Jangan Salahkan Aku Selingkuh.

Jangan Salahkan Aku Selingkuh.
Bab 67


__ADS_3

  Sesampainya di rumah ,Dony menarik tangan Anjani dengan kuat sampai Anjani susah berjalan .


"Mas ,sakit mas ,sakit...!" Ringis nya berusaha melepaskan diri dari Dony.


   Dony melepas kannya dengan kasar sampai Anjani terdorong ke depan.


"Puas kamu mempermalukan diri kamu didepan orang banyak." Marah Anjani.


"Kenapa kamu nyalahin aku? Yang salah itu si Sisil,aku gak mau tau kamu harus pecat dia ."


  Dony menggertakkan giginya saat Anjani berkata seperti itu, Dony kesal karena Anjani tak menyadari kesalahannya dan malah menyalahkan orang lain.


"Anjani,bisa tidak kamu sadar diri ."


"Iya ,aku yang salah , semua salah ku ,tapi kamu tidak lupa bukan aku seperti ini karena siapa? Karena kamu ?."


"Iya,aku yang salah karena telah mengenal mu dan berselingkuh di belakang Syakilla dan aku menyesal dengan semua itu." Ucap Dony dingin kemudian pergi meninggalkan Anjani sendiri .


"Brengsek , , Andai aku sudah dapat sertifikat rumah ini ,kamu dan ibumu akan ku tendang dari rumah ini ." Geram Anjani mengepal tangannya.


🌺🌺🌺🌺


" Aku harus tampil seseksi mungkin biar Key mau tidur dengan ku." Gumam Stevani sambil menatap pantulan dirinya di cermin kamarnya.


   Ia masih berusaha mencari perhatian Key agar dirinya bisa tidur dengan Key,dan malam ini ia berusaha menarik perhatian Key dengan menggunakan Lingerie merah darah ,tampilan nya kali ini membuat aura kecantikan Stevani semakin terpancar ,terlebih ia tengah hamil ,aura kehamilan nya membuatnya begitu cantik.


     Ia duduk sambil berias menunggu kepulangan Key yang sampai jam 11 malam belum kembali,ia melirik ponselnya dan mencoba menghubungi Key ,namun lagi lagi Key Tan menjawab ponselnya.


"Sialan ,hatinya keras sekali seperti batu ,tapi aku gak boleh menyerah ,aku harus membuatnya tidur dengan ku malam ini juga ." Gumam stevani menyerangai.


Sementara itu ,Key yang saat ini tengah duduk menikmati minumannya di sebuah Bar club',ia datang ke bar itu karena beberapa jam yang lalu sebelum pulang dari rumah Killa ia sempat berbicara berdua dengan Killa.


Ia kembali mengingat penolakan Killa terhadap dirinya membuatnya kesal dan juga kecewa pastinya,tapi sebisa mungkin ia menerima alasan Killa menolaknya.


"Maaf key ,,aku masih trauma menjalin hubungan dengan pria manapun ,terlebih kamu seorang suami ,dan seharusnya kamu sekarang bersama istri kamu bukan malah mengajak ku ngobrol berdua." Ucap Killa parau , ia menolak Key untuk kesekian kalinya ,dan kata kata Killa membuat Key seakan tertampar,bahkan secara tidak langsung Killa telah merendahkan dirinya sebagai pria yang tak setia.


"Sial, , !" Marah key bukan karena killa,melainkan ia marah dengan keadaan yang membentengi dirinya dan Killa agar bersatu,ia tahu jika stevani tidak benar benar mencintainya melainkan ada maksud dan tujuan yang lainnya ,akan tetapi Key masih menyelidiki semua itu.


Terlihat juga Assisten Jun tengah asyik bermain main dengan para wanita yang sedang berlenggak lenggok di depannya mencari perhatian nya.


__ADS_1


Meskii demikian , Assisten Jun tak lepas pandangan ke arah Key yang hanya diam tanpa menanggapi beberapa wanita yang menggodanya itu ,ia tersenyum melihat sang Bos yang sedang di lema antara cintanya dengan istrinya. Tak sampai sana Assisten Jun mencoba mendekati Key dan mengajaknya mengobrol tapi jelas jelas jawaban Key membuatnya kembali menciut.


"Diam, atau ku laporkan pada ibumu jika anaknya di sini terlalu sering mempermainkan wanita." Ancaman Key berhasil membuat Assisten Jun terdiam ,karena ibu nya adalah wanita yang paling ia cintai sekaligus takuti di dunia ini.


"Mainannya selalu mengancam !" Kesal assisten Jun menggerutu kemudian kembali duduk menjauh dari Key.


Sementara itu .


Hacim...


Haacimm....


"Oalah ,siapa juga yang menyebut namaku sampai sampai hidungku gatal seperti ini." Ucap mbok Iyem sembari tangannya sibuk merakit sebuah kertas menjadi box tempat makanan.


"Kenapa buk." Tanya Dessy yang baru saja masuk sambil membawa makanan yang akan di isi ke dalam box tersebut.


"Tidak ,ibu hanya merasa ada yang membicarakan ibu."


"Apa karena ibu bersin?."


"Begitulah." Jawabnya.


"Kata orang dulu sih kalau ada orang yang sedang menyebut kita dari kalangan keluarga dekat ,maka kita akan bersin bersin entah itu membicarakan hal buruk tentang kita atau tentang yang baik baik."


"Dan ibu percaya?"


"Harus dong ,namanya juga kepercayaan para leluhur harus kita tetap percaya dah junjung tinggi karena sejatinya kita semua tidak akan bisa lepas dari tradisi yang sudah turun temurun dari nenek moyang kita nak ."


"Ooh begitu buk, oh ya kalau begitu apa yang membicarakan kita kakak ? Atau bisa jadi kakak Nana sedang kangen sama kita?."


"Bisa jadi " Jawabnya sambil mengisi satu persatu kotak Snack yang akan di kirim besok pagi.


"Alhamdulillah ya buk ,Bos nya kakak baik banget sampai memberikan kita usaha juga di sini, jadi Dessy bisa sekalian promosikan usaha catering kita ke teman teman juga sekolah ku." Ucap Dessy merasa bersyukur karena telah di berikan begitu banyak hal yang tak kan mereka lupakan.


Yah selain membangun kembali rumah yang di bakarnya tempo hari ,ia juga memberikan modal usaha untuk keluarga Key agar bisa menjalani kehidupan yang jauh lebih kayak.


"Tapi kenapa bos nya kakak begitu baik ya sama kita ,apa jangan jangan dia yang sudah melakukan itu semua ,dan ibu sebagai bentuk permintaan maaf darinya ."


"Hush ,kamu sembarangan saja ,sudah lah yang penting sekarang hidup kita enak ,kamu sekolah juga sudah ada motor kan ."


"Iya sih buk, oh ya nih aku baru dapet order buat Minggu depan ,ibu ibu pengajian mau pesan 500 box untuk snack box nya ." Terang Dessy baru mengingat ia mendapat orderan dari ibu RT.

__ADS_1


"Alhamdulillah."


"Iya buk Alhamdulillah."


🌺🌺🌺


Jam sudah menunjukan pukul 1 malam ,Key baru saja sampai di rumah nya,ia pun langsung masuk ke dalam kamarnya yang sudah terlihat gelap.


"Bagus lah dia sudus tidur" Ucap Key mengendap masuk dan mengambil bantal juga selimut untuknya tidur di tempat lain.


Cklek


"Key,kamu sudah pulang ?" Ucap Stevani tiba tiba langsung menyalakan lampu dan memanggil Key.


Key terdiam tanpa menoleh ,ia menghentikan langkahnya dan,


Grep.!


Stevani langsung memeluk Key dari belakang, meraba Dada bidang Key sampai membuat Key menjatuhkan bantalnya dan melepas tangan Stevani dengan sedikit kuat ,lalu berbalik dan.


Degh


"Key ." Panggilnya parau.


Key menatap Stevani yang menggunakan lingerie ,ia pria normal yang hormonnya akan naik jika terus di pancing ,terlebih ia telah resmi menjadi istri dari wanita yang kini tengah menggodanya itu,melihat Key terdiam membuat Stevani menggunakan kesempatan itu untuk mendekat dan meraba wajah Key penuh nafsu.


"Key,kemarilah aku merindukan mu " Bisiknya sedikit berjinjit tepat di telinga Key.


Key hanya terdiam, ia merasa sedikit panas di telinganya akibat bisikan Stevani ,darahnya terasa berdesir hebat ,seolah menyuruhnya untuk melahap wanita itu mentah mentah saat ini juga.


"Aaww , ," Ringis Stevani akhirnya saat Key mencengkram kuat kedua pinggangnya ,sementara mata Key yang terlihat kemerahan akibat minum alkohol tadi menatap tajam ke arahnya.


Stevani tersenyum kecil saat wajah Key semakin dekat dengan wajahnya ,ia mendongak dan menutup mata saat bibir key hendak menyentuh bibirnya ,nafas Key terasa panas di wajahnya,hingga akhirnya.


Apakah yang akan terjadi? Apakah Key bisa mengendalikan dirinya atau malah jatuh ke pelukan Stevani?


Yuks simak selanjutnya di bab berikutnya...


Terimakasih...


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2