
Hening...!!
Dony menghela nafas panjang saat wanita yang di lihatnya bukanlah Killa,dia yang sempat bahagia melihat Killa kembali kini merenung dan masuk ke dalam pekarangan rumah nya dengan lesu.
Lelaki yang memakai kemeja berwarna cream itu hanya terdiam saat melihat keakraban Lina dan juga Anjani di ruang tengah ,Dony hanya melirik tanpa menyapa kemudian naik ke atas kamarnya ,namun baru saja kakinya melangkah beberapa langkah di anak tangga Lina menyapanya dan mengingatkan dirinya akan kedatangan tamu esok hari.
"Dony,,jangan lupa besok sore keluarga Anjani akan datang kerumah ,kamu harus menjemput mereka di bandara ,kamu paham ." Ujar Lina sambil mendongak ke arah Dony yang berdiri di tengah tengah tangga .
Ia terdiam saat Lina memanggil namanya ,kemudian hanya menoleh sejenak lalu pergi tanpa berkata apapun.
"Dony,kamu dengar mama tidak?" Tanya Lina meninggikan suaranya.
Sikap acuh Dony membuat anjani kesal namun sebisa mungkin dia tahan karena ia tak enak hati dengan Lina sang calon mertua.
"Tante ,sudah lah,Mas Dony mungkin lagi banyak pikiran" Ucap Anjani pelan seolah dia paham dengan apa yang di rasakan oleh Dony.
Mendengar pembelaan yang di lakukan oleh Anjani membuat Dony tersenyum kecut kemudian melanjutkan langkahnya.
"Sebentar ya Tante,biar Anjani yang bicara sama mas Dony " Ujar nya kemudian Lina mengangguk dan Anjani bangkit melangkah kan kakinya menuju kamar Dony.
****
Setelah mengantar Killa, Assisten Jun melanjutkan perjalanan nya namun segera di hentikan oleh key.
"Assisten Jun ,putar balik " Ucap key dan sang assisten pun langsung kembali ke rumah itu.
Entah mengapa meninggalkan Killa di tempat itu membuat key tidak tenang ,dia memutuskan untuk kembali dan tak di sangka apa yang di khawatirkan key benar terjadi,Killa mengintip dari luar dan menutup bibirnya menyerukan suara tangisannya,tak lama Key melihat Killa menjauh dari rumah itu juga melihat bayangan seseorang mendekat ke arah gerbang rumah itu,tanpa menunggu mobil berhenti Key langsung turun dengan gaya cool nya langsung menarik tangan Killa dan memeluk wanita yang kini berlinang air mata itu.
__ADS_1
"Menangis lah jika itu yang bisa membuat kamu tenang " Satu kalimat yang mampu ia katakan saat ini,tangan kanan Key memeluk Killa namun tangan kirinya mengepal kuat saat seorang laki laki keluar dari rumah itu sah menatap ke arah mereka.
"Dony Nugraha,Mulai saat ini kau berurusan dengan ku " Gumam key , beruntung tempat mereka sedikit gelap membuat Dony tidak bisa melihat dengan jelas wajah mereka.
"Hiks ..hiks , , brengsek kalian ,bajingan " Tangis Killa setelah sekian lama menangkan diri di pelukan key.
Dia menatap pantulan dirinya di cermin kamar nya,mata yang sembab dan merah membuatnya sedikit pening di kepalanya.
Ting
Ponselnya berdering, ia menoleh ke arah tas yang tadi di pakainya dan mengulurkan tangannya mengambil benda pipih nya,sebuah pesan dan sebuah foto terkirim dari seseorang yang selama ini membencinya,Lina.
Killa tampak ragu untuk membukanya,namun rasa penasaran yang cukup kuat membuat ibu jarinya menekan pesan yang di kirim mertuanya itu,dan.
Degh!
Lagi dan lagi hati dan perasaan Killa di bagai di sayat belati,sakit namun tak berdarah,itulah yang di rasakan nya saat ini,matanya berkali kali mengerjab membaca sebuah undangan pernikahan digital yang tertera atas nama lelaki yang sudah berbagi keringat di atas ranjang selama dua tahun terakhir ini,bersama dengan seorang wanita yang terbilang masa lalunya yang kini sedang mengandung anak dari suaminya.
( Aku harap kamu datang ya menantuku ) Tak lupa juga Lina mencantumkan emoticon kebahagiaan di sana.
Killa mengepal tangannya merasa terkhianati,bahkan ia melempar ponsel itu sampai hancur berkeping-keping.
Prank..
"Aaaaarrrkk, , ,Bajingan kalian " Geram Killa merasa darahnya mendidih, bahkan kini ia telah bersumpah atas nama dirinya dan sakit hatinya untuk membalas mereka satu persatu.
"Jangan salahkan aku ,jika aku akan berbuat hal yang lebih dari pada apa yang kamu lakukan mas " Gumam Killa menatap tajam bayangan dirinya.
__ADS_1
****
Di sisi lain, Seseorang tengah mengeluh dengan keadaan bahkan kini ia merengek seperti anak kecil pada seorang laki laki yang jauh lebih dewasa dari dirinya.
"Lalu apa yang harus kita lakukan Beb,aku tidak mau jika nanti anak ini besar dan tidak punya bapak " Ucap seorang wanita yang menggunakan lingerie warna hitam sedang menggelayut manja pada lengan seorang pria yang sedang bertelanjang dada itu,mereka baru saja selesai bergelut di ranjang rumah milik wanita itu.
"Diam lah ,aku masih memikirkan cara supaya kamu bisa masuk ke keluarga Andreas dan bisa menikah dengan Key,dengan begitu kita bisa lebih mudah untuk mengambil semua harta dan mengalihkan semuanya atas nama ku ." Jawab pria itu yang ternyata adalah Sam.
"Tapi bagaimana dengan wanita yang di bawa Key tadi beb? Aku tidak mau tahu kamu harus bisa mengurus nya dah mempercepat pernikahan ku dengannya " Rengek Stevani pada Sam.
"Kamu tenanglah beb, aku akan mencari cara secepatnya kamu akan segera menikah dengan Key,tapi kenapa aku tidak rela melihat kalian berdua bersanding di pelaminan ?" Ucapnya melepas pelukannya dan menatap kedua mata besar millik Stevani.
"Beb,kamu jangan khawatirkan masalah itu ,kamu tau kan seleraku sepeti apa,aku tidak mungkin suka sama dia ,aku hanya ingin kamu menjadi pemilik semua harta yang dia miliki agar kita bisa hidup bersama selamanya" Ucap Stevani meyakinkan Sam.
Yah,mereka berdua sudah lama berselingkuh,pertemuan mereka pertama kali saat Sam bertamu kerumah sahabatnya yaitu ayah dari Stevani , Stevani yang saat itu sedang patah hati merenung di tepi kolam renang dan Sam yang meminta izin untuk ke kamar mandi tak sengaja melihat dirinya dan iseng menghampiri nya bahkan menebak jika Stevani saat itu tengah sakit hati,dari sanalah Sam berhasil mengambil hati Stevani dan bisa membuat Stevani suka padanya bahkan sampai berselingkuh sejauh ini,dan ini Stevani baru saja menerima kabar jika dirinya hamil dua Minggu.
"Tapi bagaimana jika Aku tidak bisa menikah dengannya? Apa kamu akan menikahi ku? " Kini beralih Stevani yang menaruh keraguan pada Sam.
Pria berlesung pipi sebelah itu tersenyum mendengar pertanyaan Stevani,ia menatap lekat wajah Stevani lalu mencium keningnya singkat.
"Aku akan menikahi mu tapi apa kamu mau jadi yang ke dua? hm ?" Tanya Sam pada Stevani.
Wanita berambut pirang tapi bukan janda itu terdiam sejenak memikirkan apa yang di katakan oleh pacar gelapnya itu,ia bangkit dari duduknya lalu berjalan mengambil segelas air putih Yang ada di nakas,lalu meneguknya sampai tandas.
Glek
Glek
__ADS_1
Glek..
"Hmm jadi yang ke dua ya?" Ucapnya terlihat berpikir.