
Hoek..
Hoek..
Hoeek..
"Iyuuuuu, , , KEY..!!!! " Bukan ciuman yang di dapat Key melainkan muntahan Key yang di tahan sejak tadi.( mungkin wajah stevani dia lihat seperti bak sampah kali ya,hihi ).
Stevani seketika mendorong tubuh Key hingga terjatuh ke kasur king size nya dengan posisi tengkurep,merasa tubuhnya di awan awan Key langsung menutup mata terlelap. Sementara itu ,Stevani langsung berlari menuju kamar mandi membersihkan muntahan Key yang mengotori lingerie bahkan tubuhnya.
"Hoek , ,Hoek, , ,Iih jijik banget sumpah ." ucap Stevani sambil menyiram dirinya dengan air.
Tangannya terlihat jijik memegang lingerie nya dan langsung di lepas ,malah langsung di buang di bak sampah,ia pun kembali membersihkan tubuhnya untuk ke dua kalinya sebelum kembali tertidur ,namun setelah mandi ia dengan kesal menatap wajah key yang tak bergerak dari posisinya sebelumnya,dengan wajah di tekuk Stevani mendekat dan mengambil bantal juga selimut untuk tidur di kamar lain.
"Sialan ,gagal lagi gagal lagi." Gerutu Stevani,detik berikutnya dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang yang tak lain ialah Sam.
"APA ? Kamu gagal lagi ?" Suara kesal terdengar dari panggilan telpon Stevani setelah beberapa detik yang lalu di angkat olehnya.
"Gak usah marah marah ,aku juga gak tau bakal kaya gini ,dia pulang dalam keadaan mabok berat dan malah muntah di badan ku,dan sekarang malah tidur pulas banget ." Ucapnya ikut kesal.
"Lalu kamu di akan sekarang? "
"Kamar sebelah "
"Dasar bodoh ,kamu cepat balik dan tidur di sana "
"Apa? Tidur sama dia yang baunya kaya gitu? Gak ya aku gak mau."
"Sayang, kamu harus gunakan kesempatan ini , berhubung Key sudah tertidur lelap ,kamu bisa membuat seolah olah dia tidur sama kamu ,entah gimana cara kamu agar dia bangun ngira kalian telah ngapa ngapain,paham kamu? "
Stevani berpikir sejenak ,lalu tersenyum penuh arti lalu mengiyakan ide yang di buat oleh Sam tadi,ia pun dengan segera berlari menuju kamar nya lagi ,meski kesal dan jijik ia tahan ,dan ia mulai memperbaiki tidur key lalu membuka kemejanya juga celana Key hingga Key hanya memakai boxer saja.
"Sialan ,bau banget sih." Kesalnya sambil membuka satu persatu kancing kemeja Key.
Dengan susah payah Stevani mengangkat sedikit demi sedikit tubuh Key dan membuat posisi sebaik mungkin agar Key terlihat memeluk dirinya dengan lelap,dan setelah berhasil membuat posisi ,Stevani mengambil ponselnya lalu,
Ckrek..
__ADS_1
Ia mengambil beberapa gambar dengan posisi yang berbeda beda ." Aah akhirnya ,aku bisa tidur nyenyak sekarang ." Ucapnya kemudian memeluk Key sambil tersenyum lalu tertidur dengan lelap.
🌺🌺🌺🌺
Keesokan harinya ,Killa terlihat sudah segar dan kini tengah bersiap menuju tempat kerjanya ,tapi sebelum benar benar berangkat ia kembali berpikir kenapa mesti harus mengikuti semua keinginan Key.
"Eeh kenapa aku harus ikut apa kata dia? " Gumam Killa dalam hati,kemudian dia melihat mobil yang masih tertarik di sana bersama sebuah motor Honda beat warna merah putih terparkir di dekat mobil mewah itu.
" Sudahlah aku kerja di restoran aja ." Ucap Killa akhirnya kembali mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja di restoran Rinjani ,kemudian pergi dengan motor nya.
Sesampainya di restoran ,dia di sambil oleh Dina dengan senyuman .
"Killa , , ," Panggilnya sambil berlari lalu memeluk Killa.
Killa mendapat perlakuan itu tentunya kebingungan," kamu kenapa sih?" Tanya Killa melepas pelukannya.
"Aku pikir kamu bakal kerja sama bos kaya raya itu ,ternyata kamu memilih kerja di sini ." Ucapnya senang.
"Kamu tau dari mana? "
"Apa sampai segitunya?" Tanya Killa ,Dina mengangguk.
"Kalau buk bos tau kamu milih kerja di sini ,pasti dia akan sangat senang sekali ." Ucap Dina sangat antusias.
"Hei kalian ,kerja , ngapain ngobrol ,30 menit lagi kita sudah buka ,jadi ayo cepat ." Teriak salah satu kepala pelayan di restoran itu yang berhasil membuat Killa dan Dina terjingkrak dan segera bersiap siap mulai bekerja.
🌺🌺🌺🌺
Stevani mulai membuka mata ,melihat Key dengan wajah polos key ,ia tersenyum dan memperhatikan wajah key lekat.
"Ganteng banget sih " Gumam nya pelan ,ia mulai menyentuh wajah key dari alis ,mata,hidung ,dan terhenti di bibirnya Key.
Merasa ada sesuatu di wajahnya membuat Key mengerjapkan matanya ,Stevani langsung berpura pura tidur dan .
Degh
Key langsung terjingkrak saat melihat wajah Stevani di dalamnya ,begitu juga Stevani ,dia langsung duduk sambil menutupi bagian penting tubuhnya yang masih polos.
__ADS_1
"Ngapain kamu?" Kaget Key mendorong sedikit tubuh Stevani.
"Key ,kamu tidak ingat semalam kita ngapain?." Ucap Stevani.
Key mulai mengingat ingat kejadian semalam dan ia sama sekali tidak mengingat apa yang dia lakukan sama Stevani malam itu.
"Minggir lah ." Ucap Key lalu berjalan ke kamar mandi,ia tak mau ambil pusing karena ia harus segera ke kantor.
Saat mandi ia terus memikirkan apa yang di katakan Stevani,tapi ia kembali menggelang dan merasa tidak melakukan apa apa.Setelah selesai mandi ia langsung memakai pakaiannya dan menuju ruang makan untuk sarapan .
"Key Ino sarapan kamu " Ucap Stevani memberikan piring sarapan untuk Key,mau tau mau Key mengambilnya dan menyuap sarapannya.
"Key , terrimakasihhh ya ,semalam kamu telah membuat ku menjadi wanita seutuhnya, terimakasih." Ucap Stevani membuat Key menghentikan sarapannya dan menatap nayalang ke sembarang arah.
Melihat reaksi Key membaut Stevani salah tingkah ,ia tahu key tidak suka dengan ucapannya tapi ia tidak perduli karena ia telah berhasil membuat Key masuk ke dalam pelukannya.
"Sudah selesai bicara? " Hanya itu yang di ucapkan Key.
"Ooh oke , ,baiklah kamu lanjutkan saja sarapannya " Ucap Stevani terdiam ikut makan sarapannya.
Tak lama assisten Jun datang menjemput Key,dan setelah sarapan mereka langsung pergi meninggal rumah besar itu.
Hening ,tak ada ucapan yang keluar dari mulut Key maupun Assisten Jun ,hanya suara mobil dan klakson mobil para pejuang rupiah yang berlalu-lalang di jalan raya itu .
"Assisten Jun,aku ingin rekaman CCTV di kamar ku semalam segera ada di meja ku sebelum siang." Ucap Key.
"Baik tuan " Jawab Assisten Jun.
Setalah sampai di kantor ,Key langsung keluar dan menuju ruangannya ,sepeti biasa Key berjalan memasang wajah dingin meski ia di sapa oleh para karyawan nya yang berpapasan dengannya,ia hanya diam tak berekspresi hingga sampai di ruangnya.
Sesampainya di sana ,ia kembali terdiam dan melihat tidak ada siapa siapa di sana.
"Di mana dia? " Gumam Key.
#Bersambung
__ADS_1