Jangan Salahkan Aku Selingkuh.

Jangan Salahkan Aku Selingkuh.
Bab 36


__ADS_3

Pagi menjelang, sinar matahari yang menembus gorden kamar itu membuat si empunya kasur mengerjabkan matanya merasa terganggu.


"Morning sayang " Suara seseorang di sampingnya mendekat lalu berbisik di telinganya.


"Morning Sya " Panggilnya.


"Apa?." Kagetnya mendengar ia memanggil nama Killa.


Dony pun terkejut saat sadar suara yang menyapanya bukan Killa,ia pun langsung terjingkrak bangun dan duduk bahkan terkejut saat melihat tubuhnya masih polos hanya di tutupi selimut saja.


"Anjani,kamu " Tanya Dony sambil melirik Anjani yang hanya memakai bikini saja ,kemudian dia juga memeriksa dirinya yang tak menggunakan apapun.


"Apa yang terjadi?." Tanya Dony kebingungan.


"Kamu gak ingat semalam kita ngapain? permainan kamu luar biasa sayang ." Puji Anjani senang seolah tak perduli dengan Dony yang selalu menyebut nama Killa.


Dony mencoba mengingat ingat apa yang terjadi padanya.


"Aku tidak ingat apapun ,aku hanya bermimpi ..." Ucapannya menggantung saat teringat dia merobek pakaian dinas merah milik Anjani yang kini tergeletak di atas kasurnya.


"Jadi semalam, , ?."


"Iya sayang, terimakasih sudah memberikan ku kepuasan " Ucapnya kemudian bangkit ke kamar mandi.


Termenung itulah yang di rasakan oleh Dony saat ini, dia merasa telah benar benar mengkhianati Killa.


"Sya..maafin mas " Ucap Dony dalam hati.


****


Di tempat lain,Key membuka mata dan mendapati dirinya sendiri di sebuah kamar di salah satu hotel,ia kebingungan dan melihat ke sisi kiri dan kanannya tak mendapati siapapun di sana.


"Di mana aku ?" Gumamnya.


Tok


Tok


Tok


Tak lama seseorang masuk dengan membawa pakaian ganti untuknya karena pakaian yang dia gunakan semalam telah robek dan kotor.


"Selamat pagi tuan." Ucap assisten Jun sambil membawa paper bag yang berisi pakaian untuk Key.


"Assisten Jun apa yang terjadi?" Tanya Key.


Assisten Jun terlihat ragu untuk mengatakan yang sebenernya," maaf tuan selama anda mabuk berat jadi saya membawa anda ke sini." Ucapnya berbohong.


"Mabuk " Key mencoba mengingat ingat apa yang terjadi padanya namun tatap saja tidak bisa,dia hanya mengingat bayangan seseorang yang dia paksa di atas ranjang sampai melukai wanita itu.

__ADS_1


"Kamu yakin Tidak ada sesuatu yang terjadi selain aku mabuk? ,bersama siapa gitu?" Tanya Key memastikan.


Pertanyaan Key membuat assisten Jun kembali harus memutar otak untuk menjawab pertanyaan itu.


"Ee Tidak ada tuan,anda semalam menelpon saya dah menyuruh saya menjemput anda di Bar club' milik nona Stevani."


"Aaah ya baiklah jika begitu , terimakasih kamu telah menjemput saya ,lalu bagaimana keadaan ibu mu ?"


"Ibu saya baik baik saja tuan ,makanya saya bisa langsung kembali "


"Aah baiklah ,kamu tunggu di luar ,saya mau mandi dan siap siap "


"Baik tuan , permisi ".


Assisten Jun pun keluar dari kamar itu dan saat di luar dia merasa tidak enak hati sama seseorang yang sudah di kurung olehnya semalam bersama Key.


"Maafkan aku " Gumam assisten Jun merasa bersalah padanya.


Di kamar mandi , Bayangan seorang wanita yang hendak kabur namun ia tahan lalu jeritannya membuat Key tidak tenang ,bahkan ia merasa perbuatan nya sangat nyata sampai melukai bahu sebelah kiri wanita itu.


"Bayangan apa itu? Dan kenapa rasanya sangat nyata ' Gumam Key mengingat jeritan wanita itu masih terdengar jelas di telinganya,jeritan yang membuatnya kembali merasakan sensasi yang berbeda di tubuhnya membuatnya ingin lagi merasakan mimpi yang sama.


"Aark sudah lah " Ucap nya tak ingin lagi memikirkan mimpi yang membuatnya tak bisa berkonsentrasi itu.


Sementara itu di tempat lain ,Killa keluar dari kamarnya menuju dapur menggunakan piyama tidurnya ,wajahnya sembab karena menangis semalaman,dia mengambil segelas air lalu meneguknya,namun segelas air terasa sakit di tenggorokan nya,ia bangkit dan mengambil kotak P3K yang ada di rumah itu kemudian membawanya ke kamarnya.


***


Plak


Plak


Plak


"Bodoh kalian , , ngurus wanita satu saja kalian tidak becus ,dasar badan saja yang besar tenaga kalah sama seorang wanita seperti itu " Marah Stevani pada anak buahnya karena telah gagal dalam misi mereka.


"Maaf bos , kami ngaku salah " Jawabnya meminta maaf,tamparan Stevani tak seberapa jika di banding mereka harus di pecat.


"Kalian semua tidak becus ,kalian tahu kegagalan kalian membuat ku rugi banyak ." Sahut seseorang yang ternyata adalah Sam.


"Apa kalian aku pecat saja " Ucap Stevani mengancam.


"Jangan bos ,kamu mohon jangan ,lain kali kami akan meningkatkan kinerja kami "


"Aark sudah lah aku pusing lihat kalian ,pergi kalian " .


Sam bangkit dan mendekat lalu merangkul Stevani saat anak buah mereka keluar dari ruangan itu.


"Sayang ,kamu tenang dulu,tahan emosi kamu."

__ADS_1


"Anak buah kamu tidak ada yang becus "


"Iya aku minta maaf ya ,gara gara mereka rencana kita gagal ."


"Aah sudah lah ,seharusnya saat ini aku lagi nangis nangis menjerit di dekat Key meminta pertanggungjawaban nya ,tapi nyatanya apa?"


"Hmm , , bagiamana kalau kamu menjerit nya sama aku aja ,mau ?" Ucap Sam sambil mencubit gemas hidung mancung Stevani.


"Iih sayang ,aku serius,jangan di ajak canda gini iih " Jawab Stevani terdengar malu,bahkan wajahnya terlihat memerah saat bisikan Sam membuatnya merasa tersengat listrik.


"Bagaimana? Mau ?" Tanya Sam lagi.


"Kamu tidak bekerja?"


"Sudah lah ,masalah pekerjaan gampang asal bisa sama kamu , , cup ..! " Jawan Sam menarik Stevani ke dalam pelukannya lalu mencium sekilas bibirnya.


Aksi Dua puluh satu plus plus itu pun kembali terjadi di ruangan itu ,mereka tak mengenal tempat asal bisa menikmati satu sama lain dan merasa terpuaskan ,jangan kan sebuah ruangan kecil ,hutan pun tak masalah bagi mereka.


***


Di kantor


Dony mencoba mengirim pesan pada Killa ingin bertemu,pesan yang di kirim belum terbaca sama sekali oleh Killa,Dony akhirnya memutuskan untuk menelpon Kila.


Tuuut


Tuuutt


Tuut


Deringan ke tiga ,Killa mengangkat ponselnya ," hallo ." Ucap Killa dari seberang sana membuat Dony senang.


"Sya kamu apa kabar?" Tanya Dony basa basi.


"Baik, apa kamu sudah memenuhi keinginan ku?" Tanya Killa tanpa basi.


"Sya ,apa kamu benar benar ingin pisah dari mas? " Tanya Dony


"Jika bukan mengenai itu ,jangan hubungi aku " Ucap Killa hendak mematikan ponselnya namun di tahan oleh Dony.


"Oke oke ,sya tunggu, , baiklah aku akan menandatangani nya ,aku minta kita bertemu di caffe Xx siang ini jam istirahat kantor ,bagaimana?." Tanya Dony.


Rasa pusing dan sakit di lengannya membuat Killa yang seharunya hari ini istirahat malah terpaksa menemui Dony demi surat cerai mereka.


"Baiklah ,sampai bertemu nanti siang." Ucap killa langsung mematikan ponselnya.


"Huuuh, , ,Hidup macam apa ini ? ".


****

__ADS_1


__ADS_2