
"Assisten Jun,Killa mana?" Tanya Key saat sudah berada di kantor nya namun tak mendapati Killa di ruangannya.
Assisten Jun pun menoleh dan tak mendapati Killa di sana ,ia lupa menanyakan pada Kila tentang hal itu.
"Mungkin tidak masuk tuan." Jawab assisten Jun.
"Mungkin? Apa dia tidak memberitahu mu dulu kalau dia tidak akan masuk kerja?." Tanya key
"Tidak tuan!." Jawab assisten Jun.
"Apa dia sakit?"
"Iya dia sakit karena kamu tuan." Ingin sekali assisten Jun mengatakan hal itu pada nya namun mengingat permintaan Killa yang tak membolehkan dirinya mengatakan yang sebenernya membuat assisten Jun terdiam dan pura pura tidak tahu.
Key merogoh ponselnya lalu mencoba menghubungi Killa,tapi Killa tak menjawab teleponnya.
"Kenapa dia tidak mengangkat ponselnya? Apa aku ada salah?" Gumam Key.
"Apa saya perlu mengirim seseorang untuk mengecek buk Killa tuan ?" Tanya assisten Jun.
" Tidak perlu ,aku akan menghubungi Oma dulu."
Ddrrrtt
Tak lama Oma Gracia menjawab panggilan Key.
"Oma apa Lala di sana? " Tanya key.
"Loh bukannya semalam dia pulang tergesa gesa setelah mendapat telepon dari seseorang!" Jawab Oma Gracia.
"Seseorang? Siapa? " Tanya Key mengerutkan keningnya.
"Oma juga Tidak tahu karena belum sempat bertanya dia langsung pamit."
"Baiklah Oma terimakasih " Ucap Key langsung mematikan ponselnya.
Ting
Tak lama notifikasi pesan dari seseorang masuk ke ponselnya.
( Maaf aku pulang ke rumah lama ku ,aku ingin mengunjungi makam ibuku ) isi pesan Killa pada Key.
"Ooh astaga, aku terllau berpikir negatif " Ucap Key pada dirinya sendiri.
***
"Maaf key ,aku berbohong padamu ,aku belum siap bertemu kamu " Gumamnya dalam hati .
Killa lebih memilih menyendiri untuk saat ini ,ia kembali ke rumah lamanya mengingat kembali kenangan bersama ibunya membuatnya sedikit tenang ,meski ia sudah berumahtangga namun melakukan itu tanpa ikatan pernikahan membuat Killa merasa sangat berdosa.
__ADS_1
" Ibu maafkan Killa " Gumam Killa.
Siang menjelang,Dony telah sampai di tempat yang di janjikan oleh nya,dia melihat Killa telah sampai di sana lalu menghampirinya.
"Sya , ," Panggil Dony,kali ini dia menjaga sikap dan langsung duduk tanpa ada keinginan untuk memeluk Killa sepeti tempo hari.
Kaget melihat wajah sembab killa membuat Dony bertanya " Kamu kenapa?" tanya Dony memegang pundak kirinya.
"Aaww ." Ringisnya kesakitan langsung menepis tangan Dony.
"Sya apa yang terjadi?" Tanya Dony lagi setelah minta maaf atas ketidaksengajaannya.
"Tidak,aku tidak apa apa hanya luka kecil saja " Jawab Killa.
" Jangan bohong Sya,apa yang terjadi " Tanya Dony tak percaya.
"Aku tidak apa apa mas." Bentaknya.
"Aku tau wajah berbohong kamu Syakilla, kamu Tidak pintar berbohong,jawab aku apa yang terjadi sama kamu,apa ada yang menyakiti kamu?"
Killa terdiam ,di memang tidak pandai berbohong dari dulu dan Dony sangat tahu itu ,dia juga paham dengan Killa. Yang terlihat tidak baik baik saja.
"Bukan urusanmu,mana suratnya ? Apa kamu sudah menandatangani nya?" Tanya Killa kembali untuk kesekian kalinya.
Dony terdiam ,dia sangat berat melepaskan killa namun ia juga tak mungkin menyakiti Killa terus terusan dengan tetap bersamanya dalam ikatan pernikahan sementara Killa tidak menginginkan itu.
Memutuskan untuk bercerai bukan keinginan dari dalam hati Dony ,namun membiarkan Killa tatap bersamanya pun tidak akan membuat Killa bahagia, untuk itu dia dengan sangat berat hati mengeluarkan selembar kertas yang hendak di tandatangani.
Killa bergetar saat melihat lembaran kertas yang akan di tandatangani Dony ,selembar kertas berwarna putih dan hitam yang akan menjadi pemisah antar dirinya dengan sang suami itu sebentar lagi benar benar menjadi benteng bagi mereka.
"Ini kan yang kamu mau !." Ucap Dony menatap Killa.
Killa terdiam sambil terus memandang ke arah kertas itu, dalam hati memang iya masih mencintai Dony, tapi ia pun tak ingin sakit hati selamanya,untuk itu dia memutuskan sesuatu yang sangat berat baginya ,yaitu mengalah dan melepaskan suaminya bersama wanita lain.
Perlahan Dony mengeluarkan bolpoin dari sakunya ,sambil menatap ke arah killa tangannya terarah ke kertas di mana tanda tangannya di butuhkan.
"Baiklah ,jika ini memang benar mau kamu ,aku akan turuti dan aku minta maaf jika selama ini aku banyak salah dan menyakiti kamu Sya ,aku minta maaf!." Ucap Dony kemudian benar benar membubuhkan coretan tangannya di atas kertas putih itu.
Huuhh
Tik
Perasaan lega sekaligus sedih di rasakan oleh Killa saat ini, bahkan air matanya pun tak mampu menahan bendungan di pelupuk nya ,ia kembali meneteskan air nya begitu saja tanpa di usap oleh sang pemiliknya.
"Ini " Ucap Dony memberikan kertas itu pada Killa.
Dengan tangan gemetar Killa mengambilnya dan membacanya kembali ,status baru kini telah di sandangnya,ia pun mengambil dompetnya lalu mengeluarkan sebuah benda berbentuk KTP yang ada di dompetnya lalu menyerahkannya pada Dony.
"Ini kartumu mas,aku sudah tidak ada hak lagi untuk memakainya " Ucap killa pasrah sambil menyodorkan kartu debit itu.
__ADS_1
"Tidak Sya,ini kamu pakai saja ,dan apapun yang mau kamu ambil dirumah itu silahkan."
"Aku tidak butuh apapun mas ,aku hanya butuh ini " Ucap Killa mengambil kertas itu lalu berdiri kemudian pergi.
"Sya tunggu, ini kamu pegang saja ,buat keperluan kamu ,jika kurang nanti mas akan tambahkan " Ucap nya lagi membereskan debit itu pada Kila.
"Tidak usah mas ,aku bisa cari uang sendiri "
"Tapi Sya ,ini punya kamu ,aku memberikan ini buat kamu sebagai istri mas,jadi ini punya kamu bukan punya mas ,paham!."
Killa terdiam ,memang benar di kartu itu memang jatah bulanannya yang massih tersisa dari setiap kebutuhan rumah tangganya ,Killa berpikir sejenak lalu mengambilnya.
"Baiklah,aku terima dan terrimakasihhh"
"Sya ,jangan sungkan jika butuh bantuan " Ucap nya lagi sambil menahan lengan Killa.
Tanpa menoleh killa melepas tangan itu lalu melangkah keluar caffe dan menyetop taksi untuk nya menjauh dari sana ,Dony hanya memandang lurus punggung wanita kecil yang beberapa menit tadi resmi menjadi mantan istrinya itu.
"Sya ,,apa aku sanggup !" Gumamnya menyesali semuanya ,ia sungguh menyesal karena telah menyakiti Killa sejak baru pertama kali menjadi suaminya.
Di perjalanan tanpa di sadari olehnya mobil taksi yang di kendarai Killa telah di ikuti oleh beberapa motor dari belakang ,Killa dan supir taksi pun tak sadar sampai pada akhirnya mereka di cegat di sebuah tempat yang lumayan sepi.
Tiinn
Tiinn
Tiiinn
"Woey, berhenti..!"
"Minggir kalian "
"Astaghfirullah,ada apa ini ?" Kaget supir taksi itu namun tetap berjalan meski pelan.
"Ada apa mas? " Tanya Killa ketakutan.
"Saya tidak tau mbak , sepetinya mereka perampok " Ucapnya ketakutan.
"Astagfirullah mas ,kita harus apa? "
"Bagaimana ini mbak "
"Woy berhenti gak ,atau gue lempar pake golok ini " Ancamnya.
"Aaarrkk, , ,mas mas , berhenti aja mas , berhenti saja." Teriak Killa.
"Tapi mbak."
"Sudah mas berhenti saja "
__ADS_1
Ckiiiittt....
Dugh!