JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 64


__ADS_3

happy reading....


Bulan terus berganti begitu juga usia Kehamilan Naya sudah memasuki bulan ke tujuh, kini tubuh naya semakin berisi begitu juga perut yang begitu besar, untuk bergerak pun Naya semakin susah karna terhalang oleh perut.


Kehamilan yang kedua ini membuat naya sedikit binggung karna sedikit berbeda dengan kehamilan kenzho dulu, ingin sekali naya memeriksa kandungannya namun uang nya tak cukup.


"nak, kamu yang sehat ya di perut bunda, maaf bunda belum bisa memeriksa kamu" ujar naya mengelus perutnya yang besar.


dug


"auh" ringgis naya merasakan respon anak yang ada di kandungannya.


"jangan nakal ya sayang, bentar lagi kita ketemu, adek jangan bantel ya nanti kalau bunda punya uang kita beli baju ya" ujar naya sampai saat ini dirinya belum mempersiapkan perlengkapan untuk anaknya.


kehidupan naya yang tak berubah namun yang berubah hanyalah kondisi badannya sekarang, terkadang warga kampungnya pun merasa kasian dengan naya yang hamil tanpa suami namun sebagian warga merasa bahwa naya hanya aib dan membuat malapetaka untuk kampungnya.


namun naya tak pernah mempermasalahkan itu baginya sekarang fokus terhadap anak anaknya nanti dan bagaimana bisa memenuhi kebutuhan mereka.


lama merenung sambil duduk di depan teras rumah naya baru sadar bahwa kenzho belum pulang sampai saat ini....


"abang ken kemana ya kenapa belum pulang ini mau magrib, yaallah lindungin anak hamba dimana pun dia berada" ujar naya yang mulai gelisa karna hari semakin sore namun Anaknya belum pulang.


Naya sudah membiasakan diri memanggik Kenzho dengan panggilan abang dan itu membuat kenzho aangat bahagia apalagi saat mendengar bahwa dia akan mempunyai adik.


Dan Semenjak kehamilannya mulai membesar dan membuat naya susah untuk bergerak kenzho meminta untuk bundanya tidak menghantarkannya mengaji karna kenzho kasihan melihat bundanya kecapekan.


"yaampun nak kamu dimana bunda khawatir " gumam naya sedikit kesusahan untuk berdiri, dirinya akan berusaha mencari kenzho naya takut nanti ada suatu hal yang buruk menimpa anaknya tanpa ia ketahui.


"apa aku minta bantuan orang, yaallah hamba mohon lindungilah anak hamba, ya allah nak kamu dimana bunda khawatir" Doa naya sembari bergumam kini dirinya tak bisa tenang.


Dengan berusaha naya mengunci pintu rumah lalu mencari Kenzho, dirinya yang sudah mulai susah untuk bergerak pun harus berjalan dengan pelan karna takut terjadi apa - apa dengan bayi.


langkah kecil yang banyak berhenti sembari menahan bawah perut karna perut naya yang begitu buncit dan sangat kencang seakan mau mengeluarkan apa yang ada di dalam perut.

__ADS_1


"huh...huh" nafas naya yang tak beraturan.


"yaallah, astagfirullah allazim" ujar naya saat berjalan di perkampuangan yang tak sengaja mengijak batu kerikil yang tajam mengenai kakinya.


Walaupun kaki nya sedikit sakit akibat insiden tadi tak membuat naya untuk tidak mencari anaknya, setelah beberapa menit menit akhirnya naya sampai di masjid tempat anaknya Mengaji.


"kemana kenzho" ujar naya yang tak melihat siapa pun di masjid.


"kenzho" panggil naya namun tidak terlalu kencang takut mengangguk yang sedang ada di dalam masjid.


"mungkin kenzho ke toilet, atau akau susul aja ya" dengan pelan - pelan naya langsung menuju toilet masjid.


setelah mencari di sekitar masjid naya tak menemukan sama sekali keberadaan kenzho.


"yaallah kemana anak hamba" ujar Naya lalu ia bertanya kepada warga yang rumah nya berada di samping masjid.


"Assalamualaikum ibu" ujar Naya kepada seorang warga yang ada di sekitar masjid.


"ibu permisi mau tanya, ibu lihat anak saya ga soalnya habis pulang mengaji dia belum pulang kerumah" ujar naya.


"Setau ibu anak - anak yang mengaji disini sudah pulang semua" jawab ibu tersebut.


"kalau ga salah anak nak naya tadi sudah pulang sendirian" sambungnya yang melihat Kenzho pulang sendiri.


"udah lama belum buk dia pulang" tanya naya yang semakin cemas.


"Udah nak dia langsung pulang tadi setelah mengajinya seleaai" jawab ibu tersebut.


"yaudah bu, makasih banyak ya" ujar naya berterima kasih.


"kalau begitu saya mau cari anak saya dulu ya bu" sambung naya yang ingin pamitan mencari Kenzho.


"ehh bentar nak" cegat ibu tersebut.

__ADS_1


"iya bu" jawab Naya


"udah berapa bulan kandungan mu nak" tanya ibu tersebut penasaran.


"udah 7 bulan bu" jawab naya tersenyum.


"ohhh" jawab nya namun tak lama kemudian " tapi kenapa perut kamu sedikit aneh ya, ibu ngerasain seperti itu" sambungnya...


Naya hanya tersenyum tanpa menjawab karna naya tak tahu harus menjawab apa. untuk periksa kandungan pun naya tak pernah karna dirinya hanya fokus ke pada bayinya.


Bagaimana dirinya melahirkan, biaya persalinan yang sangat mahal membuat naya berpikir ulang jika mau periksa anaknya.


"yaudah bu naya permisai pamit ya" ujar naya.


"iya nak" jawab


dengan berjalan pelan - pelan naya harus mencari anaknya, mengingat hari semakin malam membuat dirinya merasa tam nyaman.


"yaallah lindungilah anak dari marabahaya hamba mohon ya allah " doa naya dengan lirih.


hari semakin sore dan semakin malam pula namun lagi lagi keyro belum pulang kerumah sama sekali.


saat di perjalanan naya bertemu dengan segerombolan warga yang sedang bersantai


"assalamualaikum " sapa naya dengan ramah kepada warga tersebut.


"


Namun dari arah kejauhan naya seperti mendengar suara ......


***


maaf author lagi ga sehat beberapa hari ini drop maaf ya teman - teman🙏

__ADS_1


__ADS_2