JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 72


__ADS_3

happy reading♥️


"nay" panggil kevin saat sudah di belakang naya.


Naya yang merasa ada yang memanggil pun langsung menoleh ke belakang.


Deg....


"tuan" gumam naya kaget saat apa yang ia lihat sekarang ini.


Kevin masih tidak percaya apa yang ia lihat sekarang ini. sekarang dirinya bertemu dengan anak dan istrinya, istri yang ia cari selama ini.


Naya tak menyangka apa yang ia lihat sekarang ini dirinya merasa bahwa ini mimpi namun lamunannya tersadar akan panggilan kenzho.


"bunda" gumamnya.


"ah iya nak" ucap naya lalu melihat anaknya.


Kenzho yang melihat bundanya yang terdiam saat melihat kevin pun langsung memeluk bundanya.


"ken ke pondok dulu ya nak biar bunda bicara sama tuan" ucap naya lalu kenzho mengangguk.


Saat kenzho ingin pergi meninggalkan mereka berdua kevin pun langsung membuka suara.


"kenzho" panggil kevin.


kenzho menoleh ke arah kevin lalu menunduk seakan tidak berani menatap kevin.


"sini nak " ujar nya.


kenzho menggeleng tidak mau.


"tidak tuan kenzho sedang kotor nanti baju tuan ikut kotor" lirih kenzho menunduk.


kevin tersenyum miris akan jawaban anaknya dirinya tak menyangka jika anaknya harus mengalami seperti ini.


dengan perasaan yang tak bisa dibendung kevin langsung memeluk kenzho tanpa mengkhawatirkan bajunya akan kotor terkena lumpur yang menempel di baju kenzho.


"Maaf" ujar kevin.


"kenapa tuan meminta maaf tuan ga salah halusnya kenzho yang minta maaf udah bikin baju tuan kotor" ucap kenzho dengan bahasanya.


lagi lagi jawaban anaknya membuat dirinya sakit perih sakit tapi tidak berdarah itulah yang di rasakan oleh kevin.


kenzho yang ingin sekali merasakan pelukan sosok ayahpun dengan erat ia membalas pelukan kevin hingga tanpa sadar dirinya meneteskan air mata tanpa sepengetahuan bundanya.


"maafin papa nak" batin kenzho selalu berucap seperti itu.


Naya yang melihat itu pun tanpa sadar mengeluarkan air mata dirinya tidak tahu perasaan apa yang bisa ia gambarkan saat ini.


Dengan mengusap perut seakan akan memberitahu bahwa kini anak yang dikandung naya sekarang berada di dekat ayahnya.


"nak itu ayah, kamu seneng ya ada ayah disini" batin naya sembari mengusap perut dan ternyata mendapatkan respon dari calon anaknya.


"auhhh" gumam naya kesakitan karna mendapatkan tendangan dari calon anaknya.

__ADS_1


Mendengar ringisan naya dengan spontan kevin dan kenzho langsung menoleh ke arah Naya.


Kevin baru sadar ternyata naya kini sedang hamil.


"naya kamu..." ucap kevin.


"bunda ga papa" ujar kenzho saat mendengar bundanya kesakitan.


"bunda ga papa nak" jawab naya.


"nay kamu..." ucap kevin lagi.


"Iya tuan" jawab naya menunduk..


"nay saya mohon kepadamu jawab jujur apa itu anak ku" ucap kevin dengan serius sembari memegang pundak naya.


Naya ragu mengatakannya namun dirinya tidak boleh egois kepada anaknya kelak.


Naya mengangguk.


melihat respon naya dengan spontan kevin memeluk naya.


"hiks,,,hiks,, maafin aku nay hiks,, " tangis kevin pecah dirinya tak menyangka ternyata apa yang ia rasakan selama ini ternyata benar.


",hiks,, maafin aku nay" lanjutnya lagi memeluk naya yang terhalangi perut buncit naya.


Naya pun ikut menangis perasaan campur aduk itu membuat dirinya tidak tahu apa yang akan terjadi kedepan.


lalu kevin jongkok dihadapan naya dirinya meminta maaf atas perlakuannya selama ini dan telah menelantarkan naya dan anaknya.


naya yang tidak mau kevin seperti itu pun langsung mengajak kevin berdiri walau kesusahan.


kevin tidak berani menatap naya dirinya malu akan perbuatannya.


naya tak menjawab namun saat kevin berdiri tiba - tiba kevin tak sadarkan diri.


"astagfirullah tuan" ucap naya lalu meminta bantuan kepada warga untuk membawa kevin ke pondok itu istirahat.


"nda" panggil kenzho saat duduk di pondok.


"iya nak" jawab naya.


"nda kenapa tuan sepelti tadi" ujar Kenzho.


"ga papa nak" jawab naya seadanya.


Setelah siuman naya langsung mengajak kevin untuk pulang kerumahnya karna melihat kondisi kevin yang sangat tidak sehat.


sepanjang jalan kevin selalu memeluk naya banyak warga yang melihat namun kevin tetap cuek menampilkan wajah datarnya.


sesampai di rumah...


"maaf tuan rumah saya seperti ini" ucap naya menunduk.


"tidak apa " jawab kevin lalu ikut masuk bersama naya dan kenzho.

__ADS_1


deg


pertama kali kevin masuk melihat rumah naya sungguh miris kehidupan istrinya namun lagi lagi hanya senyum getir yang tak mengenakan membuat hati kevin sakit.


"ya nay maafin laki - laki pecundang ini aku tak menyangka perbuatanku membuat luka yang begitu mendalam" batin kevin.


"tuan duduk nanti saya buatkan minuman" ujar naya.


setelah ke pergian naya kevin langsung memeluk anaknya anak kandung yang ia sia - siakan selama ini.


"kenzho" panggil kevin.


"maafin papa nak" sambung kevin.


kenzho yang mendengar itupun merasa aneh.


"papa keylo" gumam kenzho.


"kenzho menggeleng


"Ini papa mu nak, maafin papa yang sudah menelantarkan kamu" lirih kevin menunduk karna takut respon anaknya.


kenzho bingung akan ucapan kevin tapi dia merasakan ada perasaan aneh jika berada di dekat kevin.


saat ingin menjawab tiba - tiba naya datang dengan membawa 2 gelas air putih.


"maaf tuan saya hanya ada air putih" ujar naya yang tak enak hati.


"ga papa nay kamu ga usah capek - capek" balas kevin.


Dengan susah payah naya duduk membuat kevin mengilu seketika.


"Nay mau aku bantu" ujar kevin


"ga papa tuan saya sudah biasa seperti ini" jawab naya dengan datar.


"kenzho sekarang mandi dulu aja ya nak" ucap naya yang menyuruh kenzho mandi karna dirinya harus berbicara serius dengan kevin.


Setelah kepergian Kenzho kevin pun mulai mendekat duduknya ke arah Naya sambil mengambil kedua tangan naya.


"naya maafin aku nay, aku tau mungkin kesalahan sangat besar kepadamu, luka yang ku berikan tak sebanding dengan maafku, tapi ku mohon nay beri aku satu kesempatan itu memperbaiki itu semua" ucap Kevin.


"Maaf tuan luka yang tuan berikan kepadaku itu memberikan trauma terdalam, tuan ga usah khawatir atau meresa ga enak, mungkin itu sudah takdir saya"


" sebaiknya tuan pulang ke rumah tuan, biarkan saya menjalani kehidupan bersama anak - anak saya tuan, tuan jangan khawatir kami tidak menuntut apa - apa dari tuan" sambungnya.


"tidak nay, jangan kumohon jangan siksa aku lagi nay hiks,,,hiks" tangis Kevin saat mendengar tutur kata Naya.


"maafin aku nay" sambungnya...


naya melepaskan tangannya dari genggaman tangan kevin dia membuang arah muka, dia tidak mau melihat kevin seperti itu...


"nay" panggil kevin dengan lemah...


***

__ADS_1


next part okey see you


__ADS_2