
"Alhamdulillah kenyang " Ucap Killa sambil mengelus perutnya yang kekenyangan,ia kemudian mengambil botol air mineral yang ada di depannya lalu meneguknya.
Glek
Glek
Glek
Ukhuk, , , Ukhuk..
"Hati hati minumnya Lala, tidak ada yang akan mengambil minuman mu." Ucap Key sambil membantu Killa membersihkan bekas air di bibir dan bajunya menggunakan tissue.
Degh
Mata key terkunci saat menatap bibir Killa yang terlihat merah seperti buah chery ,bahkan killa pun tak berhenti berkedip melihat wajah key yang tampak sempurna dari jarak dekat.
Tok
Tok
Tok
"Permisi tuan ,ada hal yang....Ups maaf saya salah tempat!" Ucap assisten Jun yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan itu dan menyaksikan adegan yang terlihat sangat intim.
keduanya terpenjerat,Killa langsung berdiri dan Key pun sama.
"Eeh tidak perlu keluar assisten Jun,permisi saya mau ke toilet " Ucap Killa menunduk lalu melenggang pergi.
"Tuan !" Panggil Assisten Jun masuk kembali.
Key terlihat biasa saja bahkan ia dengan santai duduk di kursi kebesaran nya lalu menanyakan apa yang ingin di sampaikan oleh assisten Jun.
"Apa yang ingin kamu sampaikan ."
"Ini tuan...! kemarin saya meminta Killa memeriksa hasil laporan keuangan yang beberapa bulan belakangan ini dan hasilnya berbeda dengan apa yang ada di laporan keuangan yang di berikan oleh bendahara Mira tuan." Ucap nya seraya memberikan sebuah kertas yang memperlihatkan hasil yang berbeda.
Key menatap assisten Jun terlebih dahulu sebelum memeriksa laporan itu.
"Kamu benar assisten Jun ." Ucap Key memastikan ulang lalu menunggu Killa datang untuk membahas smuanya.
__ADS_1
Tak lama yang di tunggu pun datang dan key langsung memanggilnya.
"Lala sini kamu!" Ucap Key.
Killa pun mendekat dan duduk di salah satu kursi yang ada di depan key bersebelahan dengan Assisten Jun.
" Apa kamu yakin laporan yang ku berikan ini hasilnya tidak keliru?" Tanya key memastikan.
Killa kebingungan dengan ucapan Key ,ia kemudian mengambil selembar kertas yang di tangan Key lalu melihatnya.
"Iya benar ini hasil laporan saya ,emang ada apa? Apa ada yang salah? " Tanya Killa memastikan.
"Coba kamu lihat ini.!" Ucap nya lagi sambil memberikan kertas yang lainnya .
Killa pun melihat kedua kertas itu dan mengamatinya dan ia pun paham dengan apa yang ingin di bahas oleh Key.
"Loh kok bisa ?" kaget Killa mendapati selisih angka yang begitu jauh.
"Apa aku yang salah." Ucapnya merasa mungkin dia yang keliru.
"Tidak Killa ,aku juga sudah mengecek hasil kerja mu dan hasil laporan yang kamu kerjakan ini lebih tepat dari laporan yang Mira berikan." Terang assisten Jun.
"Saya mulai curiga dan ingin melihat hasil laporan keuangan karena saya mendengar bahwa salah satu pekerja di proyek kita yang berada di jalan Katulistiwa mengeluh soal makanan dan juga gaji mereka ,bahkan salah satu dari mereka ada yang mengalami kecelakaan dan tidak di bawa ke rumah sakit."
"Kamu dengar dari mana?"
"Saya kebetulan waktu itu saat pulang dari kantor singgah sebentar untuk membeli makanan ,dan saya tidak sengaja mendengar percakapan mereka ,dan saya menunggu sampai mereka selesai istirahat lalu saya pulang ,besok paginya saya minta buk Killa untuk memeriksa laporan keuangan yang di berikan Mira pada saya pak ." Terang Assisten Jun.
"Baiklah jika begitu ,killa kamu selesaikan semua laporan itu ,dan jika sudah selesai panggil Mira datang ke sini." Ucap Key.
"Dan kamu assisten Jun ,datang lah ke proyek dan lihat situasi di sana ."
"Baik tuan." Ucap keduanya kemudian kembali bekerja di masing masing meja mereka.
🌺🌺🌺
Di penjara ,Sam dan juga stevani masih menjalani proses hukum mereka yang di mana Sam dan Stevani sama sekali tidak bisa melawan karena semua bukti memang mengarah pada mereka berdua.
"Mohon maaf saya tidak bisa membantu anda tuan." Ucap pengacara yang di sewa oleh Sam,dia mengalah karena merasa terlalu banyak resiko jika mengikuti apa yang di inginkan oleh Sam.
__ADS_1
Begitu juga dengan Stevani ,pengacara nya pun tidak bisa membatunya karena selain dia bekerja sama dengan Sam ,ternyata polisi juga mendapat laporan bahwa dia seorang mucikari di club' malam nya bahkan beberapa orang yang dia jebak pun datang mengadu pada polisi bahwa Stevani telah menjualnya.
"Brengsek,siapa yang sudah melakukan ini?." Geramnya.
Di sisi lain
seseorang tengah tersenyum senang sambil menikmati minuman yang ada di depannya ,ia terlibat tertawa terbahak-bahak bersama beberapa orang wanita yang beberapa jam lalu berada di penjara.
"Bagus,kerja kalian bagus,wanita itu pantas mendapatkan nya ." Ucapnya.
"Iya mbak , terimakasih mbak sudah membantu kami ,dengan begitu kami bisa bebas tanpa tekanan apapun ." Ucap salah satu di antara mereka.
"Baiklah jika kalian menganggap aku Dewi penyelamat kalian ,apa aku bisa meminta bantuan kalian jika aku membutuhkan kalian?." Terangnya.
"Dengan senang hati mbak,kita akan siap apapun itu." Ucap mereka.
"Anjani ?" Panggil seseorang.
"Mbak kami pulang dulu ya ,sampai besok ya ..bye " Pamit mereka melihat Dony datang.
" iya sudah,bye " Ucap Anjani melambaikan tangannya .
Dony mendekat dan sudah cukup banyak mendengar percakapan mereka sejak tadi ,dan kali ini Dony ingin menjadikan Anjani wanita yang tidak pendendam.
Anjani hanya melirik,tanpa menjawab panggilan Dony.
"Anjani ,mas minta kamu stop berbuat seperti itu,apa kamu tidak capek hidup penuh dendam dan iri ?."
"Jangan banyak komen deh mas,jika kamu masih belum bisa memenuhi keinginan ku." Kesal Anjani kemudian masuk ke dalam rumah tanpa melirik Dony lagi.
"Anjani ,Anjani ,sampai kapan kamu kaya gini ,ingat kamu sedang hamil ,wanita hamil tidak baik melakukan sesuatu yang tidak baik ,itu akan berdampak pada bayi kita Anjani ." Ucap Dony sedikit berteriak.
"Bodoh amat." Sahut Anjani,Dony hanya bisa mengelus dada dengan sikap keras kepala istrinya.
Jam kerja telah habis ,para karyawan pun berbondong-bondong untuk kembali ke rumah masing masing , Tapi tidak dengan tiga orang yang masih fokus pada layar kotak di depannya,siapa lagi jika bukan Key,Killa dan assisten Jun.
Killa kini tengah fokus pada keyboard di depannya ,mulai menghitung angka angka yang ada di laporan yang sudah ada sejak beberapa bulan lalu ,Key dan Assisten Jun membantu Killa membaca nominal nya dan Killa bertugas mengetik lalu menjumlahkan nilai nya,sedangkan Key memantau pekerjaan mereka,ia rela lembur demi membantu Killa dan assisten nya karena hanya mereka yang dia percaya saat ini.
Sampai malam telah berlalu , pekerjaan mereka belum juga selesai,tapi wajah lelah mereka tak bisa berbohong.
__ADS_1
"Istirahatlah..besok kita lanjutkan " ucap key.