
Bayangan penghianatan kembali berputar di ingatan seorang laki laki yang kini tengah meneguk segelas minuman keras di rumah nya,ingatan itu selalu terbayang di kala ia sendiri bahkan tak akan pernah ia lupakan.
Prang ...
"Brengsek." Geramnya.
Tak lama seseorang datang mendekat sesaat setelah mendengar pecahan gelas pecah di lantai.
"Astaga mas Sam, ,apa apaan kamu " Kesal Ratu berdiri di dekat pecahan gelas itu.
"Dasar penghianat." Umpatnya pelan.
Ratu menoleh dan mendengar umpatan itu ," apa kamu bilang? jadi kamu masih belum melupakan semua itu?."
Geram mendengar perkataan istrinya membuat Sam bangkit lalu mencengkram wajah ratu.
"Sampai dunia ini terbalik aku tidak akan pernah lupa dengan apa yang telah kalian lakukan ."
"Cukup mas ,, aku juga melakukan itu karena siapa? karena kamu." Marah Ratu.
"Aaarrk, , brengsek " Geram Sam lagi kemudian bangkit meninggalkan ratu sendiri.
"Mau kemana kamu mas." Teriak ratu.
"Tidak perlu kamu tau." Sahutnya.
"Brengsek,awas kamu macam macam mas aku akan bongkar semua rahasia kamu." Geram ratu mengepal tangannya.
Hubungan rumah tangga mereka yang sejak dulu memang tidak pernah baik baik saja ,kadang kala mereka terlihat seperti sepasang suami istri yang hidup bahagia , kadang juga rumah itu tak ubahnya seperti neraka seperti sekarang, ingatan ingatan yang membuat Sam kesal juga tak bisa berkutik membuatnya menjadi lelaki kejam dan jahat.
"Brengsek,apa aku harus menghabisi nya?" Gumam Sam sesaat sebelum meninggalkan rumah itu dengan mobil nya.
Di saat seperti ini ia tak punya pilihan lain selain menemui Stevani atau Anjani ,tapi kali ini ia ingin menemui stevani dan di saat yang tepat pula Stevani memang ingin menemuinya.
Setelah kurang lebih 30 menit,Sam telah sampai di sebuah caffe ,di sana Stevani telah menunggunya dengan wajah kusut.
"Kamu kenapa sayang " Ucap Sam setelah mencium sebentar kening Stevani.
"Aku kesal sama key ,sejak menikah dia tidak pernah mau tidur dengan ku ,bahkan kini aku tak tau dia ada di mana saat ini." Adunya.
"Dia pergi?."
"Sudah dua hari dia tidak pulang ,aku mencoba menghubungi nya tapi tidak ada balasan apapun ,aku menelponnya dia tidak angkat."
__ADS_1
"Sebentar aku tanya mommy dulu." Ucap nya setelah berpikir sejenak.
Drrrtt
Ddrrrt
"Ada apa Sam?." Tanya Oma Gracia dari seberang sana.
"Mom, ,Sam tidak melihat key beberapa hari ini ,apa dia di rumah? ." Tanya Sam.
"Key memang sedang di luar kota mengurus bisnisnya,ada apa? Kamu kangen sama keponakan kamu itu?." Tanya Oma Gracia.
"Aah iya mom, Sam kangen sama Key,dia tidak pernah main krumah Sam."
"Baiklah ,nanti Oma kasi tau dia kalau dia sudah kembali."
Tuuttt
Tuuuut...
"Kamu dengar sendiri bukan ,jika key sedang di luar kota ! " Ucap Sam pada Stevani.
"Iya tapi dia tidak memberitahu ku , bagaimana aku bisa memberitahu dia jika aku tengah hamil." Stevani khawatir tentang kehamilannya yang semakin lama akan semakin membesar ,jika key sampai saat ini Juga belum menyentuhnya sama skali.
"Kamu yang sabar,sepulang Key dari luar kota ,kita atur rencana buat kalian berbulan madu." Terang nya.
"Tapi apa hmmm, , , "
"Aku pengen, ," Bisiknya pada Sam membuat Sam tersenyum lalu mencubit gemas hidungnya.
"Kamu ini ,makin lama makin genit aja ya."
"Aku juga gak tau ,tapi semenjak hamil aku tidak mau jauh jauh dari kamu sayang ,aku mau selalu dekat sama kamu ,mungkin bawaan bayi kali ya "
"Ya sudah ayo kita ke hotel."
"Dengan senang hati ..." Sahut Stevani tersenyum senang.
🌺🌺🌺🌺
Di sisi lain ,kehidupan Dony semakin berantakan , terlebih saat ini Anjani semakin menjadi jadi meminta sesuatu yang tidak penting.
"Apa aku salah meminta itu?." Tanya Anjani di depan Dony juga Lina.
__ADS_1
Lina terlihat salah tingkah ,pasalnya semakin kesini Anjani semakin bertingkah,dia mulai sadar jika dulu semasih Killa menjadi menantunya dia tak pernah di suruh apapun untuk membeli apapun ,tapi kali ini Anjani dengan sengaja menyuruhnya membeli rujak untuk nya ,membeli bakso ataupun membeli buah dengan adalah ngidam.
Dan kali ini Anjani bahkan tak tanggung tanggung meminta sebuah mobil mewah seharga 1 milyar.
"Sayang ,kamu gak salah minta mobil ,tapi kan mobil yang di sini masih bagus ,kenapa harus yang bar". Sahut lina mencoba menjelaskan pada Anjani dengan pelan.
"Coba saja jika kamu tidak mengandung cucuku ,sudah ku singkirkan kamu Anjani ,tapi kamu beruntung karena anak yang kamu kandung adalah anak dari anaku " Gumamnya dalam hati sambil menggertakkan giginya.
"Semua teman temanku punya mobil baru ,masa aku enggak seorang istri dari Manager perusahaan besar di negeri ini."
"Anjani , mobil yang kamu minta itu sangat mahal ,dari mana aku mendapatkan uang sebanyak itu Anjani." Sahut Dony mengusap kasar wajahnya.
"Aaah , terserah kalian ,jika kalian tidak bisa memberiku mobil yang aku inginkan ,aku akan gugurkan anak ini " Ancamnya.
"Ooh sayang jangan sayang ,kamu tidak boleh bicara seperti itu ,kamu tau mama sangat menginginkan anak ini ,jadi mama mohon kamu jangan macam macam."
"Jangan bicara yang gak gak kamu anjani ? apa kamu pikir semua ini hanya mainan? Buang jauh jauh pikiran jelek mu itu.
"Ya sudah jika begitu ,aku mau mobil kti secepatnya." Kesalnya kemudian meninggalkan mereka entah kemana.
"Huuuhh, , ,jadi pusing ini." Keluh Dony mendaratkan bokongnya ke sofa sambil memijit pelipisnya.
Lina terlihat berpikir ,tanpa sadar ia menyesal membuat Killa pergi dari kehidupan mereka ,entah mengapa Lina teringat Killa dan kangen padanya .
"Dony ,maafin mama nak."
"Minta maaf kenapa ma?" Tanya Dony kebingungan.
"Gara gara mama , kehidupan mu...."
"Sudah lah ma ,jangan di pikirkan ,ini sudah menjadi resiko Dony ." Terangnya kemudian meninggal lina sendirian di ruangan itu.
Sementara itu ,di sebuah ruangan pula ,Key masih tak bergeming mendengar ucapan lantang dari Assisten nya yang mengatakan jika anak yang dia bunuh adalah anaknya.
" Apa maksud kamu Assisten Jun ." Tanya key merendah.
Killa sudah pasrah ,dia hanya bisa terdiam melihat pertengkaran mereka dengan adu mulut.
"Iya ,anak yang ada di perut Killa adalah anakmu Tuan muda Key Andreas." Terangnya dengan lantang
"Jangan omong kosong!"
"Aku tidak omong kosong,lihat ke sana ,dia wanita yang rela mengorbankan dirinya demi hidup tenang sampai sampai dia tak mau kamu tau jika dia Hamil anak kamu ,tapi kini kamu siksa habis habisan sampai ia keguguran." Marah assisten Jun sambil menunjuk ke arah Killa yang masih menangis tersedu-sedu bahkan tubuhnya terlihat begitu kurus di banding sebelum sebelum nya.
__ADS_1
"Lihat ,lihat dia ,? apa dia tidak pantas bahagia? Apa dia tidak boleh merasakan kebebasan?." Marah assisten Jun di depan Key sambil menunju ke arah Killa yang sedang menangis tak henti.
"Lala..." Panggilnya lirih