
Preman itu dengan paksa membuka pintu lalu mengambil tas milik Killa,sementara itu supir taksi itu di hajar habis habisan oleh ke empat orang yang menghadang di depannya ,sementara dua orang lainnya berjalan ke arah Kila dan menarik kila keluar ,killa sempat melawan namun ia tak mampu karena tangan Killa yang masih sakit juga tenaganya kalah jauh dari dua lelaki tersebut, setelah mendapatkan apa yang dia inginkan mereka pun pergi.
"Hahaha , , mampus kalian " Tawanya lalu menancap gas motor mereka kemudian pergi dari sana.
Killa terengah engah lalu menatap supir taksi itu tergelatak tak berdaya ,darah segar mengalir di sudut bibirnya dan sedikit lebam di wajahnya .
"Astaghfirullah, , ,mas mas Tidak apa apa kan ?." Killa berlari dalam ketakutannya dah menghampiri supir taksi itu ,lalu membantunya.
"Mbak maaf ya ,saya tidak bisa membantu mbak." Ucap nya merasa bersalah tidak bisa membantu pelanggannya.
"Sudah mas gak apa apa ,yang penting kita tidak apa apa ,urusan uang dan yang lain sudah lah itu tidak penting " Ucap Killa.
"Baik mbak ,sebagai gantinya ,mbak tidak perlu membayar taksi ini biar saya antar mbak sampai depan rumah mbak,sekali lagi saya minta maaf mbak."
Killa pun mengangguk dan beruntung surat yang di berikan Dony tadi belum sempat ia masukan ke dalam tasnya.
Tak lama Killa telah sampai di rumah lamanya ,dia pun turun dan tak lupa berterima kasih pada supir taksi itu sebelum masuk ke dalam rumahnya.
****
Sementara itu, enam orang preman itu berhenti di sebuah tempat di persimpangan jalan,tak lama seorang datang menggunakan mobil lalu turun dengan senyum manis di bibirnya.
"Mana yang gue minta " Ucapnya.
"Hahaha, , ,ini bos."
Wanita itu memberikan sebuah amplop untuk mereka sementara mereka memberikan tas milik Killa untuk nya.
"Bagus ,kalian kerja bagus " Pujinya kemudian masuk kembali ke mobil nya lalu melihat isi dompetnya.
"ckckck,,, enak saja sudah cerai masih di berikan kartu kredit,ini punya ku sekarang." Ucapnya mengambil kartu kredit yang tadi tidak di inginkan Killa.
"Aku yang lebih berhak atas semua ini " Ucapnya lagi kemudian menyimpannya di tas miliknya dan membuang tas milik Killa beserta isinya.
Kalian sudah bisa tebak kan siapa dia ? Yah dia si Anjani pelakor itu ,wanita berambut pendek itu kini tengah bahagia karena telah berhasil mengambil kartu kredit millik killa menjadi miliknya,bahkan kini ia memasuki sebuah Boutique untuk mencari pakaian yang ia inginkan menggunakan debit itu.
🌺🌺🌺🌺
Keesokan harinya,Lina mendengar kabar jika anaknya telah resmi menceraikan Syakilla,menantu yang tak di inginkannya,ia datang kerumah Dony dengan perasaan bahagia.
__ADS_1
"Sayang, , , Dony sayang ?" Panggilnya.
Sisil yang baru saja hendak pergi ke sekolah pun keluar dan berdiri di ruang tengah," buk pak Dony tidak pulang sejak semalam." Terang Sisil.
Lina menoleh," apa kamu bilang? Dia tidak pulang ? ,lalu bagaimana dengan Anjani ." Tanya Lina.
"Aku di sini ma." Sahutnya dari atas sambil memegang pelipisnya.
"Ooh astaga , kamu kenapa sayang." Tanya Lina Terdengar khawatir.
"Hanya pusing saja ma,aku semalam Tidak bisa tidur gara gara mas Dony tidak pulang krumah." Adunya pada Lina.
"Anak itu benar benar kurang ajar " Geram Lina.
"Di mana dia sekarang?" Tanya Lina.
"Aku gan tau ma,mungkin menemui mantan istrinya itu ."
Degh
Sisil dan Aisyah begitu kaget dengan apa yang di katakan oleh Anjani.
"Sayang, nanti mama bantu ya , ,pelan pelan." Bujuk Lina.
Setelah mendengar itu ,Sisil ke dapur menemui Aisyah ,"Mbook , ,mbok dengar tidak apa yang di katakan mereka? Katanya buk Killa sudah di ceraikan ,apa mungkin dia tidak akan kembali ke sini lagi?" Ucap Sisil sedih mendengar kabar jika cinta tuan dan nyonya nya berakhir.
"Innalilahiwainnailaihiroji'un, , apa benar yang kamu ucapkan sil?." Tanya Aisyah terkejut dan Sisil membenarkan itu.
"Ya Allah bagaimana perasaan nak Killa " Ucap Aisyah masih memikirkan Killa.
" Entahlah mbok, , apa kita perlu ke sana mengunjunginya ?." Tanya Sisil.
"Baiklah besok kita datang ke rumah nya ".
🌺🌺🌺
Malam harinya saat Assisten Jun telah pulang dari pekerjaannya ,dia menyempatkan diri untuk menemui Killa ,dia memberanikan diri untuk datang melihat keadaan Killa ,Karena bagaimana pun dialah yang tahu sebenarnya apa yang terjadi malam itu.
Assisten Jun sebenernya merasa tidak enak karena mendatangi rumah wanita yang di cintai oleh tuan mudanya itu ,namun demi kemanusiaan dia datang melihat keadaan Killa yang sempat terluka di pundak kirinya akibat ulahnya itu ,dia merasa bersalah telah membawa Killa ke tempat itu dan terjebak di sana,tapi ia tak punya pilihan lain selain mengurung Killa di sana bersama Key.
__ADS_1
"Huh, , maafkan aku nona Killa ,ini semua karena aku " Gumam nya sebelum memasuki rumah yang cukup sederhana namun sangat bersih itu.
Ia melangkahkan kakinya menuju pintu rumah itu ,setelah berdiri beberapa detik ia mengetuk pintu dan tak lama Killa keluar.
"Assisten Jun." Ucap Killa saat membuka pintu dan melihat tubuh tinggi tegap di depan matanya,ia menunduk merasa malu setelah kejadian malam itu ,karena dialah yang membawa Killa keluar dari tempat itu dan mengantarnya pulang.
"Nona Killa , , mohon maaf karena mengganggu waktu anda." Ucapnya membungkuk kan badannya,ia tahu Killa pasti sangat malu jika bertemu dengannya.
"Ini tidak di kantor assisten Han ,jadi jangan terlalu formal panggil Killa saja seperti yang lain ." Jawabnya.
Assisten Jun terlihat salah tingkah ,ia pun merasa malu dan tidak tahu harus mengatakan apa saat ini ,yang jelas dia hanya ingin melihat keadaan Killa dan lukanya.
"Eee,,apa boleh saya masuk ?." Tanya Assisten Jun.
" Oh ya boleh silahkan ,maaf rumah saya tidak sebesar rumah ....." Ucapan Killa menggantung saat hendak menyebut nama Key.
"Eeh bagaimana lukamu apa sudah baikan?." Tanya assisten Jun mengalihkan pembicaraan.
" Iya sudah mendingan , terimakasih Assisten Jun."
"Panggil jun saja "
"Aah ya baiklah , terimakasih Jun atas bantuan mu."
"Tidak usah berterima kasih,sudah seharusnya saya membantu."
"Eeh apa Key tau soal ini?. "Tanya Killa.
"Tidak, saya tidak memberitahunya ,tapi jika kamu ingin dia tau maka saya siap akan menjadi saksinya."
"Heh, Tidak perlu ,aku rasa dia tidak akan Sudi bahkan seorang tuan muda seperti dia tidak akan mau menikah dengan seorang upik abu sepeti ku ini ."
" Tapi kenapa? dia berhak tau siapa yang membantunya "
" Tidak perlu Jun ,aku tidak apa apa ,akuu hanya butuh pemulihan untuk kembali bekerja seperti biasanya
"Baiklah jika begitu,jika kamu butuh bantuan silahkan hubungi saya ,saya siap membantu kamu apapun itu " Terangnya.
"Haha ,kamu terlalu berlebihan Jun,aku tidak mungkin meminta hal yang gak gak dan macam macam ."
__ADS_1
"Jangan sungkan ,sudah sewajarnya "