Jangan Salahkan Aku Selingkuh.

Jangan Salahkan Aku Selingkuh.
Bab 35


__ADS_3

Di sebuah restoran.


Stevani tengah duduk dengan anggun sambil memainkan ponselnya ,lalu melirik jam tangannya . Sudah 30 menit berlalu ia mendaratkan bokongnya di tempat itu menunggu sang pangeran pujaan hatinya datang.


Wanita yang memakai dress warna putih kombinasi gold itu terlihat sangat elegan dengan duduk menyilang kalinya di atas kaki lainnya,raut kekesalan mulai terlihat saat dirinya telah merasa lelah menunggumu.


"Astaga, , ,aku harus menunggu berapa lama lagi sih " Gumam nya namun tetap sabar.


"Oke ,Stevani kamu sabar ya...sabar jangan mudah terpancing emosi....mmhhhhh....huuuuhhh " Ia menghembuskan nafas lalu membuangnya untuk menahan kekesalannya.


Tak lama yang di tunggu pun datang ,wajah sumringah nya terlihat lalu melambaikan tangan.


Key pun datang dan langsung duduk di kursi depan Stevani,kursi yang di pesan sedemikian rupa untuk dinner romantis dengan pasangannya.


"Key kenapa kamu lama sekali " Keluhnya


"Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan ?" Ucapnya lugas.


"Aah baiklah , , "


Tak lama menu makan malam mereka telah datang ,tanpa menunggu Key langsung menyantapnya dan menikmati makan malam itu.


"Habis ini kita ke club' ya ? "


"Terserah kamu " Jawab key singkat.


Key datang sendiri karena assisten Jun tadi mendapat telepon mendadak dari keluarga nya bahwa ibunya jatuh dan di bawa ke rumah sakit.


"Key ,apa tidak sebaiknya pertunangan kita di lanjutkan ?" Tanya Stevani membuat key meletakkan sendok dan garpunya merasa enggan membahas tentang itu.


"Jangan ngelantur ,aku sudah punya pacar " Ucap nya kemudian melanjutkan makannya.


"Sudah ,aku sudah selesai makan ,mari lanjutkan perjalanan" Ucap Key menyudahi makannya.


"Loh aku belum selesai loh , , "


"Baiklah kamu makan saja dulu ,aku ke toilet ".


Tak lama setelah balik dari toilet Stevani sudah selesai menikmati hidangan nya kemudian dia mengajak Key untuk ke club' nya karena ada yang harus di periksa.


Saat berjalan Stevani menggandeng tangan key dengan manja sampai ke tujuan ,dia masuk dan mempersilahkan Key duduk di ruang kerjanya.


"Kamu tidak mau membantuku Key? Aku sedikit kebingungan,biasanya Binar yang ngerjain ini semua tapi hari ini dia sakit jadi aku tidak begitu paham " Ucap Stevani,dan mau tau mau Key pun mendekat dan berdiri di belakang Stevani lalu berjongkok melihat laporan yang akan di cek nya.


Berada sedekat itu memang yang di inginkan Stevani ,dia mencoba menggoda Key dengan memperbesar belahan dadanya agar payu daranya sedikit terlihat menonjol.


Ia pun bergerak gerak agar ke menatap ke arahnya " Bagaimana? " Tanya Stevani menatap ke arah key.


Melihat Jakun milik key membuat nya menelan ludahnya ingin sekali ia mengecup nya dan bermain main di sana.


"Sebentar lagi " Jawab key tanpa menoleh ke arahnya.


" Key " Panggilnya mendongak .

__ADS_1


"Apa?" Jawab Key menoleh ke arahnya.


Key menatap belahan dada Stevani yang terlihat menonjol,Dia menelan kasar ludahnya dan tangan Stevani tiba tiba memegang lehernya pelan.


"Key, , " Panggil nya lagi dengan lirih.


Stevani bangun dan langsung menyudutkan Key ke tembok ruangannya ,Key yang kaget pun hanya terdiam,nafsu Stevani semakin naik saat Key diam saja ketika tangannya mengelusi dada bidangnya.


" Aku mencintaimu" Bisik Stevani kemudian hendak mencium key.


"Stevani,jaga sikapmu atau aku pulang " Ujarnya mendorong tubuh ramping itu kemudian keluar berkumpul di keramaian club'.


"Iiih , , , sialan padahal sebentar lagi " Gumam nya ,ia pun merogoh ponselnya dan mengirim pesan pada seseorang,senyum mengembang tercetak di bibir manisnya kemudian kembali mencari Key .


Cukup lama ia mencari sosok pria bermata sipit itu, akhirnya dia menemukan Key di pojokan sedang menikmati seteguk Wind di gelas kecilnya.


"Key ,sorry aku membuatmu tidak nyaman " Ucap Stevani duduk di dekat Key.


Key hanya terdiam sambil menatap orang orang yang lagi bersenang senang menikmati musik DJ.


"Apa sudah selesai? " Tanya Key lagi lagi tidak menanggapinya.


"Aku belum minum,sebentar aku ingin malam ini minum sama kamu sampai puas ,boleh ya please" Pintanya ,kemudian memesan sebotol minuman untuknya.


Tak lama datanglah seorang pelayan membawakan dua gelas minuman untuk mereka juga sebotol wind lagi untuk tambahan mereka.


Senyum manis Stevani terlihat kembali saat menatap minuman yang ada di depan Key ,dia pun meminta key untuk bersulang.


"Mari bersulang!." Pinta Stevani.


Suara gelas bersautan satu sama lain ,dan mereka meneguk minuman itu sekali teguk.


Pelan tapi pasti Key merasa sesuatu yang berbeda di tubuhnya ,tiba tiba ia merasa tubuhnya gerah ,badannya memerah terlebih wajahnya terlihat seperti udang rebus.


Merasa ada yang tidak beres dengan dirinya Key bangkit dan pamit ke kamar mandi .


"Aku anter ya "


"Tidak perlu ,aku bisa sendiri " Jawab Key .


Ia jalan sempoyongan sambil mengibas kerah bajunya merasa gerah,ia menuju kamar mandi dan mengunci diri di sana.


"Aaark sialan, , kenapa panas sekali " Gumam Key,dia merogoh ponselnya hendak mengirim pesan pada assisten Jun dan mengirim lokasi.


Ting...


Sebuah ponsel berdering, sang pemilik pun segera melihat isinya pesannya.


"Lokasi? Di mana ini? " Gumamnya melihat lokasi bar club' yang di kirim Key.


"Buat apa dia mengirim ini padaku ,apa dia mau pamer kalau lagi bermesraan dengan wanita lain? ".


"Kamu kenapa Killa " Tanya Oma Gracia yang baru saja bergabung dengannya di rumah keluarga.

__ADS_1


Killa segera mematikan ponselnya dan memperbaiki duduknya ," Eeh Oma ,tidak apa apa Oma,ada temen Killa yang iseng kirim sesuatu ke Killa ,dan gak penting juga." Killahnya.


"Ooh baiklah jika begitu".


Di sisi lain sepanjang perjalanan Assisten Jun ia terus menghubungi pihak keluarganya namun belum ada jawaban,ia begitu khawatir dengan keadaan orang tuanya yang di kabarkan di bawa kerumah sakit,dia ingin menghubungi pihak keluarga karena ingin menanyakan rumah sakit mana tempat ibunya di rawat.


Setelah sampai rumah sakit terdekat dari rumahnya ,ia pun ke resepsionis untuk menanyakan di mana ibunya di rawat,namun pihak rumah sakit menyatakan tidak ada pasien yang bernama tersebut,membuat kecurigaan bagi assisten Jun.


Dia pun kembali mencoba menghubungi orang tuanya yang tak kunjung bisa di hubungi,setelah lama ia mencoba menghubungi ketua RT tempat orang tuanya tinggal dan menanyakan kabarnya.


"Orang tua kamu baik baik saja Jun,malah tadi bapak mu baru saja pulang dari rumah saya." Jawab pak RT.


"Baiklah jika begitu terimakasih pak,titip salam buat orang tua saya karena saya tidak bisa menghubungi nya." Terangnya.


"Baiklah ."


Di dalam mobil Assisten Jun mencoba berpikir apa yang terjadi ,setelah dia merasa ada sesuatu yang tidak beres dia pun mencoba menghubungi Key namun tak di angkat.


DDdrrrtt...


Ponsel Key berdering ,namun key sudah tak bisa lagi memegang ponselnya karena kegerahan,kini kemejanya sudah tak berada di tempatnya lagi.


"Aaark, , **** " Keluhnya merasa seluruh badannya panas.


Tok


Tok


Tok


"Key , ,apa kamu di dalam." Tanya seseorang yang ternyata adalah Stevani.


Cklek


Cklek..


Stevani mencoba membuka pintu dari luar.


"Pergi, , jangan mendekat." Teriak Key dari dalam


Namun Stevani tak tinggal diam ,dia mengambil kunci cadangan toilet dan membukanya dari luar.


Cklek..


"Key " Panggilnya .


Ia melihat keadaan Key yang sudah berantakan lalu ia tersenyum lalu mendekat.


"Key kamu kenapa." Ia bertanya seolah tak mengerti apa yang terjadi pada Key.


"Gerah,,toloong. " Pinta Key.


Stevani tersenyum lalu memapah Key keluar dari toilet .

__ADS_1


"Baiklah ayo pergi ,aku akan membantumu sayang." Ucapnya.


******


__ADS_2