
Memilih untuk pergi adalah keputusan yang mutlak di ambil oleh Killa ,ia sudah tak ingin lagi berada di lingkungan para orang orang yang begitu kejam pada dirinya ,lepas dari cengkraman tangan Dony membuatnya merasa terbang tinggi mengudara bahkan merasa lega karena tak lagi merasakan sakit seperti pertama kalinya.
Kepergian nya bukan tanpa alasan dan juga bukan semata mata untuk menghindar,hanya saja ia ingin hidup tenang dan bahagia ,namun ia tak memiliki tujuan ,ia tak tahu harus berbuat apa,namun saat yang tepat seorang lelaki datang menghampiri dirinya,ia mengulurkan tangannya untuk membantunya,awalnya ia menolak namun alasan Killa membuatnya mengatakan iya.
"Jangan pernah kasi tau Key tentang malam itu assisten Jun." Pinta Killa sebelum meninggalkan negara ini.
"Kenapa? dia berhak tau." Jawab assisten Jun.
Killa menggeleng dan tak memberi alasan,ia hanya meminta assisten Jun untuk mengunci kuat identitas nya dan membuat identitas baru untuknya untuk pergi keluar negeri,ia ingin memenangkan diri dan mempersiapkan diri jika harus kembali ke tanah airnya.
Melihat Killa begitu terpukul dengan keadaan nya membuat assisten Jun mengiyakan dan bersedia membantunya,ia rela menyembunyikan Killa dari tuan mudanya untuk menyembuhkan luka pada wanita malang itu.
Assisten Jun memutuskan untuk membawa Killa kerumahnya terlebih dahulu sebelum mengurus kepergian nya keluar negeri,dan belakangan ini ia memang trlalu sibuk untuk mempersiapkan pernikahan Key dan juga Stevani,untuk itu dia sedikit terlambat mengurus data palsu untuk Killa dan mengurus keberangkatan nya ke luar negeri.
****
Saat ini Killa tengah membereskan kopernya setelah mendapat kabar dari assisten Jun jika semua berkasnya sudah siap dan dia bisa berangkat besok.
Tak
Tak
Tak
Derap langkah terdengar menuju ke arahnya,Mbok Iyem datang bersama dengan Dessy.
Tok
Tok
Tok
Meraka mengetuk pintu yang tak tertutup itu sebelum masuk ke dalam.
"Masuk saja buk ." Ucap Killa sambil menoleh lalu kembali merapikan pakaiannya.
"Apa kamu benar benar ingin pergi?." Tanya Mbok Iyem
Killa tersenyum sambil menoleh ke arahnya ,ia menghentikan aktivitas nya dan menarik mbok Iyem duduk di samping nya lalu menggenggam tangannya.
"Buk,maafin Nana ya selama tinggal di sini Nana banyak nyusahin ibu juga Dessy." Ucapnya sambil menoleh ke arah mereka.
__ADS_1
Air mata mereka tampak menggenang menahan untuk keluar." Kak Nana apa gak bisa Kakak tinggal di sini saja?." Pinta Dessy merengek seperti anak kecil yang minta di belikan mainan.
"Dessy, kita kan bisa telponan kalau kamu kangen kakak ,kakak pergi gak lama kok ,hanya sebentar saja ,kakak cuma ingin menenangkan diri kakak dari semua masalah yang ada."
"Lalu kehamilan kakak?.".
"Ssstt, , ,jangan kasi tau siapa siapa ya,termasuk assisten Jun,jangan kasi tau dia kalau aku lagi hamil."
"Kenapa begitu?" Tanya mbok Iyem.
"Aku ingin pergi tanpa ada yang menganggu ku buk,jadi aku mohon sama kalian berdua jangan pernah bocorkan kehamilan ku Ini pada siapapun,ibu bisa kan merahasiakan ini ?"
Mbok Iyem diam sejenak memikirkan permintaan Killa ,bagaimana pun ia masih hamil muda ,ia sangat khawatir dengan kesehatan Killa yang kemarin muntah muntah karena mengalami morning sickness.
"Buk, , Nana mohon." Pinta Killa lagi.
Tiin
Tiiinnn.....
Tak lama terdengar suara klakson mobil di depan ,Dessy langsung berlari dan melihat siapa yang datang.
"Gak tau buk, apa kita buka pintu?" Tanya Dessy.
"Sebentar,apa kak Jun yang mengirim orang ini ke sini ?" Tanya Dessy sambil merogoh ponselnya dan menelpon assisten Jun.
"Hallo kak? Apa kakak yang mengirim orang ke sini?" Tanya Dessy pada assisten Jun.
"Iya itu kakak ! Gak apa apa kamu buka saja pintunya." Terangnya.
"Baiklah ." Jawab Dessy kemudian mematikan ponselnya dan mengatakan pada ibunya juga Killa bahwa memang benar assisten Jun lah yang mengirim orang untuk menjemput Killa.
"Permisi."
Cklek
Dessy membuka pintu dan mempersilahkan mereka masuk ,tiga pria berpakaian serba hitam itu masuk dan duduk di ruang tamu.
"Apa kalian tidak mau meminum kopi dulu?." Tanya mbok Iyem.
"Tidak usah buk, kita buru buru , jadwal keberangkatan nona ini mendadak jadi harus cepat ke bandara." Terangnya.
__ADS_1
"Oh baiklah ,jika begitu aku ambil koper dulu." Ucapnya buru buru masuk ke dalam dan mengambil kopernya.
"Buk,Dess, , aku pamit ya ,kalian jaga diri baik baik jaga kesehatan juga ingat pesan aku ,jangan kasi tau siapa siapa tentang keadaan ku yang sekarang."
"Nak, jaga diri kamu baik baik ya,jangan sampai telat makan ,jika ada apa apa kamu telpon saja ibu." Terang mbok Iyem sambil memeluk Killa dan menangis.
"Kakak, , Dessy sayang kakak , , huuuuu, , , kakak di sini membuat Dessy merasakan memiliki kakak perempuan,tapi sekarang kakak mau pergi, , ,jaga diri kakak ya juga keponakan aku." Ucap Dessy sambil memeluk Killa dan berbisik saat di akhir kalimatnya.
Killa di buat tersenyum dengan kata kata Dessy ,dan dia pun mengangguk lalu pergi dari rumah itu, Dessy dan mbok Iyem hanya mampu menatap mobil yang di kendarai Killa menjauh dan menghilang dari pandangannya.
Di tempat lain ,setelah menutup ponselnya ia melihat Jam di tangannya , " cepat juga ,baru saja 20 menit yang lalu aku meminta mereka menjemput,sekarang sudah sampai saja,tapi bagus lah ,lebih cepat lebih baik." Gumam assisten Jun di kantornya,ia sedang bersama Key karena baru saja mereka keluar dari ruang meeting ,dah ia berhenti sejenak karena menerima panggilan dari adiknya.
"Kenapa kamu? " Tanya Key ikut menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah assisten Jun.
"Eeh tidak ada tuan "
"Siapa yang menelpon kamu ?" Tanya Key lagi membuat assisten Jun semakin keringat dingin.
Ekspresi assisten Jun membuat Key tersenyum lalu kembali berjalan sambil berkata," dasar bodoh ."
" Eee , ,itu adik saya tuan ,saya baru saja mengirim beberapa hadiah untuknya ,karena dia berulang tahun." Bohong assisten Jun.
"Kenapa kamu tidak bilang ke saya kalau adik kamu berulang tahun ,saya juga ingin membeli hadiah buat ADIK ASSISTEN SAYA YANG PALING SETIA ." Terang key menelan kata katanya di akhir kalimatnya.
Degh
Assisten Jun semakin di buat Salah tingkah terlebih saat Key mengatakan dia adalah assisten yang setia.
"Eeh maaf tuan,itu hanya hadiah kecil dan tidak di rayakan , jadi anda tidak perlu memberi hadiah untuknya." Terang assisten Jun sambil menunduk.
"Ooh baiklah juga begitu , assisten Jun aku meminta sesuatu padamu boleh?" Tanya Key .
Mereka kini berada di lorong kantor menuju ruangan mereka," apa itu tuan?" Tanya assisten Jun.
"Kamu handle semua pekerjaan kantor ,saya ingin berbulan madu."
"Apa? Berbulan madu?" Tanya assisten Jun tak percaya.
"Iya ,kamu tidak salah dengar,saya ingin berbulan madu beberapa hari kedepan ,jadi saya percayakan semua urusan kantor padamu ." Ucapnya kemudian meninggalkan assisten Jun dengan bersiul senang.
"Aneh..! " Gumam assisten Jun.
__ADS_1