Jangan Salahkan Aku Selingkuh.

Jangan Salahkan Aku Selingkuh.
Bab 46


__ADS_3

Seperti yang di katakan oleh Sam,hari ini Key benar benar memutuskan Sesuatu yang sangat berat baginya,ia tak mengatakan tidak tidak juga mengatakan iya namun Oma,Oma Gracia lah yang meminta Sam untuk melamar Stevani untuk Key bahkan semua telah di persiapan oleh Oma Gracia,meski tau hati cucunya yang sebenernya tidak tega namun harus dia lakukan demi masa depan keluarga mereka.


"Baiklah Mom, Sam pamit dulu." Ucap Sam sambil membungkuk kemudian berlalu dari Mention itu .


"Hhhh, , maafkan Oma Key,tapi ini satu satunya cara mempertahankan semua ini ,terkadang apa yang menurut kita baik belum tentu itu menjadi takdir kita , dan kini takdirmu adalah menikah dengan Stevani." Gumam Oma Gracia merasa bersalah dengan keputusan yang dia ambil.


Sebenernya Key sudah tahu namun ia berpura pura tidak tahu tentang semua itu,bahkan kini ia sedang duduk merenung di meja kerjanya sambil memangku dagu,ia tak tau harus berbuat apa.


"Aaark, , brengsek " Geram Key begitu marah pada dirinya sendiri,kemudian meneguk segelas wind yang sengaja di pesan untuk nya di kantor.


sementara itu , assisten Jun menatap sendu dan prihatin pada sang bos,melihat perubahan yang terjadi pada Key membuatnya merasa bersalah ,entah apa alasannya.


"Maafkan saya tuan." Gumam nya kemudian kembali pada pekerjaannya.


Setelah itu dia kembali melihat ponselnya dan mengirim sesuatu pada seseorang,setelah itu dia pun kembali fokus pada pekerjaan nya.


🌺🌺🌺


Raut kebahagiaan terpancar di wajah Stevani saat mengetahui jika dirinya akan segera menikah dengan Key.


"Apa kamu benar benar mencintainya sampai kamu sebahagia itu?." Tanya Sam saat menatap Stevani di depannya terlihat berbunga bunga.


"Eeh , , sayang kamu ngomong apa sih?." Ucap Stevani mendekat lalu menarik lengan Sam untuk di peluknya,ia menyandarkan kepalanya di bahu Sam sambil bermanja.


"Kamu cemburu?." Ejeknya .


"Siapa yang cemburu?." Kilah nya


"Tuh buktinya ,bukanya kamu yang menyuruhku mendekatinya demi tujuan kita?"


"Aku gak cemburu, kenapa juga harus cemburu sama anak ingusan seperti itu ,bukankah aku lebih dulu merasakan tubuh ini ?" Ucap Sam mulai mendarat kan tangannya ke paha Stevani.


Stevani tersenyum manis lalu mengangguk," Iya sayang,jadi kamu salah jika harus cemburu padanya." Terang Stevani.


"Iya baik baik,kalau begitu ayo aku mau jatah ku hari ini ." bisik Sam kemudian menarik Stevani menuju kamarnya.


( Kalian sudah tau bukan ,apa yang terjadi setelah itu ? ).

__ADS_1


Jika Stevani dan Sam sedang bercumbu ,berbeda dengan Anjani yang kini sedang terbaring di rumah sakit karena sakit di perutnya,kandungannya yang lemah membuatnya sering merasakan sakit ,terlebih saa mengalami stres berlebihan.


"Bagaimana keadaan istri saya Dokter?." Tanya Dony setelah dokter keluar dari ruangan untuk memeriksa Anjani.


"Alhamdulillah kandungan nya tidak apa apa,ibu Anjani masih belum sadarkan diri,kita tunggu beliau sadar terlebih dahulu baru bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut,kalau begitu saya permisi." Terangnya.


"Baiklah dok terimakasih." Ucap nya lega kemudian masuk di ikuti oleh Aisyah dan juga Sisil.


Mereka bertiga masuk ke ruangan milik Anjani ,Dony langsung mendekat lalu duduk di samping Anjani , Aisyah langsung menaruh makanan yang dia beli tadi kemudian Sisil dia terpaksa ikut karena menjemput sang ibu yang akan kembali ke rumah.


"Kenapa dia tidak mati saja sekalian." Gumam Sisil sambil menatap tajam ke arah Anjani yang masih terpejam.


Tak lama Anjani membuka mata ,ia menatap Dony ada di sampingnya.


"Aku di mana mas?" Tanya Anjani langsung bangkit.


"Kamu sadar? Alhamdulillah, Aisyah cepat panggul dokter." Aisyah pun langsung bergegas memanggil dokter sementara Sisil dia mengambil air untuk di minum oleh Anjani dengan perasaan terpaksa.


"Nih minumnya." Ketuanya menyodorkan minuman itu ke depan Anjani.


Anjani menatapnya sedikit kesal, namun ia tak mau berdebat di samping ada Dony, kondisinya juga tak memungkinkan untuk ia melawan.


"Apa katamu?." Tanya Anjani sedikit kesal.


"Sudah sudah ,jangan berantem ini di rumah sakit, Sisil jaga bicara kamu."


"Cih ,aku tidak bicara apa apa ,dia salah dengar kali,maaf tuan Dony ,bibir saya tidak bisa mengerem karena remnya blong."Jawab Sisil tanpa ragu meski di depan Dony.


"Telingaku masih jelas ya mendengar kamu." Kesal Anjani.


Tak lama dokter pun datang dan memeriksa kondisi Anjani.


"Sepertinya ibu Anjani sudah sangat sehat." Terang dokter saat masuk melihat Anjani sudah duduk dan berbicara dengan nada yang sedikit tinggi.


"Dokter silahkan." Ucap Dony.


Setelah memeriksa lebih lanjut dokter mengatakan Anjani Tidak apa apa ," tidak ada yang perlu di khawatir kan ,hanya saja jangan banyak pikiran karena kandungannya masih lemah ,tapi seiring bertambah usia kandungan maka akan bertambah kuat juga kandungannya di dalam." Terang dokter membuat Dony juga Anjani lega.

__ADS_1


"Aah syukurlah, , terimakasih dokter."


"Dan satu hal lagi ,jika sudah tidak merasakan apapun ,pasien boleh pulang, istirahat yang cukup dan jangan stres juga beraktivitas yang berat berat ya." ..


"Baik terimakasih."


🌺🌺🌺🌺


Seminggu berlalu ,semua persiapan hari pernikahan Key dengan Stevani telah rampung ,dalam 24 jam ia akan menjadi suami dari Stevani.Jika pengantin lain ikut sibuk mempersiapkan semuanya berbeda dengan Key ,dia sibuk mencari keberadaan Killa sampai saat ini,namun lagi lagi tidak ada jejak Killa sedikitpun yang dia dapatkan.


"Tuan!." Panggil Assisten Jun sambil membawa sebuah jas untuk ia gunakan saat akad nikah besok.


Key menoleh lalu kembali fokus pada layar ponselnya,"taruh saja di sana " jawabnya tanpa melihat bahkan mencobanya.


"Apa tidak mau di coba dulu ?"


"Tidak perlu ,lagipula pernikahan ini bukan keinginanku "


"Baiklah tuan, saya permisi ."


"Hmm." Hanya itu jawaban yang di ucapkan oleh key.


Saat sedang berada di luar , Assisten Jun tampak mengecek ponselnya lalu membaca sebuah pesan dari seseorang kemudian ia membalasnya dengan menghembuskan nafas berat.


"Baiklah jika begitu " Gumam assisten Jun kemudian pergi.


Waktu berlalu begitu cepat,hari yang di nantipun tiba,Key sengaja meminta Acara pernikahan nya tertutup dan tidak ada wartawan ataupun karyawan kantor ,hanya ada keluarga terdekat saja,meski begitu Stevani tidak keberatan karena tujuannya sudah tercapai meski pernikahan mereka tidak di publish.


"Tuan silahkan, anda sudah di tunggu."


"Hhmm. . Lala kamu tega meninggalkan aku di sini sendiri,bahkan kamu benar benar tega membiarkan ku menikah dengan orang lain,kamu sungguh kejam "


Key masih saja tak menoleh , assisten Jun tak ingin menegur ataupun memanggil lagi ,ia hanya diam berdiri di belakang Key menunggu reaksi Key.


"Baiklah mari pergi" Ucap Key akhirnya menoleh lalu keluar menuju aula pernikahan.


Bayangan penghianatan Killa terpapar jelas di ingatannya saat kakinya terus melangkah ,tanpa di sadari ia mengepal tangannya dan merasa benci dengan Killa karena merasa di khianati,Killa menghilang saat ia sangat membutuhkan bantuannya,bahkan Key benar benar telah jatuh hati pada janda yang tak pirang itu.

__ADS_1


" Lala,aku membencimu ." Gumamnya dalam hati .


__ADS_2