
"Kepada pak Sam ,silahkan ada tamu di luar ." Ucap Seorang penjaga membuka pintu tahanan.
Sam keluar dengan wajah yang sudah sangat memprihatinkan,wajahnya tampak pucat dan tatapannya sayu,namun saat melihat siapa yang datang ia langsung berjongkok dan meminta maaf.
"Key,maafkan saya maaf,tolong bebaskan saya tolong " Pintanya meneteskan air mata.
Key tampak terdiam ,ia hanya menatap nanar pada Sam yang terlihat menyedihkan,sama sekali tidak ada rasa kasihan padanya ,terlebih jika Key mengingat cara Sam memaksa Oma Gracia menandatangani surat surat penting itu membuat Key seolah ingin memberikan kepalan tangannya,tapi ia tahan karena ada Killa di sampingnya yang selalu mengingatkan dirinya,untuk tetap tidak emosi.
"Aku ke sini hanya ingin melihat apakah kamu masih hidup atau tidak ,tapi aku rasa kamu sehat wal Afiat,jadi saya permisi." Ucap Key dingin dan datar.
"Key ,paman mohon bebaskan paman dari sini key ,paman mohon ."
"Pak ,bawa dia masuk ke sel tahanan lagi ,dan tolong panggilkan Stevani ." Bukannya menjawab malah Key menyuruh polisi untuk membawa Sam masuk kembali dan membawa Stevani untuk menemui nya.
Tak beda jauh dari keadaan Sam ,Stevani juga terlihat lusuh dan kusut,bahkan rambutnya yang dulu selalu di blow kini sudah tak lagi ,rambut panjang itu hanya di ikat asal tak terurus.ia berjalan pelan dan setelah melihat Key yang datang dia langsung berlari dan memeluk key.
"Key,,maafin aku key ...aku....!"
"Duduklah ." Ucap Key pelan sambil melepas pelukan Stevani.
Key dan Stevani pun sama sama duduk berhadapan," Key ,apa kamu datang untuk membebaskan ku?."
Bukannya menjawab ,key malah mengeluarkan selembar kertas yang berisi surat gugatan cerai.
"Tanda tangan lah." Ucap key dingin menyodorkan kertas itu dan sebuah pena di atasnya.
"Apa ini?" Ucap Stevani kaget,ia sama sekali tak menyangka akan di gugat cerai oleh Key.
"Surat gugatan cerai , tanda tangan lah ."
Tik
Air mata Stevani tak terbendung lagi, ia tak ingin pisah dari Key ,entah sejak kapan dia mulai mencintai Key dan tujuan utamanya mendekati key yang awalnya hanya untuk harta ,kini telah berbalik menjadi cinta.
" Gak , aku gak mau key,aku gak mau ." Tolaknya.
__ADS_1
"Aku akan kembali lagi setelah kamu bersedia menandatangani nya ." Jawab dingin key kemudian bangkit lalu pergi.
"Tapi aku hamil anak kamu key?" Teriak Stevani membuat langkah Key terhenti.
Degh
Teriakan itu tak hanya key yang mendengar nya , melainkan Killa,Killa yang duduk di tempat yang sedikit berjauhan mendengar jelas apa yang di katakan oleh Stevani.Entah mengapa ada rasa sedih di hatinya saat tau Key sebentar lagi akan menjadi ayah dari istrinya itu.Tapi sebisa mungkin rasa itu ia telan dan bersikap biasa saja.
Key tak terkejut ataupun senang ,ia hanya tersenyum kecil lalu melirik dengan ekor matanya kemudian melenggang pergi di susul oleh Killa.
"Key , , tunggu , , , aaarrrrkkkk ....brengsek ." Teriak Stevani lalu membuang surat cerai itu le lantai.
"Jangan berisik ." Ucap salah satu polisi yang berjaga di sana.ia kemudian membawa Stevani kembali masuk ke dalam sel tahanannya.
Sementara itu di dalam mobil,Killa hanya terdiam tak mengatakan sepatah katapun ,wajahnya menunduk seakan enggan untuk menatap key ataupun menatap jalan.
"Lala,,,!" Panggil Key.
Killa tak mendengar panggilan Key,pikirnnya tertuju pada kata kata Stevani yang mengatakan jika dirinya tengah hamil.
Kesal dengan sikap Killa ,Key langsung menepi lalu menginjak rem dengan cepat secara sengaja.
ZZZRRRTTTT...
Dugh
"Astaghfirullah, , apa itu ?" Kaget Killa menatap ke arah Key.
Key yang di tatap hanya diam dan butuh penjelasan." Kenapa? Kamu melamunin apa?" Tanya Key.
Sadar akan pertanyaan Key membuat Killa salah tingkah." Enggak,aku gak melamun ,aku hanya ....eeee ...aku ... kecapean,,aah ya aku kecapean saja." Kilahnya.
"Bohong,aku tau kamu sedang memikirkan sesuatu Lala,"
Killa terdiam ,ia menatap Key sejenak lalu menatap ke arah jalan seraya berkata,"antar aku pulang." ucapnya dingin.
__ADS_1
Key menatap Killa sebentar lalu mencoba memegang tangan Killa,tapi segera di tepis olehnya.
"Apa apaan sih kamu Key? ingat kamu masih berstatus suami orang dan istri kamu sedang hamil anak kamu ,tidak seharusnya kamu seperti ini ." Marah Killa.
"Jadi kamu melamun karena itu?"
Degh
Secara tidak langsung jawabannya membuatnya jujur pada Key bahwa ia memikirkan apa yang di katakan Stevani,tapi Killa masih gengsi mengatakan jika dirinya cemburu.
"Eeeh tidak , , kata siapa? Aku tidak memikirkan apapun ."
"Dan kamu percaya? " Ujar Key.
"Maksud kamu?."
"Iya ,kamu percaya dia hamil anakku? Sedangkan aku tidak pernah tidur sama dia ,menyentuhnya sedikitpun aku tidak pernah Lala ."
"Apa?." Kali ini Killa yang terkejut mendengar Key tidak pernah tidur dengan Stevani.
"Iya Lala ,aku tidak pernah tidur dengannya sama sekali,dan aku rasa anak yang di kandungnya adalah anak dari paman Sam,kamu juga tau kan hubungan mereka berdua dari Tante Ratu?"
"Jadi benar ,itu bukan anakmu?" Tanya Killa terlihat senang.
"Hahaha,kamu lucu kalau lagi cemburu Lala." Tawa Key senang melihat Killa berubah drastis setelah tau Kenyataannya.
Wajah Killa langsung kusut lagi setelah di goda oleh key." Apa sih,siapa yang cemburu?."
"Hahaha,sudah lah Lala ,aku tau kamu cemburu kan.!" Godanya lagi.
"Tidak Key,aku tidak cemburu,cepat jalan aku lelah ."
Key dengan senyum mengembang di bibirnya pun melanjutkan perjalanan,sedangkan Killa terlihat tersenyum kecil tapi dia sembunyikan kebahagiaan nya itu di balik kata capek nya ,ia menyandar di dan menoleh ke jendela berpura pura tidur.
🌺🌺🌺🌺
__ADS_1