
Aku tak mengerti dengan apa yang mereka katakan ,namun dari cara mereka melayani ku mereka adalah MUA dan pastinya akan merias ku dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Ooh tuhan ,apa ini? aku tak ingin berada di sini,namun mendengar permohonan mereka membuatku iba dan aku pun ingin segera tahu siapa tuan muda yang mereka maksud itu ,apa dia seganteng Lee Min Hoo, atau dia selimut Kim Soo Hyun?, atau bahkan se cool Lee Seung Gie?.
Aaarrh aku terlalu berkhayal,atau mungkin jika nantinya tuan muda mereka buruk rupa ,bahkan tidak seganteng yang ku kira.
Hh! buat apa aku memikirkan itu ,toh juga aku tidak ada hubungan nya dengan mereka.
Aku bergelut dengan pikiranku sendiri tanpa sadar riasan ku telah jadi.
"Sudah selesai." Ucap salah satu di antara mereka ,aku mendongak dan menatapnya.
"Apa iya sudah selesai?" Tanyaku seakan waktu begitu cepat berlalu.
"Iya nona,sudah selesai dan terrimakasihhh kerjasama nya " Ucap nya lagi .
"Ooh baiklah ," Jawabku bangkit.
"Oh my God , , dia seperti bidadari " Puji salah satu di antara mereka yang baru saja datang membawa high heels untuk ku.
Mereka semua tersenyum melihatku,apa aku secantik itu? aku saja belum melihat wajah ku saat ini.
"Mari nona ke sini ." Ucapnya memegang tanganku dan membawaku ke sebuah cermin di ruangan itu.
Degh..!!
"Sempurna" Pujinya.
Aku menatap wajahku di cermin,apa ini aku? satu kalimat yang terlintas di pikiran ku saat ini, aku melihat tubuh yang di cermin bukanlah aku ,melainkan seorang putri kerjaan yang menggunakan Dress cantik berwarna Navy di padukan dengan belt mutiara di pinggang lalu gelang mutiara begitu cantik di pergelangan tanganku bahkan sebuah cincin berlian tersemat begitu manis di jariku, juga sebuah kalung berlian yang begitu indah tertempel di leherku,tak hanya itu anting mutiara juga tercetak sempurna di daun telingaku.
"Silahkan nona " Ucap salah satu dari mereka meletakan Heels berwana putih untuk aku kenakan ,tak lama wanita paruh baya itu datang lagi dan tersenyum manis padaku lalu mendekat.
"Cantik !," pujinya . "Silahkan ikut saya nona muda." Ucapnya lagi begitu sopan.
Sebelum keluar tak lupa ku ucapkan terimakasih pada mereka yang telah bersusah payah meriasku secantik ini.
"Eeh tunggu dulu." Ucapku lalu menoleh ke arah mereka yang kini berdiri rapi sambil meletakkan kedua tangannya di depan perutnya.
__ADS_1
"Iya nona" Jawab mereka serempak seraya menundukkan pandangan.
"Terimakasih" ucapku,meski aku tak tau tujuan mereka dalam riasan ini tapi aku harus tetap berterima kasih.
"Sama sama." Jawab mereka serempak lagi.
Wanita paruh baya itu tersenyum kembali lalu menundukkan sedikit kepalanya kepada para pelayan itu.
"Mari ikut saya,tuan muda sudah menunggu anda nona " Ucapnya dengan langkah panjang menuju sebuah ruangan yang entah di mana karena tempat ini begitu luas dan besar.
"Eeh maaf, , tuan muda? siapa ya? " Tanya ku akhirnya sambil mengikuti langkah nya ,sejak tadi aku begitu penasaran dengan tuan muda yang di sebut sebut itu.
"Nanti akan anda tahu sendiri " Jawabnya singkat .
Aduh, ,PR lagi buatku yang harus cari tau siapa tuan muda yang mereka maksud.
"Tapi anda beruntung nona,sejauh ini tuan muda kami tidak pernah membawa siapapun ke Mension ini ,hanya anda wanita pertama yang di bawa tempat ini." Ucapnya lagi membuatku kebingungan.
"Apa dia salah orang? " Tanyaku sambil berhenti berjalan.
"Ada apa nona? " Tanya nya lagi.
Wanita itu lagi lagi tersenyum "Nona,tidak mungkin tuan muda kami salah orang ,bahkan sebelum mengenal siapapun dia pasti sudah mencari tahu siapa orang itu dam latar belakang nya." Ucapnya kemudian kembali menarik tanganku pelan menuju ke tempat yang di maksud tadi.
Aku kembali menghentikan langkahku ," Tapi apa maksud dia membawaku ke sini?." Tanyaku lagi.
"Mungkin tuan muda menyukai anda?." Jawabnya enteng sambil melanjutkan langkah nya dan aku pun mengikuti nya dari belakang.
"Jika dia Sudah mencari tahu latar belakang ku ,bukankah dia sudah tahu aku sudah memiliki suami?" Ucapanku kali ini membuat nya menghentikan langkahnya dan menatapku dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Wanita itu menaikan sebelah alisnya ," Apa benar yang kamu ucapkan tadi?" Tanya nya tak percaya.
Aku mengangguk ,dia terlihat berpikir sejenak ,lalu menjawab.
"Jika begitu ,pasti anda pernah bertemu tuan muda kami dan melakukan kesalahan." Jelasnya.
Degh.!
__ADS_1
"Bertemu? kesalahan? siapa dan di mana?" Gumam ku pelan namun masih di bisa di dengar oleh wanita paruh baya itu.
"Saya harap tuan muda tidak menghukum anda nona,saya selalu kasihan sama orang orang yang di hukum kejam oleh tuan muda,dan silahkan di ujung sana ruangnya sebelah kiri." Ucapnya mendorong ku pelan dan meninggalkan ku ,namun sebelum itu dia menyemangati ku dengan perkataan yang membuatku menggelengkan kepala.
"Ingat ya,meskipun tuan muda kami masih muda,tapi dia kejam ,dan aku rasa jika dia menyukai mu dia akan merebut mu dari suamimu , , hehe, , jangan sampai tuan muda kami menjadi pebinor ." Celetuknya lalu pergi.
"Hehe , ,pebinor? PEREBUT BINI ORANG! ,aah lucu kali ya jika aku membuat novel berjudul PEBINOR." aku bercanda dengan diriku sendiri sebelum melanjutkan langkahku menuju ruangan yang di tunjuk oleh wanita paruh baya itu .
"Aah ya aku sampai lupa menanyakan siapa namanya,bibik itu sangat baik ,dia pasti bagian dari keluarga ini ,dan alangkah syurganya tempat ini jika pemiliknya begitu lembut dan baik seperti itu." Ucapku sambil berjalan dan berhenti saat suara lantang Terdengar nyaring di telingaku .
"Apa kamu mau membuatmu lumutan menunggumu di sini hah " Suara lantang itu membuatku terkejut.
"Astaga,suara harimau dari mana itu ? " Celetukku menghentikan langkahku .
"Harimau kamu bilang? "
Degh
Aku terkejut sampai kakiku bergetar saat melihat sosok laki laki yang menggunakan kemeja putih di padukan dengan jas hitam juga celana hitam sedang menatap tajam ke arahku seolah mau menerkam ku.
"Oh my God, , dia menyeramkan sekali " Gumamku dalam hati.
"Ee anda siapa ya? apa kita pernah bertemu?" Tanya ku memberanikan diri.
**
POV author.
Setelah menunggu beberapa saat ,Killa akhirnya datang dan membuat key kesal dengan umpatannya yang mengatakan suara ke seperti harimau.
Pertanyaan Killa membuat key semakin kesal ,pasalnya Killa tidak mengingat key sama sekali,dia mendekat dan semakin mendekat ke arah Killa ,terlihat dari wajah Killa yang begitu ketakutan sehingga dia memundurkan langkahnya sambil mendongak ke arah key yang begitu dekat dengannya.
Degh..!
"Ya tuhan apa yang ingin dia lakukan " Gumam Killa dalam hati berada sedekat itu dengan key ,bisa di katakan tak ada jarak di antara mereka,,karena tubuh tegap key hampir menyentuh tubuh Killa,,bahkan ia bisa merasakan nafas key yang terasa hangat saat Killa mendongak menatapnya.
******
__ADS_1
Bersambung