
happy reading...
di sebuah gedung tinggi ada seseorang yang sedang menahan emosinya setelah mendapat berita dari orang suruhannya....
"sial.."
"gue ga akan tinggal diam setelah apa yang dia lakuin ke gue selama ini, gue akan bikin perhitungan balik sama keluarganya" sambung kevin dengan amarah.
"dimana dia menyembunyikan bajingan itu, gue akan cari sampai ke ujung dunia pun" ucap kevin lalu mengambil handphone di celananya dan menghubungi seseorang.
"tambah keamanan rumah jangan sampai ada penyusup masuk ataupun menyamar, dan jangan suruh sasa dan keyro ke luar rumah, tambahkan bodygoard untuk mereka" titah kevin lalu mematikan telpon secara sepihak.
"gue ga akan nyerahin keyro ke keluarga bajingan itu, walaupun orang tuanya sudah membuat gue menderita hingga sekarang tapi gue ga akan nyerahin keyro" kekeh kevin yang sudah merasa sayang dengan keyro walaupun keyro bukan anak kandungnya.
Ya kevin mendapat laporan bahwa keluarga dari ayah kandung Keyro ingin mengambil Hak Asuh keyro.
Dan kevin tidak akan tinggal diam dia tidak ingin melakukan kesalahan untuk ke dua kalinya cukup dulu ia berbuat tak baik kepada anak kandungnya.
"sial" gumam kevin kemudian ia menelpon sesorang.
"keruangan gue sekarang" ujar kevin lalu mematikan telpon sepihak.
tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu ruangan kevin.
TOK...TOK..TOK
"Masuk" ujar kevin datar.
CKLEK
"ya pak ada apa" ujar nya formal lalu mendapat pukulan bantal dari Kevin.
"Formal amat sih lo" ujar kevin
"ya gue kan harus perfesional" jawabnya.
"Bro gue mau minta bantuan lo" ujar kevin.
"Buat loh apa yang ngga bro" jawabnya santay.
"Jijik" balas kevin dengan mata tajam.
"iya lo mau minta bantuan apa" ujarnya yang serius melihat kevin sedang serius sekarang.
__ADS_1
"gue udah tau siapa ayah kandung keyro sekarang, dan sekaramg keluarganya mau ambil keyro dari gue" ucap kevin dengan tatapan kosong menghadap kedepan.
Bram selaku sahabatnya hanya diam mendengarkan apa yang akan di sampaikan oleh kevin, menurutnya ujian dalam kehidupan kevin selalu bertubi - tubi bahkan terkadang bram sendiri kasihan melihat kehidupan kevin sekarang.
Semenjak kepergian Naya kehidupan kevin berubah drastis ditambah dengan mamanya yang kini mengalami stroke, terkadang cobaan itu membuat kevin selalu melampiaskan dengan mabuk - mabukan atau pergi ke club. Bram selaku sahabat selalu mendampingi kevin agar tidak terjadi untuk kedua kalinya.
"gue ga sanggup kalau harus kehilangan anak gue untuk kedua kalinya bro, lo tau sendiri gimana kehidupan gue sekarang"
"naya yang belum ketemu dimana keberadaannya, gue ngerasa ga becus jadi ayah bram, gue ga pantes jadi ayah, untuk mencari anaknya sendiri pun gue ga bisa " lanjut kevin mengeluarkan keluh kesah nya.
"gue udah terlanjur sayang sama keyro bram ga mungkin gue memberikan keyro ke keluarga brengs*k itu, katakanlah gue egois tapi gue ga tau harus gimana" ucap kevin menunduk.
"lo yang sabar vin, gue tau lo pasti bisa melewati ujian ini anggap aja ini awal dari kebahagian yang akan lo dapat, masalah keyro gue ga tau vin, gue tau apa yang lo rasain tapi disatu sisi keyro ada keluarga kandungnya" jawab bram dengan pelan tanpa menyinggung perasaan kevin.
"maksud lo apa!!" ucap kevin marah saat mendengar ucapan bram yang terakhir.
"gue tau keyro bukan anak kandung gue tapi gue udah terlanjur sayang sama dia" sambung kevin.
"tapi lo harus inget bro lo masih punya naya dan kenzho yang harus lo prioritaskan kalau lo selalu mengandalkan anak buah lo tapi lo sendiri ga bergerak mencari, anak sama istri lo ga akan ketemu" ujar bram yang sedikit emosi karna kevin selalu memikirkann dirinya sendiri tanpa memikirkan orang lain.
"gue udah berusaha tapi hasilnya ga ada perubahan lo tau sendiri gimana perjuangan gue hah" ucap kevin.
"terserah lo yang penting gue udah saranin ke lo, lo ga boleh egois lo harus pikirkan anak dan istri yang udah lo terlantarkan selama ini" ujar bram lalu meninggalkan kevin di ruangannya sendiri.
"apa benar gue egois" ujar kevin dalam hati.
"aahhhh, gue harus gimana lagi" teriak kevin yang binggung akan pilihannya.
"yaallah cobaan apa lagi ini" batin Kevin.
***
TOK...TOK...TOK
"masuk" ujar seseorang yang sedang menghirup segelas cangkir kopi.
"Permisi tuan" ucap seorang berpakaian serba hitam yang membungkukan badannya.
"mmm" hanya deheman yang dia terima.
"tuan saya mendapatkan informasi jika tuan kevin telah mengetahui bahwa kita akan mengambil hak asuh tuan muda" ujarnya.
"bagus, saya sudah tidak tahan lagi ingin bertemu anak itu, cukup selama ini kita bungkam," jawab
__ADS_1
"tapi tuan saya mendapat kabar bahwa mereka tidak akan memberikan hak asuh tuan muda" ucap orang suruhannya.
"itu urusan saya bikin pertemuan saya dengan dia sekarang juga" titah orang tersebut kepada anak buahnya.
"siap tuan" jawab anak buahnya dengan tetap menunduk kebawah.
"oh iya satu lagi gimana kabar anak itu jangan sampai kalian lengah dan tetap awasi kegiatannya" tanya Bos nya.
"alhamdullilah tuan, ada kabar gembira untuk tuan bahwa tuan muda sekarang banyak mengalami perubahan, tuan pasti kaget akan perubahan tuan muda saat ini, kehidupan tuan muda sekarang berbanding terbalik dengan kehidupan nya dulu" ujar anak buahnya.
"syukur kalau anak itu sudah mengalami perubahan biar dia sadar apa yang sudah dia lakukan selama ini, terus awasi pergerakannya" ucap bosnya.
"iya tuan" jawab anak buahnya.
"kalau begitu saya permisi tuan" sambungnya.
bosnya hanya mengangguk yang artinya membolehkan pergi.
"semoga kamu sadar nak" lirihnya saat sudah tidak ada orang di ruangan tersebut.
Penyesalan orang tua yang merasa salah mendidik anaknya hingga membuat kesalahan fatal.
"papa rindu nak sama kamu tapi kamu harus mendapatkan hukumana papa ga tau umur papa sampai mana, papa ga mau membuat mama kamu disana kecewa nak, maafkan papa jika papa harus keras kepada kamu" sambungnya lirih hingga meneteskan air mata.
orang yang disegani kini rapuh akan cobaan dirinya tak pernah serapuh ini bahkan orang selalu melihatnya dengan takut atau hanya aura kejam yang terpancar.
lalu dia menelpon seseorang untuk memastikan jam berapa akan bertemu dengan tuan kevin.
"gimana" ujarnya to the point
"siap bos dia mau bertemu untuk alamatnya nanti saya kirim sama bos" jawab anak buahnya.
"saya tunggu" jawabnya dengan datar lalu mematikan telpon secara sepihak.
"semoga ini berhasil" ujarnya dalam batin lalu bersiap - siap pergi untuk bertemu dengan tuan kevin.
****
assalamualaikum mohon maaf jika up nya berantakan ga teratur ya
autor minta maaf
thanks yang udah baca sampai akhir
__ADS_1
semoga kalian sehat selalu aamiin...