
" Killa? Siapa dia? " Tanya ayah Anjani sambil menoleh ke arah Dony yang berdiri melihat Killa.
"Sayang, apa maksud mu ,Killa ? Siapa Killa " Tanya Anjani berpura pura sambil menarik lengan Kemeja yang dapat pakai Dony.
Dony gelagapan,dia tak bisa menahan dirinya untuk tak menyebut nama Killa ," eee , ,itu , ,Killa..."
"Ooh ya ,Killa itu nama anak pembantu nya mas Dony ayah ,dia kabur dari rumah ,ya kan sayang ,,jadi mas Dony pikir yang di lihatnya tadi itu killa , benar kan mas?" Jelas Anjani pada ayah dan ibunya .
"Ooh begitu,baiklah silahkan lanjut makannya ,saya rasa dia ingin melihat dunia luar makanya dia kabur ,atau jangan jangan ibunya terlalu mengekangnya sampai ia sakit hati dan ingin pergi dari rumah ,bisa jadi kan ? " Terang ibu anjani membuat Dony seakan tertampar dengan kata kata itu.
Degh
Mendengar kata kata itu membuat Dony mengingat Killa " apa iya dia ingin cari kebahagiaan di luaran sana " Gumamnya dalam hati, sesegera mungkin ia menepis pikiran itu dan lanjut makan makanan nya.
Di sisi lain Killa hanya terdiam sampai pulang kerumah,bahkan Key berhenti pun ia tak sadar,Key hanya menatap punggung wanita kecil yang kini mengarah ke tangga,Killa terdiam dan terlihat berpikir lalu menoleh mencari Key.
"Tuan key ,Tuan ..... Loh dia kemana?" Ucap Killa pelan sambil menunjuk dan mencari Key,menoleh ke sana kemari dan mendapati key yang lagi berdiri di belakang sambil memasukan tangan ke dalam saku celananya.
Key gemas melihat tingkah Killa yang lucu terlihat seperti kucing yang lagi kebingungan mencari jalan pulang.
"Apa? Hm !" Jawab key singkat.
Killa semakin menggemaskan saat ia berjalan Dangan malu ke arah Key sambil tersenyum seolah anak kecil yang lagi minta di balikan mainan.Killa mendekat dan menarik sedikit lengan kemeja Key seraya berkata, " Tuan Key ,aku kan sudah membantumu beberapa hari ini,boleh tidak aku minta bantuan mu kali ini...? " Ucap Killa pelan sambil tersenyum membuat pipinya begitu menggemaskan,ingin sekali Key menggigit pipi chuby nya itu.
"Apa? " Jawab key singkat .
"Eeeh begini................." Killa mengutarakan keinginnya namun Key hanya menanggapi ucapan itu dengan diam tak mengatakan ia dan tidak,ia pun berlalu begitu saja setelah mendengar keinginan Killa.
__ADS_1
"Hei tuan muda? Apa kau tidak mendengarku? ayolah aku mohon " pinta nya lagi namun ke hanya tersenyum kecil mengangkat sudut bibirnya tanpa menoleh meninggalkan Killa yang sekarang lagi kesal sampai pipinya menjadi kembung dan bibirnya mengerucut.
"Huuuh baiklah , , aku cari orang lain saja." Gumam Killa kemudian naik dan masuk ke kamarnya.
Di kamar key ,dia tersenyum manis mengingat keinginan Killa yang tanpa di suruh pun Key akan melakukannya.
"Dasar bodoh ," Gumam key kemudian ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.
🌺🌺🌺🌺
Hari pernikahan Dony telah tiba,Lina sangat sibuk menyiapkan segala sesuatunya begitu juga dengan kedua orang tua Anjani mereka tengah sibuk menata bunga dan juga yang lainnya ,meski acara nya sederhana namun terlihat mewah,Anjani terlihat cantik menggunakan kebaya pengantin berwarna putih tulang,sanggul pengantin juga hiasan mutiara di kepalanya membuatnya semakin terlihat menawan.
"Aah sempurna,aku sungguh terlihat seperti putri " Pujinya pada diri sendiri,bibir tebalnya sengaja di buat tipis untuk menambah kecantikannya.
"Iya nona,anda sangat cantik " Ucap MUA tersebut.
MUA itu terus memperhatikan riasan wajah Anjani karena merasa belum sempurna,ia pun akhirnya mengambil brush lalu mengusap Blush on ke brush itu dan hendak memperbaiki blush on Anjani ,tapi temannya tak sengaja menyenggol tangannya hingga brush itu terjatuh ke bawah meja.
"Astaga maaf " Ucapnya kemudian menunduk dan mengambil brush,saat mengambil brush yang terjatuh tatapannya tak sengaja tertuju pada sebuah foto yang di sembunyikan di bawah meja ,MUA itu mengambilnya dan melihatnya .
Foto pernikahan Dony dan juga Killa sengaja di sembunyikan di sana karena tak ingin ada orang lain yang tahu tentang pernikahan tertutup ini.
"Ooh pantas saja pernikahan nya tertutup hanya di hadiri keluarga terdekat,pasti dia seorang pelakor" Gumam MUA itu kemudian bangun dan kembali memperbaiki Make up Anjani,namun kali ini berbeda MUA itu sengaja mempertebal blush on nya dah juga mengganti warna lipstik nya menjadi merah merona yang tadinya make up natural kini menjadi menor.
"Sudah selesai Nona,anda sedang di tunggu di bawah ? " Ucap MUA itu sengaja memperbaiki riasan nya dengan membelakangi Kaca.
Anjani langsung bangkit dan berjalan keluar "Sangat suka ,aku sangat cantik dengan riasan ini " Ucapnya lagi tanpa menoleh ke kaca.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
"Nona Anjani silahkan tidak ada waktu lagi " Ucap ketus seseorang yang dengan terpaksa memanggil Anjani karena di suruh oleh Lina,siapa lagi kalau bukan Sisil.
Saat Anjani menoleh Sisil langsung menutup bibirnya hendak tertawa melihat dandanan Anjani bagai ondel ondel.
"Fffhhhh, , ,kenapa seperti ondel ondel ,hihihi " Ucap Sisil pelan sambil menutup bibirnya,namun dari Belakang MUA itu langsung menyuruh Sisil diam dengan mengkode dirinya ,Sisil pun langsung paham dan memberi jempol pada MUA itu.
Sementara itu , Aisyah juga terlihat enggan untuk membantu mereka namun demi pekerjaan nya dia pun melakukan nya dengan terpaksa,"ya Allah bagaimana nasib Killa " Gumam nya mengingat kesakitan Killa jika tahu semua ini.
Di halaman belakang, seorang pria hanya berdiri diam sambil memasukkan tangan ke dalam saku celananya,entah apa yang ada di pikirnnya namun pria yang memakai kemeja putih itu sudah hampir dua jam lamanya ia tak kunjung bersuara ,sampai suara seseorang memanggilnya dan membuyarkan lamunannya.
"Permisi tuan , semua sudah menunggu anda " Ucap seseorang yang tak lain assisten nya ,Yudha.
Dony hanya menoleh sejenak lalu kembali menatap lurus kedepan ," apa aku sangat jahat memperlakukan Killa seperti ini Yudh ?" Tanya Dony tanpa melihat Yudha.
Yudha tertegun mendapat pertanyaan seperti itu ,dia tak tahu harus menjawab apa ,melihat posisinya hanya seorang assisten membuatnya tak berani bersuara .
"Kamu tak perlu takut untuk menjawab,kamu saat ibu bukan bawahan dan aku bukan atasan " Ujar Dony seakan paham apa yang ada di pikirn Yudha.
Dengan begitu Yudha menghilangkan keformalannya dan mendekat lalu menepuk pundak Dony.
"Jujur ,jika aku di posisi Killa ,aku akan pasti merasa hancur ,wanita mana yang rela di madu, terlebih kamu sejak dulu masih suka bermain di belakangnya dan dia selalu memaafkan kamu, tapi kali ini berbeda Don,ini bukan perkara kamu selingkuh atau tidak tapi ini perkara kamu poligami,jika aku menjadi Killa aku tidak akan sanggup " Terang Yudha membuat Dony terdiam ,tak terasa air matanya mengalir.
__ADS_1
"Jika bisa memilih aku memilih untuk tidak melakukan ini semua Sya ,aku mencintaimu" Gumamnya sambil menghapus air matanya .