
Senang dan terharu ,itu yang di rasakan kini oleh seorang pria yang berstatus poligami itu ,pasalnya pagi ini dia menerima panggilan dari atasannya karena mendapat bonus dari perkerjaan nya yang sangat memuaskan ,bahkan bos nya tak tanggung tanggung memberi bonus padanya.
"Terrimakasihhh , , terimakasih" Ucap Dony berulang kali merasa bahagia,ia menunduk sebagai bentuk kesopanannya pada rekan kerjanya itu.
"Baiklah jika begitu saya permisi,"
Kini hanya tinggal Dony sendiri di ruangan itu ,tak lama Anjani datang dan memberi selamat padanya," Mas, selamat ya , ini pasti berkat anak ini ,anak ini memang pembawa Rizki " Ucap nya kemudian memeluknya.
"Terimakasih Anjani" Balasnya.
"Oh ya apa boleh aku ke salon hari ini,aku tidak mau bekerja ,rasanya aku malas sekali melihat berkas berkas itu " Rengek Anjani manja pada Dony .
"Terserah kamu saja ,aku ada meeting " Ucapnya dingin lalu meninggalkan Anjani sendiri.
Kesal ? Sudah pasti ,di abaikan dah di biarkan begitu saja sudah sangat membuat Anjani sakit hati ,"Sialan" Kesal Anjani mengepal tangannya,ia pun kembali dengan sakit hatinya meninggal kantor itu dan beralih ke salon kecantikan.
***
"Ini buatmu " Ucap Key memberikan sebuah kartu black card pada Killa,saat ini mereka tangah sarapan berdua di rumah besar milik key.
"Apa ini? " Tanya Killa.
"Itu kartu buat kamu beli semua kebutuhan kamu ,apapun yang kamu mau beli silahkan" Ucap key sambil menyuap makanan Yang ada di piringnya .
Killa merasa tidak enak karena menerima sesuatu yang besar tanpa lelah bekerja," Tidak perlu tuan key ,ini ambilah ,aku masih ada uang dan tabungan untuk keperluan ku ." Jawab Killa menyodorkan kembali kartu itu ke depan key.
Key menghembuskan nafas sambil menaruh sendok dan garpu yang di pegangnya kemudian menatap tajam Killa sampai killa tak berani meliriknya," apa kamu pikir bertemu keluarga besar ku ,tidak akan melihat penampilan mu? Hah?,,ambil dan pakai itu ke salon ,aku tidak bisa menemani mu," Jawab key kemudian bangkit meninggal Killa sendiri.
"Haish ,,ribet sekali " kesal Killa sambil menghabiskan makanannya.
Setelah sarapan Killa hendak pergi ke salon kecantikan yang sudah di rekomendasikan oleh Key sebelum meninggalkan nya pagi tadi ,bahkan key juga sudah menelpon orang salon untuk mempercantik Killa dari ujung kaki sampa ujung kepala.
Tring..
Ponsel Killa berdering ,ia mengambilnya dan membuka pesannya.
(Datanglah ke salon Ayunda,,mereka telah menunggumu )
__ADS_1
Isi pesan singkat Key membuat Killa menggeleng pelan karena merasa Key cerewet.
( Haish, ,aku bukan anak kecil ) balas Killa.
( Jangan membantah ,aku sudah membatu mu bukan ,jika tidak kamu akan terima akibatnya?) Balas key lagi .
"Haish ,,apa harus mengancam seperti itu?" Gumam Killa kesal kemudian menyambar tasnya lalu pergi dengan supir ke sana.
Setelah menempuh jarak sekitar 30 menit,kini mereka telah sampai di sebuah salon yang sudah di pesan oleh Key.
"Silahkan nona " Ucap Salah satu pegawai salon menyambut killa dengan baik.
"Terimakasih" Balas Killa tersenyum lalu masuk di ikuti oleh pegawai yang menyambutnya tadi.
"Baiklah Nona ,apa kita bisa mulai " Tanya pegawai salon itu dan Killa mengangguk pelan .
Pengawai itu pun mulai dengan treatment di wajah Killa ,Killa sangat menikmati nya,hingga suara seseorang membuatnya membuka mata dan tersenyum kecut.
"Khem khem, , ternyata kamu di sini " Ucap seseorang yang terlihat tidak suka dengan Killa,ia baru saja datang karena melihat Killa ada di sana dan sengaja menghampiri nya .
Killa hendak marah namun ia tahan karena sudah tak ingin lagi berhubungan dengan mereka,namun lagi dan lagi Anjani kembali membuat nya kesal.
"Pantas mas Dony lebih memilih aku ,sekali celup sudah terbukti ada hasilnya ,gak kaya kamu ,menikah bertahun tahun malah tidak bisa hamil,alias mandul , hahaha " Ledeknya semakin menjadi.
Kesabaran killa sudah habis,dia pun bangkit lalu menarik salah satu kursi yang ada di dekatnya kemudian mengangkat nya dah hendak melemparnya ke arah Anjani.
"Aaarrk, , diam atau aku lempar kursi ini ke wajah ondel ondel mu itu." Ancam Killa membuat Anjani semakin kesal.
"Silahkan ,lempar silahkan ,aku mengatakan kebenaran bukan?bahwa kamu mandul "
BRAK..!
"Aaarrkk " Teriak Anjani berjongkok sambil memegang kepalanya.
Killa membanting kursi itu ke lantai sampai hancur berkeping keping ,nafasnya naik turun ,para pegawai itu tak berani ikut campur mereka lebih memilih untuk menjadi penonton .
"Tutup mulut tebal mu itu Anjani,dan ingat aku sudah tidak Sudi lagi punya suami seperti suami kamu itu,oooh ya aku baru ingat ,kamu kan baru kemarin resmi menjadi istri ke dua,tapi kok sudah berbadan dua? Apa jangan jangan itu bukan anak kandung mas Dony ya?" Geram killa sampai membuka kembali rahasia publik yang harus di rahasiakan .
__ADS_1
"Brengsek, , " geram Anjani hendak menampar killa ,namun Killa langsung menangkap tangan itu dan mencengkram nya kuat.
"Jangan coba coba sentuh aku, kamu boleh mengambil samua yang aku miliki, suami,bahkan posisiku sebagai istri satu satunya ,tapi aku tidak akan membiarkan kamu menyentuh ku sedikitpun,camkan itu " Marah Killa langsung menepis tangannya kasar,hingga di mengaduh kesakitan.
"Aaawh, , ," Keluhnya kesakitan .
"Pergi atau aku akan bertindak jauh lebih sakit lagi " Ancam killa.
(Sialan, awas kau ) Geramnya .
Niat hati ingin membuat Killa malu ,malah dia yang di buat malu habis habisan, Anjani pun pergi dengan kekesalan dan juga caci makiannya.
"Awass kau Killa ,tunggu pembalasanku" Geramnya.
Balik ke salon .
Mood killa benar benar hancur ,dia pun hanya menyambar barangnya kemudian pergi, namun sebelum itu dia memberikan sebuah kartu nama nya," ini kartu nama saya , hubungi saya berapa biaya ganti ruginya ,segera saya transfer" Jelasnya kemudian meninggalkan salon itu.
BUgh..
Killa menutup pintu mobil dengan marah ,lalu menatap tajam dan mengingat ucapan Anjani yang membuatnya sakit hati .
"Tahan Killa tahan ,kamu harus bisa menahan emosi kamu ,jika tidak maka kamu kalah " Ucapnya menyemangati dirinya.
Supir itu hanya diam ,dia tau mau mengganggu sang majikan,mau pergi tapi entah dia tak tahu harus ke mana , maka dia memilih untuk diam.
Sadar mobil itu hanya diam saja membuat Killa memperbaiki duduknya dan bertanya.
"Pak jalan ayo ,kenapa diam saja "
"Maaf nona,kita ke mana? " Tanya nya membuat Killa sadar jika kini ia pun tak tau harus kemana.
"Aaarg sialan " Kesal Killa.
Si sisi lain seseorang tngah santai duduk sambil mengangkat kakinya ,dia tersenyum senyum sambil menatap layar besar seperti Tab di tangannya.
"Bagus, kembangkan ," Gumamnya senang sambil mengelus janggut tipisnya.
__ADS_1