
"Jangan gila kamu Anjani ,kamu pikir mobil mainan?." Marah Dony saat Anjani meminta untuk kembali mengganti mobilnya dengan mobil yang lebih mahal dari Killa.
"Ayolah sayang aku mohon ,ini bukan keinginan aku ,tapi anak kita ." Rengeknya mengatas namakan Bayi yang ada di kandungannya.
"Jangan ngada ngada kamu Anjani,jangan mengatasnamakan bayi yang kamu kandung jika ingin sesuatu,sudahlah aku pusing lama lama ."
"Dony...Don..mas Dony sayaaaang....aaarrkh sialan , brengsek.!" Kesalnya Karena Dony tak menghiraukan nya.
Di luar Dony bertemu dengan Lina yang baru saja sampai,melihat Dony yang kusut membuat Lina menghampiri nya dah bertanya.
"Wajah mu kenapa Dony? kesal gitu?."
Donya menoleh dan menghembuskan nafasnya sejenak lalu menjawab." Tuh menantu kesayangan mama, lama lama Dony bisa gila di buatnya."
"Anjani?."
"Siapa lagi?." Kesal Dony kemudian meninggalkan Lina seorang diri di sana.
"Terus kamu mau kemana?." Teriak Lina.
"Dony males di rumah ,mau cari hiburan ." Ucap nya kemudian melajukan mobilnya menuju sebuah Bar club'.
"Astaga , ,apa lagi sih yang di lakukan Anjani ." Kesal Lina kemudian masuk ke dalam rumah ,ia mendapati Anjani yang duduk sambil menangis di ruang tengah.
"Ada masalah apa lagi?" Tanya Lina.
__ADS_1
"Maa , ,ayo lah ma bujuk mas Dony buat ganti mobil yang lebih mahal dari milik Syakilla mandul itu ."
"Apa?,Jangan ngaco kamu Anjani,kamu fikir mobil mainan main ganti segala? Lagi pulang buat apa sih mobil mahal mahal kan gunanya sama untuk pergi pergi juga,yang penting gak kepanasan dan kehujanan."
"Tapi ma , ,aku gak mau punya Syakilla mandul itu lebih bagus dari pada punya ku."
"Kamu kaya anak kecil ."
"Bukan aku yang mau ma,tapi ajak ini."
"Aah sudah lah ,mama pusing lama lama sama kamu ,mending kamu istirahat saja ." Lina pun tak mau tak mau meninggalkan Anjani sendiri.
"Sialan beraninya dia mencoba memeras anakku ." kesal Lina.
"Dasar ,emak sama anak sama saja ,gak ada pengertian nya." Kesal Anjani masuk ke dalam kamarnya dengan menghentakkan kakinya.
"Aku harus menelpon Sam ,kali saja dia bisa membantuku ." Gumamnya dalam hati.
Anjani mengambil ponselnya lalu menghubungi Sam,tak butuh waktu lama Sam mengangkat nya.
"Hallo ."
"Sayang kamu di mana?." Tanya Anjani.
"Aku sedang di luar ,ada apa ?."
__ADS_1
"Aku mau ketemu ,aku ke sana sekarang ."
"Baiklah aku tunggu ."
Di sebuah tempat ,Sam terlihat sangat senang pasalnya tak dapat jatah dari Stevani kini Anjani datang sendiri menemui nya.
"Aaah tak ada rotan ,akar pun jadi,tak ada Stevani ,Anjani lun jadi ,hahahaha, , Sam Sam kamu memang pintar mencari wanita ."
Sam terlihat bahagia saat ini,di saat ia sedang kalut memikirkan Stevani di saat itulah Anjani muncul sebagai obat dari kekalutannya.
Tak lama Anjani pun datang ke tempat Sam ,tanpa menunggu satu kata dari Anjani ,Sam langsung menerkam Anjani tanpa ragu ,bahkan Anjani sempat terkejut dengan Sam yang tiba tiba menyambutnya dengan ciuman ganas ,bahkan baju Anjani di buat sobek olehnya.
"Hihi , , Sayang kamu kenapa sih ,tumben sekali ?"
"Ssttt, , ,Diam ya ,aku tidak mau bicara apapun kecuali memakan mu bulat bulat." Terangnya kemudian kembali menyerang Anjani.
Malam itu kembali mereka lalui dengan kegilaan mereka yang tiada hentinya,tanpa di sadari ponsel milik Sam menyala,tidak ada getaran bahkan tidak ada suara notifikasi,itu artinya Sam mengaktifkan silent di ponselnya .
Di sisi lain ,Stevani mencoba menghubungi Sam beberapa kali namun tidak ada jawaban,Stevani di buat kesal olehnya ,di saat Stevani butuh ,Sam tidak pernah ada.
"Kemana sih dia ?" Kesal Stevani sambil mencoba berkali kali menghubungi Sam.
Perlahan Key membuka matanya yang sejak tadi terpaksa di pejamkan,ia memang merasa sakit di dadanya,tapi tak membuatnya sampai pingsan ,ia mengetahui niat buruk Stevani padanya, melihat gerak gerik pelayan yang lmengantar makanan itu membuat Key samakan.
__ADS_1
"Ada udang di balik batu rupanya ." Gumam Key sambil memejamkan mata masih berpura pura.