Jangan Salahkan Aku Selingkuh.

Jangan Salahkan Aku Selingkuh.
Bab 49


__ADS_3

Menjadi istri dari seorang Key Andreas membuat Stevani merasa menjadi putri Raja ,pasalnya bukannya sibuk menyiapkan sarapan buat suaminya Key ,ia malah sibuk mempercantik dirinya dengan mendatangkan dayang dayang untuk menyiapkan segala keperluannya,Key melihat itu tak mau ambil pusing dia berjalan melewati Stevani begitu saja menenteng jas dan juga dasinya yang belum terpasang ke luar menuju ruang makan.


Di ruang makan kini sudah tersedia berbagai macam masakan ,bahkan Oma Gracia pun sudah ada di sana menunggu mereka siap sarapan.


"Morning Oma !." Sapa Key mencium pipi kiri dan pipi kanan Oma Gracia.


"Morning sayang ,bagaimana kemarin ? apa menyenangkan?." Tanya Oma Gracia sambil tersenyum seolah menyembunyikan sesuatu.


"Sangat menyenangkan Oma,hari ini Key akan berangkat dan menginap beberapa hari di sana!".


"Baiklah, ,oh ya di mana Stevani? Apa dia belum juga selesai?." Tanya Oma Gracia pada Key.


"Hm, , entahlah Key tidak tau ." Jawabnya acuh.


Tak


Tak


Tak


Langkah kaki Stevani terdengar semakin dekat , Key dan Oma Gracia menoleh ke arahnya, bersamaan dengan itu kepala pelayan mengantar sup kesukaan Oma dan Key ke meja makan.


"Sarapannya telah siap,silahkan!." Ucap kepala pelayan itu.


Mereka semua menoleh ke arah makanan yang baru saja di bawa oleh kepala pelayan itu ,senyum manis mengembang di bibir Stevani melihat semuanya telah siap ,berbeda dengan Key dia melihat sup di depannya begitu menjijikkan bahkan sangat benci ,dia secara refleks langsung berdiri dan.


Prang..!


Key melempar mangkuk berisi sup itu ke lantai.


"Ooh Astaga!." Kaget mereka ,bahkan beberapa pelayan berlari ke sana langsung berbaris rapi sambil menunduk.


"Sayang ,kamu kenapa?." Tanya Stevani begitu terkejut melihat Key tiba tiba melempar mangkuk itu hingga pecah di lantai.


Nafas key naik turun,ia terlihat sangat marah bahkan wajahnya memerah sambil menatap ke arah empat pelayan rumah yang kini berdiri tak berani menatapnya itu.


"Siapa yang menyuruh kalian memasak sup jelek seperti itu,hah?." Bentaknya pada pelayan itu.


"Mohon maaf tuan ,kami hanya menjalankan tugas saja."


"Tugas? Siapa yang menyuruh kalian ?."


"Nyonya Stevani tuan ,ia ingin anda sarapan dengan sup ,karena dia pernah mendengar anda suka sekali sarapan pakai sup."

__ADS_1


Mendengar jawaban itu,tangan Key mengepal, Stevani melihat kemarahan key begitu terkejut bahkan dia gemetar karena sejak mengenal Key dia sama sekali tidak pernah melihat Key semarah itu.


"Stevani,atas dasar apa kamu meminta pelayan membuat sup untukku?"


"Ee, , sayang , ,aku memang meminta mereka membuat sup untukmu,karena setahu aku kamu sangat suka sup ,dan aku ingin menjadi istri yang baik buat kamu ,mengerti kebiasaan mu ,dan juga tau makanan kesukaan mu ." Jawabnya mencoba mendekati Key dengan memegang lengannya.


Mendapat sentuhan dari stevani , Key langsung menepisnya dan menyambar jas juga dasinya yang tadi di letakkan di punggung kursi makannya.


"Jangan sok pinter dan sok tau." Ucap Key ketus lalu pergi dari sana.


"Sayang ,kamu belum sarapan." Teriak Stevani.


"Oma apa aku salah?." Tanya Stevani sambil menoleh ke Oma Gracia yang sedari tadi hanya menjadi penonton.


"Aah ,sudahlah Oma jadi tidak selera makan." Bukannya menjawab Oma malah berdiri dan pergi dari sana.


Stevani merasa malu bahkan ia mengepal tangannya kuat menahan kekesalan pada Oma Gracia yang seolah tak menganggap nya ada.


"Kalian bisa masak gak sih? kenapa Key tidak suka sarapannya,pasti masakan kalian tidak enak ,cepat buang semua sarapan ini,saya tidak mau sarapan tidak enak seperti ini." Ucapnya melampiaskan kemarahannya pada pelayan pelayan di rumah itu.


"Jangan membuang makanan ,tidak baik ,kalian makan saja atau kalian bagikan ke orang orang yang tidak mampu ,atau bisa kalian simpan dan hangatkan buat di makan nanti siang ." Sahut Oma Gracia mendengar perkataan Stevani yang mau membuang makanan yang baru saja di masak itu.


"Dan untuk kamu Stevani,kamu harus lebih peka pada Key ,meski ia suka sup tapi bukan berarti dia mau sup setiap hari." Terang Oma Gracia yang paham alasan key membuang sarapan itu hingga mangkuk itu pecah di lantai.


BUgh...


"Cepat ke landasan helikopter." Ucap Key saat sudah masuk ke mobilnya.


"Baik tuan."


🌺🌺🌺


Di sisi lain ,Killa mengerjapkan matanya merasa pusing di kepalanya,ia perlahan membuka mata dan mendapati dirinya berada di sebuah kamar yang begitu luas ,kamar yang berwarna cat Cream kombinasi gold dan juga abu abu itu terlihat sangat elegan ,bahkan killa tahu dia berada di tempat yang tidak biasa.


Deru ombak terdengar nyaring di telinga Killa membuat dia semakin kebingungan dan mencoba bangun lalu menatap sekitar yang terasa asing.


"Duh pusing banget ,aku di mana ini?." Gumam Killa dalam hati .


Ia mulai menapaki kaki di lantai berwarna putih mengkilat itu ,perlahan ia berjalan dan tiba tiba morning sickness nya mulai menyerang, perutnya seakan di aduk aduk dan ia ingin muntah.


Hoek


Hoek

__ADS_1


Ia menutup bibirnya seraya berlari mencari kamar mandi.


Hoek


Hoek


Hoek


Setelah beberapa menit ,rasa mualnya berkurang dan dia pun keluar.


Degh!


"Selamat pagi nona."


Kaget Killa tiba tiba melihat seorang wanita berpakaian pelayan menyapanya lalu membungkukkan badannya .


"Siapa kamu? Aku di Manna?." Tanya nya.


"Anda sedang berada di suatu tempat nona,jika sudah siap silahkan ke ruang makan,sarapan telah siap,sebentar lagi akan ada tamu yang datang tempat ini " Terangnya membuat Killa semakin mengerutkan keningnya tak mengerti apa yang di katakan olehnya.


"Apa maksud mu ?" Tanya Killa namun lagi lagi tak di tanggapi ,pelayan itu hanya membungkukkan tubuhnya seraya pamit keluar.


"Hey ,kenapa kamu pergi ? jawab dulu aku di mana ini hey?." Teriaknya.


"Sialan, di tanya malah gak mau jawab." Kesal Killa .


Ia pun berjalan dan mendekat ke arah jendela lalu membukanya,pemandangan yang begitu indah terpapar jelas di depannya , keindahan pantai dan laut begitu membuat mata Killa di manja,tapi keindahan itu segera ia tepis karena sejenak ia merasa was-was akan dirinya.


"Ooh astaga ? Apa aku di culik?" Kagetnya melihat semua pakaiannya masih lengkap tak kurang satu apapun.


"Ooh syukurlah Tidak? Tapi aku di mana sekarang? Ooh assisten Jun ! Aku akan meneleponnya." Ucapnya mencari ponselnya dan mencoba menghubungi assisten Jun namun tak dapat di hubungi.


"Tidak ada signal , astaga kenapa tempat sebagus ini tidak ada signal ?." Tanya Killa dalam hati sambil mengangkat ponselnya berharap segaris signal membuatnya tahu dia ada di mana.


"Ooh astaga ,jika aku tidak di culik lalu kenapa aku di sini? dan siapa mereka? "


"Selamat datang di tempat ku Lala ku"


Killa terkejut saat mendengar ucapan seseorang yang masih bisa ia kenal.


Degh..


Killa menoleh dan mendapati seseorang yang tadi ada di pikirnnya ,begitu nyata di depannya.

__ADS_1


.


__ADS_2