
Dear readers ku tercinta, , sebelum lanjut ke cerita minta jempol Kalian dulu ya...biar author makin semangat ..!!
Happy reading.
Menangis,killa hanya mampu menangis berdiam diri di kamar , hatinya sakit saat mengetahui suaminya menghamili mantan kekasihnya,hidupnya hancur saat ibu satu satunya yang ia miliki telah kembali pada sang pencipta,ia hanya bisa meratapi nasibnya buruknya,tiba tiba terlintas dalam hatinya tentang sesuatu.
Ia bangkit lalu berlari menuju meja riasnya ,mencari sebuah alat yang mungkin bisa membatu hidupnya agar tak sakit lagi.
Glek.
Killa menelan ludahnya saat mendapati apa yang di carinya,ia mengambilnya lalu mengangkatnya setara dengan wajahnya.
"Apa ini jalan satu satunya agar hidupku bebas dari semuanya?" Gumam nya sambil menempelkan sebuah silet pada pergelangan tangannya.
Ia menatap nanar dirinya yang begitu menyedihkan di cermin,air matanya tak henti hentinya menangis,ia bahagia bisa keluar dari sangkar emas milik Key,namun kini ia kembali terkurung dalam sangkar buaya,aah ya buaya darat maksud nya.
Entah dari mana datangnya ide gila Killa untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.
"Hiks, , hiks, , Aku sudah tidak sanggup lagi hidup di dunia ini,aku tidak sanggup,ibu maafin Killa bu,Killa sudah tidak bisa lagi bertahan ,Killa mau sama ibu, tunggu Killa " Monolognya,ia memejamkan mata kemudian menarik silet itu hingga,
Sreeek
"Aaarrggg " Ringisnya kesakitan saat silet itu tepat melukai pergelangan nya,darahnya menetes setitik demi setitik,Killa menahan sakit nya sampai akhirnya tenaganya melemah.
Tring!
Suara silet itu terjatuh ,bersamaan dengan tubuh Killa yang tergeletak di lantai,kepalanya membentur lantai namun matanya masih terbuka dan cairan bening itu kembali menetes dari sudut matanya.
Brak..
"Astaghfirullahalazim...ibuu, , ," Teriak Aisyah yang berniat membuka pintu kamar untuk mengantarkan makanan untuknya.
Aisyah berlari dan menghampiri nya
"Ibu,, tunggu Killa " Ucap Killa pelan ,rasa sakit di tangannya tak seberapa dengan sakit hatinya yang selama ini ,ia merasa sesak di dada sebelum benar benar memejamkan mata.
"Sisil, , ,cepat sil ksini " Teriak Aisyah memanggil anaknya.
Dengan cepat Sisil berlari dan sangat terkejut melihat ceceran darah di dekat Killa terlentang ," Astagfirullah,buk Killa kenapa mbok ?" Tanya Sisil panik.
__ADS_1
"Cepat cari taksi,kita bawa buk Killa kerumah sakit ,cepat !" Panik Aisyah menyuruh Sisil mencari taksi dan memberitahu security untuk membatu mereka.
"Sil,kamu cepat hubungi pak Dony ,gara beliau pulang ,cepat ."
Dengan cepat Sisil mengambil ponselnya dan menghubungi Dony.
"Ya Allah buk Killa ,bertahan lah "Ucap Aisyah sambil memangku tubuh Killa yang sudah tak sadarkan diri.
"Pak saya mohon lebih cepat pak " Teriak Aisyah.
( Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi, cobalah beberapa saat lagi )
"Iih pak Dony kemana sih ,gak tau istrinya lagi sakit apa? " Kesal sisil saat mencoba menghubungi Dony namun nomernya tidak aktif.
"Bagaimana sil? kamu sudah menghubungi pak Dony? " Tanya Aisyah.
"Sudah Bu,namun noemrnya tidak aktif, Gimana ini?" Tanya Sisil ikutan panik.
Saat seperti ini Sisil teringat dengan Lina ," apa kita telepon nyonya besar ya mbok? kali aja pak Dony di sana " ucap Sisil.
"Ya udah cepat jangan banyak tanya Sisil,kamu cepat telpon siapapun ".
Akhirnya Sisil menghubungi Lina,ibu mertua Syakilla,baru deringan dia kali Lina mengangkat ponselnya.
"Nyonya apa pak Dony ada di sana? saya cuma mau memberitahu bahwa kamu membawa ibu Killa kerumah sakit karena dia..tuuut ....tuuut...tuuuut " Belum selesai Ucapan Sisil Lina mematikan ponselnya sepihak.
"Astaghfirullah,di matiin, ," Kesal Sisil
"Hei nyonya besar Lina,menantu anda sedang sekarat dan kami mau membawanya ke rumah SAKIIITTTT, Aaarg dasaar buk Lina jahat ,kejam ,hati iblis " Ucapnya kesal melanjutkan percakapan meskii Lina sudah mematikan ponselnya.
"Ada apa sil? kok kamu marah marah " Tanya Aisyah
"Dasar buk Lina jahat , baru saja Sisil sebut nama buk Killa langsung di matikan ,Dasar jahat,hati iblis ,aku sumpahin bakal kecebur got " Umpatnya kesal.
"Ya sudah lah nanti kita telpon pak Dony lagi ,kita sudah sampai rumah sakit ,ayo capet ".
Sisil dengan cepat keluar dan berlari memanggil suster untuk membawa killa keruang UGD.
***
__ADS_1
Sepergian dony dari rumah dia hendak menuju ke kantor ,namun saat di jalan ,tiba tiba Lina menelpon.
"Ada apa ma? " Tanya Dony .
"Cepat kamu kerumah sakit Dony,Anjani tidak mau makan dan minum ,mama khawatir sama cucu mama nak, cepat kamu kesini " Ucap Lina dari sambungan telepon nya.
"Astaga , ,kenapa lagi sih dia ,bikin repot saja ,kenapa juga harus aku ,mama suapi saja dia kalau dia tidak mau makan " Jawab Dony kesal langsung mematikan ponselnya.
"Aarrghh , ,kenapa jadi kaya gini sih,aarghh " Keluhnya memukul stir mobil nya.
Tak lama Lina kembali menelpon namun Dony tidak mau mengangkat nya,tapi lagi dan lagi fokus Dony mengemudi terhalangi oleh panggilan telepon Lina sampai akhirnya dia mengangkatnya.
"Apa lagi sih ma , , " Jawab ketus Dony.
"Gak , ,aku gak mau makan kalua gak sama mas Dony ,biarkan saja anak ini kelaparan " Teriak anjani dari kejauhan sampai di dengar oleh Dony.
"Tuh kamu dengar sendiri kan ,Anjani tidak mau makan kalau bukan kamu yang suapi sayang,ayolah mama mohon kamu datang , demi anak kamu Dony ,anak kamu ,cucu mama." Tekannya hingga akhirnya Dony mengalah.
"Huuh baiklah ,aku segera ke sana " Ucap Dony akhirnya langsung putar balik ke arah rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit ,Dony lngsung ke kamar Anjani dan mendapati suster masih membujuk Anjani makan namun Anjani tetap menolak sampai ia melihat Dony ,dia tersenyum lalu mengatakan keinginannya untuk makan.
"Mas ,aku mau makan tapi kamu yang suapi " Rengeknya manja.
"Sebaiknya di turuti sana pak ,mungkin ini maunya bayi yang ada di perut ibu Anjani ,kasihan kalau tidak di turuti" Jelas suster itu dengan sopan .
Mau tak mau Dony akhirnya mengangguk dan mendekat lalu mengambil makanan itu dari tangan suster dan mulai menyuapi Anjani ,namun sebelum itu dia meletakkan ponselnya di meja dekat sofa ruang VIP itu.
" Sini makan aku suapi " Ucap Dony mulai mengambil nasi dengan sendok lalu perlahan memasukan makanan itu ke mulut Anjani ,dengan cepat Anjani melahap makanannya sambil tersenyum.
Lina melihat itu begitu bahagia ,di sengaja memotret kebersamaan Dony dan Anjani lalu mengirimnya ke ponsel Syakilla.
" Heh,biar dia liat kalau suaminya lebih pantas sama Anjani ketimbang dia yang mandul itu " Ucapnya pelan .
Tak lama dia melohat ponsel Dony bergetar ,tertera nama Sisil di sana , Lina mengambilnya lalu menonaktifkan ponsel Dony dengan sengaja .
"Lebih baik ku matikan saja ponselnya ,dasar pengganggu" Kesal Lina ,kemudian kembali tersenyum melihat Anjani begitu lahap.
Namun kini giliran ponselnya yang berdering kencang,tertera nama Sisil di sana ," apa sih mau ini anak " kesalnya dalam hati ,tak mau melihat anak dan calon menantunya terganggu ,ia langsung mengangkat ponselnya dan keluar ruangan untuk bicara,namun saat Sisil menyebut nama Syakilla,ia segera mematikan ponselnya acuh.
__ADS_1
"Cih ,apaan dia menelpon ku memberitahu Killa di rumah sakit ,biarkan saja palingan dia cuma kecapean menangis atau apa lah ,bodoh amat" Monolognya ,ia tak perduli dengan keadaan Killa bahkan sejak Anjani hamil dia mungkin sudah membuang Syakilla dia hatinya.
Saat Lina hendak masuk kembali tiba tiba Dony datang ,"Mama bicara sama siapa?." Tanya Dony yang kini berada di belakangnya.