Jangan Salahkan Aku Selingkuh.

Jangan Salahkan Aku Selingkuh.
Bab 51


__ADS_3

"Kenapa muka mu pagi pagi terlihat sangat bahagia seperti itu? Apa kamu ....?." Tanya Aisyah pada anaknya Sisil saat berpapasan hendak kembali ke dapur ,ia menduga bahwa Sisil melakukan sesuatu yang akan membuat semua orang di ruangan itu akan menutup telinganya karena tak ingin me dengar teriakan penghuni kamar atas sana.


Dan benar saja belum sempat Aisyah menyelesaikan ucapannya,suara teriakan itu terdengar begitu nyaring di telinga mereka.


"Aaaaaarrrkkk, , "


"Buahahaha, , , , mampus lo !" Sisil begitu senang telah melakukan sesuatu yang membuat seseorang di rumah itu histeris,siapa lagi kalau bukan Anjani.


"Sisil, ,apa lagi yang kamu lakukan nak ,kasihan orang hamil di kerjain terus ." Kesal Aisyah melihat keberanian anaknya mengerjai majikannya ,ia khawatir kelakuannya akan membuat Dony si empunya rumah akan marah dengan dirinya yang semaunya di rumah itu.


"Oh astaga Mbok, , aku gak ngapa ngapain ,aku hanya menaruh cacing mainan di dekat gelas susunya saja." Jawabannya santai kemudian pamit pada ibunya untuk pergi ke sekolah.


Di kamar.


"Anjani, kamu apa apaan sih teriak pagi pagi ,gak dapat sarapan kamu?" Bantal Dony baru saja keluar dari kamar mandi.


"Tuh lihat ,di sana ada cacing mas aku takut.'" Adunya berdiri di dekat ranjang nya sambil menunjuk ke arah gelas itu ,ia tak berani mendekat ke arah susu nya.


Dony mendekat ke arah yang di tunjuk oleh Anjani dan melihat apa yang di takutkan olehnya.


"Asstaga, ,ini hanya cacing mainan.! " Ucap nya sambil mengangkat cacing cacingan itu.


Anjani mendekat dan ikut melihat cacing mainan itu dengan geli, setelah memastikan bahwa itu benar benar mainan ,ia mengepal tangannya kuat da berteriak.


"Aaaarrkkkk, , ,Sisiiilll....awaaaa kamu." Teriaknya kencang sampai membuat Dony menutup telinga nya tak kuat mendengar teriakan itu.


Yang di teriaki bukannya takut ia malah berjalan dengan santai sambil melompat lompat bahkan ia bersenandung ria,ia tau bahwa yang berteriak itu adalah Anjani .


"Oh astaga ,suaranya sudah melebihi nenek sihir." Ucapnya berganti sejenak kemudian kembali berjalan mencari taksi.


Kembali ke kamar.


"Kamu lagi hamil Anjani ,bisa tidak kamu tidak usah teriak sepertu itu."


"Kamu lihat kelakuan anak pembantu itu ,dia sudah kurang ajar sama aku ,sama majikannya ,aku minta kamu pecat dia sekarang juga."


"Jangan gila kamu ." Jawab Dony tak menanggapi ,ia hanya berjalan mencari pakaian yang akan dia kenakan untuk bekerja,kebiasaan itu kembali ia lakukan setelah kepergian Killa dari rumah itu ,biasanya Killa yang menyiapkan segala keperluannya tapi kali ini meskipun ia memiliki Anjani sebagai istrinya tapi Anjani tidak pernah sama sekali melayani Dony sebagai mana Killa melayaninya.

__ADS_1


"Apa sih hebatnya dia sampai kamu bela dia mati matian hah?."


"Sudah Anjani ,cukup! Aku tidak mau berdebat pagi pagi sama kamu ,kamu tidak liat aku mau berangkat kerja ."


"Ooh aku minta maaf ." Jawabnya kesal.


Dony hanya menoleh dan meninggalkan Anjani begitu saja ,dan saat di luar ternyata Aisyah mendengar apa yang dia katakan oleh mereka.


"Tuan ,saya mohon maaf atas nama Sisil ,jika anda mau memecat kamu , saya terima !"


"Bik ,sudahlah jangan di pikirkan,bibi ngomong apa sih ,aku tidak mungkin memecat kalian ,lebih baik bibik kembali bekerja ,saya tidak selera makan ,saya sarapan di luar saja." Terangnya kemudian berangkat bekerja.


Di sisi lain ,sekujur tubuh Assisten Jun kini telah babak belur ,bibirnya berdarah dan juga matanya bengkak ,tapi ia masih bernafas,ia beberapa kali pingsan akibat pukulan anak buah Key.


Perlahan ia membuka matanya,dengan samar ia melihat beberapa orang berjaga di sekitarnya ,ia pusing dan memikirkan nasip keluarganya.


"Ayah ,ibu, Dess,maafin aku." Gumamnya.


Ukhuk...


Ukhuk...


Mendengar assisten Jun telah sadar , seseorang berbadan tinggi dan botak mendekat ,ia meminta semua yang berjaga di sana untuk pergi sementara ,setelah mereka keluar barulah si botak bertanya.


"Apa sih yang membuat elo di hukum kaya gini sama si bos?."


"Si bos salah faham Ton, dia gak tau yang sebenarnya."


"Loe sudah coba jelasin?"


Assisten Jun menggelang ," mereka tidak memberi ku kesempatan untuk menjelaskan semuanya."


"Cepat cerita ke gue ."


Assisten Jun pun langsung menceritakan kejadian yang sebenernya kenapa ia membantu Killa dan membuat identitas palsu untuknya,bahkan ia juga memberitahu Tony alias di botak kalau ia membawa dan menyembuhkan luka di tubuh Killa ke rumah keluarganya di kampung.


"Loe benar benar gila ,Lo tau kan apa yang lo lakukan itu sangat beresiko, lo juga tau kekuatan yang di miliki bos seperti apa!."

__ADS_1


"Iya aku tau aku salah ,tapi aku kasihan pada bu Killa ,dia sangat menderita dan bos juga memanfaatkan dia untuk berpura-pura menjadi pacarnya demi sebuah misi."


Tony tampak berpikir ,ia tak tau harus membantu assisten Jun dengan cara apa ,dia hanya bisa berharap bahwa Key segera mencari tau kebenaran nya dan melepaskan mereka.


Di sebuah villa di pesisir pantai ,Key duduk menghadap pantai dengan beberapa botol minuman keras di depannya,ia mengingat pengkhianatan yang di lakukan oleh assisten sekaligus sahabat nya ,terrllau menyakitkan untuknya ,terlebih wanita yang benar benar ia cinta lebih memilih assisten Jun ketimbang dirinya.


"Bulshit "


"Bos ,apa sebaiknya kita cari tau dulu kenapa assisten Jun melakukan itu semua." Ucap salah seorang yang di tugaskan ne jadi assisten pribadinya setelah assisten Jun.


"Apa maksud kamu? Aku tidak perlu mencari tahu apapun karena aku sudah tau semuanya." Bentak Key.


Ia bangkit membalik tubuhnya lalu melihat Killa yang sedang berdiri tak jauh dari nya.


"Hei kamu sini !" Panggilnya.


Killa menoleh dan terlihat ketakutan ,raut wajahnya sedikit pucat ,key dasar itu tapi rasa bencinya sudah mengalahkan rasa kasihan nya pada Kila.


"Ada apa Key ?"


Mendengar Killa menyebut nya dengan nama Key membuatnya menarik Killa dan mencengkeram kuat lengan Killa sampai lengan putih itu memerah.


"Apa kamu bilang ,panggil aku Tuan muda." Bisik nya kemudian mendorong tubuh killa sedikit menjauh darinya.


"Maaf tuan muda,apa yang bisa saya bantu !" Ucap Killa terdengar lemah.


"Aku mau kamu ..."


"Hoek, , Hoek " Sebelum Key melanjutkan ucapannya,tiba tiba Killa merasa mual karena mencium aroma tubuh Key.


Killa menutup bibirnya dah berlari ke dalam mencari wastafel untuk memuntahkan segelas isi perutnya,


Setelah merasa baikan ,dia menatap dirinya ke cermin,melihat bibirnya yang kini berwarna pucat membuatnya merasa lelah ,ia sungguh lelah,ia tak mengindahkan ucapan Key yang hendak mengatakan sesuatu kepadanya beberapa saat lalu ,ia pun berjalan ke arah kamarnya dan mencari tas nya di mana telah ia simpan obat dan vitamin yang di berikan oleh bidan yang sempat memeriksa nya.


Saat Killa menghilang di balik tembok ,Key terdiam ia merasa sedikit kasihan pada Killa.


"Ada apa dengannya?"

__ADS_1


__ADS_2