
Assalamualaikum semuanya, , , sebelum lanjut ke cerita dukung author dengan like ya,biar author semangat nih nulisnya.
Happy reading
🌺🌺🌺
Jika Killa kini berada di sebuah istana ,beda halnya dengan kediaman Lina,di rumah itu kini tampak tegang,pasalnya Dony yang hendak meninggalkan rumah itu mendadak membatu saat suara lantang Anjani membuat telinganya ikut terkunci dengan dua buah kata yang keluar dari mulutnya .
"Aku hamil " Teriakan itu kembali terdengar di telinga Dony,dan berhasil membuat Dony menghentikan langkahnya yang hendak keluar .
"Apa? hamil?" Kaget Lina mendengar pengakuan itu .
"Hamil? " Gumam Dony,dia membisu dan bertanya apa hubungannya dengan kehamilan Anjani.
"Anjani kamu hamil?" Tanya Lina .
"Iya Tante ,aku Hamill!" Jawab Lina sambil mengangguk lalu mengelus perutnya yang masih rata.
"Apa kamu bilang? kamu hamil? lalu apa hubungannya denganku ? " Sinis Dony setelah membalik badannya dan berjalan ke arah Anjani.
"Ini anak kamu Dony...hasil cinta kita waktu itu.!"
Jdeeerr...!
Bagai di sambar petir siang bolong, Dony begitu tak menyangka dengan apa yang di dengarnya.
"Jangan mengada ada kamu Anjani, tidak mungkin ." Dony seolah tidak terima apa yang di katakan oleh Anjani.
Jika Dony ingin menolak beda halnya dengan Lina,Lina mendengar itu sangat senang bahkan dia berterimakasih pada Anjani.
"Apa yang kamu katakan itu benar sayang?" Ucap Lina sambil meraih wajah Anjani dan mengelus perut Anjani.
"Tapi aku gak yakin ma " Dony masih saja menyangkal semua itu karena dia tidak yakin dengan apa yang di dengarnya.
"Tidak yakin gimana? ini anak kamu Dony? kamu tidak ingat apa yang kita lakukan waktu itu? " Ucap Anjani mencoba mengingatkan Dony.
"Tidak,tidak mungkin " Ia terus saja menyangkal apa yang terjadi dan tidak ingin apa yang di katakan anjani menjadi kenyataan.
"Dony, apa apaan kamu? Anjani bilang ini anak kamu ,harusnya kamu senang dong,apa yang kamu inginkan sebentar lagi akan tercapai juga mama akan segera punya cucu ." Ucap senang Lina membuat Anjani tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
"Don..." Panggilnya lirih.
"Syakilla " Gumam Dony kembali mengingat Syakilla .
"Cih, , wanita mandul itu tidak akan pernah bisa memberi kamu keturunan Dony,karena dia mandul." Ucap Lina menyadarkan Dony karena Syakilla tak kunjung hamil.
"Ma ,stop panggil dia mandul ,kita masih berusaha kok ma buat memberikan mama keturunan " Jawab Dony tak suka mendengar ibunya menyebut istrinya mandul.
"Tapi kenyataannya memang gitu don,buktinya sampai saat ini dia tidak kunjung hamil dan mama sudah sangat pengen sekali menimang cucu."
Dony terdiam ,dia mencerna apa yang di katakan Lina,namun ia masih tak menyangka jika Anjani akan secepat itu hamil bahkan mereka melakukannya tidak sampai tuntas kala itu,karena memang waktu itu Killa datang mengacaukan mereka.
"Aarrkk Killa " Gumam Dony sambil mengusap rambutnya kasar ,ia tak tau apa yang harus di lakukannya saat ini,dia memang beberapa kali selingkuh di belakang Killa,dan itu semua dia lakukan karena memang kebiasaannya yang tak pernah bisa lepas dari wanita,sejak dulu Dony memang playboy,tapi entah mengapa Syakilla mau menikah dengannya dan membiarkan kelakuan Dony yang terlalu sering bermain wanita,tapi kali ini dia tak menyangka jika permainannya akan membuat Anjani,sekertaris sekaligus mantan kekasihnya itu hamil.
Saat ini Dony hanya ingin mencari Killa dan tak ingin membahas yang lainnya ,tapi saat Dony hendak melangkah mencari Killa,dia kembali di halangi oleh Lina ," mau kemana kamu Dony?,di sini ada Anjani ,kamu sopan sedikit sama tamu " Tegurnya.
Donye mengeluh," ma aku harus mencari Killa ma,dia pergi dari rumah dan tidak tau kemana." Terangnya kemudian membalik badan lalu melangkah keluar.
"Aaaww , , perutku." Ringis anjani membuat Lina panik.
"Astaga anjani,kamu kenapa? Dony perut Anjani sakit Dony, cepat bawa keumah sakit."
****
PoV Syakilla
Pelan tapi pasti aku merasa berada di sebuah tempat seperti syurga,aroma lavender yang begitu menyejukkan membuatku merasa sangat tenang ,bahkan tubuhku terasa sangat ringan seringan kapas.
"Hmmm...enaknya " Ucapku pelan sambil merentangkan tanganku menikmati keindahan tempat yang saat ini ku tempati.
"Hihihi, , ,lucu ya, , " Terdengar bisik bisik seseorang di telingaku.
"Iih diam kamu ,kerjakan saja pekerjaan mu " Sahut yang lain membuatku menajamkan pendengaranku sambil mencari asal suara.
"Hhh, , beruntung sekali dia di perlakukan seperti ratu sama tuan Key "
Mendengar kata Key membuatku terheran,siapa key?,tanya ku dalam hati.
Ku buka pelan mataku saat suasana syurga itu menghilang dari pandanganku.
__ADS_1
Aku terkejut mendapati diriku tak berada di rumah maupun surga," Hei siapa kalian ?" Tanya ku langsung bangun dari posisiku yang tadinya terlentang.
Mereka semua terjingkrak saat aku bangun dan duduk lalu menatap ke arah mereka satu persatu.
"Maaf nona ,kami hanya menjalankan perintah tuan muda ." Jawabnya terlihat takut.
"Tuan muda? " jawabku bingung,aku tak tau siapa yang mereka maksud tuan muda.
Aku mengucek kucek mataku merasa aku bermimpi,dan aku sengaja mencubit ,aaawww..! diriku,dan ternyata aku tidak mimpi.
"Nona silahkan ikut kami " Ucapnya sopan membuatku semakin kebingungan,ku arahkan pandangan ku mengedar ke seluruh ruangan.
Ruangan yang ku tempati saat ini tak pantas di sebut rumah ,lebih tepatnya adalah Istana,ruangan yang bernuansa eropa ,bercat dinding putih tulang ,dan hiasan hiasan ala ala eropa membuat ruangan itu terlihat sangat mewah ,beberapa patung dan juga lukisan yang sudah ku taksir ratusan juta itu terpajang sempurna.
"Nona, ,! " Panggilnya lagi membuatkuhl sadar bahwa aku tidak sendiri.
"Eeh, , ,kalian siapa?." Tanyaku terheran.
Tak
Tak
Tak
Terdengar suara langkah kaki dari kejauhan ,aku dan yang lainnya menoleh ,seorang wanita paruh baya menatap ku dengan tersenyum lalu memandang datang ke arah parah pelayan yang berpakaian seragam itu .
"Kalian cepat selesaikan perkerjaan kalian ,tuan muda paling tidak suka menunggu." Ucapnya datar kemudian mereka mengangguk dengan sopan lalu menarik tanganku dengan paksa.
"Hei kalian mau apakan aku hei..." Teriak ku namun apalah daya ku saat ke empat pelayan itu dengan wajah datar membawaku ke sebuah ruangan yang tak ubahnya seperti sebuah toko.
Mereka mendudukan ku di sebuah sofa bundar yang berada di tengah tengah ruangan itu ,tiba tiba seseorang duduk dan bersimpuh.
" Nona ,kami mohon, menurut lah ,kami masih mencintai pekerjaan kami dan kami masih memiliki keluarga yang harus kami nafkahi,jika Nona terus memberontak dan menolak kami pasti akan di pecat oleh tuan muda dan kami pasti tidak akan mendapatkan pekerjaan apapun lagi " Ucapnya memohon dengan mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.
Bukan hanya dia ,tak lama ketiga temannya menyusul dan melakukan hal yang sama.
"Eeee, , , akuu, , , " .
Besambung.....
__ADS_1