
Assalamu'alaikum.... author kembali lagi nih guys buat kalian yang selalu mantengin author.
Terrimakasihhh buat kalian yang sudah memberi like dan jangan lupa komen ya,itu sangat membatu author buat tetap semangat berkarya untuk kalian.
Happy reading.
🌺🌺🌺
"Apa apaan ini." Kaget Key membaca sebuah surat yang di tulis oleh almarhum sang ayah.
Tak lama datanglah seorang pria paruh baya menggunakan Jas kerja menghampiri mereka,ia berjalan di belakang kepala pelayan di mention itu.
"Permisi tuan muda ,Oma,pengacara Hartono telah sampai ." Ucap kepala pelayan itu sambil mempersilahkan pengacara itu untuk duduk di dekat Sam.
"Mohon maaf atas keterlambatan saya.!" Terangnya sambil membungkukkan badannya sebelum duduk di sofa.
"Aah ya silahkan duduk pak Tono,!" Sambut Sam dengan tersenyum.
Ia kemudian duduk dan langsung mengeluarkan sebuah kertas yang lebih formal dari tulisan tangan yang di miliki oleh Sam tadi.
__ADS_1
Pengacara itu tampak keringat dingin karena ia terlambat di acara yang sepenting ini, terlihat ia mengelap keringat di keningnya beberapa kali dengan tangannya sambil matanya menatap ke arah Oma dan tuan muda,seraya tangan kirinya sibuk mencari sebuah kertas yang sudah di tanda tangani oleh almarhum Andreas/ayah kandung Key.
"Berhubung tuan muda Key Andreas akan segera menginjak usia 27 tahun,maka izin kan saya selaku pengacara almarhum pak Andreas untuk memberitahu kan kepada kalian wasiat yang di berikan oleh almarhum secara sadar semasih hidup beliau."
Glek
Ia menelan ludahnya saat ucapannya terhenti sejenak karena akan menjelaskan isi dari surat wasiat dari Andreas.
"Di surat ini tertulis ,jika Pak Andreas akan menyerahkan seluruh hartanya Berupa sebuah mantion mewah,rumah di kawasan Blok Nn,mobil dinas,mobil pribadi dan semua lahan yang di miliki atas namanya,juga perusahaan yang di milikinya kepada putra satu satunya beliau yang bernama Key Andreas ,Jika!"
Key dan Oma Gracia juga Sam dan Stevani begitu seksama mendengar pengacara itu bicara.
"Jika Key sudah menikah ,dah apabila Key Andreas belum menikah saat usia 27 tahun ,maka semua yang di miliki oleh almarhum Andreas akan jatuh ke tangan panti sosial ,panti jompo juga perusahaan nya akan di serahkan ke negara." Terangnya seolah susah menelan ludah sendiri.
"Ooh astaga aku tidak tahu tentang itu ,apa kami tidak akan di beri sedikit pun tempat tinggal juga pesangon hidup kami?" Tanya Oma Gracia begitu terkejut mendengar isi surat itu ,ia tak tahu menahu tentang semua itu.
Key melihat omanya terkejut mengatakan nya dengan menggenggam tangannya.
"Di sini di jelaskan bahwa ,rumah yang ada di kawasan Blok D akan di serahkan kepada Oma dan juga Key untuk tempat tinggal kalian ,juga sebuah mobil untuk kendaraan kalian.
__ADS_1
"Dan mohon maaf waktu anda tinggal dua Minggu lagi tuan muda untuk menikah ,karena sekarang sudah tanggal 1 Agustus,sedangkan anda ulang tahun tanggal 14 agustus."
"Apa tidak bisa saya menikah bulan depan atau bulan depannya lagi.?" Sahut Key tak terima.
" Mohon maaf tuan ,tidak bisaa ." Terangnya lagi.
"Bagaimana aku harus menikah secepat itu?" tanya Key lagi kebingungan.
"Apa aku harus menikah Minggu ini?" Tanya key mulai serius.
"Kamu benar Key,kamu harus segera menikah karena waktu mu Tidak banyak,di surat itu sudah jelas jika kamu akan mendapatkan seluruh harta yang mendiang ayah kamu punya jika usia kamu sudah 27 tahun dan SUDAH MENIKAH.! " Terang Sam dan sengaja menekan kata menikah di akhir kalimatnya.
Oma Gracia tampak meneteskan air matanya karena tak ingin semua harta yang di miliki oleh nya di serahkan ke panti sosial.
"Sudahlah Oma ,Key yakin key bisa mengatasi ini semua" Ucapnya kemudian menepuk pelan tangan sang nenek.
"Tunggu apa lagi kamu Key ,mana calon istri kamu,?
Degh
__ADS_1