
Assalamualaikum....minta jempolnya dong buat semangatin Author.
Happy reading...
Malam harinya Dony baru sadar jika ponselnya mati ," astaga pantes saja " Gumam nya kemudian menyalakan lagi.
Tak lama dia mendapatkan notifikasi bahwa sebuah kontak tertera atas nama Sisil telah menghubungi nya beberapa kali.
Dony mencoba menghubungi kembali namun tak ada jawaban ,dia melihat jam tangannya menunjukan pukul 10 malam dan berpikir wajar jika sisil tidak mengangkat ponselnya karena sudah istirahat.
Dony kembali mencoba menghubungi Killa dan menanyakan kabarnya namun sayang ponsel Killa memang ketinggalan di dalam lacinya.
"Aah ya mungkin juga dia telah tidur," Ucap Dony kemudian handak pulang namun di halangi oleh Lina.
"Mau kemana kamu Dony? " Tanya Lina.
"Aku mau pulang " Jawabnya datar.
" Sayang ,kamu harus menginap malam ini di sini, mama tidak mau tahu ,karena mama yang mau pulang, kalau kita berdua pulang siapa yang akan menjaga Anjani ,mama butuh istirahat sayang ,lagian keluarga anjani tidak ada di sini, mereka semuanya masih di luar negeri ,jadi mama minta kamu tetap diam di sini " Ucapnya mencoba menjelaskan pada Dony.
"Tapi ma , " Dony hendak menolak namun Lina terus saja membujuk Dony agar tetap menginap ,dan mau tau mau Dony mengiyakan permintaan Lina dengan terpaksa.
"Huh baiklah " ucap Dony Kembali masuk dah merebahkan tubuhnya di sofa dekat sana sementara Lina dia pulang kerumahnya.
****
Entah mengapa key langsung bergerak menuju rumah sakit untuk melihat keadaan Killa ,dia begitu khawatir dan ikut sakit melihat penderitaan Killa.
"Apa yang membuatmu begitu nekat untuk bunuh diri Syakilla " Gumam key saat ini tengah mengintip Killa yang masih terpejam di atas ranjang rumah sakit.
Setelah beberapa menit melihat kondisi Killa dia pun kembali ke Mension nya untuk istirahat, sesampainya di sana ia kembali di sambut oleh pertanyaan yang membuatnya bingung untuk menjawab .
"Key ,waktu kamu hanya seminggu,jika kamu tidak bisa membawa cucu menantu buat Oma ,maka Oma akan menyetujui pertunangan kamu dengan Stevani,kamu paham " Ucap Oma Gracia sambil duduk menikmati secangkir kopi dan sebuah buku tentang tanaman obat obatan.
Key mengendus kesal," Oma tenang saja key akan segera membawanya kemari." Terang key santai lalu berjalan menuju kamarnya.
"Apa dia wanita yang kau bawa kerumah ini tempo hari?" Tanya oma Gracia.
Key mengangkat sebelah alisnya saat Oma Gracia mengatakan itu ," dari mana Oma tahu?." Tanya key.
__ADS_1
"Apa kamu lupa kamu membawanya ke mansion ini dan Oma sangat tahu betul apa yang terjadi di rumah in." Terangnya lagi membuat key kembali menghembus nafas beratnya seraya menjawab.
"Iya dialah wanita yang key maksud " Ucap nya pelan,kemudian kembali melangkahkan kaki panjangnya menuju anak tangga saat per satu.
Oma Gracia hanya diam menatap punggung Cucu satu satunya itu ,sebelum itu dia sempat mencari tahu siapa Syakilla dan keluarga nya bahkan kini Oma lebih tahu kenapa Killa menjadi seperti itu,karena dia pun menyuruh orng untuk mengawasi Syakilla dan orang orang sekitarnya.
"Oma khawatir sama kamu nak,dia .masih terikat tali cinta kasih dengan seseorang yang tak ingin melepasnya " Gumam Oma Gracia sambil menatap punggung Cucu kesayangan nya itu menghilang.
Brak
Key menghempas kasar pintu kamarnya ,dia kesal kepulangannya di sambut oleh pertanyaan konyol dan permintaan aneh dari sang Oma ,dia memejamkan matanya sejenak lalu mengusap pelan wajah gantengnya kemudian melepas jam di tangannya lalu berjalan ke depan meja ,di sana ia menatap pantulan wajahnya yang terlihat lelah dan sudah sedikit tua.
"Apa aku setua itu?" gumam Key pelan pada dirinya sendiri.
"Aarg sudahlah aku males mikir nya ." Ucapnya kembali,lalu berjalan dan merebahkan tubuhnya pada kasur king size nya.
Niat hati ingin istirahat dari kepenatan malah bayangan killa menari nari di kepalanya membuatnya tak bisa memejamkan mata meski sejenak.
"Dasar istri orang !" Kesalnya pada dirinya sendiri ,ia tak ingin menjadi perebut istri orang namun hati tak bisa di kendalikan,bahwa ia memang mencintai Syakilla sejak pertama kamu bertemu .
Ia memilih bangkit lalu mengguyur tubuhnya di bawah shower dengan air panas agar pikirannya lebih tenang .
***
"Buk Killa ,ibu sudah sadar ?" Ucap senang Sisil yang duduk di samping Killa sejak kemarin.
"Mbok , mbok ,,buk Killa sudah sadar mbok " Panggilnya pada Aisyah, Aisyah segera bangkit lalu mendekat ,dia begitu senang sampai tak sadar mencium wajah Killa.
"Alhamdulillah kamu sadar nak, sebentar bibi panggilkan dokter dulu " Ucap Aisyah.
"Dokter, , , dokteeeer ". Teriak Aisyah ,tak lama dokter Hary pun datang lalu memeriksa Killa.
"Bagus,kondisi kamu sudah semakin membaik ,sekarang kamu istirahat yang cukup,makan yang banyak dan minum obatnya ya " Ucap dokter Hary lalu keluar dengan tersenyum.
"Terimakasih dokter " Ucap Aisyah dan Sisil bersamaan.
Killa menangis mendapati dirinya masih bisa bernafas."Kenapa kalian menyelamatkanku,Kenapa? " Teriak Killa membuat Sisil dan Aisyah ikut menangis.
Mendengar ucapannya membuat Aisyah marah ," Apa yang kamu katakan hah? kamu ingin mati di saat mereka tengah senang di atas penderitaan mu? apa dengan mati kamu bisa membuat mereka menyesal? tidak Killa !. ibu kamu pasti sangat sedih melihat kamu seperti ini,dia kecewa sama anaknya yang sangat lemah dan mau di tindas." Aisyah mengatakan itu sambil meneteskan air matanya,bibirnya bergetar saat memarahi Syakilla yang terlihat sangat bodoh mencoba membunuh diri untuk menyelesaikan masalahnya.
__ADS_1
"Kamu kira dengan bunuh diri akan menyelesaikan masalahmu hah?Tidak Syakilla "
"Tapi apa yang harus aku lakukan agar terbebas dari semua ini ,aku lelah aku capek bik ,aku capeeekk huuuuu. "Teriak Syakilla begitu frustasi,ia menangis lagi untuk kesekian kalinya.
"Balas mereka " Ucap Aisyah tanpa ragu.
Degh
"Mbok " Panggil Sisil mendengar kata Aisyah.
"Balas? " Ucap Killa mengulang kata Aisyah.
"Buat mereka menyesal karena telah menyakiti kamu dan menghina kamu bahkan mengkhianati kamu" Jawabannya lagi dengan tegas,mata nya yang sudah renta menjadi berkaca kaca bahkan bibirnya bergetar seolah menahan amarah yang begitu besar.
"Bik, , maaf telah merepotkan mu " Ucap Syakilla sambil memeluk Aisyah ,dia sadar masih ada Aisyah dan Sisil yang menyayanginya dan masih memikirkannya.
"Sil, bisa aku minta tolong? " Ucapnya setelah beberapa saat menenangkan diri dan berhenti menangis.
"Apa buk ? " Tanya sisil.
"Kamu pulang lah,ambil tas dan juga barang barang ibu yang bisa Kamu bawa ya,aku sudah tidak mau lagi pulang kerumah itu " Ucap Killa seolah enggan menginjak rumah itu lagi.
"Tapi buk kalau pak Dony di sana bagaimana?" Tanya Sisil sedikit ragu.
"Dia pasti tidak di rumah sekarang ," sahut Aisyah.
"Dari mana ibu tahu?" Tanya Sisil penasaran.
Aisyah tiba tiba teringat dengan Lina yang berada di rumah sakit ini ,dengan hati yang penasaran Aisyah mengikutinya dan mendapati mereka ada di sebuah ruangan ,dan melihat dari luar Dony juga ada di sana dan seorang wanita yang sudah di tebak adalah selingkuhan Dony.
"Sudah lah kamu jangan banyak bicara ,pergilah pulang " Ucap Aisyah.
****
Sejak saat itu Dony tak pernah pulang,dia selalu dirumah sakit karena saat ingin pulang Anjani selalu merengek dan mengatakan jika dia ngidam tak ingin di tinggal oleh nya,dengan bujukan Lina membuat Dony mengiyakan.
"kamu tenang saja ,mama sudah pulang kok dan tadi ketemu Killa dia baik baik saja di rumah ,malah dia pergi shopping tuh ke mall " Ucap Lina berbohong hingga Dony.
"Syukurlah jika begitu, terimakasih ma ,mama sudah perhatian sama Syakilla."
__ADS_1
"Sudah seharusnya sayang, bagaimana pun Syakilla adalah menantu mama juga." Jawabnya sambil tersenyum penuh arti.