
Lagi dan lagi Key mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi membuat Killa senam jantung lagi.
"Key kenapa harus ngebut sih?"
"Ada hal penting yang harus saya selesaikan." Terangnya singkat.
"Penting sih penting,tapi nyawa saya lebih penting tuan Key Andreas,saya baru menjanda dan masih panjang perjalanan masa janda saya ,jadi saya masih belum mau mati ,karena masa expired janda saya masih lama." Celetuk Killa membuat Key menginjak rem tiba tiba.
zzrrrrrttttt...
"Aduuh ..tuh kan ngerem mendadak lagi,bikin pusing kepala saja." Gerutunya.
"Diam atau turun di sini." Ucap Key tiba tiba dingin pada Killa.
"Ooh baiklah aku diam ."
Killa pun memilih diam dan Key Kembali menyetir sampai satu jam kemudian mereka sampai di sebuah gedung yang Killa pun tak tau di mana.Ia mencoba bertanya pada Key tapi lagi lagi Key hanya diam tak mau menjawab apa yang ingin di ketahui oleh killa.
Sesampainya di depan gedung Key langsung melangkah dengan kaki panjangnya menuju ruangan khusus,Killa hanya bisa berlari sembari mengikuti langkah Key dengan tergesa karena merasa sedikit takut dan merinding karena gedung itu terlihat seperti gedung terbengkalai.
Ternyata di sana Assisten Jun telah menunggu mereka dan beberapa orang lagi juga seorang wanita yang duduk di atas kursi ,tangan dan kakinya di ikat serta mulutnya di tutup.
"Tuan Key !" Panggil Assisten Jun.
Key mendekat seraya memandang wanita yang di sekap oleh assisten Jun tadi,dan ia sangat mengenal wanita yang ada di kursi itu.
Tiba tiba langkah Killa terhenti kerena terkejut."Aark , , ada apa ini ? " Kaget Killa melihat wanita itu di sekap dan beberapa orang penjaga memegang senjata api juga senjata tajam.
Semua tatapan mengarah ke teriakan Killa ,ia segera menutup bibirnya dan berjalan mendekat ke arah Key yang kini tengah duduk di depan wanita yang kini sedang menangis tersedu itu
"Apa yang terjadi?" Tanya Key.
Assisten Jun membuka laptop yang ada di depan Key dan menyalakan sebuah rekaman CCTV yang berhasil ia dapatkan sebelum seseorang berhasil menghapus nya.
Di dalam rekaman CCTV itu memperlihatkan wanita yang berada di depannya ini tengah berbicara dengan Stevani dan merencanakan sesuatu yang membuat Key melototkan matanya.
"Sialan ."
PLAK
PLAK
"Aarrkk .." Teriak Killa menyaksikan kekejaman Key pada wanita itu.
Srek..Suara lakban di buka paksa di mulutnya.
" Ampun tuan , ampun,,saya minta maaf tuan ,saya hanya menjalankan perintah nyonya Stevani saja ." Terang wanita itu menangis meminta maaf pada Key.
Mata key melotot tajam tak ingin memberi ampun pada wanita itu ,bahkan kini darahnya terasa mendidih saat Assisten Jun kembali memperlihatkan sebuah bukti kejahatan Sam dan alasan Sam berhubungan dengan Stevani di belakang nya.
Degh..!!!
__ADS_1
Mata key memerah dan bibirnya terlihat bergetar,ia menahan tangis dan amarah yang begitu besar bahkan ia tak menyangka atas apa yang dia lihat dan dengar saat ini.
"Hahaha ....Tuan Sam ..! Saat ini saingan anda hanya Key saja ,anda akan mendapatkan semua harta milik papanya Key jika Key sudah menikah di usianya yang sudah dewasa." Ucap seseorang yang Terdengar tidak asing oleh Key.
"Ternyata menyingkirkan dua tikus pengganggu itu tidak sesusah yang aku bayangkan bapak pengacara,hahahaha." Tawa Sam terdengar renyah.
" Dan anda memang handal tuan sam, membuat kecelakaan orang tua Key seolah olah murni kecelakaan bukan karena ulah anda..hahah "
JDEEERR..
Jantung Key seolah di tusuk ribuan pisau mendengar rekaman itu,tangannya mengepal kuat,ia murka.
"Apa ? jadi selama ini paman Sam yang sengaja membunuh mama dan papa? "
"Bajingan !!"
BRAKKK...!!!
Key menggebrak meja dengan keras sampai membuat mereka semua yang ada di ruangan itu terkejut.
"Brengsek ,,bajingan ,,Aaaarrrrk "
Brakk
Teriak Key membanting sebuah kursi yang ada di sampingnya hingga menjadi pecahan kayu berkeping keping.
Killa pun sama ,ia begitu terkejut melihat dan mendengar semua itu,dan kini pikirnnya tertuju pada Oma Gracia.
Degh
Key pun paham apa yang di katakan oleh Killa ,ia segera berlari meninggalkan gedung itu untuk segera melaju ke rumah sakit,awalnya Key pikir Sam tidak akan sejahat itu makanya ia percaya dengan Sam menjaga Oma-nya yang sekaligus ibunya Sam.
"Jaga wanita ini jangan sampai dia kabur." Perintah Key sebelum benar benar keluar dari ruangan itu kemudian berlari bersama Killa.
Assisten Jun pun langsung menghubungi seseorang untuk segera berangkat ke rumah sakit tempat Oma di rawat dan tangannya kembali berselancar di atas Keyboard laptop itu,untuk mengunci semua bukti dan akan di serahkan pada polisi.
Di rumah sakit,Stevani berdebat hebat dengan Sam karena niat awal nya mengerjai Oma Gracia hanya untuk mengusir Oma Gracia tanpa mencelakai nya.
"Apa kamu sudah gila,bagaimana jika mommy meninggal ? Kita tidak akan mendapat apa apa! Dasar bodoh !."
"Aku gak tau bakal kaya gini jadinya ,dan aku juga gak tau akan sefatal ini."
"Aaark sudah lah ,kalau sampai mommy kenapa kenapa ,aku tidak akan memaafkan kamu,,aaarrk semua rencanaku gagal gara gara kamu."
"Apa kamu bilang? Gara gara aku? brengsek kamu nyalahin aku setelah aku bersusah payah membantu kamu sejak lama dan kini kamu nyalahin aku?,kamu saja yang terlalu berkhayal Tinggi mendapat semua harta yang di miliki oleh papanya Key."
"Jaga bicara kamu ,jangan sampai orang dengar apa yang kamu katakan Stevani." Ucap Sam terdengar takut.
"Kamu takut? Takut jika semua orang tau kalau kamu bukan anak kandung oma Gracia,dan kamu tidak ada hak sekecil apa pun dengan harta yang di miliki oleh mereka hah? Kamu takut jika semua orang tau jika kamu hanyalah anak angkat yang begitu di sayang layaknya anak kandung oleh keluarga Andreas dan juga kamu takut jika semua orang tau anak angkat itu tidak tau terimakasih,malah ingin mengambil semua harta milik mereka?."
"Brengsek ,diam kamu Stevani."
Plak.
__ADS_1
"Aaarrkk , , " Ringis Stevani kesakitan ,namun detik berikutnya ia pun berhasil menampar Sam balik.
Plak.
"Kamu yang brengsek,harusnya kamu berterima kasih padaku ,karena telah membatu kamu sejak awal untuk mendapatkan harta itu ,dan apa kamu tidak berpikir ,bagus jika wanita tua terbaring lemah seperti ini ,itu berarti kamu bisa lebih gampang menyuruh pengacara itu mengalihkan semua harta atas nama kamu,sebelum Key resmi mendapatkan nya."
Sam terdiam mendengar ucapan Stevani, ia pun terlihat berpikir sejenak lalu menatap Oma Gracia yang semula penuh kasih sayang dan rasa sedih kini tatapan itu berubah menjadi tatapan kesenangan dan kegembiraan.
" Kamu benar ! " Ucapnya kemudian menyuruh pengacara keluarga Andreas untuk segera membuat surat kuasa dan surat wasiat palsu atas nama Oma Gracia .
Tak butuh waktu lama dengan mengandalkan kekuatan uang juga mereka yang telah bersekongkol sejak dulu,Sam berhasil membuat surat kuasa itu dan juga surat wasiat bahkan surat pengalihan harta warisan Yang semula atas nama Key Andreas,kini menjadi nama Sam.
"Hahaha ,Kenapa aku tidak berpikir untuk mencelakai nya sejak dulu ,jika tau semudah ini akan mendapatkan apa yang aku mau,dan setelah ini aku sudah tidak membutuhkan kamu lagi Stevani,hahaha " Gumamnya dalam hati.
"sebentar lagi aku akan menjadi kaya raya ...hahaha " Teriak Sam menatap beberapa lembar kertas itu lalu membawa nya ke depan Oma Gracia yang masih terlelap tak berdaya.
Yang ia butuhkan saat ini hanyalah sidik jari milik Oma Gracia,karena Oma Gracia telah menua dan tanda tangan bisa di gantikan oleh cap jari nya.
"Mom, , maafkan Sam jika harus melakukan ini pada mommy " Ucap Sam.
" Bagus lah sayang ,cepat kamu ambil jari nya Oma ,lalu tempelkan di sini !" Ucap Stevani terlihat antusias.
Saat Sam memegang tangan Oma Gracia,tiba tiba Oma Gracia sadar dan menatap ke arah Sam.
"Oma ." Kaget Stevani.
Sam menoleh dan sedikit terkejut, tapi detik berikutnya ia tersenyum senang ,karana akan lebih gampang jika Oma sama keadaan sadar.
"Mommy sudah sadar, baguslah dengan begitu Sam tidak usah sembunyi sembunyi untuk mengambil cap jari Mommy untuk pengalihan harta atas nama Sam ".
Deghh
Oma Gracia terkejut bahkan ia tak bisa bicara ,ia hanya melotot kan matanya dan menggeleng saja.
"Sssttt , ,jangan banyak bicara mommy , nanti penyakit mommy tambah parah ,mending nih polpen buat mommy ,cepat tanda tangan di sini " Tekan Sam tiba tiba berubah menjadi begitu jahat dan terdengar kejam.
Tangan Oma Gracia gemetar dan tidak mau memegang polpen itu ,beberapa kali ia lepas dan Sam juga beberapa kali memaksa Oma.
Kesal dengan Oma Gracia,Stevani mendekat.
"Hei nenek Tua ,tanda tangan atau aku lepas semua alat medis yang ada di tubuhmu ini ,biar kamu mati sekalian ." Ancamnya dengan melotot kan matanya.
"Jangan ,jangan ganggu saya ,jangan ganggu cucu saya " Ucap Oma Gracia dalam hati,bibirnya masih terasa kelu dan mati rasa bahkan tubuhnya tidak bisa di gerakkan sama sekali.
"Mommy ,ayolah jangan buat Sam terlihat kejam di depan mommy ,apa salahnya sih memberi kan Sam semua harta itu , Sam juga anaknya mommy kan,jadi cepat tanda tangan." Tekan Sam lagi kembali memaksa Oma Gracia,kali ini tangan Sam ikut memegang tangan Oma Gracia dan mengarahkan tangan Oma Gracia pada kertas yang membutuhkan tanda tangannya.
Sam, Stevani dan juga pengacara itu tersenyum saat sebuah tinta hitam telah berhasil tercoret di kertas putih itu menandakan bahwa polpen itu berhasil bersentuhan dengan kertas putihnya ,akan tetapi detik berikutnya tiba tiba,
Brak.
"BERHENTI....!"
Degh...!!!
__ADS_1