JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 51


__ADS_3

next part ya maafin author jarang up 🙏


📌📌 happy reading 📌📌


lain hal di sebuah rumah sakit , seorang yang sedang gelisah menunggu kabar dari dokter yang tak kunjung datang mengingat kondisi cucunya yang kritis. Rania sudah menghubungi kevin beberapa kali namun tak ada jawaban sama sekali, sudah beberapa jam ia menghubungi kevin namun tak ada respon sama sekali.


"kemana ni anak, anaknya sedang kritis kayak gini" ucap Rania bolak balik depan pintu icu.


"ya allah kevin kamu dimana, angkat dong nak lihat kondisi kenzho sekarang dia butuh support kamu" sambung rania.


"ya allah selamatkan lah cucu hamba, hamba mohon ya allah" doa rania.


Tak lama kemudian dokter keluar namun tampak dari muka dokter memancarkan aura kekhawatiran.


"dok bagaimana cucu saya" ucap rania yang langsung bertanya.


"alhamdullilah nyonya, tuan kecil selamat tapi..." ucap dokter


"tapi apa dok" potong rania yang menampakan kekhawatiran.


"tapi saat ini tuan kecil sedang koma karna benturan yang ada di kepalanya mengenai otak kecil " jelas dokter


"ga mungkin dok, cucu sama ga mungkin koma" histeris Rania sambil meneteskan air mata.


"nyonya yang sabar, berdoalah kepada tuhan agar tuan kecil cepat sadar dari komanya" ucap dokter kasihan melihat rania histeris seperti tadi.


"terima kasih dok" jawab Rania.


"oh yasudah kalau begitu kami pamit nyonya" pamit dokter meninggalkan rania sendiri di depan ruangan keyro.


setelah memakaso baju steril Rania mendekat ke aeah brankas Keyro disana terlihat bayi mungil yang tertidur pulas dibalut dengan perban di atas kepala.


"cepat sadar ya cucu oma, oma sayang banget sama kamu nak" ucap Rania mencium kening keyro.


"kemana kamu vin kenapa ga ada kabar, anak mu sedang berjuang hiks..hiks" lirih rania yang tak habis pikir kemana diri kevin seharian ini tanpa kabar sama sekali.


"cepat sembuh sayang" ujar Rania lalh ikut terlelap, rania istirahat karna sudah seharian ia menjaga keyro di rumah sakit.


Malam semakin malam namun hanya terdengar suara alat detak jantung yang di gunakan untuk keyro. ruangan yang begitu sunyi.


**🖤🖤🖤**


adzan subuh berkumandang Naya yang terlelap dari tidurnya pun langsung bangun saat terdengar suara adzan berkumandang.


"udah subuh" gumam naya lalu bangkit dari tidurnya.


kali ini naya merasakan tidur dikasur setelah sekian lama tidur tidak menggunakan kasur, walaupun rumah naya kini nampak seperti akan rubuh namun bagi naya rumah ini masih layak untuk di tempati.


rumah yang sudah 2 tahun tidak ditunggu, rumah yang sudah usang namun naya tak pernah mengeluh atau pun merasa aneh saat dirinya kembali tinggal di rumah ini.


Baginha hanya rumah ini satu - satunya peninggalan orang tuanya.


Setelah bangun dari tidur naya langsung mengambil air wudhu yang ada di subur belakang. bagaimana pun kodisinya naya selalu menyempatkan diri untuk sholat sebagai tanda kewajiban dirinya muslim.


"Allahuakbar" ucap naya melakukan sholat setelah selesai naya pun berdoa


" ya allah hanya kepadamu lah hamba berserah diri, berilah petunjuk mu ya allah bagaimana kehidupan kami selanjutnya, hamba akan membuka lembaran baru mudah kan lah jalan hamba ya allah" doa naya di dalam sujudnya.


setelah melakukan sholat naya tak kembali tidur dirinya langsung membersihkan rumah, masih banyak barang yang masih berdebu.


Rumah naya tak terlalu besar tak ada ruang makan yang ada ruang tamu langsung ke dapur, kamar di rumah naya ada 2 kamar orang tuanya dan dirinya.


saat melihat ke arah dapur tak ada satupun yang bisa naya masak mengingat kayu bakar sudah tak ada lagi bahkan bahan untuk makanan pun tak ada.


"aku harus ke warung " ucap naya.


Setelah beberapa jam sampai Kenzho bangun dari tidurnya baru lah naya pergi ke warung sayuran untuk membeli bahan makanan.


"Assalamualaikum anak bunda, udah bangun" sapa Naya melihat anaknya baru bangun tidur sambil mengusap matanya.


"waalaikumcalam nda" jawab kenzho dengan suara khas anak kecil baru bangun.


"sekarang kenzho cuci muka dulu ya, ada yang mau bunda bicarakan sama kenzho" ujar Naya lalu kenzho mencuci muka di dapur yang telah disediakan air agar kenzho tidak susah lagi.


Kenzho heran melihat sisi rumah yang ia tempati sekarang dimana rumah yang setiap sudut terlihat cahaya dari luar.


namun ia tak berani bertanya kepada bundanya mengenai hal tersebut.

__ADS_1


"udah" tanya naya lalu menyuruh Kenzho duduk di sampingnya.


"sini nak bunda mau bicara sama ken" sambung naya.


"iya nda" jawab kenzho.


"kenzho ga keberatan kan tinggal di rumah bunda yang sekarang?" tanya naya dengan pelan - pelan.


kenzho hanya menggeleng


"bunda minta maaf nak, bunda belum bisa kasih yang terbaik buat ken" lirih naya berkaca - kaca.


"ken mau maafin bunda" sambungnya.


"unda ken ga papa tinggal dicini ken au kok" jawab kenzho lalu memeluk bundanya.


"unda jan angis ken cedih" sambung kenzho.


"makasih banyak nak, bunda sayang sama ken" Ujar Naya terharu akan anaknya.


"nda ken au nanya" ujar kenzho.


"apa nak" jawab naya sambil memainkan rambut kenzho.


"nanti ayah puyang kan nda" tanya kenzho.


deg


"maafin bunda nak yang belum bisa memberikan kasih sayang yang utuh buat ken, bunda terpaksa harus pergi nak bunda ga mau jadi benalu di kehidupan ayah, biarkan ayah bahagia tanpa kita, bunda akan berjuang mati - matian untuk kenzho, bunda akan berikan kasih sayang sepenuh nya buat kenzho yang penting ken harus sabar nak" ucap naya di dalam batin.


"kamu rindu ya nak sama ayah?" tanya Naya yang sakit mengucapkan kata - kata tersebut.


"iya nda hiks .. hiks, ken au peyuk ayah hiks... hiks ken janji ga akan nakal ken ga akan bolos ken nda mau aenan ken nda papa nda punya aenan, ken angen ayah nda hiks..hiks" ucap kenzho yang mengeluarkan semua rasa rindunya kepada ayahnya selama ini.


"sini sayang" ujar naya memeluk anaknya yang tersendu - sendu menangis.


"nanti ayah pulang kesini kok, ken yang sabar ya berdoa sama allah biar dikabulin ya nak, ken harus jadi anak yang kuat ya"


ujar naya


"ga mungkin ayah pulang kesini nak, ayah mu udah bahagia kita ga boleh egois nak, kalau kita terus sama ayah kita hanya menjadi benalu untuknya." sambung naya di dalam batin.


"benelan nda hiks hiks holeh " ujar yang gembira namun masih tersendu - sendu.


"kita belanja ya bunda masih ada sedikit uang " ujar naya lalu mengajak Kenzho pergi ke warung.


Naya mengunci pintu rumah nya dan langsung mengajak Kenzho pergi ke pasar, disepanjang jalan kenzho bertanya - tanya tentang pemandangan di sekitar kampungnya.


"nda itu apa" tanya kenzho menunjuk sawah.


"itu sawah nak," ujar naya.


"wah kelen cawah" gumam kenzho.


Saat sedang berjalan ada segerombolan ibu - ibu yang sedang memilih sayur di warung.


"Assalamualaikum ibu - ibu" sapa naya tersenyum.


"waalaikumsalam ehh neng naya udah pulang dari kota" jawab ibu ningsih.


"iya bu naya udah pulang kemarin malam sampainya"


"mau kemana neng"


"mau beli sayur buk"


"ehh itu anak siapa naya" tanya ibu - ibu yang sedari tadi melihat anak kecil yang sedang bergandengan tangan dengan naya.


"nda" panggil kenzho yang sedikit takut melihat orang asing.


"sini nak, ini anak saya buk namanya kenzho" jawab naya tersenyum memperkenalkan anaknya.


"hah"


"masah sih anak kamu nay"


"umurnya berapa tahun"

__ADS_1


"kurang lebih 2 tahun buk" jawab naya dengan tenang.


"lah kamu kan baru 2 tahun di kota kok udah punya anak saja" tanya ibu wati yang suka nyinyir.


"suami kamu mana"


"hay anak ganteng, ayah kamu mana" ujar ibu - ibu menanyi kenzho.


kenzho hanya menggeleng yang artinya tidak tahu, naya yang melihat itu semua hanya bisa tersenyum.


"wah naya kamu kayak nya aja polos ternyata"


"saya kira kamu emang kerja disana ternyata kerja ga bener sampai bisa punya anak, ga malu apa pulang kesini" nyinyir bu wati.


"ehh buk jangan gitu mungkin suami naya ga ikut iya kan nay" bela buk ningsih namun naya tak membalas ucapannya.


"sudah lah bu, toh emang bener naya disana jadi perempuan ga bener, jangan - jangan hamil di luar nikah, anak haram dong"


"ehh bu wati jangan suka ngomongin orang ga baik" bela bu ida.


"cih sok polos"


mendengar semua perkataan tersebut naya langsung memilih sayur dengan cepat dan langsung pulang ke rumah ia tidak mau anaknya dibilang tidak - tidak.


"berapa semuanya buk" tanya naya yang sudah memilih apa yang akan ia beli.


"40 ribu neng " jawab ibu pedangan tersebut.


"ini buk terima kasih" ujar naya memberikan uang kepada pedagang lalu ia pamit pulang.


"ibu - ibu saya pamit duluan" pamit naya meninggalkan ibu - ibu yang di warung sayur.


"kok buru - buru amat sih naya atau emang bener apa yang dikatakan bahwa dia perempuan ga bener"


"iya ya buk, keliatannya aja alim taunya liar"


"amit - amit jangan sampai laki kita di goda oleh naya"


"iya bu saya juga khawatir sama suami saya*


"udah dong buk ga baik bicarain anak orang"


Naya yang mendengar itu semua langsung pergi tanpa menoleh ke arah ibu - ibu yang masih membicarakannya.


"ya allah sabarkan lah hamba dalam menghadapi ujianmu" batin naya.


sepanjang jalan naya melamun seperti tidak fokus untung saja dirinya tidak celaka di tabrak motor.


"nda napa angis" tanya kenzho.


"ga papa sayang bunda ga nangis kok cuman terharu tempatnya seger banget" alibi naya tersenyum.


"unda jan cedih ya, ken dicini cama unda" cadel kenzho.


Naya bersyukur mempunyai anak seperti kenzho yang mengerti akan kondisi orang tua nya, Naya tidak bermaksud egois namun naya tak sanggup lagi harus bertahan di dalam rumah kevin.


Sepanjang jalan naya menatap pemandangan sawah bahkan ada ibu ibu kampung yang menyapanya dengan ramah bahkan tak segan - segan mencubit sayang kenzho karna melihat anaknya yang lucu.


Setelah menempu jarak yang cukup melelahkan naya segera memasak apa yang sudah ia beli di warung tadi sebelum ia memasak naya mencari kayu di kebun belakang rumahnya terlebih dahulu untuk memasak Nasi.


Naya masih bersyukur tetangganya masih mau merawat kebun nya lihatlah saat ia pulang dan butuh seperti ini kebun sayurnya bisa membantu walaupun hanya sedikit.


Naya segera memasak nasi untuk sarapan pagi ini, ia kasihan melihat kenzho yang sudah kelaparan sedari tadi namun kenzho tak berani berkata kepada bundanya.


Kenzho tipe anak yang kuat yang tak mau membuat bundanya susah itulah kenapa Naya bangga mempunyai anak seperti kenzho.


🖤🖤🖤


..........


...makasih yang sudah nanyain author hehe...


maaf author jarang up soalnya lagi di luar kota maaf ya buat kalian, 🙏😭


...makasih banyak ya yang udah komen, like, terus vote buat cerita author yang pertama ini, kalian bikin author semangat lagi 😂😂😂🌹🍁...


...thank you buat yang udah baca...

__ADS_1


...next bakalan up...


__ADS_2