Jangan Salahkan Aku Selingkuh.

Jangan Salahkan Aku Selingkuh.
Bab 9


__ADS_3

Di rumah sakit ...


Lina terlihat mondar mandir di depan pintu ruangan UGD menunggu hasil pemeriksaan dokter terhadap Anjani ,berbeda dengan Lina , Dony terlihat sangat santai duduk menunggu di ruang tunggu, tak lama semua staf dan juga dokter berlari dan berjejer di depan pintu.


"Eeh ada apa? " Tanya salah satu staff rumah sakit yang tak tahu menahu tentang apa yang terjadi.


"Astaga,apa atasan kamu belum memberitahu mu jika pemilik rumah sakit ini datang dan membawa pasien ke sini ,ayo capat kita siap siap " Ucap temanya dan mereka segera berlari menuju pintu masuk .


Tak lama sebuah mobil mewah memasuki halaman rumah sakit dan berhenti di depan pintu masuk ,semua perawat telah siaga dengan berangkar yang akan membawa pasien.


"Tuan muda " Sapa dokter Hary pemimpin rumah sakit itu .


"Cepat periksa dia " Ucap Key terdengar panik,dengan segera mereka membawa tubuh Lemah Killa menuju sebuah ruangan yang sudah khusus di sediakan untuk nya.


"Ada apa sih rame rame " Ucap Lina penasaran dan ingin melihat siapa yang di kerumuni .


Security membuat jalan untuk para perawat dan dokter yang membawa Killa ,key dan juga assisten Jun mengikuti dari belakang.


"Siapa sih Mereka " Ucap Lina mendongak dan mencari tau , terlebih saat berangkar itu melewati mereka ,Dony hanya diam menunduk ,melihat sekilas tangan dan kaki wanita yang di bawa di brangkar itu ,entah kenapa dia langsung teringat dengan Killa.


"Killa" Gumamnya pelan ,dan melihat Key berjalan mengikuti nya membuat Dony berdiri dan menunduk.


"Tuan muda " Sapanya.


Key menoleh sambil berjalan lalu kembali fokus pada ruangan di depan Dony,key tersenyum kecut tanpa membalas sapaan Dony berjalan menuju ruangan khusus yang telah di sediakan pihak rumah sakit.


"Apa yang dia lakukan di sini?" Tanya key pada Assisten Jun.


"Dari informasi yang saya dapatkan ,bahwa anjani di larikan kerumah sakit ini untuk di periksa karena perutnya keram ,tuan muda ." Jelas Assisten Jun ,karena sebelum sampai di rumah sakit assisten Jun mendapat informasi dari orang orang yang di utus nya untuk mencari tahu dan mengawasi tentang kehidupan Killa dan suaminya.


Tak lama dokter pun datang dan memberitahu jika anjani tidak kenapa kenapa,dia hanya stres dan harus istirahat yang cukup agar kondisi ibu dan janin baik baik saja.


"Terimakasih dokter " Ucap Lina senang.

__ADS_1


"Terimakasih dok." Jawab Donya


"Oh ya apa anda suaminya? " Tanya dokter .


Dony terdiam,dia tak tahu harus menjawab iya atau tidak , pasalnya memang Anjani bukanlah istrinya,akan tetapi bayi yang ada di perut Anjani adalah anaknya.


"Pak, apa anda suaminya?" Tanya dokter lagi membuat Lina menyenggol Dony dan menyuruh nya mengatakan iya.


"Ee, , i , ,iya dokter , ,saya suaminya." Jawab Dony segera.


"Jika begitu anda harus ekstra sabar menghadapi pasien,jangan buat ia stres bahkan memikirkan sesuatu yang berlebih-lebihan,itu akan membuat kondisinya memburuk karena kondisi kandungan ibu Anjani sangat lemah " Jelas Dokter,Dony hanya mengangguk saja lalu masuk mengikuti Lina untuk melihat kondisi Anjani.


Mendengar penjelasan dokter membuat seseorang tersenyum kecil lalu pergi begitu saja dengan santai menuju tuannya .


Assisten Jun mendekat dan berbisik di telinga key ,dia memberitahu Key tentang apa yang di dengarnya tadi ,dan key tersenyum lalu tak lama dokter yang menangani Killa keluar dan memberitahu key tentang kondisi Killa.


"Bagaimana? " Tanya key saat dokter Hary keluar.


Mendengar pertanyaannya Key membuat dokter Hary mengerutkan keningnya dan menatap ke dalam di mana Killa sedang terbaring dengan memejamkan mata.


" Hahaha, , baru kali ini aku melihatmu begitu panik tuan muda key, aah ya ,kamu tidak usah khawatir di baik baik saja dia hanya kecapekan saja,kita tunggu dia bangun dan tanyakan apa yang dia rasakan ,aku takut dia mengalami kekerasan , , , , " Ucapan Dokter Hary terhenti saat tatapan tajam key mengarah padanya.


"Aah baiklah baik ,kamu masuk saja " Ucap nya pasrah ,dia tak tahu harus senang atau tidak memiliki sahabat yang kaya raya pemilik rumah sakit tempat ia bernaung saat ini,karena key sewaktu waktu menjadi key sahabatnya dan sewaktu waktu menjadi tuan key sang atasan ,namun hanya dokter Hary yang berani mengejek dan menertawakan dirinya.


Dokter Hary menggeleng dan tersenyum saat melihat wajah panik key yang baru saja masuk ke dalam ruangan VVIP itu.


Sedangkan assisten Jun menunggu di luar layaknya satpam.


Key masuk dan menatap tubuh Killa dengan rasa bersalah,dia mendekat dan duduk di samping Killa ,tanpa sadar tangannya terulur hendak menyentuh wajah lelah killa,namun di urungkan saat mengingat Killa masih menjadi istri orang lain.


Key geram mengingat Dony ,terlebih saat tadi dia melihat Dony duduk menunggu Anjani yang juga di bawa kerumah sakit yang sama .


Key mengepal tangannya ,ingin rasanya dia datang dan memberi tinjuan pada wajah Dony karena telah menyakiti Killa.

__ADS_1


"Apa yang terjadi padaku ,kenapa juga aku perduli dengan ya " Gumam Key saat sadar ,di bangun dan meninggalkan Killa ,namun belum sempat ia membuka pintu ruangan itu , dia kembali menoleh dan kembali mendekat ,ia tak tega meninggalkan Killa seorang diri ,bahkan key tau jika ibunda Killa belum lama meninggal dunia.


****


Keesokan harinya Dony pulang dan tidak mendapati Killa di rumah ,dia bertanya pada Aisyah .


"Bik Aisyah ,Kok aku gak melihat Killa di kamar?" Sapa Dony saat beru saja naik ke kamarnya dan kembali turun saat tak menemukan Killa di sana.


"Loh,saya pikir ibu Killa bersama tuan ,makanya kami tidak mencarinya ,dan Bu Killa tidak pulang sejak pergi waktu itu " Terang Aisyah .


"Mungkin buk Killa bosen di rumah ini mbok,di rumah ini buk Killa tidak pernah tersenyum,bahkan selalu menangis " Celetuk Sisil membuat Dony merasa tertampar dengan ucapan Sisil.


"Sisil ! jaga bicara kamu jangan ngomong seperti itu pada tuan Dony " Tegur Aisyah lada putrinya yang berani mengatakan hal seperti itu pada majikannya.


Dony bukannya marah dia malah membenarkan ucapan Sisil. " Kamu benar Sil,Bu Killa tidak pernah bahagia sejak bersama ku " Ucap nya kemudian pergi dalam diam meninggalkan rumah itu menuju kantornya.


"Sisil, kamu bicara apa sih nak ,lain kali jaga bicara kamu ,Jangan sampai sekolah mu putus akibat tuan Dony menghentikan biaya sekolah mu ." Ucap Aisyah memberi peringatan pada anaknya .


"Huh, , si mbok takut sekali sama tuan nya ,kalau salah yang katakan salah ,kalau tidak ya tidak " keluh Sisil sambil duduk dan mengambil sepiring nasi goreng dan segera berangkat ke sekolah.


***


Di rumah sakit, Killa membuka matanya mendapati dirinya berada di sebuah ruangan bernuansa putih terang ,dia melihat selang infus terpasang di depannya ,ia mengangkat tangannya dan melihat tangannya di ikat dengan perban dan selang infus yang di lihat tadi terhubung ke tangannya.


"Aah aku di rumah sakit rupanya " Gumam Killa pelan.


Detik kemudian dia mengingat beberapa kejadian sebelum dia tak sadarkan diri .


"Apa dia yang membawaku ke sini? " gumam nya pelan sambil.


Tak lama suara ketukan pintu dan masuklah beberapa orang yang pastinya sudah di utus oleh key .


"Apa kita di rumah sakit? " tanya Killa yang merasa ruangan yang di tempati tidak pantas di sebut rumah sakit melainkan istana kerajaan.

__ADS_1


"Ini sarapan anda nona " ucapnya lalu memberikan Killa sepotong sandwich dan segelas susu.


*****


__ADS_2