
Jangan lupa jempol kalian
Happy reading
🌺🌺🌺
Menggerutu kesal,yah itulah yang di rasakan Killa saat ini,pasalnya ia baru saja menikmati waktu sendirinya dengan berendam air panas, Alya datang untuk mengingatkan dirinya jika satu jam lagi tuan muda mereka akan segera tiba.
"Iya iya baik ,kamu pergilah biar aku yang merias diriku sendiri " Teriaknya dari dalam kamar mandi.
Killa bangkit Saab membersihkan dirinya laku mengendap keluar berharap Alya tidak ada di kamar itu.
"Huh ,baguslah jika begitu " Ucap Killa pelan sambil tersenyum manis.
Saat yang tepat killa melihat ponselnya bergetar ,dia mendekat dan melihat siapa yang memanggilnya.
"Mas Dony " Ucapnya penuh semangat,namun saat hendak menekan tombol warna hijau dia teringat kekejaman Dony dan mulai enggan menjawabnya.
Killa melenguh kesal saat membaca semua pesan yang di kirim oleh Dony ," Cih apa yang harus aku jelaskan mas ,tidak ada yang perlu kamu jelaskan " Ucapnya kemudian hendak menghapus pesan namun ia baru sadar ternyata ada beberapa pesan yang belum ia buka dari Lina.
"Apa ini?" Gumam Killa membuka pesan dari Lina.
Degh
Hati Killa semakin perih saat melihat begitu banyak potret kebersamaan Dony dengan Anjani di rumah sakit,dia tahu Lina sengaja mengirim itu agar dirinya sedih dah hancur.
Tik
Air mata Killa Kemabli menetes ,dia menggenggam erat ponselnya seolah memegang kertas yang bisa di remas.
"Aaarkkkkk ....brengsek " Teriak Killa melempar ponsel itu sampai hancur berkeping-keping.
PRANG...!!
Bibirnya bergetar menahan amarah,dia benci dengan semuanya ," Awas kalian" Gumam Killa sambil menatap tajam ke sembarang arah ,sebah di dadanya membuatnya menjadi dendam ,dendam yang harus segera di selesaikan.
"Ingat ,aku akan membalas lebih sakit dari pada apa yang kalian berikan padaku." Gumam Killa memantapkan hati.
***
Di bar
Key tampak kesel melihat assisten Jun yang lupa waktu dengan para wanitanya ,dia mendekat dan mengangkat kerah baju assisten Jun .
"Mau di pecat ?" Ancam nya.
Assisten Jun segera bangkit " Oh tidak tidak , jangan lah bos " Pintanya memelas.
Tanpa berkata apapun key langsung pergi meninggalkan nya,dia pun sebenarnya tak suka berada di sana karena bayangan killa selalu menari di kepalanya membuatnya kesal.
__ADS_1
Sama seperti sekarang ,Key terdiam menatap ke luar jendela sementara itu assisten Jun sedang fokus menyetir.
"Apa yang harus aku lakukan jika dalam waktu seminggu aku tidak mendapatkan calon istri assisten Jun?" Tanya key membuka suara ,itu lah yang sebenernya sejak tadi mengganggu pikirannya terlebih wanita yang di inginkan saat ini masih menjadi istri sah orang lain.
" Apa kita harus mencari wanita bayaran ? " Usul Assisten Jun.
"Tidak ?" Bantah key langsung .
Sedikit terkejut mendengar bantahan itu , assisten Jun menyarankan untuk membuat Killa segera bercerai.
"Jangan ngaco kamu ,itu bukan urusan mu " Jawab key singkat kemudian membuang muka.
"Kau sungguh ribet sekali tuan ,kau punya uang banyak kenapa tidak kau gunakan kekuasaan mu untuk mendapatkan apa yang mau inginkan " Celetuk assisten Jun tanpa ragu dan takut.
Key melototkan matanya mendengar ocehan assisten nya namun kalimat akhirnya membuat key berpikir kenapa tidak ia coba cara itu.
Key tersenyum simpul dan mengangguk pelan dan tak sengaja dia melihat Dony turun dari mobil sedang menghampiri orang orang di jalanan satu persatu.
"Menepikan sebentar assisten Jun" Ucap key ,dia terus saja memperhatikan Dony .
"Ada apa tuan?" Tanya assisten Jun.
Key tertawa kecil ," Heh,lihatlah apa yang dia lakukan?" Ucap key menunjuk dengan dagunya .
Assisten Jun memalingkan pandangannya ke arah pandangan key,dia ikut tersenyum kecil saat melihat wajah letih Dony yang sudah di pastikan sedang mencari Killa.
"Apa aku harus bertindak sekarang?" Tanya assisten Jun.
****
" Ya Allah Killa kamu di mana sih ?" Dony sangat letih mencari keberadaan istrinya,ia bahkan mencari ke semua penjuru tempat dan juga bertanya pada orang orang sekitar namun tak ada satu orang pun yang melihat Killa.
Seorang laki laki berpakaian preman melintas di depannya ,ia tampak ragu untuk bertanya namun dia kembali berpikir tak ada salahnya dia bertanya pada lelaki itu.
"Permisi mas ,saya boleh tanya ?" Tanya Dony
Laki laki itu memandang sinis ke arah Dony ,menatapnya dari bawah sampai atas ,lalu membuang rokoknya kemudian meneguk minuman yang ada di tangan kirinya seraya menjawab," Apa ?" Tanya laki laki itu.
Dony berdiri dan merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya lalu memperlihatkan laki laki itu foto Killa ," apa anda pernah melihat wanita ini di sekitar sini?" Tanya Dony.
Laki laki itu mantap Poto Killa tak asing ,kemudian dia mengingat pernah mengantar nya ke sebuah rumah di kawasan Nn.
"Aah ya aku ingat ,dia kan penumpang yang akh antar ke jalan xx " Ucapnya .
"Bukan kah itu rumah almarhumah ibu ?" Gumam Dony mengingat alamat itu.
"Yang bener mas?" Tanya Dony memastikan.
Laki laki itu mengangguk " Iya benar , tadi pagi " Ucapnya lagi .
__ADS_1
Dony sangat senang dan berterima kasih pada laki laki itu kemudian dia bergegas menuju alamat rumah Killa.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit ,Dony akhirnya tiba di sebuah rumah yang dulunya milik istri kecilnya sebelum menikah dengannya.
Ketika menapakkan kaki di tanah depan rumah itu ,Dony tiba tiba mengingat semua kejadian yang pernah di alaminya bersama Killa sebelum menikah,bayangan kebersamaan mereka kembali menari di matanya seolah masa itu telah kembali lagi.
"Apa aku serindu itu padamu ?" Gumam Dony pelan sambil tersenyum kecut.
Dia kembali berjalan dan memperhatikan sekitar,rumah yang masih sama seperti beberapa tahun yang lalu sebelum dia menjadi suami dari seorang Dony Nugraha.
Seketika Dony menghentikan langkah kakinya saat melihat rumah itu seperti rumah tak berpenghuni,tak ada tanda tanda rumah itu di tempati ,terlebih melihat teras kecil yang berada di depan rumah itu sangat kotor,banyak dedaunan yang bertebaran dan juga debu debu jalanan di sana membuat Dony ragu jika Killa ada di sana.
"Assalamualaikum,Sya ?" Panggil Dony.
Dia kembali berjalan dan menjelajah lebih dalam lagi rumah itu ,' Syakilla " Panggil nya lagi namun tak ada yang menyahuti .
"Apa benar dia ke sini? tapi di sini tidak ada tanda tanda ada orang." Gumamnya sendiri sambil mengintip dari jendel.
Tak lama seseorang datang menghampiri nya ,"permisi mas cari siapa?" Tanya seorang pria berumur,tubuhnya yang bongkok membuat Dony sempat terkejut.
"Eeh ,saya mau tanya pak,tadi ada kah wanita yang masuk ke rumah ini," Tanya Dony,laki laki kti mengerutkan keningnya heran.
"Siapa ? setau saya sudah lama rumah ini di tinggal oleh pemiliknya,karena telah menikah ke kota" Jelas pria tua itu .
"Ooh begitu , baiklah pak .. terimakasih " Jawab Dony sambil mengatupkan kedua tangannya,dan kini dia makin yakin jika Killa tidak ada di sini.
"Ya ya ya, ,,saya permisi "Jawab laku laki tua itu.
Jika Dony masih mencari keberadaan Killa,Berbeda dengan killa ,dia kini telah siap dengan pakaian yang telah di siapkan untuknya ,dia merias dirinya agar tidak merepotkan MUA yang sudah di sediakan untuknya .
Bagaimana dengan key?
Yah ,tuan muda itu kini tengah duduk santai sambil menikmati coklat panas nya menunggu Killa turun.
Tak
Tak
Tak
Suara hentakan kaki killa yang turun tangga,Para pelayan yang berjumlah Tiga orang itu langsung berbaris rapi di depan sang bos besar.
Posisi nya saat ini adalah key sedang duduk membelakangi anak tangga dan para pelayan itu berdiri di dalam key dengan rapi.
Saat Killa telah sampai di anak tangga terakhir ,para pelayan itu langsung menutup bibirnya saat melihat killa ,begitu juga killa ,dia menutup bibirnya menyuruh mereka untuk diam.
"Sst , ,diam kalian semua " Ucap killa dengan isyarat.
"Permisi tuan muda " Sapa Killa sopan, bahkan sangat lembut .
__ADS_1
Key tersenyum mendengar sapaan lembut killa ,dia pun tak sabar melihat wanita yang di kagumi dalam diam itu ,key berdiri dan bangkit sambil mengangkat gelas coklat panasnya,dia membalik arah sambil menyeruput minumannya,dan tiba tiba.
Fffuuhhhh....!!!