
happy reading ❤️
Hari semakin malam namun tubuh naya semakin terasa tidak enak seperti masuk angin. sudah dari sore naya menahannya namun saat malam ketidakenakan itu semakin jadi ia sudah beberapa kali bolak balik kamar mandi namun tetap saja.
"hoek.. hoek" muntah naya di kamar mandi namun hanya cairan saja yang keluar.
"yaallah kuatkan lah hamba, sehatkan lah hamba mu ini, hamba harus mencaei rezeki mu ya allah kasihan anak hamba kalau hamba sakit seperti ini," doa naya dalam hati.
Naya kasihan terhadap anaknya jika dirinya sakit siapa yang akan memberi mereka makan kalau bukan naya sendiri yang kerja. Kesulitan yang naya alami sekarang baginya harus di syukuri karna kehidupannya sekarang tak lebih sulit di saat ia berada di rumah kevin.
Bagi naya kesulitan itu sudah biasa ia jalani dari kecil jadi sekarang ia tak perlu kaget jika harus kembali seperti dulu namun yang berbeda hanyalah dirinya sekarang tak lagi sendiri namun sudah berdua dengan anaknya.
Ia akan berusaha mendidik anaknya dengan baik walaupun di desanya ini untuk mengayom pendidikan sangat minim sekali, naya akan berusaha semaksimal mungkin untuk yang terbaik bagi anaknya.
Naya yang sedang muntah - muntah pun kaget saat mendengar suara kenzho memanggilnya.
"nda" panggil kenzho melihat bundanya yang sedang sakit.
"apa nak" jawab naya lemas dan langsung menghadap Kenzho di belakangnya.
"nda kenapa nda cakit" tanya kenzho dengan lirih lalu matanya berkaca - kaca seakan menangis melihat bundanya sedari tadi bolak balik ke dapur.
"bunda ga sakit sayang, bunda cuman masuk angin makanya bunda muntah nak" jelas Naya memeluk anaknya.
"ken jangan nangis ya, sekarang ken tidur bunda juga mau tidur, lihatkan bunda ga sakit kan" sambung naya yang menahan muntahnya didepan kenzho, ia tak mau anaknya sedih melihat kondisi naya sekarang.
"ken tidur lagi ya" ucap naya lalu mengajak kenzho kembali ke kamar dan menidurkan nya kembali. saat kenzho tertidur ia kembali ke dapur memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya.
"yaallah hamba tidak tau hamba sakit apa, tapi hamba mohon lindungi anak hamba aamiin" doanya naya lalu kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurnya kembali.
Lama untuk memaksakan tidur namun tak bisa, naya kembali teringat ucapan Ibu - ibu yang ia jumpai dijalan.
"bagaimana kalau naya beneran hamil," ucap naya mengusap perutnya ia juga merasakan akan perubahan badannya terutama bagian perut.
"tapi ga mungkin hamba bisa hamil, hamba sudah satu bulan lebih pergi dari rumah kevin" gumam naya akhirnya ia mengingat bahwa sebelum ia pergi ia pernah melakukannya dengan kevin.
deg
"ga mungkin, naya kamu harus berpikir positif mungkin aja ini hanya masuk angin kamu ga mungkin hamil nay" gumam naya lalu kembali tertidur, ia tak percaya jika dirinya hamil ia beranggapan bahwa sekarang dirinya hanya masuk angin karna terlalu capek bekerja.
"yaallah hamba hanya berserah kepadamu saat ini hamba memohon semoga engkau selalu menyehatkan kami ya allah Aamiin..." doa naya sebelum terlelap tidur.
🖤🖤🖤
di seberang sana diluar kota Kevin termenung diatas balkon rumahnya sambil memandang taman yang pernah Naya rawat sekarang hobby kevin jika rindu dengan anaknya akan duduk di taman tersebut sambil membayangkan bagaimana bahagianya kenzho bermain seoak bola dengan dirinya.
sudah beberapa jam dirinya melamun dengan tatapan kosong bahkan air mata tak sengaja menetes di pelupuk wajahnya.
"kevin" panggil seseorang dari luar kamarnya.
"kevin" panggilnya lagi namun tak ada jawaban dari kevin hingga rmamanya masuk ke dalam kamar.
CKLEK.....
"vin" panggil rania namun kevin masih enggan menjawab panggilannya.
"nak kamu kenapa seperti ini" ujar rania memandang anaknya sekarang diam tak tersentuh bahkan sudah satu bulan ini kevin pulang dalam keadaan mabuk merancau - rancau memanggil naya bahkan kenzho.
Sudah satu bulan juga Kevin mendiamkan mamanya bahkan kevin sudah jarang menghabiskan waktunya di rumah baginya jika dirinya dirumah maka bayangan - bayangan dimana ia menyiksa bahkan berbuat kasar kepada naya dan kenzho selalu menghantuinya.
"nak ini mama" panggil rania mendekat ke arah anaknya.
"kevin" panggil rania sekian kalinya.
"hiks...hikss... kamu cerita nak kalau ada apa - apa, mama mohon nak kamu jangan seperti ini, mama ga sanggup liat kamu seperti sekarang " lirih rania memeluk putranya.
"sayang" panggil rania.
"kenzho hiks.. hiks..." ucap kevin memanggil kenzho lalu menangis..
"iya nak mama udah berusah cari mereka nak kamu yang sabar ya, kamu liat diri kamu sekarang vin seperti orang ga terurus mama ga mau kamu seperti sekarang yang mengabaikan mama bahkan anak kamu sendiri vin " lirih naya mengeluarkan unek - uneknya.
__ADS_1
"kenzho.. anak papa" ucap kevin lalu tertawa.
"ga mungkin kenzho ninggalin papa kan" jawabnya sendiri.
" hiks ... hiks" tangis rania yang tak sanggup melihat keadaan kevin sekarang bagaimana tidak sekarang dirinya sudah mulai kurus rambut panjang bahkan penampilan sangat jauh dari kata rapi, yang menprihatinkan dari keadaan Kevin sekarang Dirinya suka mengamuk bahkan tertawa seperti orang gila.
"mama harus bawa kamu ke psikiater nak, mama ga mau mental kamu makin buruk hiks" ucap rania lalu pergi meninggalkan kevin sendiri di dalam kamar.
"mama ga tau apa yang kamu alami nak, tapi mama berharap kamu ga ngabaikan anak kamu lihat dia sekarang setelah keadaannya membaik ia murung melihat kamu jauh dari nya" lirih Rania.
Sudah beberapa minggu keyro tersadar dari masa kritis nya namun saat itu juga kevin selalu mengabaikannya bahkan untuk bertemu saja susah, rania kasihan kepada cucunya rasa semangat keyro pun turun dia selalu menanyakan dimana papanya namun rania menghalanginya bertemu apalagi kondisi kevin semakin memburuk.
"omaa" panggil Keyro mendekat ke arah Rania.
"oma cedang apa di kamal papa?" tanya keyro.
"oma sedang ada keperluan nak di kamar papa keyro" jawab Rania menutupi keadaan Kevin sekarang, ia tak mau cucunya sedih melihat keadaan orang tuanya.
"oh"
"oma papa kemana oma key cedih papa nda ada lagi di lumah" ungkap Keyro.
"maafin oma nak oma terpaksa menutupi itu semua biar kamu ga kepikiran tentang papa mu nak" batin rania sedih melihat keyro bertanya seperti tadi.
"papa keyro lagi kerja sayang, key yang sabar ya nak" bohong rania.
keyro hanya mengangguk seakan mengerti keadaan papanya.
jujur keyro rindu sekali dengan kevin namun rasa rindunya harus tertahan akan keadaan sekarang.
"yaudah dari pada key sedih gimana kita jalan - jalan saja temeni oma" ucap rania ingin mengajak cucunya untuk keluar sekalian ke psikiater.
"iya oma" jawab keyro.
"yaudah key siap - siap sekarang oma juga mau siap - siap" ucap rania lalu kembali ke kamarnya untuk siap - siap pergi ke luar.
Rania sengaja mengajak keluar keyro untuk menghilangkan pikiran keyro tentang pertanyaan papanya dimana walaupun nanti keyro tetap bertanya namun rania masih menutupi keadaanya kevin sekarang.
semenjak kepergian Naya rania kembali mencari pembantu untuk membantu dirinya mengurus rumah tersebut bahkan untuk mengurusi keyro.
Rania pergi bersama keyro sekaligus menemui dokter untuk memeriksa kejiwaan kevin saat ini, jujur ia tak menyangka akan menemui dokter tersebut.
Dan rencananya hari ini juga merupakan hari kepulangan Keysa ( adik kevin) dari luar negeri, rania memberi tahu keadaan kevin kepada keysa saat mendengar itu keysa meminta cuti kuliah untuk pulang ke indonesia melihat keadaan kakaknya.
Keysa merupakan tipe adik yang nurut bahkan sayang kepada kevin baginya kevin merupakan kakak yang terbaik baginya disaat ia terpuruk sekaligus, bahkan keysa mendengar kevin sakitpun ia ingin segera pulang namun rania selalu menghalanginya.
Sudah beberapa jam rania dan keyro pergi ke luar dan akhirnya ia pulang ke rumah mengingat kondisi hari semakin malam.
namun sebelum pulang rania harus menjemput Keysa terlebuh dahulu di bandar udara.
setelah sudah di bandara rania dan keyro pun mencari cari keysa dan akhirnya mereka bertemu setelah sekian lama tak jumpa.
"mama" panggil keysa saat melihat mamanya.
"keysa" ucap rania lalu memeluk keysa untuk melepas rasa rindunya.
"udah lama nak nunggu, maaf ya mama baru bisa jemput" ucap rania.
"ga papa ma keysa baru turun juga" jawab Keysa lalu melihat anak kecil di samping mamanya.
"hey ganteng" panggil keysa kepada keyro.
"salim key ini aunty nya keyro loh" ujar rania lalu keyro mencium tangan Keysa.
"ulu ulu keponakan aunty ganteng banget ya aslinya" ujar Keysa lalu mencium pipi keyro dengan gemas.
"yaudah kangen - kangen nya nanyi aja ya sekarang kita pulang" ujar rania lalu mereka pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah mereka langsung merebahkan diri untuk istirahat karna waktu sudah malam.
"yaudah keysa kamu istirahat dulu aja ya, kamu kan baru sampe " ujar rania lalu keysa mengangguk.
__ADS_1
"sekarang ken tidur ya oma mau istirahat juga capek soalnya" sambung rania lalu akhirnya mereka kembali ke kamar masing - masing untuk beristirahat.
🖤🖤🖤
*pagi hari*
Suara adzan berkumandang menandakan panggilan sholat lalu naya bangun untuk melaksanakan sholatnya dan alhamdullilah keadaan naya saat ini sudah lebih baik dari sebelumnya.
"ken" panggil naya agar kenzho bangun dari tidurnya.
"nak, bangun udah adzan subuh" sambungnya.
"iya nda" jawab kenzho dengan suara khas baru bangun.
lalu mereka melakukan sholat bersama setelah itu naya kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan + membersikan rumah.
Setiap pagi sebelum pergi ke sawah naya selalu membersihkan rumah terlebih dahulu biar saat pulang rumahnya masih bersih.
setelah selesai membuat sarapan naya lalu menyantapnya bersama kenzho.
"nda ga cakit lagi" ucap kenzho tiba - tiba.
"iya nak bunda udah sehat kok" balas Naya tersenyum.
"ken nanti ken mengaji ya jangan bolong - bolong terus" nasehat Naya.
"iya nda anti ken ngaji" balas kenzho.
Ya sudah dua mingguan Kenzho mengaji di kampung ini agar anaknya tidak buta akan bacaan alquran naya selalu mengajarkan kebaikan kepada Putranya.
"yaudah sekarang ken habisin sudah itu kita ke sawah ya" ucap naya.
Setelah sarapan akhirnya naya kembali bekerja rasa mual ataupun muntah - muntah sudah tak lagi di rasakan oleh Naya namun sekarang naya mudah cepat lelah.
Dirinya tak boleh egois jika naya males - malesan anaknya akan makan apa makanya dirinya tak bisa jika tidak bekerja.
Kegiatan Naya sekarang hanya mengandalkan bekerja di sawah kadang Berjual sayuran.
Jika sore kenzho harus mengaji ia akan berjualan sayur sekalian menunggu anaknya pulang mengaji, sekarang Naya sudah terbiasa jadi perbincangan ibu - ibu bahkan naya tak memperdulikannya namun jika ia terdengar seseoarang mengatakan yang tidak - tidak tentang anaknya maka naya tak tinggal diam. Cukup dirinya saja jangan Anaknya.
"huh" naya yang capek sambil mengelap keringat diwajahnya.
"harus semangat sebelntar lagi selesai" semangar naya kepada dirinya sendiri.
"ken" teriak Naya memanggil Kenzho.
"iya nda" jawab kenzho.
"ambilin bunda air minum nak" ucap nya lalu kenzho mendekat mengambilkan air minum.
"makasih sayang" ucap naya.
"oce nda"
"bentar lagi bunda selesai ken siap - siap ya kita pulang" ujar naya lalu tak lama kemudian Naya dan kenzho pulang kerumah.
Setelah naya pulang ia harus siap - siap berjualan sayur sekalian menghantarkan Anaknya mengaji di langgar masjid di kampung ini.
"hari ini ken bawa air putih aja ya nak" ujar naya.
"iya nda ga papa" balas kenzho.
"besok kalau kita punya uang ken bawa uang untuk jajan oke" sambung naya, kevin hanya mengangguk.
Lalu kenzho pergi mengaji dan naya kembali berjualan sayur yang masih seger - seger untuk mencukupi kebutuhan mereka.
............
thank atas support nya
maaf jika author jarang up
__ADS_1
thanks you
see you next part ya 😂🤚🤗🤗