
Tik
Tik
Setetes air mata membasahi pipi seorang wanita yang kini tengah berdiri di sebuah tempat yang sangat jauh dari kota ,tempat yang begitu asri dengan pegunungan dan juga sawah sawah di sekitar membuat udara begitu sejuk menembus kulit ,meski begitu suasana di sana tak mampu mengalahkan perasaan nya yang kini sedang mengingat sosok laki laki yang belakangan ini membantunya hingga masalahnya selesai.
"Maafkan aku " Gumam nya dalam hati.
Tiba tiba ia merasa sesuatu yang berbeda dari perutnya,ia mengusapnya dan merasa mual.
"Hoek, , , hoeek " Ia berlari ke kamar mandi mengeluarkan isi perutnya yang sedari tadi minta di keluarkan.
"Apa aku masuk angin ya? " gumamnya.
"Kak Nana kenapa?." Tanya seseorang yang baru saja mendekat karena mendengar suara muntahannya.
"Eeh ,kamu dessy,aku gak apa apa ,hanya saja merasa kurang enak badan aja."
"Tapi tadi aku dengar kak Nana muntah muntah."
"Apa kamu hamil?." Sahut seorang wanita seumuran dengan Lina,wanita itu mendekat lalu menempelkan tangannya ke keningnya namun tak terasa panas.
"Aku gak apa apa buk ,aku hanya mual Saja mungkin masuk angin " Terangnya.
"Iya mungkin kak Nana hamil,siapa tau kan ayo kak kita ke buk bidan." Terang Dessy ,anak remaja yang berusia 15 tahun.
"Dessy,Kakak tidak apa apa ,mungkin beristirahat sebentar akan menghilangkan rasa mual Kakak ." Terangnya tak ingin pergi ke dokter.
"Baiklah jika begitu ,kamu istirahat saja nak ,jika perlu apa apa kamu tinggal panggil ibu atau Dessy ,jangan sungkan." terang wanita itu yang biasa di panggil Mbok Iyem.
"Iya buk ,saya paham."
"Ayo kak ,aku antar."
Setelah di kamar ,ia masih memikirkan ucapan Mbok Iyem yang mengatakan dia hamil," apa mungkin aku hamil?." Tanya nya dalam hati , kemudian ia mengambil ponselnya lalu melihat kalender.
Degh...
"Astaga ,aku telat ,harusnya seminggu yang lalu aku sudah mens, tapi sampai sekarang,Haaah jangan jangan."
Ia begitu terkejut dan terduduk lemas di atas kasur miliknya,tubuhnya melemah dan matanya berair ,ia masih tak percaya dengan asumsinya,namun ia harus benar benar memastikan terlebih dahulu sebelum percaya pada dugaannya.
Ia kembali mengingat jika ia telah lama tidak melakukan hubungan suami istri.
"Tapi bagaimana mungkin,aku sudah lama tak berhubungan dengannya." Gumamnya.
__ADS_1
Namun detik berikutnya di kembali terkejut saat mengingat suatu kejadian.
" Astaga , ,jika benar anak ini berarti.?"
***
Killa tampak gemetar saat melihat garis dua yang ada di tangannya saat ini ,air matanya tak bisa di hentikan saat ini.
"Gak,Gak mungkin ini gak mungkin terjadi ." Killa menggeleng tak percaya jika dirinya benar benar tengah hamil.
Ia kembali mengingat kejadian malam itu ,bayangan dirinya histeris kesakitan akibat tarikan key juga de sah han dirinya akibat hentakan Key kembali berputar di memory otaknya.
"Ya Allah kenapa cobaan ini tak henti hentinya ,hamba baru saja merasakan kenyamanan di sini ,kenapa sekarang engkau uji hamba lagi dengan cobaan yang begitu berat ya Allah." Tangis Killa masih tak percaya dengan dirinya yang hamil.
Tak lama Mbok Iyem datang dan mengambil hasil tes dari tangannya.
"Benar dugaan ibu,kamu hamil ,apa mantan suami kamu tahu tentang ini?." Tanya Mbok iyem,Killa menggeleng.
"Apa kamu tidak mau memberitahunya ,dia berhak tau keadaan kamu ,kali saja dengan begitu hubungan rumah tangga kalian bisa kembali membaik nak.!"
"Tidak Bu,Tidak perlu,tidak ada yang boleh tau aku hamil,aku akan pergi periksa dulu hari ini ,setelah itu aku akan memutuskan keputusan ku." Tolak Killa ,karena ia tak mungkin memberitahu Dony jika dirinya hamil,karena itu bukan anak dari Dony.
"Baiklah jika begitu."
"Terimakasih buk "
Satu jam kemudian mereka telah sampai di klinik bersalin di desa itu ,Bidan cantik bernama Rinda itu tersenyum sambil melakukan USG pada perut Killa.
"Lihatlah,titik ini calon janin kamu , selamat ia usianya sudah dua Minggu." Terangnya pada Killa.
Satu sisi Killa sangat bahagia saat tau jika dirinya hamil dan melihat sesuatu yang berbeda di dalam perutnya,tapi di sisi lain ia masih trauma akan pernikahan dan juga masih ingin menyembuhkan luka yang begitu dalam yang di ciptakan orang orang di sekitarnya.
"Ini vitaminnya ya ,jaga diri baik baik."
"Terimakasih buk bidan."
"Sudah seharusnya,sama sama."
Setelah melakukan pemeriksaan mereka pun kembali ke rumah ,di perjalanan pulang Mbok Iyem tersenyum sambil menggenggam tangan Killa.
"Apapun keputusan kamu,ibu akan selalu mendukung mu." Terangnya sambil mengelus lembut tangan Killa hingga membuatnya menoleh .
"Iya buk, terimakasih."
Sesampainya di rumah Killa langsung ke kamar dan beristirahat,ia menatap ponsel di tangannya ,ada sebuah potret kebersamaan nya bersama dengan Key yang menjadi wallpaper nya.
__ADS_1
Tik
Air matanya menetes saat kembali mengingat bahwa Key kini sudah menjadi suami orang lain,rasa sebah di dada kembali ia rasakan saat mengingat janin di perut nya yang kini tak mempunyai seorang ayah.
"Apa keputusan ku sudah benar?." Ucap nya dalam hati sambil mengelus perut ratanya.
Lama dalam situasi seperti itu membuat Killa lelah dan terlelap di tempat tidurnya ,tak lama Dessy pun datang membawa semangkuk bubur dan segelas susu untuk Killa,ia melepas nampan itu lalu mendekat dan menarik selimut Killa dengan pelan agar ia tak terbangun.
"Tidur yang nyenyak kak Nana." Ucapnya sendiri ,tanpa sengaja ia melihat tangan Killa yang memegang ponsel ,niat hati ia ingin menaruh ponsel itu ke nakas ,tapi tak sengaja ia menyalakannya dan menampilkan foto wallpaper yang membuat Dessy entah kenapa bersedih.
"Apa dia tertidur?" tanya Mbok Iyem.
Dessy menoleh dan tersenyum kemudian menekuk wajahnya," kamu kenapa? " Tanya Mbok Iyem.
"Aku fikir kak Nana akan jadi kakak ipar,tapi aku salah ,hhh."
"Hehe, , ,ibu juga mikirnya seperti itu awalnya ,tapi kakak kamu sudah memberi tahu ibu semuanya ,jadi sementara dia tinggal di sini sebelum ia pergi."
"Apa? pergi? Kak Nana mau pergi kemana lagi?."
"Entahlah ,itu bukan urusan kita ,lagi pula kakak mu juga tidak mau kita terlalu ikut campur urusan dia bukan."
"Heh,,baru saja aku seneng merasa punya kakak perempuan di sini ,eeeh udah mau pergi lagi aja." Gerutunya sambil berjalan keluar ,mbok Iyem tersenyum sambil menggeleng mendengar ocehan anak bungsu nya itu yang mengharapkan sosok seorang kakak Perempuan yang bisa ia ajak curhat dan bertukar pikiran.
Di sisi lain , assisten Jun tengah sibuk mengurus sesuatu di kantornya ,Tak lama key datang membuatnya terkejut.
"Bos." Panggilnya langsung berdiri dan menutup berkas yang tadi di buatnya.
Key tampak lesu masuk ke ruangan assisten Jun ," kamu kerja saja ,aku malas di rumah." Ucap nya langsung mendudukkan tubuhnya di atas sofa ruangan itu.
"Kenapa bos di sini?." Tanya assisten Jun,ia terlihat gugup tapi sebisa mungkin ia sembunyikan.
Key yang baru saja mencoba memejamkan matanya langsung melotot dan menatap tajam ke arah assisten Jun.
"Ini kantor ku."
"Maksud saya tuan ,bukannya hari ini anda harusnya berbulan ma..." Ucapan assisten Jun terpotong saat melihat tangan Key melepas tinjuan ke udara mengarahnya.
" Maaf tuan." Sesal Assisten Jun.
"Jangan bicara tentang pernikahan sialan itu."
"Baik tuan ,mohon maaf." Ucapnya kemudian kembali bekerja namun sesekali ia melirik Key dengan ekor matanya ,entah apa yang di sembunyikan Assisten Jun sampai ia tak ingin Key melihat pekerjaan nya.
****
__ADS_1