Jangan Salahkan Aku Selingkuh.

Jangan Salahkan Aku Selingkuh.
Bab 63


__ADS_3

Malam semakin larut ,Stevani masih setia menunggu kehadiran Key dengan gaun malamnya,ia duduk sambil memainkan ponselnya di tepi kolam renang yang sudah di hias sedemikian rupa cantiknya oleh orang orang suruhannya.


Ia mencoba menghubungi Key namun Key sama sekali tak membuka pesan ataupun mengangkat ponselnya.


"Key sesibuk apa sih kamu?." Kesal Stevani.


Di tempat lain Key masih berada di rumah Killa bersama assisten Jun , ponselnya berdering dan suara notifikasi pesan tak membuat Key mengambil ponsel yang di simpan di saku nya,ia masih fokus pada Killa yang sesekali tertawa lepas mendengar cerita cerita dari Assisten Jun tentang pengalaman nya bekerja dengan Key selama ini,sampai kegiatan mereka terhenti saat Killa masuk ke dalam kamar nya lalu keluar dengan membawa sesuatu.


"Ini ." Ucap killa sambil menyodorkan sebuah buku kecil juga sebuah kunci mobil yang tadi di belinya.


"Apa ini? ." Tanya Key sambil mendongak karena posisi mereka saat ini Killa tengah berdiri sambil menatap ke arah key yang lagi duduk di depannya..


"Surat surat dan juga kunci mobil itu,sekali lagi aku minta maaf karena memakai uang sebanyak itu ." Ucap Killa merasa bersalah pada Key.


Key tak mengambilnya dan menatap Killa dengan diam.


"Itu kan atas nama kamu ,kenapa mesti memberikan nya padaku?." Tanya Key.


"Aku membelinya kan bukan uang ku ,jadi ini bukan milikku."


"Aku tidak butuh mobil itu."


"Tapi ini .."


"Sudahlah ini kamu simpan saja ,kamu pakai dan aku pulang ." Ucap Key tak ingin mengambilnya dan memberikannya pada killa.


"Tidak tidak key,ini terlalu mahal untukku." Tolak Killa.


" Aku tidak perduli ." Jawab Key langsung pamit untuk keluar.


Killa Hanya memandang punggung Key sampai mereka menghilang dari pandangannya.


Di perjalanan ,Key baru mengambil ponselnya dan melihat notifikasi dari pesan dan panggilan Stevani,ia pun mencoba menghubungi nya tanpa membuka isi pesannya.


" Iya ada apa ?" Ucap Key saat Stevani sudah mengangkat ponselnya.


"Key kapan kamu pulang? Aku sudah menunggu mu ." Terang Stevani sambil tersenyum senang karena Key menghubungi nya .


"Aku sedang di jalan pulang ."


"Aah ya benarkah? baiklah jika begitu .."


Tuut..


Tuut...


Tuuuut...

__ADS_1


Tanpa menunggu ucapan Stevani selesai ,key langsung mematikan ponselnya.


"Eeeh sialan main di matikan saja ,tunggu saja Key setelah ini kamu akan bertekuk lutut di kakiku." Kesal Stevani sambil mendarat bokongnya dengan kasar ke kursinya.


"Sabar Stevani,kamu harus sabar ." Ucapnya pada dirinya sendiri.


Setelah menunggu sekitar setengah jam , Key akhirnya sampai di rumahnya ,Stevani menyambut nya dengan manis ,tapi sebelum itu assisten Jun berpamitan untuk pulang ke apartemen nya.


"Tuan muda,jika begitu saya permisi ." Ucap assisten Jun di balas anggukan Key.


"Sayang ayo masuk." Ajak Stevani sambil menggandeng tangan Key .


"Tumben kamu ,ada apa?" Tanya Key sambil mengikuti langkah Stevani.


"Sudah lah ,aku hanya ingin memberikan surprise kecil kecilkan untuk kamu."


"Akh ngantuk ,aku mau tidur saja ."


"Tapi Key ,aku sudah menyiapkan semuanya sejak tadi ,ayolah anggap saja ini sebagai ganti bulan madu kita ." Terang Stevani.


"Hebat juga dia ,mengganti bulan madu dengan makan malam ." Gumam Key.


"Baiklah baik, , ayo ." Ajak nya.


Stevani tersenyum puas sambil menarik tangan Key menuju belakang rumah di dekat kolam renang ,Stevani tengah menyiapkan makan malam romantis untuk mereka berdua,setelah mereka duduk barulah pelayan satu persatu datang membawa makanan dan juga minuman untuk mereka.


Stelah selesai meletakkan makanan dan minuman ,barulah mereka makan dengan santai sambil Stevani berandai andai dengan adanya bayi yang akan menghiasi rumah besar itu.


"Oh ya Key , kamu bayangkan jika kita mempunyai anak nanti ,mereka akan menghiasi rumah ini dengan tangis mereka ,tawa mereka bahkan rumah sepi ini akan sangat ramai nantinya,iya kan ."


Degh


Mendengar kata anak kecil ,dada Key seketika sesak karena mengingat kejadian beberapa hari yang lalu Killa keguguran dan itu adalah anaknya.


Key tiba tiba memegang dadanya karena sedikit nyeri,sampai ia menjatuhkan piring yang ada di depannya.


Prang..!


"Astaga ,Key? Kamu kenapa?." Panik Stevani.


Key masih tak bisa menahan diri sampai ia terjatuh ke lantai tapi tidak sampai pingsan.


"Ya tuhan , toloong, , , tolong...."Teriak stevani memanggil beberapa orang yang berjaga dan bertugas di sana,ia membawa Key masuk ke dalam rumah dan mendudukkan Key di sofa ruang tengah.


"Cepat telepon dokter." Panik Stevani.


"Gak usah ,tidak perlu .' Terang Key pelan.

__ADS_1


" Tapi Key kamu harus di periksa."


"Tidak usah ,aku gak apa apa." Ucap Key berusaha tenang dan meneguk segelas minuman dari tangan Stevani tapi bukan yang di beri obat , melainkan air putih biasa, ie meneguknya dan beberapa saat setelah itu Key merasa sedikit tenang ,ia meminta untuk beristirahat sejenakmau tak mau Stevani mengangguk dan juga kesal sekaligus ,karena rencana mereka untuk ke sekian kalinya gagal.


"Baiklah ayo aku antar ke kamar!."


Mau tak mau Stevani menggandeng tangan Key untuk memapahnya dan membawa nya masuk lalu menidurkan nya di atas ranjang mereka.


"Terimakasih!_" Ucap Key pelan sambil menatap nyalang ke arah Stevani .


Tak menyerah ,Stevani mengambil minuman itu dan membawanya ke kamar Key,,berharap Key masih ingin meminum nya.


Tapi Key tak bergerak sama sekali ,ia memilih untuk beristirahat kerena memang ia sangat lelah seharian bekerja bahkan Sampat bercanda dengan Killa beberapa jam yang lalu di rumah Killa.


"Key bangun key minum dulu ." Terang Stevani membujuk Key untuk bangun dan minum minuman nya.


Key tak bergeming ,ia pingsan dan Stevani langsung memanggil dokter memeriksa nya.


Setelah beberapa saat dokternya pun datang dan memeriksa Key.


" bagaimana keadaan nya dokter ?" Tanya Stevani khawatir.


'"Dia hanya kecapekan saja ,hanya butuh istrirahat." Terang dokter membuat Stevani Bernafas lega


"Baiklah saya permisi." Ucap dokter pribadi mereka.


"Sialan ,gagal lagi gagal lagi." Kesal Stevani mengepal tangannya.


****


Di sisi lain ,Anjani masih saja kesal dengan kejadian yang di alaminya hari ini,terlibat dari caranya berjalan dan juga berbicara dengan ketus.


"Anjani ,bisa tidak kamu diam dan duduk saja ." Kesal Dony sambil melihat Anjani yang mondar mandir sejak tadi merasa cemas.


"Tidak mas tidak bisa ,aku harus mikir ini." Jawab Anjani.


"Apa sih yang kamu pikirin?" Tanya Dony.


Anjani diam ,dia tak menanggapi ucapan Dony ,sampai Dony terkejut saat Anjani mengatakan keinginannya yang lain.


"Apa aku harus membeli yang lebih mahal dari dia?."


"Apa kamu bilang?" Kegetnya.


Bersambung...!


🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2