Jangan Salahkan Aku Selingkuh.

Jangan Salahkan Aku Selingkuh.
Bab 65


__ADS_3

Keesokan harinya ,Killa mengadakan syukuran kecil kecilan untuk mobil baru nya,meski ia tak menginginkan mobil itu menjadi miliknya namun baginya tradisi syukuran harus tetap di jalani,sebagai bentuk rasa syukur kepada sang pencipta,tak lupa ia mengundang tetangga dekat rumahnya bahkan sisil juga Aisyah juga hadir membantu nya memasak ,Puspita dan juga Dina juga tak boleh ketinggalan.


"Buk Killa ,cobain yang ini enak gak?." Tanya sisil mengambil sesendok sayur sop yang di masaknya.


Killa mendekat lalu mencicipi makanan yang di masak Sisil.


Slrruup..


"Eemm, , enak ,bumbunya juga pas ,kamu pinter masak juga ya ." Puji Killa pada masakan Sisil.


Sisil tersenyum senang mendengar pujian Killa ,sementara Aisyah hanya tersenyum memandang pemandangan yang membuatnya merasa tenang itu.


"Oh ya buk,semuanya sudah siap ,makanannya di taruh di mana?" Tanya salah satu tetangga killa yang ikut membantu nya.


"Taruh di depan saja buk , terimakasih ya sudah membantu ."


"Sama sama ,sesama tetangga kan harus saling tolong menolong." Terangnya sambil berlalu membawa beberapa makanan untuk di bawa ke depan ,karena sistim nya prasmanan jadi makanan yang sudah siap di sajikan langsung di bawa ke luar.


Tak lama satu persatu tetangga datang memberi selamat pada Killa.


"Selamat ya Killa ,kamu hebat bisa membeli mobil sebagus ini ."


"Terimakasih buk ,hehe Alhamdulillah ada Rizki." Jawab Killa tak enak ,karena sejatinya mobil itu tidak sengaja di belinya,bukan keinginan nya.


Di saat yang sama , Puspita datang bersama dengan Dina dan bebrapa teman yang lainnya.


"Killa ,congratulation ya,gak nyangka sih kamu mempunyai mobil sekeren ini ." Sapa Dina saat kini tengah berada di depan Killa ,tak lupa mereka cupika cupiki sebagai sapaan.


"Kamu ini bisa aja din,kamu tau sendiri kan aku gak ada niat buat beli mobil ini."


"Tapi keren loh Killa ,gaya mu juga keren banget saat melawan wanita yang kemarin itu ." Sahut Puspita.


"Kalian ngomongin apa sih,kok aku gak tau apa apa ?." Tanya salah satu temannya yang ikut bersama mereka.


"Gak usah kepo deh ,ayo kita makan saja ." Ucap Dina menarik tangan temannya untuk mencari makanan.


"Haha, , dasar Dina ,main tarik aja ,pasti dia kesal deh sama si Dina ."


"Hehe, , Dina emang seperti itu ya buk."


"Iya,dia orangnya sangat ceria bahkan sangat humble orangnya,jadi dia kaya bunglon bisa menempatkan diri pada siapapun temannya ngobrol,jadi siapapun yang ngomong sama dia akan cepat merasa cocok ."

__ADS_1


"Iya aku rasa juga begitu." Jawab Killa sambil memperhatikan Dina dari kejauhan.


Setelah mengobrol beberapa saat ,Puspita pun ikut bergabung dengan Dina untuk makan,melihat Killa sendiri Sisil mendekat .


"Buk Killa ,itu siapa? " Tanya Sisil.


Killa menoleh dan melirik ke arah tatapan Sisil," itu pemilik restoran Rinjani tempat ku bekerja ,dan yang di dekatnya itu teman teman ku yang bekerja di sana."


Sisil hanya mengangguk sementara matanya mengedar ke smbarangan arah ,niat mendekati Killa sebenarnya bukan itu melainkan ada sesuatu yang ingin di tanyakan oleh Sisil.


"Kamu kenapa ? Cari Siapa?." Tanya Killa karena melihat Sisil sejak tadi terlihat sedang mencari seseorang.


"Kamu cari siapa?." Tanya killla .


"Eeeh, , aku ...." Saat belum menyelesaikan ucapannya,tiba tiba seseorang datang dan turun dari mobilnya ,siapa lagi kalau bukan Key dan juga Assisten Jun.


"Eeeh, dia di sana ,sumpah ganteng banget." Ucap Sisil pelan sambil matanya menatap tak berkedip pada sesosok pangeran berkuda hitam yang dia juluki untuk Assisten Jun.


Killa hanya terdiam saat Key dan assisten Jun telah sampai di depannya ,mata Sisil kembali tak berkedip menatap assisten Jun yang begitu dekat dengannya.


"Selamat buk Killa , " Ucapnya sambil menunduk.


"Sama sama buk Killa ," Ucap assisten Jun ,sesaat lengannya menyikut perut Key sampai Key mengaduh kesakitan.


"Kamu apa apaan sih ?" Kesal Key.


"Ayo beri selamat ." Bisiknya seolah dialah yang menjadi bos.


"Aku lapar ." Bukannya memberi selamat ia malah melangkah panjang ke arah makanan yang berjejer di tengah halaman yang di atapi oleh terop sewaan itu.


"Sudah lah assisten Jun ,sana temani bos sombong kamu itu ,aku mau ke sana dulu menyapa ibu ibu yang di sana ,kamu jangan sungkan ya " Terang Killa di balas anggukan kecil Assisten Jun.


Sementara itu Killa masih memperhatikan Sisil yang tak lepas pandangan nya memandang assisten Jun .


"Kamu suka sama dia?." Tanya Killa sampai membuat sisil terpenjerat .


"Iya , ,eeehh,apa tadi ibu bilang ,aku gak dengar ." Ucap Sisil


"Hahaha ,sudah lah sisil ,kamu ini lucu sekali." Ucap Killa tak mau membuat gadis manis itu merasa malu karena godaannya.


Sementara itu Killa mendekat ke arah ibu ibu yang lagi duduk duduk sambil menyapa mereka,Killa tampak senang ,tapi di sisi lain seseorang begitu kesal melihat tawa Killa,ia mengepal tangannya merasa semakin benci dengan Killa.

__ADS_1


"Brengsek ,dia enak enakan bahagia dia atas penderitaan ku ,awas kamu Killa." Gumamnya merasa iri dengan Killa.


Tak sampai sana,ia mencoba mencari cara agar Killa di benci orang orang ,Tak lama dari kejauhan dia melihat sebuah mobil yang sangat dia kenali mendekat ke arahnya ,ia segera bersembunyi agar si empunya mobil tidak melihat dirinya,sang pemilik mobil yang tak lain ialah Dony pun menghentikan mobilnya dan keluar membawa sebuah buket bunga yang bertuliskan 'Congratulation'.



Ia berjalan mendekat ke arah Killa dan memberi buket bunga itu,Killa terlihat ragu mengambilnya tapi ia juga tak enak jika menolak di depan orang banyak ,akhirnya Killa mengambil lalu tersenyum padanya.


"Brengsek,rupanya dia datang ke tempat ini juga" Ucapnya terdengar kesal,dia terus memperhatikan Killa dari kejauhan ,tak lama ia memiliki ide untuk membuat Killa di benci oleh orang orang yang ada di sana.


Anjani dengan percaya diri datang ke tempat itu dengan wajah sangar dan seolah tersakiti.


"Mas Dony,kamu ngapain di sini mas?" Teriak Anjani tiba tiba mendekat lalu menampar killa Tanpa jeda.


Plak.


Killa memegang wajahnya yang terasa kebas oleh tamparan Anjani,semua orang terkejut melihat itu bahkan sisil dan juga Aisyah yang tadinya di dalam dapur ikut keluar mendengar keributan.


"Ada apa sih?." Tanya Aisyah terhenti saat tangan Sisil menghentikannya di ambang pintu,dangan posisi membelakangi Killa dan juga Anjani.


"Anjani ,kamu ngapain di sini?kamu juga ngapain nampar Killa ." Kesal Dony pada Anjani.


Melihat kejadian itu ,key yang tadi sibuk dengan makannya kini merasa kesal dan marah pada Anjani,tapi tangan assisten Jun menghentikannya .


"Kita liat dulu apa yang akan dia lakukan pada Bu Killa." Ucap assisten Jun.


Semetara di sudut lain , Puspita dan Dina menjadi kesal karena melihat Anjani lagi yang berusaha mengacaukan acara di tempat Killa ," wanita itu lagi ,apa sih maunya." Kesal Puspita.


"Apa sih maunya ,gak kapok apa kemarin di permalukan di showroom mobil itu,sekarang Mallah datang lagi ." Dina juga begitu kesal pada Anjani yang tak henti hentinya mencari masalah pada Killa.


"Tapi kita liat saja " Ucap Dina lagi.


"Kamu yang ngapain di sini mas? Kamu selingkuh sama wanita mandul ini hah? " Teriak Anjani keras.


"Ooh astaga ,apa ia buk Killa menjadi simpanan pria beristri,wajar saja ia bisa membeli mobil sebagus ini ." Ucap salah satu tetangga terdengar julid.


"Astaga ,aku gak menyangka jika si Killa tega menjadi pelakor ."


"Aku pikir dia wanita baik baik ,dulu ia sangat baik sebelum menikah dan bercerai,tapi kini setelah menjadi janda dia bahkan mengubah profesi menjadi pelakor,sungguh memalukan.'


" Iya aku pikir juga gitu,ternyata kita telah tertipu oleh muka polosnya ."

__ADS_1


__ADS_2