JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 33


__ADS_3

...🖤ASSALAMUALAIKUM SEMUANYA 🖤...


...INI CERITA BARU AUTHOR HEHE...


...JANGAN BOSEN DENGAN CERITA AUTHOR YAWW...


...MOHON MAAF BILA ADA PENYAMPAIAN YANG KURANG BERKENAN ATAU MENYINGGUNG PERASAAN KALIAN SEMUA...


...AUTHOR GA BERMAKSUD KARNA INI HANYA CERITA FIKTI BELAKANG YA HEHE...


...AMBIL HIKMAH DAN POSITIF DARI CERITA YANG AUTHOR SAJIKAN YA........


...JANGAN LUPA VOTE YA GENGS ATAU KOMENTAR DAN LIKE YA, TERIMA KASIH BANYAK SEBELUMNYA🙏...


...YANG MAU PROMOSI CERITA GA PAPA AUTHOR GA NGELARANG KALI AJA YANG BACA DI TEMPAT AUTHOR JUGA BACA DI TEMPAT KALIAN HEHE...


...🌹🌻HAPPY READING 🌻🌹...


Seminggu kemudian


Azan subuh sudah berkumandang itu menandakan pagi akan menjelang datang, Dengan susahnya Naya berdiri lalu mengambil wudhu untuk sholat subuh hingga selesai Naya berdoa di setiap doanya.


"yaallah, berilah petunjuk kepada hambamu ini lancarkan lah proses lahiran hamba ini hanya kepadamu hamba meminta rezeki untuk melanjutkan kehidupan ini Aamiin.." Doa Naya.


setelah selesai Naya mulai ke halaman utama karna memang posisi kamar naya di halaman belakang bekas gudang.


Naya berinisiatif membuat sop bubur ayam untuk sarapan pagi ini, hingga selesai naya menyisihkan sedikit sop bubur tersebut lalu ia masukan ke dalam mangkuk kecil.


setelah semuanya selesai Naya langsung membangunkan penghuni rumah ini, pertama Naya membangunkan Rania, dengan jalan yang lambat naya mulai mendekat ke arah kamar Rania.


Tok...Tok...Tok...


"nyonya" panggil Naya


"nyonya"


"nyonya, sarapan sudah ada" ucap naya lagi namun tidak ada jawaban.


"tumben nyonya ga jawab, ga papa lah masuk takut terjadi apa - apa sama nyonya" ucap Naya yang khawatir, lalu membuka pintu dengan pelan - pelan.


Saat pintu sudah terbuka naya melihat rania sedang tidur, namun selimutnya menutupi tubuh Rania. Saat sudah berada di dekat rania Naya langsung mengecek suhu tubuh rania dan ternyata...

__ADS_1


"nyonya sakit" gumam Naya, lalu pergi ke dapur dan mengambil kompresan dan bubur ayam untuk Rania.


"Nyonya" panggil Naya memegang tangan Rania.


"eghhh"


"nyonya saya kompres ya biar hangat di tubuhnya menurun " ucap naya, Rania hanya mengangguk pasrah. dengan telaten Naya mengurusi Rania yang sakit.


"nyonya makan ya" ucap Naya.


"pahit" jawab Rania lemah.


"ngga nyonya, ini sudah saya kasih kecap biar ada rasa" ucap naya lalu menyuapkan makanan ke mulut Rania.


"cukup" ujar rania saat sudah menerima 3 sendok bubur.


"yaudah Nyonya istirahat ya, saya mau panggil Tuan dan nyonya calisa untuk sarapan pagi" ucap naya lalu meninggalkan rania yang kembali beristirahat.


sesampai di kamar kevin, Naya langsung mengetuk pintu kamarnya.


Tok...Tok...Tok...


"tuan" panggil Naya.


"tuan sarapan sudah ada" ucap naya.


"mmm" saat mau menutup pintu naya kembali berkata...


"Tuan nyonya sakit" ucap naya dan langsung kevin berbalik badan..


"sekarang gimana keadaan mama?" tanya Kevin khawatir mendengar kondisi mamanya.


"Alhamdullilah tuan tadi nyonya sudah minum obat dan sekarang sudah istirahat" jawab Naya.


setelah mendapatkan jawaban naya, kevin kembali ke kamar dan menutup pintu, melihat itu semua naya menghela nafas lalu turun kebawa untuk melanjutkan pekerjaannya...


Dengan pelan - pelan naya turun dari tangga hingga di pertengahan naya mulai kecapekan lalu menghela nafas sebentar dan kembali turun kebawah, terkadang naya berpikir bagaimana dengan calisa yang sama sama hamil sepertinya harus menuruni tangga seperti ini.


setelah naya sampai di dapur ia segera memakan bubur yang ia sisihkan tadi, saat sarapannya habis naya melihat kevin yang turun dari tangga sendirian tanpa calisa.


"kemana calisa?" heran Naya namun ia tidak berani menanyakannya kepada Kevin.

__ADS_1


ternyata kevin hanya mengambil sarapan untuk calisa, terakhir naya melihat calisa itu kemarin di ruang tengah dan itu calisa sudah mulai susah berjalan...


lama termenung akhirnya naya mengambil pakaian kotor lalu mencucinya seperti biasa.


dengan perut yang semakin besar apalagi ini menjelang kelahiran membuat naya susah bergerak, kadang naya tidak bisa tidur semalaman karna perutnya yang suka keram.


Naya mulai mencuci pakaian lalu membilas dan menjemur setelah itu naya mulai membersihkan rumah dan mengepel lantai dengan keadaan jongkok, katanya kalau naya sering jongkok akan membuat proses melahirkan itu dengan cepat.


setelah semuanya selesai Naya ingin pergi ke pasar untuk membeli perlengkapan seperti minyak telon untuk bayinya. dan memang hari ini naya tidak kerja mengingat Mertuanya sedang sakit dan tidak ada yang jagain mertuanya.


Sedangkan kevin ke kantor karna ada meeting penting sesama perusahaan dan kevin diwajibkan hadir disana. untuk calisa dia istirahat di rumah sekarang ia sudah merasakan sakit sakit di bagian perutnya namun belum juga mengeluarkan tanda tanda.


Kadang Naya ingin membeli buku atau majalah seputar kehamilan namun naya harus heman untuk persalinannya.


Saat ini naya hanya mempunyai uang 150.000 itupun tidak cukup untuk persalinan, naya ingin meminjam uang mertuanya namun naya takut hanya cacian yang ia dapatkan dan anaknya begitu juga kevin. apakah kevin sudi meminjamkan uang kepada Naya, Naya takut jika Naya tidak bisa melahirkan secara normal ia tidak ada uang jaga - jaga.


Naya tidak tahu kapan ia akan melahirkan, Naya ingin sekali rasanya untuk cek kandungan ke dokter namun itu hanya sebuah harapan yang tak mungkin terjadi, walaupun suaminya kaya namun kevin tidak pernah peduli kepada Naya bahkan dengan kandungan Naya. sedari awal hanya naya lah yang berjuang banting tulang membiayai semua kebutuhan dia dan kandungannya.


Naya selalu menangis dimalam hari, ia prihatin dengan kehidupannya sendiri bagaimana tidak, naya hanya menyambut kelahiran anaknya dengan sebuah pakaian yang mungkin bisa dikatakan cukup sehari atau dua hari saja digunakan.


jangan kan membeli pakaian untuk anaknya membeli baju pun naya tidak pernah selama hamil, naya dikasih baju yang besar oleh bu sari, pakaian itu sudah tidak di pakai lagi oleh bu sari, karna itu ia memberikannya kepada Naya.


Naya tidak memikirkan untuk beli baju namun yang naya pikirkan sekarang bagaimana jika anaknya sudah lahir, Apakah naya sanggup membiayai anaknya, Naya takut anaknya akan sering kelaparan sama seperti naya.


"nay kamu harus semangat pokoknya nanti kamu harus kerja lebih giat lagi untuk mencukupi kebutuhan kamu sama adek" gumam Naya yang harus lebih mencari uang untuk masa depan anaknya.


............


...kira kira apa yang akan terjadi kepada Naya selanjut ini ya ?...


...tungguin ya cerita selanjutnya kita lihat endingnya sad or happy ending ?...


...insyaallah author bakalan rajin up nya hehe🌹🌹...


...makasih banyak ya yang udah komen, like, terus vote buat cerita author yang pertama ini, kalian bikin author semangat lagi 😂😂😂🌹🍁...


...oh iya jangan lupa ya kasih komentar buat cerita author biar author tau kayak mana cerita author ini,...


...kalau ada kesalahan author minta maaf ya...


...tulis aja di komentar nanti author perbaiki 🤗🤗🤗...

__ADS_1


...thank you buat yang udah baca...


...next bakalan up...


__ADS_2