
next part..
Sesampainya di rumah sakit Rania langsung mengikuti dokter karna kevin harus mendapatkan penanganan medis.
"nyonya tunggu disini kami harus menangani tuan kevin terlebih dahulu" ujar dokter. rania mengangguk dan dokter langsung masuk ke dalam ruangan UGD.
"yaallah selamatkan lah anak hamba" guman rania mondar mandir di depan pintu UGD.
Rania kaget pagi tadi saat mendengar suara dari dapur dengan rasa penasaran rania langsung menuju dapur dan melihat kevin yang muntah - mantah.
Rania mengkhawatirkan kondisi anaknya saat ini bagaimana jika mentalnya bahakn kini kondisi kevin semakin drop.
Rania bersyukur keysa pulang setidaknya ada yang menjaga keyro disaat dirinya mengurusi anaknya. Lama menunggu akhirnya dokter keluar dengan menghela nafas terlebih dahulu.
"dok bagaimana kondisi anak saya" tanya Rania saat dokter keluar.
"alhamdullilah bu tuan kevin tidak kenapa - napa mungkin tuan kevin hanya kelelahan dan juga sepertinya pak kevin tidak mengkonsumsi apapun itulah sebab pak kevin bisa pingsan" jelas dokter.
"alhamdullilah syukur dok kalau seperti itu" ucap rania.
"lalu kenapa anak saya bisa muntah - muntah seperti itu dok" sambung rania.
"saya tidak tahu nyonya karna saat saya cek tidak ada kendala dalam kondisi tubuh pak kevin mungkin saja pak kevin masuk angin" ucap dokter, rania sedikit bingung namun akhirnya ia percaya.
"yasudah kalau seperti itu saya permisi nyonya" pamit dokter meninggalkan rania sendiri di depan ruang rawat kevin.
"sasa" gumam rania lalu menelpon Keysa untuk memberitahu kondisi Kevin saat ini.
Tut...tut...tut...
"hallo, assalamualaikum ma" salam keysa di sebrang sana setelah mengangkat panggilan mamanya.
"waalaikumsalam nak, mama mau mengabarin kalau kakak mu hanya masuk angin saja alhamdullilah sekarang udah ditanganin dokter" jelas rania.
"alhamdullilah ma kalau kondisi kakak ga parah" jawab keysa.
"oh iya ma, sebentar lagi sasa sama keyro kesana nyusul mama" sambungnya.
"iya nak, kamu hati - hati ya jagain keyro" ucap Rania, keysa hanya mengangguk di sebrang sana.
kemudian panggilan pun berakhir rania segera masuk ke dalam ruangan anaknya dan rania melihat bagaimana kondisi anaknya dengan muka pucat lemah tak berdaya.
"jangan bikin mama khawatir seperti tadi nak" lirih rania mendekat ke arah brankar kevin.
"mama belum sanggup kehilangan kamu" sambungnya. hingga tak lama kemudian rania mendengar suara gumaman kevin.
__ADS_1
"kenzho anakku"
"kenzho" lalu setelah itu kevin tak mengucapkannya kembali.
"kamu kenapa bisa seperti ini nak, kenapa kamu ga cerita sama mama, kamu selalu memikirkan kenzho sedangkan anak kamu yang lainnya kamu hiraukan, mama kasian liat keyro vin yang nanyain kamu terus" lirih rania meneteskan air mata.
"mama tau nak kamu menyesal tapi jangan sampai kamu menyedal kedua kalinya, kamu jangan mikirin kenzho aja tapi pikirkan keyro juga, dia hanya memiliki kamu seorang vin, dia ga ada lagi mama sedangkan kenzho ia masih lengkap nak, dia masih mempunyai seorang ibu" jelas rania.
bukan maksud rania membandingkan kenzho dan keyro namun alangakah baiknya jika kevin memprioritaskan keyro saat ini.
namun kevin tak pernah mendengarkannya bahkan sekarang tak terurus jangan kan mengurus keyro dirinya pun saja saat ini kevin tak mampu.
"cepat sembuh nak," sambungnya dengan lembut kemudian mencium kening anaknya.
tak lama kemudian suster masuk ke dalam ruangan kevin untuk memindahkan kevin ke ruangan inap VIP yang telah disediakan untuk pemilik rumah sakit ini.
ya ini adalah rumah sakit milik kevin jadi wajar jika kevin diperilakukan istimewah bahkan ruang inap kevin seperti hotel bintang lima.
Setelah beberapa jam kevin dipindahkan keysa datang bersama keyro.
Cklek...
rania melihat keysa datang bersama keyro dengan membawa perlengkapan baju kevin dan sedikit makanan.
"papa" lirih keyro langsung berlari memeluk papanya.
"papa kenapa oma, kenapa papa cakit hiks..hiks" tangis kenzho melihat papanya tak berdaya.
"engga sayang papa hanya kecapekan doang, jadi papa istirahat ya" ujar rania menenangkan cucunya.
"nda oma boong, papa cakit nda mungkin papa nda cakit hiks..hiks" ujar kenzho yang tak percaya akan ucapan Rania.
"air..." ucap kevin yang tiba - tiba sadar.
"kevin" teriak rania dengan spontan langsung memberikan air putih kepada kevin.
"pelan - pelan nak" ucap rania saat melihat kevin kehausan.
"papa" panggil keyro mendekat namun tak ada respon sama sekali.
"vin" tegur rania. melihat wajah keyro yang sedih saat ia memanggil kevin namun tak di balas sama sekali.
kevin hanya diam dan kembali berbaring di kasur, keysa yang melihat itu seakan aneh kepada kakanya.
"kenapa kaka seperti itu kepada Keyro" batin keysa.
__ADS_1
"kevin kenapa sampe - sampe ga ngerespon Keyro" batin rania.
seakan mengerti rania langsung menyama ratakan tinggi badannya dengan keyro.
"key sayang maafin papa ya, oma yakin papa kamu lagi capek aja keyro harus sabar nanti keyro bakalan main lagi atau peluk lagi sama papanya key" jelas rania memberikan pengertian kepada keyro.
"iya oma" jawab keyro lemah.
"yaudah sekarang key sama anty sasa aja ya" ujar rania lalu memberi kode ke keysa agar mengajak keyro keluar.
setelah kepergian keysa dan keyro, rania kembali mendekat ke arah kevin dan bertanya langsung dengan ekstra sabar mengingat kondisinya saat ini.
"kevin kamu kenapa nak, kasihan keyro kamu cuekin" ujar rania dengan sabar.
"kasihan kenzho ma, diluar sana kevin ga tau kondisi dia" lirih kevib meneteskan air mata. bayangan - bayangan kenzho kembali muncul dalam ingatannya.
"vin keyro juga anak kamu nak" rania masih sabar melihat tingkah anaknya.
"dia juga berhak mendapatkan perhatian kamu" sambungnya.
"bagaimana dengan kenzho yang dulunya tak ku anggap sama sekali ma" gumam kevin dengan tatapan kosong.
deg
"kamu kenapa nak cerita sama mama sebenarnya ada apa" ujar rania.
"mama ga mau liat kamu terpuruk seperti ini vin, cobalah kamu cerita jangan kamu pendam sendiri, mama selalu ada buat kamu, mama sayang sama kamu, mama hampir jantungan kamu kayak gini, apa kamu mau ninggalin mama juga hah, hiks..hiks" lirih rania kemudian kevin langsung menoleh ke mama nya dan memeluk rania.
"hiks..hiks.. hati kevin sakit ma hiks... hiks kevin ga sanggup ma, kevin ga sanggup hiks" ucap kevin.
"kevin papa yang jahat ma, selama ini kevin salah ma, kevin salah"
"ternyata calisa udah bohongin kita semua ma termasuk keyro" sambungnya dengan lemah...
deg
...***...
next part ya hehe
emang part kali ini sedikit singkat karna author lagi ada tugas kuliah.
sekali lagi author minta maaf
see you next time di part selanjutnya
__ADS_1