
Di perjalanan Killa hanya terdiam tanpa mengatakan apapun pada Key ,bahkan sejak masih di kantor pun Killa enggan bersuara dan hanya mengikuti langkah kaki key menuju mantion Andreas.
Key pun merasa beda dengan sikap killla yang terbilang berubah 180° dari siang tadi,Key pun mencoba bertanya .
" Lala kamu kenapa?." Tanya Key sambil menoleh ke arah Killa.
" Gak apa apa ." Jawab singkat Killa.
" Gak apa apa tapi dari tadi diam saja "
"Tidak apa apa "
"Kamu sakit ?." Tanya Key mencoba menyentuh kening Killa namun langsung di tepis olehnya.
"Tidak usah sok perhatian."
"Apa? " Bingung Key
"Khem ...khem.." Assisten Jun memberi kode agar Key diam saja dari kaca tengah mobil itu.
Tak lama mereka telah sampai di mantion Andreas,Killa tanpa bicara apapun langsung turun dan
BUgh
"Ooh astaga,kenapa dengan dia? " Ucap key sedikit terkejut mendengar Killa menutup pintu mobil dengan kencang.
"Saya rasa buk Lala cemburu Tuan." Celetuk Assisten Jun.
"Apa kamu bilang? " Tanya key ulang sambil melotot kan matanya mendengar panggilan Assisten Jun.
"Hehe,maaf tuan , maksud saya buk Killa ,saya rasa dia cemburu ." Jawabnya cengengesan
" Ingat ,panggilan Lala hanya saya yang boleh memanggilnya seperti itu " Terang key.
"Tapi apa maksud mu?." Sambungnya lagi sebelum ia benar benar membuka pintu mobilnya.
"Eeh tapi ini baru perkiraan saya saja tuan ,kalau buk Killa cemburu melihat tuan bersama buk Stevani"
"Cemburu ?" Key seolah senang mendengar Killa cemburu melihatnya bersama orang lain.
" Tapi itu hanya perkiraan saya saja Tuan muda,jika salah saya mohon maaf " Terang nya .
"Baiklah jika begitu " Ucap Key terdengar bersemangat untuk memasuki mantion nya.
🌺🌺🌺
"Sayang, terimakasih .! Dia mau bertemu dengan ku nanti malam " Ucap Stevani dari sambungan teleponnya sambil menyetir kembali ke club' nya.
"Bagus ,kamu tinggal pergi ke restoran Buana lalu sisanya aku yang akan turun tangan ,kamu tenang saja ! " Ucap Sam dari kejauhan.
"Kamu di mana ? " Tanya Stevani
__ADS_1
"Biasa sayang, aku masih di rumah jam segini " Ucap nya berbicara pelan.
"Baiklah jika begitu sampai ketemu nanti malam sayang ,muach "
"Iya sayang, bye ..muach. " Balas Sam.
"Kamu bicara sama siapa mas? "
Degh
Tiba tiba tanpa di sadari Sam,Ratu datang dan langsung menanyakan dengan siapa dia berbicara.
"Eeh sayang ,kamu ngapain di sana? sejak kapan kamu di sana?." Tanya Sam mendekat dan menarik Ratu ke dalam kamar lalu duduk di pinggir ranjang mereka.
"Baru saja mas ,aku mau bilang sama kamu kalau aku besok mau ketemu teman teman aku ,boleh ya " Tanya Ratu minta izin pada suaminya.
"Boleh sayang ,kamu mau pergi kemana saja silahkan ,aku tidak akan menghalangi kebahagiaan mu asal kamu kabari jika sampai dan pulang jangan lama lama , nanti si Sarut kangen lagi " Ucapnya menggoda .
"Iih apaan sih sayang ,kamu ini ada ada aja menamai nya Sarut ,emang kenapa namanya sarut?" Tanya Ratu terlihat malu bahkan kini wajahnya seperti udang rebus mendengar celotehan suaminya itu .
"Sini aku bisikin,Sarut itu ( Besar berurat ) " Bisiknya membuat Ratu semakin merona bak tomat Mateng.
"Iih sayang, aku juga pergi lagi pulang sore kayaknya gak sampai malam "
"Iya sayang baik ,Ayo tidur sore " Ajaknya membuat Ratu lupa dengan apa yang membuatnya penasaran tadi.
Begitulah cara Sam membujuk Ratu menjaga mood nya agar dia tak terlalu banyak tanya.
Jika Sam sedang bermesraan di kamarnya bersama sang istri,berbeda dengan Dony ,ia kini duduk di ruang kerjanya sambil menekan pelipis ya merasa pusing.
"Mas,maafin aku ya aku benar benar merasa kurang enak badan tadi siang makanya aku izin dan pulang ke rumah ibu " Ucapnya meminta maaf dan menyesal,kali ini Anjani benar benar menyesal pada tindakannya.
"Sudahlah tidak perlu di sesali ,aku juga salah telah mempercayai proyek itu pada mu "
"Kamu sih di tanya mau kemana malah gak mau jawab ,aku kan cemburu " Keluhnya masih memijit tengkuk Dony.
"Cemburu? Anjani apa kamu merasa cemburu lalu ku seenaknya keluar kantor tanpa mengingat pekerjaan kamu? "
" Aku juga gak tau ,mungkin bawaan bayi kali ,aku gak bisa liat kamu sama orang lain ,anak ini terlalu takut liat papanya selingkuh lagi " Ucapnya.
"Ooh astaga Anjani ,harusnya kamu bisa profesional dalam bekerja , jika begitu kamu lebih baik tidak usah bekerja di kantor ,besok akan aku gantikan posisi kamu dengan yang lain ,lagi pula dokter Dewi bilang kalau kamu tidak boleh terlalu capek ,kandungan kamu masih lemah " Ucap Dony baru saja mengingat jika Anjani tengah hamil anaknya.
" Tapi mas ,aku masih mau bekerja "
"Jangan membantah ,dan cepat istirahat lah ,aku masih ada kerjaan " Ucapnya melepas tangan Anjani dari pundaknya.
"Baiklah ,itu kamu minum kopinya nanti dingin " Ucap Anjani sebelum meninggalkan Dony di ruang kerjanya.
"Iya baiklah , terimakasih" Jawab Dony kemudian fokus pada laptopnya untuk mengecek email yang masuk sejak tadi sore dari beberapa Client nya.
Dia mencari cara agar bisa kembali mendapatkan proyek yang tadi di batalkan oleh Sulaiman ,dia pun mencoba meminta Bantuan ke perusahaan pusat , meski mendapatkan peringatan namun ia tak mengapa asal perusahaan pusat bisa membatu nya mengambil proyek itu lagi, setelah mengirim permintaan dia kembali mengecek pekerjaan nya yang tadi di tunda setengah hari karena stres.
__ADS_1
Rasa kantuk membuatnya mengambil secangkir kopi yang di buat oleh Anjani tadi lalu meneguknya.
Sedikit membuatnya segar dia pun kembali meminumnya sampai habis ,tak berselang lama ia merasa gerah di tubuhnya.
"Kok panas ya ," Gumamnya melihat AC dalam keadaan dingin namun entah mengapa darah yang mengalir di tubuhnya seolah mengucur deras ke aliran jantungnya membuatnya berdebar lebih kencang dari sebelumnya.
Semakin lama membuat Dony semakin tak tahan,tubuhnya memerah menahan gejolak di dadanya ,dia pun segera masuk ke dalam kamar dan mendapati Anjani yang berdiri di depan kaca riasnya sambil menyisir rambutnya dan menggunakan lingerie berwarna merah terang.
Mata Dony menatap nya tak berkedip ,dia menoleh dan menyapa nya.
"Mas Dony " Panggilnya melepas sisir itu lalu berjalan ke arah Dony.
Tubuh Dony semakin panas melihat lekuk tubuh Anjani sampai membuatnya tak tahan lalu berjalan cepat menarik Anjani bahkan langsung merobek lingerie nya.
Sreek
"Aah Maas Dony , Ucap senang Anjani ."
"Sya " Panggilnya pelan.
🌺🌺🌺
Haciim
"Aduh siapa sih yang menyebut nama ku?" Gumam Killa bersin bersin.
Oma Gracia tersenyum menoleh ke belakang melihat Killa masih sibuk menata bunga anggrek agar terlihat lebih cantik sambil mengucap hidungnya yang tiba tiba gatal.
"Kamu alergi?" Tanya Oma Gracia.
Killa menoleh dan tersenyum ." Enggak Oma ,hanya saja tiba tiba hidung Killa gatel ,kayaknya ada yang lagi ngomongin Killa ? Atau mengingat Killa? Itu mitos orang kan ?" Jawab Killa Kembali menata bunga anggrek itu.
" Aah ya kamu benar ,Oma dulu seperti itu " Jawab Oma Gracia,memandang ke belakang Killa.
"Key ,kamu mau kemana sudah rapi begitu? Kamu ada janji ?" Tanya Oma Gracia melihat Key masuk ke rumah kacanya menghampiri mereka.
"Iya Oma ,Key titip Lala ya ,Key ada urusan sama teman sebentar " Jawab key.
"Teman apa teman? Jangan jangan Stevani !" Jawab Killa seolah tak menganggap Oma Gracia ada.
"Kamu cemburu ?" Goda Key
Sadar akan ucapannya membuat Killa menahan malu ,terlihat dari wajahnya yang memerah sepeti udang rebus.
"Apa? Cemburu? Hahaha tidak ! Aku gak cemburu,silahkan saja Kamu mau pergi sama teman kek, Stevani kek atau assisten Jun kek,silahkan saja ,kenapa aku harus cemburu " Terang Killa terdengar sangat kentara jika dia cemburu.
"Dasar anak muda ,sudahkan sana pergi Key dan ingat pulang jangan terlalu larut" Ucap Oma Gracia mengingatkan cucunya itu.
"Iya dan jangan lupa ,bajunya di perbaiki dulu sebelum keluar dari manapun ,takut di liat orang jadi bahan omongan orang " Ucap Killa membuat Key kebingungan bahkan tak tau apa yang killa bicarakan .Key pun memilih diam dan pamit pada Oma Gracia dan juga Killa.
"Kamu tenang saja ,Oma yakin kalau Key tidak akan berani macam macam di luaran sana ,Oma yakin itu " Ucap Oma Gracia menenangkan Killa yang terdengar ketus.
__ADS_1
"Iya Oma , terimakasih" Ucap Killa memeluk Oma Gracia.
🌺🌺🌺