JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 53


__ADS_3

...πŸ“ŒπŸ“Œ happy reading πŸ“ŒπŸ“Œ...


Pov rania


Rania kaget tiba - tiba ada seseorang mendekati brankas tidur keyro saat mendengar suaranya rania langsung menarik kasar lalu menampar kevin.


Sudah seharian kevin tidak jelas kemana anaknya berjuang antara hidup dan mati namun kevin tak ada di sampingnya itulah alasan kenapa rania Kasar kepada kevin.


Setelah kevin menjelaskan kepada rania mulai meredahkan amarah nya lalu ia menyuruh kevin berjaga untuk bergantian.


Rania tidak tahu kenapa Keyro bisa sampai terluka seperti itu, ia ingin meminta kejelasan kepada kevin namun tak ada waktu biarkan rania bertanya setelah keadaan mulai membaik.


Lama kelamaan akhirnya Rania pamit pulang ke rumah untuk istirahat badannya sudah capek berjaga seharian tanpa ada yang membantunya. jujur rania tak tega melihat keyro dengan alat medis yang menempel di sekujur tubuh namun ia hanya bisa berdoa semoga cucunya kembali sehat seperti semula.


Saat sampai dirumah rania heran kenapa sepi sekali tak ada lagi suara suara anak kecil namun semua perasaan itu ia tepis ia pikir mungkin sedang dikamar.


"sepi sekali kemana wanita itu" gumam Rania heran lalu masuk ke kamar untuk membersihkan diri lalu istirahat untuk merehatkan sejenak dirinya.


setelah selesai membersihkan diri Rania langsung tertidur karna kondisinya yang sudah tua dan itu mulai sakit - sakitan.


setelah beberapa jam merehatkan dirinya rania bangun dan langsung ke dapur karna haus.


"kemana orang kenapa sepi dari tadi saya ga lihat wanita itu" ujar Rania setelah kedapur namun tak melihat tanda - tanda kehidupan.


"Naya!!" teriak rania saat tak ada makanan di meja makan.


"Naya!!!"


"kemana wanita sialan itu" Ucap rania dengan kesal lalu mencari naya ke halaman belakang namun tak ada satu pun suara bahkan orang disana.


"apa jangan - jangan dia kabur" ujar Rania langsung ke kamar naya.


sesampainya di kamar naya rania langsung masuk dan melihat kamar yang dulu nya gudang kini bersih tertata rapih walaupun banyak lemari - lemari bekas yang tersusun.


"gelap" gumamnya.


"naya" panggil rania namun tak ada jawaban saat rania menyalakan lampu ternyata tak ada satu baju di kamar tersebut bahkan baju baju bayi pun tak ada disana.


Ya naya membawa semua baju - baju tanpa ada yang tertinggal.


hanya selembar surat di atas meja namun rania tak menyadari keberadaan surat itu.


"kemana dia kenapa dia kabur" tanya rania yang heran akan kepergian Naya.


"ada apa ini" sambungnya.


"apa jangan - jangan ada hubungan dengan kevin kemarin" ujar rania dengan pemikirannya yang tak mungkin naya pergi tanpa sebab apalagi melihat kondisi keyro seperti sekarang.


"ya kevin dia pasti tau" gumam Rania lalu menelpon kevin.


Tut...Tut...tut


hanya dering memanggil tanpa di jawab sama sekali hingga beberapa kali Rania coba menghubungi namun tak ada jawaban sama sekali.


"heran ni anak kenapa ga angkat telpon" kesal rania.


"kemana sih wanita itu kalau begini kan repot" ujar rania yang kesal akan keadaan sekarang.


"kevin kenapa ga angkat telpon mama"


Kesal akan tidak menjawab panggilan rania akhirnya rania kembali ke dapur untuk memasak dari sekian lama ia tidak memasak akhirnya setelah kepergian Naya rania memasak di dapur.


Rania adalah type ibu yang baik selama ini ia membesarkan anak anaknya setelah kepergian orang yang ia sayangi. keterpurukan keluarga kevin lah yang membuat Rania menjadi sosok ibu yang tegar di hadapan anak - anaknya.


Namun semua berubah saat kejadian naas tersebut ia menjadi rania yang arrogan bahkan menjadi ibu sosialita dulu ia tidak suka berkumpul - kumpul namun kesepiannya di rumah lah ia mulai pergi sana - sini bersama teman teman sosialita.


Kevin yang sibuk dengan urusan perkantoran yang hanya sedikit meluangkan waktu di rumah itupun jarang kecuali haro weekend begitu juga dengan keysa yang sibuk dengan sekolahnya di luar negeri.


dan saat itu juga rania mendapat kabar bahwa anaknya digarap oleh warga atas tuduhan perzinaan, rania kaget akan berita tersebut apalagi saat mendengar warga warga dan melihat wanita tersebut ( Naya) rania langsung tak suka apalagi ia dari kalangan bawah atau kampungan.


Dengan terpaksa kevin harus menikah dengan Naya walaupun setelah menikah kevin tak pernah lagi menemui naya itu yang membuat rania bahagia ternyata memang benar wanita licik otu yang sudah menjebak Kevin, bukan kevin yang mau menikahi kampungan udik itulah yang di pikirkan oleh rania saat itu.


Rania kaget akan berita bahwa naya hamil cucu nya namun rasa ketidaksukaan Rania lebih tinggi akan kasih sayang seorang nenek mengalahkan ego, rania tetap tidak suka sampai kenzho di lahirkan.


Rania sangat kaget saat pagi - pagi naya sudah melahirkan padahal semalam ia bertemu naya yang masih sehat - sehat aja. Rania masih mempunyai hati nurani kepada seseorang kalau saat itu ia melihat naya melahirkan ia akan membantu naya membawa ke rumah sakit agar tidak terjadi hal yang di inginkan. ia trauma apalagi kejadian calisa meninggal setelah melahirkan.


Melihat wajah kenzho membuat rania terbayang - bayang akan masa kecil kevin namun ego yang membuat rania menutup mata akan hal tersebut.


Sampai detik ini Naya meninggalkan rumahnya membuat rania sedikit kehilangan anak kecil yang selalu ia lihat dari kejauhan kini sudah tak ada lagi.


Rania kembali sadar dari lamunannya saat mencium aroma tak sedap " bau apa ini" gumam Rania melihat wajannya sudah gosong.

__ADS_1


"astagfirullah gosong" kaget rania melihat telur yang ia masak gosong hangus seketika karna melamun memikirkan semua ini.


"duhh gimana nih" ucap rania dengan bingung lalu mematikan kompor dan terpaksa ia harus mrngulang untuk menggoreng telur lagi.


setelah adegan gosong akhirnya rania bisa makan walaupun hanya lauk telur.


dulu rania hanyalah seorang anak yang berada di kalangan bawah sebelum menikah dengan papanya kevin, jadi baginya hal ini sudah biasa bahkan setelah menikah dirinya yang ambil ahli dapur namun karna ada problem tertentu akhirnya semua urusan dapur ia serahkan ke pembantu.


Setelah makan rania langsung kembali ke kamar namun sebelum itu rania penasaran ke sesuatu tempat dan langsung menuju ruang tersebut.


betapa kagetnya rania saat melihat ruang yang sudah jauh dikatakan sempurna " astagfirullah kenapa seperti ini" histeris rania menutup mulutnya.


"apa yang terjadi sebenarnya apa jangan - jangan dia sudah membawa kabur uang anakku" Pikir rania saat ini bagaimana tidak, sekarang ia berada di kamar kevin saat masuk kamar nya sudah berantakan dan acak - acakan dengan rasa penasaran rania masuk lalu melihat sekitar.


"kamu kenapa nak" ucap rania menaruh bantal ke kasur saat tak sengaja rania melihat sebuah ruang yang tertutup.


"ruang apa itu, kenapa aku baru tahu kalau di kamar ini ada ruang rahasia" gumam rania lalu membuka Ruang tersebut.


"Tv" kening rania mengkerut mengatakan seolah olah apa fungsi Tv di ruang ini.


"CCTV, ya kevin pernah bilang dia mau pasang cctv kenapa dia tidak bilang kalau sudah di pasang" pikir rania


Dengan rasa penasaran akhirnya rania mendekat lalu menyalakan CCtv tersebut dan betapa kagetnya saat ia mencoba untuk melihat pergerakan naya saat ia di rumah sakit.


Mulai dari Naya yang mengasuh anaknya dan keyro di taman belakang lalu datang lah kevin dan sebagaimana kejadian di part sebelumnya hingga Keyro terjatuh mengalami luka serius di bagian kepala yang disebabkan perebutan mainan antara keyro dan kenzho.


"dasar anak sialan sudah berani beraninya ia mencelakai cu u saya" gumam rania marah saat mengetahui apa yang terjadi dengan keyro.


"aku tidak akan tinggal diam" marah rania mengepal kedua tangannya seperti akan membalas dendam.


hingga akhirnya Rania melihat kejadian dimana kevin pulang malam dalam keadaan tidak sadar yang diantar oleh edo kemudian naya ikut masuk ke kamar dan terjadilah hubungan intim yang ketiga kalinya. dimana yang pertama di kontrakan kedua saat kenzho dikandungan yang ke tiga saat ia tak bisa menahan hasrat.


"astagfirullah kevin" ucap Rania kaget melihat kevin memaksa Naya melakukan hubungan dan betapa kaget lagi saat kevin memperlakukan naya seperti binatang.


"kenapa kevin bisa seperti itu nak hiks..hiks" lirih rania yang sudah tak menghiraukan amarahnya tadi.


rania langsung teringat kepada putri bungsunya bagaimana jika putrinya mengalami apa yang di perbuat oleh kakanya.


"kenapa seperti ini nak, mama tak pernah mengajari kamu brengsek seperti ini hikss...hiksss" lirih rania yang tak habis pikir dengan anaknya.


"mama ga sanggup liat nya nak " sambung rania lalu mempercepat durasi dan betapa kagetnya ia melihat bahwa disetiap ruang dirumah ini ada cctv.


Rania melihat bagaimana Naya pergi dari kamar kevin lalu menemui anaknya dan langsung meninggalkan rumah ini dengan tangisan bahkan penyesalan yang mendalam.


"ada apa ini nak" gumam rania yang bingung akan keadaan.


Rania tak mengerti semua ini mulai dari kecelakaan keyro, pulang malam melakukan hubungan intim bahkan kepergian naya dan anaknya dan terakhir kevin seperti tak waras yang melamun bahkan merancau sendiri.


"apa yang terjadi saat mama di rumah sakit vin, kenapa kamu bisa sefrustasi itu nak, apa yang menyebabkan mu" lirih Rania yang masih menatap layar monitor.


"mungkin mama benci sama naya nak tapi mama sebagai wanita sakit hati atas perlakuanmu seperti itu " ujar rania lalu meninggalkan ruangan tersebut kembali ke kamarnya.


didalam kamar rania hanya bisa menangis menatapi kehidupan anaknya yang sekarang.


"hiks...hiks..hiks maafin mama pa yang ga becus jaga kevin hiks" tangis Rania memeluk foto mendiang suaminya.


"mama salah mendidik kevin hiks...hiks mama minta maaf pa" suara yang begitu piluh mendalam, rania sakit hati melihat kebejatan kevin pada perempuan.


Se arrongannya rania ia masih tak suka akan perbuatan kasar laki - laki terhadap perempuan baginya kevin sudah melukai rania tanpa sadar. Bagaimana dengan naya yang mengalami ?


"hiks..hiks..pah hiks" rania menyembunyikan kesedihannya tanpa mereka tahu bahwa rania mempunyai sisi baik.


Lama menangis akhirnya Rania tertidur sendiri dengan memeluk foto keluarga di dalamnya, Rania terkadang rindu kepada anaknya namun kesibukan anaknya membuat rania merasa sendiri walaupun bergelimang harta.


Setelah beberapa jam rania tertidur akhirnya rania bangun lalu menyiapkan makanan untuk ia bawa ke rumah sakit.


"sepi sekali rumah" gumam Rania lalu pergi ke rumah sakit meninggalkan rumah dengan satpam.


"pak saya titip rumah ya" ujar rania keluar dari perkarangan Rumah.


sesampainya di loby rumah sakit akhirnya rania masuk dan banyak orang disana menunduk saat rania masuk, itu menandakan mereka hormat akan kedatangan pemilik rumah sakit tersebut.


dengan langka cepat Rania langsung masuk ke ruang inap keyro dan melihat disana kevin tertidur dengan mata membengkak jujur rania marah kepada kevin namun melihat kondisi anaknya yang sedang tidak baik rania urungkan.


Rania mendekat ke arah kevin lalu mengelus kepala anaknya dengan kasih sayang " kamu kenapa seperti ini vin " lirih Rania di dalam batin.


"mama sayang nak sama kamu tapi mama udah kecewa, mama butuh penjelasanmu nak" gumam rania tanpa sadar Rania meneteskan air mata hingga terjatuh mengenai pipi kevin.


kevin yang merasakan sesuatu yang basah mengenai pipinya langsung terbangun dan melihat mamanya sedang menangis " mah mama kenapa" ujar kevin khawatir melihat mamanya menangis di hadapannya.


Dengan cepat rania langsung mengusap air matanya dengan seksama, rania hanya tersenyum lirih melihat kevin tanpa menjawab sama sekali pertanyaan kevin.

__ADS_1


"mah kalau ada masalah cerita" ujar kevin yang tak sadar akan penampilannya yang acak - acakan seperti sekarang.


"kamu kenapa" ujar rania dengan dingin kepada kevin.


kevin yang merasakan aura berbeda dengan mamanya langsung mengkerutkan kening seakan bingung akan perubahan mamanya.


"mah" panggil kevin namun dihiraukan rania.


"kamu kenapa" ulangi rania dengan nada yang sama.


kevin hanya bisa menghela nafas ia tidak tahu harus berbuat apa jika situasinya seperti ini.


"ga papa ma kevin baik baik aja" bohong kevin.


"bohong kenapa penampilanmu" sarkas rania sambil memandang intes terhadap kevin


deg


Kevin yang tak tahu akan penampilannya langsung berdiri menghadap kaca yang ada disampingnya, betapa kagetnya melihat Dirinya sendiri seperti gembel dimana rambut berserakan bahkan kantong mata pun sudah terlihat jelas antara bengkak habis menangis atau sering begadang.


"kev..." ucap kevin terbata tidak tahu bagaimana menjelaskan kepada mamanya.


"sudah lah mama sudah tahu" ucap rania dengan datar.


seolah bingung akan ucapan mamanya kevin pun hanya diam ia tidak tahu mamanya sudah mengetahui hal apa.


"apa jangan - jangan mama udah tau tentang naya tapi ga mungkin" ucap kevin di dalam batin.


"apa ma" ucap kevin dengan pelan seolah olah kevin tidak mengerti akan ucapan Mamanya.


"mama ga pernah nak ngajarin kamu seperti itu tapi kamu ..." ucap rania yang tak sanggup lagi meneruskan apa yang akan ia ucapkan.


"deg"


"mah" ucap Kevin memegang tangan mamanya namun langsung ditepis oleh rania.


"sudahlah" ujar Rania.


"ma hiks...hiks... maafin kevin ma" ujar kevin berlutut di hadapan Rania.


"kevin menyesal ma hikss ..hiks... kevin ga pantes jadi ayah" sambungnya terbata - bata.


"Kenapa kamu melakukan ini semua nak hiks... hiks mama ga pernah ngajarin kamu sebejat itu " ucap rania teringat bagaimana kevin melakukannya dengan bruntal tanpa ampun.


"ada saat nya mama akan tau apa yang terjadi ma bukan saat ini, kevin janji akan memberitahu semua tanpa terkecuali" ucap kevin menatap mamanya dengan seksama.


"mama butuh kejelasan mu nak, mama ga sanggup liat kamu seperti ini mama ga becus jadi orang tua, pasti papa mu kecewa sama mama yang ga ..." ucap rania terpotong oleh Kevin yang langsung memeluk mamanya dengan erat.


"ga ma, mama ga salah ini semua salah kevin maafin kevin ma hiks" ucap Kevin yang menangis di pelukan mamanya.


Rania hanya diam tanpa menjawab sama sekali yang ada di pikirannya sekarang bagaimana bisa kevin melakukan semua itu tanpa manusiawi apa faktornya.


"ceritakan" ujar rania tanpa menatap anaknya.


"nanti ma setelah keyro sembuh kevin janji akan memberitahu mama" jawab kevin namun tetap rania dengan pendiriannya.


"sekarang atau kamu ga mama anggap lagi sebagai anak mama" jawab Rania datar.


Rania harus tegas kepada Kevin sekarang ia tak mau anaknya terpuruk sendiri tanpa berbagi cerita kepadanya.


bayangan dimana kevin seperti orang stres selalu menghantui pikiran Rania ia tak mau anaknya kembali seperti itu.


"ma hiks.. hiks kevin menyesal ma kevin menyesal udah menelantari anak kevin" ucap kevin.


Rania hanya diam tanpa memotong ucapan kevin, ia memberi waktu kevin menjelaskan semua yang terjadi.


Rania tidak tau akan masalah Dengan naya yang ia tahu kenapa dia bisa berbuat seperti itu.


Rania sedih melihat keterpurukan anaknya saat ini, ia sebagai orang tua tunggal merasakan apa yang di rasakan oleh Kevin


ia tak mau kevin kembali seperti dulu dingin tak tersentuh ia tak mau anaknya kembali ke masalalu yang kelam.


...........


...Thank you buat kalian semua ...


...yang udah baca walaupun novel author sering acak acakan ...


...tapi author makasih banyak ya masih setia bacanyaπŸ–€β€οΈ...


...makasih udah support dan pengertian sama author....

__ADS_1


...next part insyaallah akan panjang ya πŸ™...


__ADS_2