
"Dari mana kamu ? " Tanya Key saat melihat Killa baru saja mendudukan bokongnya di kursi kerjanya .
Killa menoleh," Tuan , , maaf tadi saya ada urusan sebentar" Ucap Killa ,kini ia bekerja sebagai tangan kanan Key di bawah Assisten Jun,ia sebenarnya tak menginginkan pekerjaan itu ,namun gaji yang di berikan Key sangat menggiurkan nya untuk merubah hidup nya kedepannya,untuk itu dia menerima apapun yang di inginkan oleh Key.
" Urusan apa?" Tanya Key menempelkan bokongnya di meja kerja Killa.
"Huh, , , apa harus semua nya ku katakan padamu tuan Key?"
"Tentu,! Aku adalah bos mu "
"Ooh astaga,apa aku tidak boleh punya privasi?"
"Hmm, , baiklah jika begitu silahkan bekerjalah " Ucap key mengangkat tubuhnya dan pergi dari sana,bukan tanpa alasan Key melakukan itu ,melainkan dia ingin Killa merasa memiliki teman bahkan sahabat yang bisa di ajak bicara,namun ekspektasinya terhadap itu sangat jauh,pasalnya Killa sama sekali tak mudah untuk berbicara tentang masalah pribadi nya terhadap orang lain dan ia memahami itu.
"Huuuh, , ,aku pusing sekali " Keluhnya memijit pelipisnya merasa sedikit pusing karena terlalu banyak berpikir.
"Apa itu ? " Gumam key saat melihat rekaman dan juga video yang di kirimkan seseorang untuknya.
"Jadi ini alasannya!" Gumam key,ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Aku mau kamu lakukan secepatnya" Ucap nya pada orng itu.
"Baiklah " Jawab nya kemudian Key menutup ponselnya memikirkan langkah apa yang akan dia ambil setelah nya.
****
Dony masuk tergesa gesa karena saat di jalan Yudha menelpon dah menginformasikan padanya jika Client dari negeri itu sudah lama menunggu di sebuah hotel berbintang di daerah sana.
"Bagaimana kamu biarkan Client kita menunggu lama Yudha ,kemana Anjani,saya sudah katakan padanya untuk tetap bekerja " Marah Dony sambil berjalan saat Yudha menyambut dirinya di Lobby hotel.
"Mohon maaf sebelumnya pak Dony,buk Anjani sudah meminta izin pada saya untuk tidak bekerja hari ini "
"Dan kamu izinkan " Balas Dony sambil menghentikan langkahnya lalu menatap tajam ke arah Yudha.
Yudha mengangguk ,"Dasar bodoh '" Kesal Dony.
" Mohon maaf pak !" Ucap Yudha menyesal.
__ADS_1
Dony menghentikan langkahnya saat berada di depan ruangan yang telah di pesan oleh Yudha, assisten nya.
Cklek
"Permisi,mohon maaf atas , , , , " Belum sempat Dony menyelesaikan ucapannya, Client nya sebut saja Sulaiman itu langsung mengungkap kekecewaan nya.
"Begini cara kerja di perusahaan anda pak Dony, saya pikir perusahaan anda mengutamakan kedisiplinan,namun saya salah ,anda dan juga karyawan anda sangat lalai dan lambat,saya kecewa pak Dony."
"Mohon maaf pak ,saya mengaku salah , saya tadi ada urusan mendadak yang sangat penting "
"Jadi menurut anda , kerjasama kita tidak penting ? ".
"Bukan begitu pak "
"Aah sudah lah ,anda hanya membuang buang waktu saja saja ,saya jauh jauh datang ke sini hanya untuk di buat menunggu ,saya sangat kecewa,saya rasa kita tidak perlu bekerjasama,permisi "
"Pak , ,pak tunggu pak ,saya bisa jelaskan pak ,dan saya bisa pastikan kejadian ini tidak akan terulang lagi "
"Mohon maaf ,tapi bagi kami kedisiplinan nomer satu dan itu tidak bisa di tolerir."
Sulaiman kecewa dan tak mau tahu dengan alasan yang di berikan oleh Dony,ia pun merobek surat kerjasama meraka yang hendak di tandatangani tepat di depan Dony sebelum dia meninggal ruangan itu.
"Aaark, , sialan " Kesal Dony merogoh sakunya mencari benda canggih kesenangan semua umat itu.
Drrt
Ddrrrtt
Drrttr
"Anjaniiiii, , " Kesalnya ,kemudian ia bangkit dengan wajah kusut mencari Anjani.
selang 30 menit ia telah sampai di halaman rumahnya ,ia bergegas turun dah meneriaki nama Anjani .
"Anjanii, , , Anjani , , , , " Teriak nya namun tak mendapati sahutan,ia pun langsung masuk dan mencari Anjani di dalam kamar namun tak juga menemukan nya.
Aisyah terlihat keluar dari dapur dan menghampiri nya," ada apa pak tumben pulang siang dan teriak teriak ada apa? " Tanya Aisyah terheran.
__ADS_1
" Anjani mana bik ?" Tanya Dony turun dari tangga dan menghampiri Aisyah.
"Bukannya dia bekerja? Tadi pagi pamit mau bekerja sama tuan bukan ?"
"Itu dia ,tadi saya ada janji sama Killa , dah meninggalkan nya di kantor ,pas saya kembali dia ternyata meminta izin untuk pulang dahulu karena kurang enak badan " terangnya.
"Tapi dia tidak ada di sini tuan ,apa pulang ke rumah ibu? "
Dony pun mengangguk dan mencoba menghubungi Lina," Hallo ma, apa Anjani ada di sana ?."
"Tidka ada sayang, Anjani sejak kemarin tidak datang ke ruang mama "
tuuuut
tuuuut
tuuuut
Dony langsung mematikan ponselnya dan hendak menghubungi mertuanya ,namun ia urungkan karena merasa malu dan belum siap bertemu mereka karena merasa belum bisa menjaga Anjani.
"Apa dia pulang kerumahnya?"
Di sebuah ruangan ,Anjani dan Sam masih terlelap di ranjang panas mereka ,kegiatan mereka yang hampir satu jam tadi membuat keduanya merasa kelelahan sampai tertidur lelap,bahkan deringan ponselnya tak membuat mata Anjani terbuka ,yah Sam adalah ayah dari anak yang di kandung Anjani,pertemuan mereka tepat saat Anjani baru saja menjadi Pekerja S komersil di sebuah Bar milik Sam,saat itu Anjani sedang butuh pekerjaan karena sedang kabur dari rumah ,dah Stevani selalu sahabat nya menawarkan dirinya untuk bekerja malam di tempatnya ,mulai dari menjadi pelayan ,kemudian beralih ke DJ,lalu menjadi wanita panggilan ,namun saat hendak masuk ke pelanggan pertamanya ,Stevani yang biasa mengantar anak buahnya kini mendadak tak bisa mengantar karena ia merasa sakit di Perut dan tiba tiba pusing, dia pun memutuskan untuk menyuruh Sam mengantar Stevani ke kamar yang sudah di pesan ,namun saat dia perjalanan mereka mengobrol terdengar nyambung dan cocok ,bahkan saat Anjani ada di depan pi tu kamar tamu pertamanya ,Sam menghentikannya dan memegang tangannya.
"Apa kamu yakin sama keputusan mu?" Tanya Sam menatapnya intensif,sama halnya Dangan anjani ia pun menatap mata Sam lekat ,awalnya dia tak tau apa maksud Sam ,namun saat tangan Sam semakin naik dan beralih ke pinggang nya ,ia pun paham namun ia harus tetap profesional dan harus bertemu dengan Client pertamanya , " maaf pak ,saya harus masuk , permisi" Ucap Anjani hendak mengetuk pintu.
"Tunggu, , " Sama menghentikan tangan anjani dan menariknya ke sebuah tempat yang lumayan sepi.
"Ada apa ini, ,mmpphhh ?" Tanya Anjani namun tanpa aba aba Sam langsung menyudutkan nya di tembok dan langsung melu mat bibirnya ganas.
"Pak, , ,mmmpppphh. , , " Anjani hendak menolak namun tangan Sam semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping Anjani dan semakin memperdalam cium anya.
"Diamlah ,dan rungu sebentar di sini " Ucap Sam menarik Anjani dan memasukannya ke dalam sebuah kamar khusus,kemudian Sam kembali dan menyuruh orang lain masuk ke dalam kamar yang telah di pesan oleh seseorang yang dari tadi menunggu anjani.
Anjani hanya diam dan bingung karena ia merasa bersalah pada sahabatnya namun rasa cium an panass tadi semakin dalam dan semakin terasa di hatinya,dan sejak saat itu kah mereka mulai menjalani hubungan gelap di belakang Stevani.
****
__ADS_1
****