Jangan Salahkan Aku Selingkuh.

Jangan Salahkan Aku Selingkuh.
Bab 60


__ADS_3

Sore harinya setelah selesai bekerja,killa memutuskan untuk menemui Key di kantornya ,dan saat hendak pulang ternyata bos mereka Puspita,wanita berusia 45 tahun yang memiliki paras wajah cantik ,putih ,dan blasteran itu memanggil semua karyawan nya untuk berkumpul sejenak.


"Ada apa ya buk Puspita memanggil kita ?." Tanya Killa pada Dina.


"Entahlah ,tapi kalau kita di panggil mendadak gini ,mungkin saja buk bos mau mengajak beberapa di antara kila untuk menemaninya ke sebuah acara ." Terangnya.


"Acara? Iya acara pameran mungkin atau ke suatu tempat yang membutuhkan teman ,bos kita kan masih single,hihi " Bisik Dina.


"Ooh begitu ."


Tak lama mereka semua berkumpul dan Puspita menatap mereka satu persatu ,wanita berambut pendek sebahu itu memilih dua orang untuk menemaninya.


"Saya mau kamu dan kamu ikut saya.!" Ucap nya menunjuk Dina juga Killa.


"Saya!" Ucap Killa menunjuk dirinya.


"Ya sudah ayo kita siap siap ,sekalian cuci mata " Ucap Dina senang sambil menarik tangan Killa menuju ruang ganti mereka.


"Apa kalian sudah siap?." Tanya Puspita menghampiri mereka.


"Sudah buk ,kita mau kemana ?" Tanya Dina.


"Saya mau ke showroom mobil ,saya ingin beli mobil dan kalian bantu saya untuk memilih mobil mana yang cocok untuk saya ." Terang nya.


"Oke buuk, , oh ya ada cowok ganteng gak di sana ." Celetuk Dina sambil memainkan alisnya genit.


"Kamu ini ,di otakmu cuma cowok saja." Sahut Puspita yang paham akan karyawan nya terlebih Dina yang selalu centil dan selalu berusaha tampil sempurna.


Merasa Puspita dan Dina penampilan mereka bagus ,Killa merasa minder.


"Tapi buk, pakaian saya." Ucap Killa merasa kurang percaya diri dengan penampilannya.


Puspita memandang Killa dari bawah sampai atas dan pokus pada wajah Killa.


"Oke kok, lagian pake apa saja gak apa apa yang penting bersih,Ayo biar cepat sampai aku sudah tidak sabar." Ucap Puspita menarik tangan mereka.


Di perjalanan hening ,hanya suara deru mobil yang memekikkan telinga mereka.


"Buk apa tidak ada suara musik ?" celetuk Dina mencondongkan tubuhnya ke depan di mana Killa dan Puspita berdada di depan.


"Oh iya ,tunggu sebentar!" Ucap Puspita menyalakan musik lawas tahun 80an.


"Oh my God,,apa tidak ada lagu terbaru,itu lagu jaman kapan ? " Protesnya sementara Killa hanya tersenyum kecil melihat tingkah mereka berdua .


"Ini tuh lagu bagus pada zamannya ,kamu gak paham tren tau gak !" Jawab Puspita.


"Ya jelas saya tidak tau tren ,orang itu jaman ibu gadis,sedangkan saya belum tumbuh kecambah saya juga belum ada buk."


"Haha,kecambah ,emang kamu kecambah?"


"Ya ibarat aja La ,bener kan jaman buk Puspita masih gadis kita pasti belum lahir ,secara kan ibu Puspita sudah mau stgah abad."


"Khem khem , ,kamu menyindir saya? Apa karena saya belum menikah?"


Perkataan Dina membuat Killa merasa tidak enak ,ia merasa Dina tidak seharusnya menyinggung tentang itu ke Puspita,tapi pemikiran Killa berbanding terbalik dengan pikiran Killa ,pasalnya bukan marah dengan perkataan Dina , Puspita malah tertawa terbahak-bahak.


"Buahahaha ,, ,Dina Dina ,kamu tau kan saya tidak mau menikah ,karena bagi saya lelaki itu hanya bisa nyakitin dan menyusahkan,paham !."


"Aaah aku kira mereka bakal perang!." Gumam Killa dalam hati merasa lega.


"Tapi buk ,,Menikah itu enak loh bisa khem khem ."


Puspita melirik dengan ekor matanya ,dan tau akan tatapan itu membuat Dina menghentikan perdebatan nya .


"Baiklah baik ,saya minta maaf ." Terang Dina.


"Bagus ." Jawab Puspita.


"Oh ya ,Killa kamu anak baru ya? Kamu tinggal sama siapa?" Tanya Puspita mulai membuka pembicaraan dengan Kila.

__ADS_1


"Iya buk saya anak baru,saya tinggal sendiri di jalan NN nomer XX." Jawab Killa.


"Orang tua kamu?"


"Ibu saya sudah meninggal,dan bapak saya ..." Killa teringat dengan sang ayah yang masih mendekam di penjara.


"Ayah kamu?." Tanya Puspita.


"Ayah saya di penjara buk ."


"Di penjara?" Kaget Dina sampai membuat Killa menoleh ke arahnya ,seketika Dina menutup bibirnya merasa tidak enak dengan killa.


"Dina ,belum mendengar penjelasan Killa kan ,jadi kamu gak usah sok dramatis." Terang Puspita.


"Maaf kalau boleh tau ayah kamu masuk penjara kenapa? Tapi kalau kamu tidak mau cerita juga gak apa apa ."


"Ayah saya di tuduh korupsi ,dan semua bukti mengarah padanya."


"Tapi saya tidak percaya ayah melakukan itu ,karena sehari harinya ayah lelaki hang sangat baik dan bertanggung jawab pada keluarga ,juga sayang pada kami." Jelas Killa bersedih.


"Sudah lah saya minta maaf ya ,tidak seharusnya saya membicarakan itu ,dan ya sudah kita sudah sampai ayok kita masuk."


"Tapi buk, apa ibu tidak malu membawa saya ke sini ?." Tanya Killa pada Puspita,karena Killa saat ini hanya menggunakan celana jeans panjang dan kaos oversize juga tas yang lebih menyerupai paper bag.


"Sudah lah ayo , ,tidak apa apa ." Ucap Puspita.


"Ayo lah Killa ,kan ada aku juga ." Sahut Dina .


Mereka pun masuk ke dalam showroom dan mereka di sambut oleh pelayan showroom dengan ramah.


"Ada yang bisa saya bantu ?" Tanya pelayan showroom itu.


"Oh ya mas saya ingin membeli mobil pribadi untuk saya ,tapi biar teman teman saya yang memilih nya untuk saya ." Jawab Puspita menyebut mereka teman ,bukan karyawan.


"Waaaw ini bagus buk ,lihat sini." Ucap dina sambil melihat sebuah mobil berwarna silver.


"Itu terlalu mahal untuk ku Killa ,aku belum sanggup." Ucapnya berbisik.


"Jika begitu yang ini gimana ?" Tanya Killa memilih mobil berwarna hitam.


Di saat mereka tengah memilih mobil yang cocok untuk Puspita ,tiba tiba seseorang datang menghampiri Killa dengan gaya sombongnya.


"Eeh eeh eeh , ,ada wanita kampung di sini !" Sapa Seorang wanita berambut pendek bermata tajam ,siapa lagi kalau bukan Anjani.


Degh


Killa terkejut mendapati Anjani berada di San bersama kedua teman sosialitanya.


"Anjani ,kamu ngapain di sini ?" Tanya Killa spontan.


"Gak kebalik? Seharunya aku yang tanya sama kamu ,wanita dekil ,miskin dan MANDUL seperti kamu ngapain di sini?." Sahut Anjani sengaja membesarkan suaranya saat mengatakan mandul.


"Hei ,siapa anda mengatai teman saya seperti itu ,jaga bicara anda,,tidak sopa sekali ." Marah Puspita sambil menunjuk Anjani dengan telunjuk nya.


"Cih ,jangan ikut campur ,anda tidak ada urusannya dengan saya ,urusan saya sama nih wanita gembel yang mandul ini."


"Cukup Anjani, cukup !" Marah Killa saat ia di katakan mandul oleh Anjani,tangannya mengepal kuat dan ia sebisa mungkin menahan amarahnya agar tidak menampar Anjani di tempat umum.


"Kenapa? Kamu malu semua orang tau kamu mandul? Dasar kampungan ."


"Siapa dia Anjani?." Tanya salah satu teman Anjani .


"Oh ya aku sampai lupa mengenalkan kalian dengan wanita kampung ini,dia adalah Syakilla Anastasia,wanita kampung yang mandul dan dekil ,pantas aja mas Dony memilih aku sebagai istrinya dan menceraikan kamu karena tidak bisa hamil anaknya ,dan lihat aku ,aku sudah hamil anak nya mas Dony." Anjani sengaja membahas sesuatu yang membuat Killa malu.


Degh


Nafas Kila terlihat naik turun, Puspita yang paham dengan keadaan langsung menarik Killa menjauh dari sana ,ia juga tidak mau temannya di permalukan seperti itu di tempat umum.


"Killa ,ayo kita pergi ." Ajaknya manarik tangan Kila.

__ADS_1


Mata Kila sudah memerah menahan sakit hati dan sebah di dada akibat cacian dari Anjani.


"Pergi sana ,kalian tidak pantas di sini." Ocehnya tapi tak di hiraukan oleh Kila.


Belum puas dengan itu ,Anjani kembali memanas manasi Killa dengan berteriak ke pegawai showroom itu .


"Hey ,pelayan ,aku mau mobil yang itu!" Tunjuk Anjani pada sebuah mobil yang tadi di pilih olehnya untuk Puspita.


"Wow ,ini si keren banget Anjani "


"Jelas dong, suami ku mas Dony kan gak tanggung tanggung memberikan hadiah untuk ANAK KITA .!" Terangnya sambil melirik Killa dengan ekor matanya.


"Nih pak ,silahkan gesek kartu saya " Ucap Anjani sombong mengeluarkan kartu debitnya.


Killa mendengar itu pun mengepalkan tangannya merasa mual dan geram ,bohong jika ia tak sakit hati pasalnya mereka belum lama bercerai ,dan Anjani sengaja memanas manasi Killa agar cemburu.


"Killa jangan di dengar ,ayo kita pergi "


"Hei killa kamu tidak pantas di sini ,karena kamu tidak akan mampu membeli sebuah mobil yang paling murah di sini, apalagi setara dengan mobil baruku, pemberian mantan suami kamu ,uups salah ,suami ku ." Terangnya sambil tertawa renyah.


"Brengsek." Geram Killa.


"Killa sudah ayo kita pergi saja ,kita beli mobil kapan kapan saja ,aku gak mau kamu terus terusan di permalukan seperti ini ." Bisik Puspita masih menahan Killa agar tidak emosi.


"Bener Killa ,ayo kita pulang,pengen ku bejek bejek tuh bibir tebalnya itu " Kesal Dina.


Puspita manarik tangan Kila tapi di tahan oleh Killa ,sebisa mungkin dia menenangkan dirinya untuk melawan dan memberi anjani pelajaran.


"Huhh, , , dia harus si beri pelajaran." Terang Killa.


"Tapi kamu tidak akan sanggup melawannya Killa " Ucap Puspita khawatir dengan Killa.


"Kalian tenang saja ,kalian cukup jadi penonton yang baik , percayalah."


Killa menarik nafas lalu membuangnya kemudian membalik badan dan berjalan ke depan Anjani.


"Heh, berani juga kamu." Ucap Anjani tersenyum,dua wanita di belakang Anjani pun merasa puas melihat Killa malu.


"Kata siapa aku tidak bisa membeli sebuah mobil di sini?." Ucap nya .


"Aku bisa,bahkan mobil yang paling mahal di showroom ini bisa ku beli ." Terang Killa membuat semua orang menatap ke arahnya.


Puspita dan Dina begitu khawatir dengan killa ,dia pun mendekat dan berbisik.


"Jangan aneh aneh Killa ,jangan permalukan diri kamu dengan bicara seperti itu, lebih baik kita keluar dari sini ayo ,lihat semua orang menatap ke arah kalian ."


"Buk Puspita,percayalah sama saya." Bisik Killa pelan.


Killa dan Anjani bagaikan dua kandidat pemilihan putri Indonesia,mereka di kelilingi oleh para pengunjung showroom dan juga para pelayan showroom.


"Mas ,saya minta mobil yang paling mahal di sini ." Ucap Killa pada salah satu karyawan itu .


Mereka Tampak ragu tapi mereka tetap melayani Killa sebaik mungkin dan memberikan informasi tentang sebuah mobil mewah.


"Ini nona ,Mobil Ferrari 488 Pista Spider – Harga 11 milyar rupiah." Terang nya dengan ragu menyebut harga pada Killa.


"Hei ,kamu sudah gila ? Jangan buat dirimu malu dengan...." Belum sempat melanjutkan ucapannya ,Anjani di buat kaget oleh Killa.


"Saya bayar pake ini.! " Ucap Killa mengambil sebuah kartu dari dalam tasnya ,dalam hati ia meminta maaf pada key karena mengeluarkan uang sebanyak itu demi sebuah mobil untuk membalas kesombongan Anjani.


"APA..!" kaget mereka terutama Anjani.


"What, , black card?" Kaget kedua teman Anjani.


"Sudah nona , terimakasih,silahkan ikut kami mengurus surat suratnya." Ucap pelayan itu.


"Tidak , ,tidak mungkin. , ,tidak mungkin, , , aaaaa..."Ucap Anjani tidka percaya,bahkan ia sampai pingsan.


"Anjani " Panggil kedua temannya saat tubuh Anjani terkapar di lantai.

__ADS_1


__ADS_2