
Di kantor
Mendapat pesan dari Killa membuat Dony bergegas ke sana tanpa memperdulikan pekerjaan nya, " sayang ,kamu mau kemana ?" Tanya Anjani yang hendak menghampirinya.
" Anjani, ini di kantor jadi jaga bicara kamu " Tegur Dony kemudian melanjutkan pekerjaan nya .
"Ooh baiklah , Pak Dony mau kemana pak ?" Tanya Anjani lagi.
"Bukan urusanmu " Sahut Dony menghilang di balik tembok.
"Sialan ,awas kau " Gumam Anjani mengepal tangannya tak lama ia pun mengambil tas dan pergi dari kantor,namun sebelum itu dia meninggalkan pesan pada Yuda untuk izin tidak bekerja karena merasa kurang enak badan.
Sementara itu Killa kini telah menungggu di sebuah caffe dekat kantor Dony, di menunggu sambil memesan secangkir cappuccino ,Killa datang dengan stelan kerjanya dan juga spatu yang di belikan oleh Key kemarin,dia menunggu sambil menikmati musik yang di putar di caffe.
Tak lama Dony datang dan langsung menghampiri Killa," Sya, , Mas kangen " panggil Dony hendak memeluk Killa namun langsung di tolak oleh Killa.
"Maaf mas , ,silahkan duduk." Ucap Killa dingin sambil mendorong pelan tubuh Dony yang handak memeluknya.
"Sya , ,kamu gak kangen sama mas? kamu kemana saja ? Mas cari kamu kemana mana tapi tidak mas temukan "
Killa tersenyum sinis " Mana suratnya?" Bukannya menjawab pertanyaan Dony malah dia menanyakan surat gugatan yang di berikan tempo hari padanya.
"Apa maksud mu Sya?"
"Apa kurang jelas,mana surat yang kemarin aku kasi ke kamu untuk kamu tandatangani."
"Syakilla "
"Apa? "
" Sya,aku sudah bilang ,sampai kapanpun aku tidak akan menandatangani surat itu ,lagipula aku sudah membuangnya "
"Jika begitu kamu tenang saja ,silahkan tanda tangani di sini,aku sudah menyiapkan yang baru "
Brak
"Syakilla"
Killa sempat kaget saat Dony menggebrak meja ,bahkan semua pengunjung itu menatap ke arah mereka,nafas Dony naik turun menahan emosi ,tangannya mengepal kuat dan menatap tajam ke arah Killa.
__ADS_1
" Keputusan ku sudah bulat mas,aku ingin kamu segera tanda tangani itu dan kita resmi bercerai" Terang Killa kemudian bangkit dan mengambil tasnya lalu pergi.
"Apa karena dia?" Teriak Dony
Killa menghentikan langkahnya, tersenyum getir sebelum membalik badan dan menjawab .
"Lantas ? apa kamu marah? " Jawab Killa santai .
"Mas Tidak terima Sya ,tolong mengertilah,masih mencintai kamu "
" Apa kamu bilang? Mengertilah? siapa yang tidak mengerti hah? Apa kamu mengerti dan paham juga sadar bagaimana perasaan ku selama ini ? Apa kamu bisa merasakan sakit hati yang ku rasakan saat kamu menghamili mantan kekasih kamu dan kini telah resmi menjadi istri ke dua kamu? Di sini siapa yang kejam ? Aku atau kamu yang tak punya perasaan?"
Setelah mengatakan itu Killa angkat kaki dari caffe itu dah menyetop taksi untuk kembali bekerja," Huuh, , kamu bisa Killa ,kamu kuat ,jangan nangis , please jangan nangis,laki laki macam itu tak pantas lagi kamu tangisi" Ucapnya pada dirinya sendiri, menyemangati dirinya dan menenangkan hatinya agar menjadi lebih tegar dan ikhlas.
"Aaarrkk, , " Teriak Dony menatap kepergian Killa setalah mengucapkan perkataan yang membuat semua pengunjung menatap benci padanya bahkan salah satu di antara mereka mendekat," Cih laki laki seperti ini berselingkuh dari wanita secantik dan sebening itu? Astaga mas apa matamu buta?" Ucap seseorang menghampiri nya.
" Cih ,dasar lelaki tak cukup satu wanita , playboy "
" Ckckck...masih ada ya pria tak tau diri dan tak punya perasaan "
Begitu banyak ucapan orang mencemooh dan menghampiri nya bahkan ada yang sengaja menyenggolnya namun ia diam saja ,bukan karena menerima semua ucapan dan perbuatan mereka mainkan saat ini ia hanya memikirkan apa yang Syakilla katakan dan keegoisannya yang masih menginginkan istri kecilnya itu berada di sampingnya.
"Apa aku harus melepasmu sya? Tapi aku belum rela " Gumamnya dalam hati berjalan lesu sambil membawa kertas itu.
Ckrek
ckrek.
Di sudut lain seseorang yang memakai kacamata hitam dan topi hitam tengah berhasil mengambil gambar dan merekam percakapan mereka sejak awal kedatangan Dony, setelah mendapatkan apa yang di incarnya ia pun pergi.
🌺🌺🌺
Di tempat lain,Anjani mengendarai mobilnya menuju sebuah rumah di kawasan yang lumayan sepi penduduk,hanya beberapa bangunan rumah yang sebenarnya belum sepenuhnya jadi ,namun rumah yang ia datangi kali ini adalah rumah paling ujung berwarna abu muda dan masih terlihat baru,ia masuk ke halaman rumah itu dan membunyikan bel saat tubuh langsingnya berdiri tegak di depan pintu.
Ting Dong
Tak lama seorang pria berpakaian kaos oblong dan celana pendek mendekat dan membuka pintu.
" Anjani? Kamu , , "
__ADS_1
"Aaah sudah lah jangan banyak bicara ,aku butuh tempat istirahat,," Sahutnya tanpa memperdulikan ucapan yang keluar dari mulut pria itu.
"Kamu kenapa gak bilang mau Kamari?" tanya nya saat setelah mengambil minuman untuk mereka ,Anjani yang tadinya rebahan di sofa kini bangkit dan mengambil minuman itu.
"Apa tidak boleh aku datang tanpa harus memberitahu kamu dulu? Kamu lupa aku siapa? Hah? "
"Astaga sayang ,kamu kok emosian sih,maksud aku kenapa kamu tidak memberi tahu ku dahulu kalau mau ke sini, tau gitu kan aku belikan sesuatu buat kamu ,lagipula aku tidak ada makanan di sini " Terangnya.
"Aku datang cuma sebentar saja ,aku butuh ketenangan,karena di sana rasanya aku ingin meledak saking emosinya " Adunya seraya menghembuskan nafas beratnya.
Pria itu mendekat sampai tak ada jarak di antara mereka,"Sayang ,ingat kamu lagi hamil loh ,jaga emosi kamu jangan sampai saku stress dan anak kita jadi korbannya" Terangnya sambil mencolek gemas hidung mancung anjani.
"Tapi sayang, dia seolah tak suka bahkan tak sudi sama aku ,aku harus bagaimana ? " Rengeknya manja.
"Kamu sabar ya sayang ,tujuan kita setengahnya sudah berjalan , tinggal kamu mencari cara agar dia bener benar bucin sama kamu dan kita bisa mengambil semuanya ,paham hmm " Jawab pria itu sambil mengendus endus leher Anjani.
"Kemarin aku bertemu sama Stevani , , " Ucapnya membuat pria itu menghentikan aktivitas nya mencium dan mer aba tubuh Anjani.
" Heh, , Stevani? di mana ?" Tanya nya.
"Di jalan ,saat aku lagi apes apesnya ,dan dia malah mentertawakan aku ,bahkan menawari aku kembali bekerja padanya" Terangnya.
"Lalu kamu bilang apa?"
"Jelas aku tolak,aku bilang aku sudah menikah dan sudah hamil"
" Kamu tidak memberitahu nya kan hubungan kita ?"
"Jelas tidak, karena aku tau bagaimana kalian berdua di belakang aku " Kesal Anjani.
"Sayang ,kamu tau sendiri kan ,aku hanya ingin sesuatu darinya ,dan kamu tau kan tujuan ku mendekati nya ? Itu semua demi kita sayang ,masa depan kita dan juga anak kita".
Merasa senang dengan jawaban nya ,Anjani kembali melontarkan candaan "Anak siapa? " tanya Anjani.
"Siapa lagi, Sam Hutama Andreas, , " Ucapnya kemudian Mel umat bibir tebal Anjani dan langsung menggendongnya masuk ke kamarnya.
#bersambung
Jangan lupa Like,komen ,juga vote ya guys..rate nya juga jangan lupa,agar author semangat buat nulisnya.
__ADS_1
Komen yuk ,biar author Up double besok...!!!