naya kepada kenzho.

__ADS_1


kenzho mengangguk..


Akhirnya mereka berdua naik angkutan umum untuk pulanf ke rumah....


*POV KEVIN*


"auhhh" ucap kevin saat bangun tidur merasa semua badannya sakit...


"sakit banget badan ku" gumam kevin.


"astaga aku kesiangan" ujar kevin setelah sadar dan langsung duduk untuk menetralisasikan kesadaran.


"Nay" panggil kevin..


"Nay"


"kenzho"


"nak"


"NAYA!" teriak kevin namun tak ada sahutan.


Dengan perasaan yang tidak karuan kevin langsung mencari naya di dapur, ke kamar namun lagi - lagi tak ada.


Sampai - sampai kevin membuka lemari naya takut jika naya pergi meninggalkannya..


"alhamdullilah" ujar Kevin saat melihat pakaian naya masih utuh namun saat melihat itu hati kevin merasa hancur, bagaimana tidak pakaian yang sudah tak layak di pakai namun masih di kenakan.


tersenyum lirih merasa sesak dirinya serba kemewahan dan serba ada namun anak dan istrinya harus merasakan kesengsaraan ini, dirinya tak menyangka kehidupan seperti ini yang mereka rasakan.


"ini semua salahku nay, seandainya aku tidak buta akan dirimu kamu tak akan merasakan seperti ini" lirih kevin menitikan air mata.


Tak ingin larut dalam kesedihan Kevin langsung mencari naya di luar takut terjadi apa - apa terhadapnya.


Lagi - lagi tak ada dengan terpaksa kevin harus menanyakan ke warga sekitar walaupun rumah naya jauh akan pemukiman warga.


"permisi buk, saya mau tanya tadi pagi ibu lihat naya dan kenzho tidak" ujar kevin kepada ibu - ibu yang sedang menyapu halaman.


"oh nak naya tadi pagi saya liat terus katanya mau kepasar " ucap ibu tersebut.


"oalah makasih bu" ucap kevin lalu pulang ke rumah naya.


satu jam berlalu namun belum ada tanda - tanda kemunculan mereka dengan perasaan khawatir kevin ingin menyusul mereka ke pasar saat mau menutup pintu dan berbalik ternyata naya dan kenzho sudah pulang.


"huhh... Alhamdullilah mereka sudah pulang bikin spot jantung aja" ucap Kenzho lalu menghampiri naya.


"astaga nay aku kira kamu pergi untuk ninggalin aku" ujar kevin mengadu seperti anak kecil.


"maaf tuan saya ga tega bangunin tuan tadi untuk pamit" jawabnya.


"yaudah yuk masuk" ucap kevin seolah olah ini rumahnya.


Setelah sampai di rumah mereka akhirnya duduk bareng + makan bakso yang naya beli tadi si pasar.

__ADS_1


mereka bercanda seperti menikmati kebersamaan ini....


#next part janji ga akan lama


__ADS_2