
Malam Semakin larut ,Killa dan juga Assisten Jun telah pulang kerumah masing masing,namun tidak dengan Key , dia masih tinggal di kantor sendiri,bukan tanpa alasan,ia tinggal di kantor untuk mengecek apa yang seharusnya di selesaikan malam itu juga ,ia tak tega melihat killa maupun Assisten nya kelelahan karena paginya mereka harus tetap bekerja seperti biasa,untuk itu ia mengerjakan pekerjaannya sendiri.Sampai kini waktu telah menunjukan pukul dua pagi ,key masih setia di depan laptopnya.
"Sudah jam dua ..baiklah sebentar lagi akan selesai" Ucapnya sendiri.
Setelah beberapa menit Key telah menyelesaikan pekerjaan nya dan dia pun langsung menutup laptopnya dan menyimpannya setra memadamkan lampu ruangan hendak pulang ,tapi tak lama saat ia hendak memutar handle pintu,ia mendengar sesuatu yang membuatnya mengurungkan niatnya untuk keluar ,ia memilih untuk tetap di sana dan tetap memasang telinga.
"Siapa yang masih di kantor jam segini?." Gumam Key menyandarkan tubuhnya pada dinding kaca transparan tapi terlihat gelap dari luar.
Tak lama ia melihat dua orang mengendap masuk ke kantornya menggunakan pakaian hitam dan masker sebagai penutup wajahnya,di tangannya ia membawa benda tumpul dan juga senter sebagai penerangan.
Mereka terus saja menelusur ruangan demi ruangan di tempat itu dan kini mereka telah sampai di depan ruangan Key key,Key dengan jelas bisa melihat mata orang yang kini berada di depannya itu.
"Apa ini ruangannya?" Tanya salah satu di antara mereka ,kita sebut saja di Ucup .
"Sepetinya begitu Cup,ruangan ini paling terlihat berbeda dari ruangan lainnya,dan aku yakin ini adalah ruangan nya." Terang si Ucip.
"Ya sudah ayo coba buka ." Ucap si Ucup menyenggol lengan si Ucip.
Si Ucip pun mulai memegang handle pintu lalu memutarnya tapi terkunci,ia mencoba beberapa kali dan tidak bisa,akhirnya ia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya untuk membuka pintu ,dan Klik.
Pintu terbuka.
"Nah kan bisa ,ayo cepat masuk.!" Ucap Si Ucip langsung masuk dan di susul oleh si Ucup.
Ruangan yang gelap membuat mereka tak menyadari ada Key di dalam ,mereka masuk dan menyalakan senter dan menyorot ke seluruh ruangan itu ,Key langsung bersembunyi sambil mengamati mereka.
"Cepat cari sana ." ucap si Ucip menunjuk meja kerja Key.
Ucup langsung mengobrak abrik meja itu dan menemukan Laptop milik Key .
"Aku cuma menemukan Ini!" Ucap si Ucup.
"Apa itu ? Kayaknya itu gak penting ,buang saja .Si bos menyuruh kita untuk mencari kertas yang bertuliskan File rahasia,jadi fokus cari itu saja cepat Ucuup." Lanjut Ucip menyuruh Ucup membuang laptopnya.
"Haish, ada ada saja si bos ."
Merasa mereka berdua bodoh, key memberanikan diri untuk keluar dan mengagetkan mereka.
cklik
Lampu seketika menyala,mereka berdua terkejut dan memandang ke atas lalu saling menatap.
"Apa yang kalian lakukan di sini?."
Degh
Mereka berdua terkejut lalu menatap ke arah Key yang keluar dari pojokan.
"Siapa kamu?" Tanya Ucup langsung menodong benda tumpul nya,begitu juga dengan Ucip ,ia mengambil sebuah pisau dari sakunya lalu menodongkan nya ke arah key.
Tanpa ragu Ucip dan Ucup saling menatap dan langsung menyerang Key.
__ADS_1
Bugh
Bugh
Bugh
Dugh
Dugh
Dugh
Perkelahian terjadi di antara mereka bertiga,di sela sela perkelahian mereka Ucup dan Ucip saling berbisik.
"Bagaimana ini?"
"Kabur saja ayo ."
"Siapa yang menyuruh kalian datang ke sini hah ?" Tanya key melotot.
"Hahaha ,kamu tidak perlu tau."
"Brengsek ,sini kalian!" Ucap Key kembali menyerang dan mereka pun melawan lagi.
Bugh
bugh
Ucup tersungkur dan Ucip mengunakan kesempatan itu untuk mengayunkan senjatanya dan berhasil mengenai Key.
Srek....!
Jleb
"Aaarrkk, , " ringis Key saat tangan dan lengannya terkena pisau tajam milik Ucip.
"Cup kabur Cup ." Teriak si Ucip kemudian langsung berlari.
"Hei ,,siapa kalian ?" Teriak seseorang yang baru saja datang berdiri di ambang pintu.
"Bos ?" Teriak nya langsung berlari ke arah key yang sudah terluka.
"Kejar mereka assisten Jun ." Ucap Key .
"Tapi...."
"Cepat, jangan sampai lolos !"
Mau tak mau assisten Jun langsung mengejar mereka yang berlari ke arah tangga darurat ,Key sendiri ia berdiri sebisa mungkin lalu melangkah keluar dari ruangannya menuju pintu keluar.
Di tangga , Assisten Jun mendapatkan mereka lalu menghajar mereka satu persatu ,dengan keahliannya dalam berkelahi,di bisa mengalahkan mereka dan berhasil mengikatnya dengan sebuah tali yang secara kebetulan ada di salah satu ember OB yang di taruh di bawah tangga.
__ADS_1
"Diam kalian."
"Ampuun ...ampuuun ."
"Lepaskan kita ...lepas ."
"Jangan harap kalian bisa lepas , berdoalah supaya bos Key tidak membawa kalian ke kantor polisi ." Terangnya membuat mereka ketakutan.
"Apa ? kantor polisi ? tidak tidak...jangan anak saya masih kecil tuan." Teriak Ucup.
"Pacar saya lagi hamil tuan ." Celetuk Ucip.
Ting.
Kepala Ucip berhasil di pukul oleh Assisten Jun menggunakan topi nya.
"Ngapain loe hamilin anak orang tidak bertanggungjawab,brengsek loe!" Marah assisten Jun mendengar ucapan Ucip.
"Bukannya tidak mau nikah tuan ,hanya saja saya masih mencari uang untuk menikahinya.
"Mancari yang dengan cara tidak halal seperti ini?"
"Hanya ini yang menjanjikan tuan ampuuun ..."
" Diam loe !"
"Ngapain loe curhat cip? " Bisik Ucup.
"Iya yah ." Jawab Ucip.
Tak lama Key pun datang sambil memegang tangannya yang masih berdarah," Assisten Jun " Panggil Key.
"Bos ." Ucap assisten Jun menoleh lalu berlari ke arah Key dan membatunya,sebelum itu ia memanggil beberapa satpam yang berjaga malam untuk membawa Ucup dan Ucip ke sebuah ruangan khusus untuk mereka, sementara itu Assisten Jun membawa key kerumah sakit terdekat untuk merawat lukanya.
Setelah satu jam lamanya ,Tangan Key sudah di perban ,ia keluar dari rumah sakit bertelanjang dada karena jas dan juga kemeja putihnya telah kotor dan sobek karena luka nya.
Assisten Jun langsung mendekat ." Bos apa sebaiknya pakai ini saja." Ucap Assisten Jun menawarkan pakaian yang di pakainya.
"Tidak usah ,ayo pulang." Ucapnya, assisten Jun langsung membuka pintu mobil untuk Key dan setelah itu ia pun masuk lalu mengemudi mobil untuk mengantar Key pulang.
"Apa yang sebenarnya terjadi tuan?" Tanya assisten Jun .
Key pun menceritakan apa yang di alaminya dan setelah melihat mereka hendak masuk ke dalam ruangannya ia segera bersembunyi lalu menghubungi assisten Jun untuk segera datang ke kantor.
" Aku yakin ini ada kaitannya dengan Mira,kamu awasi Mira jangan sampai dia kabur. " Ucap Key .
Assisten Jun langsung menghubungi anak buahnya untuk berjaga jaga di rumah Mira dan Key pun langsung pulang.
Di tempat lain.
"Apa? brengsek ,kenapa sampai ketahuan sih? kalian pulang dan atau kalau perlu cari mereka dan ancam mereka jangan sampai buka mulut ,kalua perlu bunuh mereka ,kalau sampai key tau semuanya,kalian yang akan saya bunuh."
__ADS_1